{"title":"PREDIKSI KAPASITAS DAYA DUKUNG HELICAL PILE TUNGGAL BERDASARKAN DATA SONDIR PADA TANAH GAMBUT","authors":"S. Suratman, Ferry ' Fatnanta, Syawal ' Satibi","doi":"10.31849/SIKLUS.V5I1.2274","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/SIKLUS.V5I1.2274","url":null,"abstract":"Sebagian besar dari wilayah provinsi Riau merupakan tanah gambut. Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari tumbuhan yang mengalami pembusukan ribuan tahun. Daya dukung fondasi merupakan permasalahan baru yang harus diselesaikan dalam pembangunan infrastruktur diatas lahan gambut. Perkuatan pada fondasi diperlukan untuk menaikan kapasitas daya dukung gambut. Salah satu alternatif untuk meningkatkan daya dukung gambut adalah fondasi helical pile. Penggunaan data sondir untuk memprediksi daya dukung tanah gambut disebabkan kareana pengujian sondir sangat familier di kalangan praktisi di Indonesia. Penelitian ini akan mencari metode analitis yang sesuai untuk prediksi daya dukung helical pile dengan membandingkan dengan hasil uji pembebanan. Interpretasi hasil pembebanan menggunakan metode penurunan 25 mm dan tangent intersection. Metode analitis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Meyerhoff dan LCPC. Dari hasil pembebanan diperoleh diperoleh Qult sebesar 2,90 kN dengan metode interpretasi penurunan 25 mm dan 2,10 kN untuk interpretasi metode tangent intersection. Hasil analitis kapasitas daya dukung helical pile untuk metode Mayerhoff, Schmertmann, dan Tumay&Fakroo memberikan hasil 6,03 kN, 8,67 dan 6,30 sedangkan dengan metode LCPC, Philipponat, dan De Beer memberikan hasil 2,15 kN, 1,97 kN, dan 2,67 kN. Berdasarkan hasil penelitian maka metode LCPC, Philipponat dan De Beer lebih sesuai untuk memprediksi kapasitas daya dukung helical pile di tanah gambut jika dibandingkan dengan metode Meyerhoff, Schmertmann dan Tumay&Fakhroo yang cenderung over estimate.","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"5 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78563297","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Yasin, Gusneli Yanti, Shanti Wahyuni Megasari
{"title":"ANALISIS ABUTMENT JEMBATAN SEI. BUSUK KABUPATEN SIAK SRI INDRAPURA PROVINSI RIAU","authors":"Muhammad Yasin, Gusneli Yanti, Shanti Wahyuni Megasari","doi":"10.31849/SIKLUS.V5I1.2384","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/SIKLUS.V5I1.2384","url":null,"abstract":"Sesuai dengan Perpres 58/2017 No.232 tentang penetapan Tanjung Buton sebagai kawasan industri yang merupakan proyek strategis nasional, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum, BBPJN II Medan, Satuan Kerja Pelaksanaan Nasional Wil.II Provinsi Riau melakukan pembangunan jembatan dan jalan agar transportasi menjadi lancar. Rencana pembangunan jembatan ini terletak di Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau tepatnya pada STA 116+050 ruas jalan Siak Sri Indrapura – Mengkapan/Buton yang merupakan jalan penghubung menuju kawasan industri Pelabuhan Buton. Semula Pembangunan jembatan ini merupakan proyek untuk mengganti jembatan lama yang tidak sesuai dengan standar jalan nasional, namun karena masalah keselamatan dan keamanan kerja maka pembangunan nya dipindah ke sisi kiri jalan menuju kawasan industri Tanjung Buton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas Abutment Jembatan dan analisis dilakukan berdasarkan Standard Penetration Test (SPT) dan data tanah berdasarkan hasil dari laboratorium. Berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh bahwa Abutment aman sehingga tidak akan mengalami guling, pergeseran dan keruntuhan daya dukung tanah. Stabilitas terhadap guling 2,75>1,5 dan stabilitas terhadap geser 2,64>1,5 serta stabilitas terhadap keruntuhan kapsitas dukung tanah 7,74>3 maka desain perencanaan awal untuk bangunan abutment dapat dipergunakan. \u0000 ","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74347115","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Winayati Winayati, Fadrizal Lubis, Virgo Trisep Haris
{"title":"ANALISIS KEBUTUHAN AREAL PARKIR GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LANCANG KUNING","authors":"Winayati Winayati, Fadrizal Lubis, Virgo Trisep Haris","doi":"10.31849/SIKLUS.V5I1.2424","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/SIKLUS.V5I1.2424","url":null,"abstract":"Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning terus mengalami perkembangan baik dari segi sarana dan prasarana maupun jumlah mahasiswanya. Fakultas Teknik lahan parkir sudah tersedia namun belum terfungsikan secara optimal karena masih ada beberapa mahasiswa yang memarkir kendaraannya tidak pada tempatnya dan terkesan belum tertata dengan baik sehingga dari segi keamanan dan kenyamanan tempat parkir juga belum terpenuhi. Luas lahan yang ada dan direncanakan digunakan untuk parkir mobil di sebelah timur dan selatan Kampus Teknik Universitas Lancang Kuning seluas 980 m2. Karakteristik meliputi durasi 3,85, indeks parkir 7,65%, jumlah kebutuhan parkir 32 kendaraan, dengan demikian, luas lahan parkir yang diperlukan dihitung dengan persamaan : Luas lahan parkir = SRP x jumlah kendaraan = 2,30 x 5,0 x 75 = 862,5 m2. Dengan luas lahan parkir yang tersedia 980 m2 memenuhi kebutuhan. Selanjutnya, hasil survei kendaraan roda dua yang dilakukan pada hari selasa tanggal 19 Februari 2019 jam 8.00 – 17.00 diperoleh, jumlah kendaraan yang masuk keparkiran motor sebanyak 125 motor, dengan karakteristik durasi rata-rata 3,55 jam, indeks parkir 28%, kebutuhan parkir 48 SRP, luas lahan yang tersediauntukparkirsepeda motor 7,5 x 60 berada di sebelah barat kampus, Dengan demikian, luas lahan parkir yang diperlukan dihitung dengan persamaan : Luas lahan parkir = SRP x jumlah kendaraan = 0,75 x 2,0 x 125 = 187,5 m2, Dengan luasan lahan parkir yang tersedia 450 m2 memenuhi kebutuhan luas lahan yang ada.","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79779778","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KAJIAN PENGARUH SEBARAN TACK COAT TERHADAP KEKUATAN GESER PADA LAPISAN PERKERASAN JALAN","authors":"Muthia Anggraini, A. A. Saleh, Hendri Rahmat","doi":"10.31849/SIKLUS.V5I1.2366","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/SIKLUS.V5I1.2366","url":null,"abstract":"Pemeliharaan jalan pada perkerasan lentur dapat dilakukan dengan overlay. Overlay mengakibatkan perkerasan lentur menjadi beberapa lapisan material beraspal. Untuk melakukan overlay diberi lapisan tack coat antara lapisan lama dengan lapisan baru. Fungsi dari tack coat adalah sebagai perekat antar lapisan, selain itu juga untuk menahan gaya geser yang terjadi diantara lapis perkerasan akibat dari beban kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku lekatan tack coat dengan variasi sebaran tack coat 0,25; 0,30; 0,35; dan 0,45 ltr/m² pada lapisan perkerasan jalan. Metodologi yang digunakan yaitu pengujian laboratorium dengan menggunakan alat uji geser langsung untuk menentukan kuat geser tack coat. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat geser meningkat sampai takaran tack coat 0,35 ltr/m², dan nilainya turun pada takaran 0,45 ltr/m². Kesimpulannya kuat geser pada lapisan perkerasan akan makin tinggi apabila jumlah takaran tack coat makin tinggi, dan kuat geser akan turun pada takaran 0,45 ltr/m².","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"66 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80836607","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BETON BERTULANG BAMBU TERHADAP TANAH GAMBUT","authors":"Susy Srihandayani","doi":"10.31849/SIKLUS.V5I1.2413","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/SIKLUS.V5I1.2413","url":null,"abstract":"Berbagai kerugian dan kerusakan bangunan yang terjadi akibat kegagalan pondasi pada tanah sulit. Berbagai macam jenis pondasi pada tanah lunak telah diciptakan untuk mengatasi kegagalan tersebut, dengan nilai untuk sebuah pondasi bangunan relatif mahal. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang lebih baik untuk mengatasi masalah pondasi tersebut khususnya pada tanah gambut. Dalam penelitian ini mendisain sebuah pondasi yang bisa digunakan pada tanah gambut. Pondasi berbahan beton minimalis menggunakan tulangan bambu divariasikan menggunakan jumlah batang dan diameternya. Sampel pondasi beton di rancang di laboratorium, dan setelah umur beton tersebut mencukupi, dilakukan pengujian dilapangan dan diberikan beban secara vertikal. Selama pengujian dilakukan pencatatan beban secara vertikal diberikan dan penurunan yang terjadi. Dari pengujian dan analisis ini maka dapat dilihat kekuatan daya dukung dan penurunan pondasi di tanah gambut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menentukan pondasi, dan pemanfaatan bambu sebagai bahan penganti tulangan besi pada pondasi beton.","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"37 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73199525","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN DINDING FACADE (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL POP PEKANBARU)","authors":"Indriani Muslim, Z. Zainuri, Fadrizal Lubis","doi":"10.31849/SIKLUS.V5I1.2388","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/SIKLUS.V5I1.2388","url":null,"abstract":"Dalam dunia jasa konstruksi, produktivitas tenaga kerja adalah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek pembangunan. Dalam mengukur tingkat produktivitas tenaga kerja ada berbagai macam cara, salah satunya yaitu dengan meneliti besarnya tingkat LUR (Labour Utilization Rate) masing-masing pekerja, yaitu meneliti sampai seberapa tingkat efektivitas pekerja. Besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah umur, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, kesesuaian upah, kesehatan, hubungan antar pekerja, manajerial, komposisi kelompok kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja dan mengetahui pengaruh umur, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, kesesuaian upah, kesehatan pekerja, hubungan antar pekerja, manajerial, komposisi kelompok kerja terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini dilakukan di proyek pembangunan Hotel POP Pekanbaru dengan mengamati tingkat produktivitas 6 tenaga kerja dan disertai pengisian koesioner. Pengamatan tingkat produktivitas dilakukan selama 6 hari pada masing-masing pekerja. Dari hasil pengumpulan data, baik data produktivitas dan koesioner dilakukan proses pengolahan data dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Pakkage for Social Science) versi 25. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa tingkat produktivitas pekerja rata-rata pada pekerja dinding facade di proyek pembangunan Hotel POP Pekanbaru sebesar 79,16%, berarti produktif karena lebih dari 50%. Variabel yang telah ditentukan ternyata signifikansi 0,930 > 0,05 maka secara simultan tidak berpengaruh. Secara parsial tingkat pendidikan dengan sig 0,000 < 0,05 dan kesesuaian upah dengan sig 0,031 < 0,05 memiliki pengaruh terhadap besarnya tingkat produktivitas. Tingkat pendidikan mempunyai pengaruh yang dominan dengan nilai beta 0,993. \u0000 ","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"11 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78300548","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DESAIN PELAT GEDUNG STRUKTUR BETON BERTULANG DI WILAYAH GEMPA TINGGI","authors":"Alfian Wiranata Zebua","doi":"10.31849/siklus.v4i2.1650","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/siklus.v4i2.1650","url":null,"abstract":"The effect of earthquake loads have to be considered when we need to design a building in Indonesia because of the earthquake happen almost on every region in Indonesia. This study mean to achieve slab design. Four stories building in Gunungsitoli city used as structure model. Slab has been design as one way slab. Loads considered in SNI 1727:2013, while the design process according to SNI 2847:2013. From this study, the dimension of roof slab is 10 cm, while reinforced are Ø10-200 and Ø8-200. The dimension of floor slab is 12 cm, while reinforced are Ø10-200 and Ø8-150.","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"10 4 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74848037","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"NILAI KOHESI DAN SUDUT GESER TANAH PADA AKSES GERBANG SELATAN UNIVERSITAS LANCANG KUNING","authors":"Virgo Trisep Haris, Fadrizal Lubis, Winayati Winayati","doi":"10.31849/siklus.v4i2.1143","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/siklus.v4i2.1143","url":null,"abstract":"Areal Universitas Lancang Kuning memiliki lahan dengan perbedaan kontur yang cukup curam (berlereng). Beberapa bangunan memerlukan dinding penahan tanah untuk menjaga kesetabilan lereng tanah agar pondasi bangunan tetap dapat stabil menyangga tanah dalam memikul struktur diatasnya. \u0000Akses gerbang selatan Universitas Lancang juga berada pada kondisi tanah yang berlereng, sehingga rawan terhadap bahaya longsor. Untuk mengetahui apakah kondisi lereng tanah akses gerbang selatan Universitas Lancang Kuning aman terhadap bahaya longsor, dilakukan pengujian dengan cara mengebor dan mengambil sampel tanah dilapangan dan dilakukan uji kuat geser di laboratorium. \u0000Setelah dilakukan pengeboran tanah pada kedalaman 1 sampai 3,5 meter, serta pengujian cohesi dan sudut geser di laboratorium , dihasilkan pada kedalaman 1, 2, 3, dan 3,5 meter, nilai cohesi berturut-turut 0,18; 0,11; 0,32 dan 0,25 (kg/cm2) dan sudut geser 23,5 0; 25,290; 28,170 dan 29,710 maka kategori jenis tanah pasir berlanau dengan tingkat kepadatan sangat lepas. Kekuatan geser tanah relative dalam kondisi atau keadaan yang sama pada setiap lapisan kedalaman.Dengan kondisi kepadatan sangat lepas, tebing tanah rawan terhadap bahaya longsor, sehingga pembangunan tebing perlu dilakukan sebagai upaya mencegah kelongsoran. \u0000Kata kunci: lereng, kohesi, sudut geser, longsor","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"57 2 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79756577","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Widya Apriani, Shanti Wahyuni Megasari, Wella Alrisa Putri Loka
{"title":"PENILAIAN KONDISI JEMBATAN RANGKA BAJA DI RIAU DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM","authors":"Widya Apriani, Shanti Wahyuni Megasari, Wella Alrisa Putri Loka","doi":"10.31849/SIKLUS.V4I2.1706","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/SIKLUS.V4I2.1706","url":null,"abstract":"Penilaian kondisi jembatan merupakan usaha pemeliharaan jembatan untuk mempertahankan usia jembatan dan mencegah terjadinya kerusakan struktur jembatan yang berkelanjutan. Provinsi Riau memiliki 148 jembatan yang termasuk ke dalam data jembatan yang mendapatkan pemeliharaan oleh pemerintah. Diantara jembatan tersebut terdiri atas jembatan rangka baja dan jembatan beton bertulang yang telah berumur lebih dari 20 tahun. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat tentu saja akan meningkatkan resiko penurunan kekuatan jembatan dan umur jembatan. Faktor banyaknya struktur jembatan yang perlu mendapatkan perhatian pemeliharan dan tingkat resiko kerusakan jembatan yang berbeda-beda mengakibatkan perluanya pemeringkatan pemeliharaan jembatan. Pemeringkatan ini dapat dilakukan dengan menilai masing-masing kondisi jembaatan dalam suatu sistem yang disebut Bridge Management System. Oleh karena itu penelitian dilakukan dengan mengkaji beberapa jembatan di Riau dengan resiko tinggi menggunakan metode Bridge Management System. Hal ini dilakukan dengan mengolah data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia. Kemudian diinput dan dianalisis dengan memanfaatkan sistem informasi manajemen jembatan (sim-IBMs) melalui proses penyaringan teknis. Dalam informasi manajemen jembatan BMS, ada kegiatan manajemen jembatan mulai dari inspeksi, perencanaan teknis hingga implementasi dan pemeliharaan. Dengan melakukan BMS kegiatan ini dapat diatur secara sistematis dan berkala sehingga kondisi jembatan dapat terlihat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi jembatan rangka baja di Riau dan untuk mendapatkan tindakan perbaikan atau pemeliharaan yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah rekomendasi penanganan dan membuat pesanan berdasarkan skala prioritas. Nilai kondisi dari 4 jembatan menggunakan standar BMS adalah : 4 Bridge = 4 (kritis), 6 Bridge = 3 (berat rusak). Dari penilaian beberapa jembatan provinsi Riau memperoleh nilai dari kondisi masing-masing jembatan. Jembatan Merangin, S, Jembatan Jangkang, Jembatan Parak Suak Buaya. Jembatan Parit Darauf adalah jembatan paling kritis yang memiliki nilai kritis untuk bangunan atas. Sementara Jembatan Siak II memiliki nilai kondisi rusak berat yang terdiri dari bangunan atas rusak berat, lantai bangunan rusak berat, bangunan bagian bawah rusak ringan dan DAS rusak ringan. \u0000 ","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"30 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87287006","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PERUBAHAN KADAR AIR TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS STABILISASI TANAH CL-ML DENGAN SEMEN","authors":"Suhaimi Siregar, Ferry ' Fatnanta, M. Muhardi","doi":"10.31849/SIKLUS.V4I2.1502","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/SIKLUS.V4I2.1502","url":null,"abstract":"Di Pekanbaru, terdapat jenis tanah yang diklasifikasikan tanah CL-ML yang berdasarkan grafik plastisitas cassagrande memiliki indek plastisitas antara 4% - 7%, dan batas cair antara 12% - 30%. Kondisi tanah ini rentan terhadap perubahan kadar air sehingga menyebabkan tanah mudah lembek (mencair) dimusim penghujan dan menjadi retak pada musim kemarau, keadaan ini menjadi masalah jika pembangunan jalan dilaksanakan diatasnya. Penelitian ini menggunakan semen sebagai stabilisasi secara kimia dalam upaya perbaikan akibat perubahan kadar air pada siklus basah-kering terhadap nilai kuat tekan bebas. Siklus pembasahan dilakukan dengan merendam sampel kedalam air dan pengeringan dengan dimasukkan kedalam desikator yang terjaga kelembapannya. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa karakteristik kuat tekan bebas terhadap siklus basah kering meningkat dengan penambahan semen pada tanah CL-ML. Pada kondisi pembasahan nilai kuat tekan bebas menurun dengan meningkatnya kadar air dan kembali meningkat saat kadar air berkurang pada kondisi pengeringan","PeriodicalId":33087,"journal":{"name":"Siklus Jurnal Teknik Sipil","volume":"119 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83222134","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}