Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan最新文献

筛选
英文 中文
Pengaruh Alkitab dalam pergerakan nasionalisme 圣经对民族主义运动的影响
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.51828/td.v12i2.228
Roynaldy Simaremare
{"title":"Pengaruh Alkitab dalam pergerakan nasionalisme","authors":"Roynaldy Simaremare","doi":"10.51828/td.v12i2.228","DOIUrl":"https://doi.org/10.51828/td.v12i2.228","url":null,"abstract":"Artikel ini melihat pengaruh Alkitab dalam pergerakan nasionalisme Amir Syarifuddin sekaligus sumbangsih kekristenan di Indonesia. Amir Syarifuddin merupakan pejuang Kristen yang memiliki pengaruh besar dalam membangun pondasi dan melahirkan pikiran besar tentang pergerakan nasionalisme Indonesia. Keterlibatan Amir Syarifuddin terhadap pergerakan nasionalisme merupakan salah satu tokoh penting agar terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Namun, perjuangannya dalam kemerdekaan Indonesia masih belum mendapat tempat dalam historiografi pergerakan nasionalisme di Indonesia. Kontribusinya dalam melawan penjajah dan emansipasi nasional begitu besar hingga pasca-kemerdekaan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif yang mengacu pada peran sentral Alkitab terhadap nilai-nilai dasar pergerakan nasionalisme Amir Syarifuddin. Alkitab menjadi basis perjuangan melawan penjajah, penanaman nilai-nilai nasionalisme dan proses pembentukan identitas.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"10 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89978744","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Anteseden dan kualifikasi kepemimpinan gereja masa kini berdasarkan Titus 1:5-16 教会的先行人和今天教会的领导资格是基于提多书1:5-16
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.51828/td.v12i2.259
Dreitsohn Franklyn Purba, Sunarto Sunarto, Kendy Wahyudi
{"title":"Anteseden dan kualifikasi kepemimpinan gereja masa kini berdasarkan Titus 1:5-16","authors":"Dreitsohn Franklyn Purba, Sunarto Sunarto, Kendy Wahyudi","doi":"10.51828/td.v12i2.259","DOIUrl":"https://doi.org/10.51828/td.v12i2.259","url":null,"abstract":"Kepemimpinan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pencapaian tujuan suatu organisasi, termasuk gereja.  Perubahan global yang begitu deras pada era pasca industri saat ini telah menghadirkan paradigma, penekanan, dan nilai-nilai baru. Perubahan yang terjadi bisa berdampak positif dan negatif. Para pemimpin pada satu sisi dituntut untuk tetap memiliki nilai-nilai kebenaran yang tidak berubah, dan pada saat yang sama juga dituntut untuk beradaptasi. Berbagai peristiwa yang menunjukkan para pemimpin gereja,  telah melenceng dari nilai-nilai kebenaran, seperti perbuatan amoral, korupsi, perselingkuhan, perceraian, dan perilaku negatif lainnya telah mencoreng wajah gereja. Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini adalah memaparkan kualifikasi kepemimpinan gereja masa kini atau yang menjadi faktor anteseden kepemimpinan gereja berdasakan Titus 1:5-16. Melalui metode biblika-eksegesis dan literature review, penulis menemukan bahwa kualifikasi kepemimpinan dengan nilai-nilai dasar kekristenan dalam konteks kepemimpinan gereja menjadi mutlak untuk ditekankan kepada para pemimpin gereja agar dapat berdampak secara efektif kepada warga gereja yang dipimpinnya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"46 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85788980","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengorbanan Zoroaster bagi Sang Mesias: Penelusuran Identitas orang Majus yang Menghampiri Bayi Yesus 琐罗亚斯德为弥赛亚所作的牺牲:寻找接近婴儿耶稣的麦琪的身份
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.47543/efata.v9i2.97
Andreas Budi Setyobekti, Valentino Wariki, Andreas Christanto, Amos Hosea
{"title":"Pengorbanan Zoroaster bagi Sang Mesias: Penelusuran Identitas orang Majus yang Menghampiri Bayi Yesus","authors":"Andreas Budi Setyobekti, Valentino Wariki, Andreas Christanto, Amos Hosea","doi":"10.47543/efata.v9i2.97","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i2.97","url":null,"abstract":"The book of Matthew records the virgin birth of Jesus and then turns to the coming of the Magi from the East to see Jesus being born in Bethlehem. The Magi came from a faraway land guided by a bright star different from the other stars. They are synonymous with people who have knowledge of nature and can interpret the stars. Another view states that they are priests from Persia who work as interpreters of dreams. Examining these characteristics, it is suspected that they are Zoroastrians. This research aims to reveal the identity of the Magi, who brought gifts of gold, frankincense, and myrrh to Jesus. The method used is descriptive qualitative with a historical research approach. The results of the research show that there is a relationship between the Zoroastrians and the birth of Jesus. The birth of Jesus was written in non-Jewish treatises so that the news of human salvation has spread to nations, not just Jews. \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000Kitab Matius mencatat kelahiran Yesus dari seorang perawan, dan kemudian beralih kepada kedatangan dari orang Majus dari Timur untuk melihat Yesus yang lahir di Betlehem. Orang Majus datang dari negeri jauh dituntun oleh bintang terang yang berbeda dengan bintang lainnya. Mereka identik dengan orang yang memiliki pengetahuan tentang alam dan mampu menafsirkan bintang. Pandangan lain menyatakan mereka sebagai imam dari Persia yang berprofesi sebagai penafsir mimpi. Menelisik kepada ciri-ciri tersebut, maka diduga mereka adalah kaum Zoroaster. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan identitas orang Majus yang membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur kepada Yesus. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kaum Zoroaster dengan kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus sudah ditulis dalam risalah-risalah non-Yahudi, sehingga kabar keselamatan manusia sudah tersebar di bangsa-bangsa, bukan hanya Yahudi.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"198 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74327006","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Memaknai Akun Media Sosial Satire Kristen dalam Perspektif Etis-Teologis 从伦理神学角度来看,利用基督教讽刺社交媒体账户
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.47543/efata.v9i2.115
Senopati Salomo Olimbovo, Martina Novalina
{"title":"Memaknai Akun Media Sosial Satire Kristen dalam Perspektif Etis-Teologis","authors":"Senopati Salomo Olimbovo, Martina Novalina","doi":"10.47543/efata.v9i2.115","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i2.115","url":null,"abstract":"This research is motivated by several irregularities that often occur in the church. This problem results in harmony in the church; for example, the relationship between the congregation and the Pastor becomes tenuous due to irregular teaching. Satire is valuable to satirize someone so that the person being ridiculed makes improvements and thinks more broadly. You can often find satirical sentences on social media accounts, both satire and sarcasm. But this time, many social media accounts are displaying satirical language-style forms of satire about the church, both in terms of order and teachings in the church. This article raises issues that exist on the social media account @gerejapalsu. This account can be a consideration regarding Pastors who are considered to emphasize their physical appearance rather than the truth of the Word that will be conveyed and teachings that are \"considered\" wrong by the account manager. This research aims to examine this phenomenon from an ethical and theological perspective so that the congregation can consider the positive side of the topic raised by the social media account @gerejapalsu. The method used in the article is a qualitative approach, and the study is in descriptive form using the literature study method. The results of the study show that the existence of this Christian satirical account has a good and functional purpose. Having a party that oversees the church and God's servants will minimize the possibility of damage to the church system. In addition, this phenomenon is helpful as a driving force or trigger for the congregation to think critically and be sensitive to existing problems. \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000Di akun media sosial seringkali ditemukan kalimat sindiran baik bersifat satire maupun sarkasme. Namun kali ini, banyak akun media sosial yang menampilkan bentuk sindiran bergaya bahasa satire mengenai gereja, baik secara tatanan maupun ajaran-ajaran dalam gereja. Artikel ini mengangkat permasalahan yang ada di akun media sosial @gerejapalsu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji fenomena ini dari kacamata etika dan teologis agar jemaat mampu mempertimbangkan sisi positif dari topik yang diangkat oleh akun media sosial @gerejapalsu. Pendekatan yang digunakan dalam artikel adalah pendekatan kualitatif serta kajian dalam bentuk deskriptif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan akun satire Kristen ini sebenarnya memiliki tujuan yang baik dan bermanfaat. Dengan adanya pihak yang mengawasi gereja dan para pelayan gereja akan mengecilkan kemungkinan terjadinya kerusakan di dalam sistem gereja. Selain itu fenomena ini berguna sebagai pendorong atau pemicu jemaat untuk mampu berfikir secara kritis dan peka terhadap permasa-lahan yang ada.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"91 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89963626","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Meneropong "Christ-centeredness" dalam Katekismus Heidelberg dari sudut pandang kerangka struktur
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.51828/td.v12i2.270
Janice Christie
{"title":"Meneropong \"Christ-centeredness\" dalam Katekismus Heidelberg dari sudut pandang kerangka struktur","authors":"Janice Christie","doi":"10.51828/td.v12i2.270","DOIUrl":"https://doi.org/10.51828/td.v12i2.270","url":null,"abstract":"Katekismus Heidelberg menyajikan pengajaran penting yang kaya serta berlimpah tentang Allah Anak, Yesus Kristus. Secara eksplisit, pengajaran tentang Kristus memang hanya terdapat pada pertanyaan-jawaban 29-52 (24 pertanyaan-jawaban). Meskipun demikian, hal ini sama sekali tidak berarti bahwa pengajaran tentang Kristus hanya terdapat pada bagian ini saja. Artikel ini mencoba menganalisa kekayaan pengajaran yang terdapat dalam Katekismus Heidelberg dari sudut pandang struktural secara keseluruhan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini adalah pengajaran tentang Kristus mendasari keseluruhan Katekismus Heidelberg. Seluruh rangkaian struktural katekismus yang tersusun dalam tiga topik besar yang terbagi menjadi 129 pertanyaan dan jawaban adalah berpusatkan kepada Kristus bahkan menjadi inti teologi Katekismus Heidelberg. Dengan demikian, gereja-gereja Reformed masa kini dapat terus mengajarkan dan membina jemaatnya dengan kurikulum pembinaan berbasis Katekismus Heidelberg ini guna membangun fondasi iman yang sehat dan bersumber pada Alkitab sebagai Firman Tuhan.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"35 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82805139","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Memahami manusia sebagai makhluk paradoksal dalam praktik Pendidikan Agama Kristen 在基督教教育的实践中,人类是矛盾的产物
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.51828/td.v12i2.209
Noh Ibrahim Boiliu, Bernadetha Nadeak
{"title":"Memahami manusia sebagai makhluk paradoksal dalam praktik Pendidikan Agama Kristen","authors":"Noh Ibrahim Boiliu, Bernadetha Nadeak","doi":"10.51828/td.v12i2.209","DOIUrl":"https://doi.org/10.51828/td.v12i2.209","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan sifat paradoks manusia dalam praktik pendidikan. Manusia sebagai makhluk paradoksal adalah makhluk yang bebas namun bertanggung jawab, yang berarti bahwa manusia tidak hanya bergantung dan ada untuk dirinya sendiri, tetapi juga ada secara independen sambil terhubung atau bergantung pada orang lain. Hal ini menegaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial paradoks mempengaruhi pandangan mereka tentang hubungan antara manusia. Metode deskriptif analitis digunakan dalam menganalisis artikel untuk mensintesis dan menarik kesimpulan. Dalam kegiatan ini, baik guru dan murid memberi diri mereka untuk terlibat dan belajar bersama. Guru memberikan waktu, energi, dan kompetensinya, sementara murid memberikan diri mereka untuk diajarkan dan bersedia mengikuti petunjuk dan arahan guru. Kesadaran atas tanggung jawab peran dan tugas masing-masing membawa kehangatan ke dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini hanya dapat terjadi jika kedua belah pihak saling bergantung dan menyadarinya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"53 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86565822","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Kontekstualisasi menurut Kisah Para Rasul 17:16-34 根据使徒行传17:16-34的上下文记载
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.51828/td.v12i2.227
I. Setiawan, Reagen Petrus Banea
{"title":"Kontekstualisasi menurut Kisah Para Rasul 17:16-34","authors":"I. Setiawan, Reagen Petrus Banea","doi":"10.51828/td.v12i2.227","DOIUrl":"https://doi.org/10.51828/td.v12i2.227","url":null,"abstract":"Pelaksanaan kontekstualisasi tidak semudah yang dibayangkan, karena manusia adalah makhluk sosial yang terdiri dari adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda-beda, maka sangatlah penting untuk mengerti dan memahami perlunya kontekstual dalam melakukan pemberitaan injil. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana kontekstualisasi dapat menolong orang percaya dalam melakukan penginjilan di tengah-tengah keberagaman budaya dan adat istiadat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kontekstualisasi adalah suatu tindakan sebagai refleksi dari setiap orang percaya kepada Tuhan, berupaya untuk menjelaskan iman kristen dalam konteks ruang dan waktu tertentu. Menurut Kisah Para Rasul 17:16-34 menjelaskan beberapa hal mengenai kontekstualisasi yang Paulus lakukan, yaitu kontekstualisasi lahir dari hati yang terbeban. Kontekstualisasi dilakukan dengan  cara bertukar pikiran, memuji budaya orang Atena dan memberitakan tentang Injil Yesus Kristus. Dan dampak dari kontekstualisasi yaitu: dampak positifnya adalah orang menjadi percaya dan dampak negatifnya adalah pemberita injil dapat mengalami penolakan.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"28 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81345046","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Kota-kota perlindungan dalam kitab Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34 约书亚记20:1-9和民数记35:9-34中提到的逃城
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.51828/td.v12i2.222
Aeron Frior Sihombing, Barnabas Ludji, P. Surbakti
{"title":"Kota-kota perlindungan dalam kitab Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34","authors":"Aeron Frior Sihombing, Barnabas Ludji, P. Surbakti","doi":"10.51828/td.v12i2.222","DOIUrl":"https://doi.org/10.51828/td.v12i2.222","url":null,"abstract":"Masalah dalam penelitian ini adalah mengenai kota-kota perlindungan dalam Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34. Topik yang sama mengenai kota perlindungan, namun memiliki perbedaan yang signifikan. Penelitian ini akan membandingkan persamaan dan perbedaan antara kota-kota perlindungan menurut Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34 dan memaparkan relevansinya dengan orang percaya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis kritis, melalui kritik redaksi, kritik sumber dan kritik bentuk. Kota-kota perlindungan dalam Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-35, baik dari sisi redaktur, sumber maupun sitz im leben berbeda, sehingga tujuan teologinya pun berbeda. Namun, kesamaannya ada di paradigma kota perlindungan dari kedua teks ini, yaitu untuk kemanusiaan dan kultus. Refleksi bagi penegakan hukum di Indonesia adalah penegakan hukum haruslah adil tanpa memandang status sosial dan sama rata terhadap seluruh penduduk Indonesia.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"8 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89422861","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Misiologi untuk Mengupayakan Kelestarian Ekologis 用于生态可持续发展的任务
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-29 DOI: 10.47543/efata.v9i2.125
Paulus Eko Kristianto
{"title":"Misiologi untuk Mengupayakan Kelestarian Ekologis","authors":"Paulus Eko Kristianto","doi":"10.47543/efata.v9i2.125","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i2.125","url":null,"abstract":"Amid an increasing ecological crisis, ecological sustainability is certainly a hope that needs to be pursued. One of the steps that can be done is through missiology reconstruction. Missiology here does not only mean evangelism and inviting people to embrace Christianity but proclaiming the Bible in a context, especially ecological sustainability. Thus, this article tries to examine missiology to strive for ecological sustainability. This effort is a theoretical analysis in which the author traces and builds missiology to that context. In practice, the research method used is library research methods on related books and journals. The research results show that missiology can be constructed to promote ecological sustainability. This construction is expected to add scientific discussion and implementation proposals to practice. \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000Di tengah krisis ekologi yang semakin meningkat, kelestarian ekologis tentu menjadi harapan yang perlu diupayakan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan yaitu melalui merekonstruksi misiologi. Misiologi di sini tidak hanya dimaksud sekedar penginjilan dan mengajak orang memeluk agama Kristen, melainkan mewartakan Injil secara nyata dalam konteks, khususnya kelestarian ekologis. Dengan demikian, artikel ini mencoba meneropong misiologi untuk mengupayakan kelestarian ekologis. Usaha ini bersifat analisis teoritis di mana penulis menelusuri dan membangun misiologi ke konteks tersebut. Dalam praktiknya, metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode penelitian pustaka terhadap buku dan jurnal terkait. Hasil penelitian diperoleh bahwa misiologi bisa dikonstruksi untuk mengupayakan kelestarian ekologis. Konstruksi ini diharapkan menambah diskusi keilmuan dan usulan implementasi ke praksis.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"33 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83897832","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Memaknai Frasa “Menggenapkan Apa yang Kurang pada Penderitaan Kristus”: Studi Teks Kolose 1:24 邀请短语“减轻基督的痛苦”:歌罗西书1:24的文本研究
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan Pub Date : 2023-06-20 DOI: 10.47543/efata.v9i2.110
Paulus Kunto Baskoro, Yemima Setiasih
{"title":"Memaknai Frasa “Menggenapkan Apa yang Kurang pada Penderitaan Kristus”: Studi Teks Kolose 1:24","authors":"Paulus Kunto Baskoro, Yemima Setiasih","doi":"10.47543/efata.v9i2.110","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i2.110","url":null,"abstract":"Paul's statement in Colossians 1:24 is interesting to analyze. The words \"completing what is lacking in the afflictions of Christ\" present believers with some difficulties. At first, these words reveal indirectly that there is a lack in the sufferings of Christ, that the effectiveness of our Lord's sufferings is limited, and that the purpose of redemption must be completed or accomplished through Paul's sufferings. The sufferings of Christ are perfect, sufficient to atone for the sins of mankind, and do not need to be completed. What needs to be completed or fulfilled is suffering to preach the Gospel about Christ, who died and was raised, so that many will know Him and the power of His Resurrection. This research will be studied by the descriptive qualitative method. First, this study aims to provide a theological answer to the meaning of “fulfilling what is lacking in the sufferings of Christ.” Second, it is given an essential meaning for every believer to live more and more earnestly in Christ because of the perfect atonement that Jesus made. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000Pernyataan Paulus dalam Kolose 1:24 menjadi hal yang menarik untuk di analisis. Perkataan \"melengkapkan apa yang kurang dalam penderitaan Kristus” menghadapkan orang percaya pada beberapa diskusi Nas. Sepintas nampaknya perkataan ini mengungkapkan secara tidak langsung bahwa ada kekurangan dalam penderitaan Kristus, bahwa keefektifan penderitaan Kristus itu terbatas dan tujuan penebusan harus dilengkapi atau diselesaikan melalui penderitaan Paulus. Penderitaan Kristus sudah sempurna, sudah cukup untuk menebus dosa manusia dan tidak perlu digenapkan lagi. Hal yang perlu digenapkan atau dipenuhkan adalah penderitaan demi mengabarkan Injil, tentang Kristus yang berinkarnasi menjadi manusia, mati menjadi korban tebusan dan telah dibangkitkan dari antara orang mati. sehingga banyak orang akan mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya. Penelitian ini akan dikaji secara metode kualitatif deskritif. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, memberikan jawaban teologis terhadap makna “menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus.” Kedua, memberikan makna penting bagi setiap orang percaya untuk hidup makin lebih sungguh-sungguh dalam Kristus, karena penebusan yang sempurna yang dilakukan Yesus.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"11 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85697103","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书