Anton Siringoringo, Parlin Simanullang, Masriani Endayanti, Rahelina Ginting
{"title":"ANALISA STABILITAS TANAH TIMBUNAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN KILANG MINYAK PADA PT. INDUSTRI NABATI LESTARI SEI SEMANGKEI KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA","authors":"Anton Siringoringo, Parlin Simanullang, Masriani Endayanti, Rahelina Ginting","doi":"10.46930/tekniksipil.v11i2.3611","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v11i2.3611","url":null,"abstract":"Kondisi tanah dibawah struktur begitu berhubungan dengan sifat tanah itu sendiri ketika mendapat beban, kegagalan yang terjadi pada sub-grade pondasi timbunan yaitu tanah pondasi terlalu lunak sehingga daya dukung tanah, dalam menahan beban timbunan kecil, sehingga penurunan yang terjadi sangat besar. Lapisan tanah yang ada dibawah bangunan tersebut harusla kuat, stabil, aman, sehingga tidak mengalami penuruna , retak, karena sulit mempebaiki struktur atas bila hal ini terjadi. Tujuan penelitian ini adalah agar menganlisa besarnya penurunan akibat material penimbunan pada lokasi proyek KILANG MINYAK PT. INDUSTRI NABATI LESTARI SEI SEMANGKEI. Penurunan tanah proyek akan mempengaruhi kontruksi dimasa depan, penurunan yang terlalu besar menimbulkan kerusakan yang lumayan berpengaruh terhadap kontruksi. Oleh sebab itu dilakukan analisa kpada besarnya penurunan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan kepada design timbuna bahu jalan di atas tanah lunak di lokasi pekerjaan dapat disimpulkan : 1). Untuk penurunan konsolidasi, semakin tinggi tanah timbunan semakin lama proses penurunan, 2).Hasil Sc pada BH – 01 lebih besar dari Sc pada BH – 02, hal ini dikarenakan angka pori pada sampel BH – 01 lebih kecil dari BH – 02. Proses pembebanan sangat dipengaruhi oleh nilai void ratio yang terkait dengan permeabilitas atau sifat kelolosan air, 3).Nilai K pada BH – 01 lebih kecil dari BH – 02. Semakin bertambah besar nilai permeabilitas maka proses terdissipasinya angka pori akan semakin cepat. Sehingga penurunan yang terjadi akan semakin besar, 4).Nilai Coeffisient Index Cc mempengaruhi besarnya penurunan, semakin besar nilai Coeffisient Index Cc, semakin besar penurunan yang terjadi.","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135088468","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Semangat Marudut Tua Debataraja, Rahelina Ginting, Arie Paska Tambunan, Brama Damai Putra Waruwu
{"title":"ANALISA PERENCANAAN (PERKERASAN LENTUR) PADA STA 2+000 S/D 4+000 PADA PEMBANGUNAN JALAN AKSES TSTH II DOLOK SANGGUL (STUDI KASUS)","authors":"Semangat Marudut Tua Debataraja, Rahelina Ginting, Arie Paska Tambunan, Brama Damai Putra Waruwu","doi":"10.46930/tekniksipil.v11i2.3607","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v11i2.3607","url":null,"abstract":"ABSTRAK
 Taman Sains Teknologi Herbal dapat diakses dari berbagai kendaraan melalui Jalan Akses TSTH, jalan lintas provinsi. Kapasitas jalan tidak dapat melebihi batas Derajat Kejenuhan (DS) = 0,75 karena akan digunakan untuk mengakses peningkatan permintaan makanan dan bahan obat tradisional Indonesia. Oleh karena itu, untuk menentukan kenaikan kelas jalan yang ditetapkan pemerintah, perlu dilakukan pelebaran dan pelapisan jalan untuk meningkatkan kapasitasnya. Metode Metode Analisis Komponen Konstruksi Bangunan Indonesia dan Metode AASHTO'86 digunakan dalam Perencanaan Pembangunan Jalan Akses TSTH untuk menghitung tebal perkerasan yang dibutuhkan. Apabila hasil perhitungan dibandingkan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: DDT = 2.1;ITP = 9.5;10 cm pada Laston MS 744 ; 25 cm untuk lapisan pondasi atas; 25 cm pondasi bawah; menggunakan Pendekatan Jalan Raya yaitu 450.000 Psi = EAC; SN = 4 ; D1 = 10 cm; D2 = 25 cm; D3 = 28 cm. Diperoleh tebal ke dua pendekatan adalah sama.","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135088473","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Meidifa Cindy Br Brahmana, David Silitonga, Semangat Debataraja, Yusuf Aulia Lubis
{"title":"ANALISA TEBAL PERKERASAN LENTUR PEMBANGUNAN JALAN PERTIBI LAMA-SIOSAR KECAMATAN MEREK KABUPATEN KARO STA 0+000 S/D 2 + 000","authors":"Meidifa Cindy Br Brahmana, David Silitonga, Semangat Debataraja, Yusuf Aulia Lubis","doi":"10.46930/tekniksipil.v11i2.3612","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v11i2.3612","url":null,"abstract":"Jalan ialah sarana transportasi yang memudahkan warga setempat buat berinteraksi menggunakan lingkungan sekitarnya, baik dalam bidang sosial, ekonomi, juga budaya. salah satu Ruas jalan adalah Jalan Pertibilama - Siosar.oleh karena itu Tujuan dibangun jalan ini yaitu buat buat menaikkan fungsi sistem jalan mirip pengurangan kemacetan sebagai akibatnya berpengaruh kepada sektor ekonomi dan juga pariwisata. pada jalan ini akan direncanakan lebar jalan 4,50 meter,menggunakan perkerasan aspal sehingga ini menggunakan Metode Analisa Komponen bina Marga. sebagai akibatnya perencana haruslah menghasilkan jalan sinkron dengan spesifikasi yg diterapkan sehingga jalan itu aman digunakan oleh pengendara serta tidak rusak dalam waktu cepat. berdasarkan hasil analisa dan perhitungan, maka jalan ini termasuk kedalam jalan kolektor.Tebal perkerasan buat jalan ini ialah lapisan AC-WC sebesar 5 cm, Lapisan Agregat Kelas A sebesar 20 centimeter, dan Lapisan Agregat Kelas B sebesar 15 centimeter.","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135088470","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rahelina Ginting, Citra Eleven Purba, Hery Prima Sinulingga
{"title":"ANALISA MANAJEMEN KONSTRUKSI BANGUNAN BAWAH PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN OVERPASS RUAS KISARAN-INDRAPURA STA 132+023","authors":"Rahelina Ginting, Citra Eleven Purba, Hery Prima Sinulingga","doi":"10.46930/tekniksipil.v11i2.3600","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v11i2.3600","url":null,"abstract":"Kegiatan pengembangan proyek seringkali mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan proyek. Beberapa faktornya adalah: Faktor cuaca, pengadaan material yang tidak memenuhi ketepatan waktu pelaksanaan, pengadaan peralatan yang kurang memadai, dan staffing yang kurang optimal. Oleh karena itu, dalam hal ini perlu dipahami ruang lingkup pelaksanaan manajemen konstruksi dan anggaran biaya konstruksi pada saat pelaksanaan proyek.Penelitian ini dilaksanakan pada jembatan Overpass Ruas Kisaran-Indrapura dimulai dengan studi literatur, mengumpulkan data sekunder, kemudian penelitian ini menggunakan metode analisis dan studi kasus. Pekerjaan pembangunan jembatan dimulai dari pelaksanaan persiapan, pekerjaan struktur bawah yang terdiri atas pekerjaan pondasi tiang pancang, galian, abutment,abutment, serta plat injak, setelah itu pembangunan sturktur atas yang terdiri atas pekerjaan girder,diafragma, plat lantai, serta trotoar dan sandaran. Dalam perhitungan durasi pekerjaan dan rencana anggaran biaya sesuai gambar shop drawing dipakai SNI dan harga satuan pemerintah kota medan.Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan pelaksanaan pembangunan berlangsung selama 90 Hari dengan anggaran biaya Rp 6.889.085,224","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"152 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134931788","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN SIKACIM","authors":"Eka Irwansyah, Zainal Mutaqin, Rahelina Ginting, Adventus Gultom","doi":"10.46930/tekniksipil.v11i2.3596","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v11i2.3596","url":null,"abstract":"Beton adalah bagian dari campuran antara semen portland, agregat kasar pasir , agregat halus, air dan sika sebagai bahan tambahan (admixture) dengan perbandingan tertentu yang akan membentuk beton segar. Pengerasan beton akan segera terjadi karena adanya peristiwa ikatan antara air dan semen, dimana masa beton akan bertambah kuat seiring dengan bertambahnya umur beton.Saat ini bahan tambahan (admixture) dianggap sebagai bahan penting dalam produksi beton. Pemakaian bahan ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan menambahkan bagian beton yang diharapkan. Menggunakan bahan tambah atau campuran kepada beton yang dihasilkan memiliki sifat yang lebih baik.Berdasarkan hasil penelitian tentang beton normal, pengurangan air 10%, dan pengurangan air 20%. Dan sika sebagai bahan tambahan (admixture) agregat pada bagian beton dapat di artikan terdiri dari : Hasil pengujian kuat tekan pada beton normal diperoleh hasil 36,472 MPa, Sedangkan kuat tekan beton dengan penggunaan sika dengan pengurangan air 10% untuk campuran beton waktu umur 28 hari 38,087 MPa, dan hasil kuat tekan dengan pengurangan air 20% dengan campuran beton sika pada umur 28 hari diperoleh 44,476 MPa.Dari hasil pengujian diperoleh bahwa kuat tekan beton yang menggunakan pemakaian penambahan sika 10% ada kenaikan sebesar 1,074 % dan penambahan sika 20% ada kenaikan 1,2 % dari kuat tekan beton normal.","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134931790","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Yogi Satrio Purnama, P. Sitompul, M. Endayanti, S. Debataraja
{"title":"ANALISA KONSTRUKSI PONDASI BOREPILE PADA PEKERJAAN MAIN BRIDGE 62+972 PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL SIGLI – BANDA ACEH","authors":"Yogi Satrio Purnama, P. Sitompul, M. Endayanti, S. Debataraja","doi":"10.46930/tekniksipil.v12i2.3604","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v12i2.3604","url":null,"abstract":"Jembatan memiliki kedudukan penting dalam pembangunan jalan tol, dan harus kuat menahan beban yang bekerja diatasnya. Kesalahan dalam perhitungan gaya-gaya dan juga kegagalan disain pondasi dapat mengakibatkan kegagalan pada struktur jembatan secara keseluruhan. Berdasarkan hasil Analisa Konstruksi Pondasi Borepile pada Pekerjaan Main Bridge 62+972 Proyek Pembangunan Jalan Tol Sigli – Banda Aceh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1). Dari data SPT di titik BH-09 dengan menggunakan metode Meyerhoff (1956), diperoleh daya dukung ijin pondasi borepile pada kedalaman 18 m dengan diameter tiang 1 meter (Qijin) = 346,73 Ton, 2). Efisiensi kelompok tiang dengan menggunakan metode Converse-Labarre adalah sebesar (Eg) = 0,81, artinya efisiensi daya dukung kelompok tiang sebesar 81%, 3). Kapasitas daya dukung total kelompok tiang adalah Qg = 2527,66 Ton, daya dukung pondasi > beban = 2527,66 ton > 836,25 ton, 4). Diameter tulangan yang digunakan yaitu D32 – 200 dengan kuat geser beton terhadap satu arah, φVc = 1348,90 ton, dan kuat geser beton terhadap dua arah, φVc = 3313,85 ton. Sehingga memenuhi syarat φVc > Vu. Kuat geser satu arah > gaya geser = 1348,90 ton > 204,12 ton, kuat geser dua arah > gaya geser = 3313,85 ton > 752,76 ton.","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"66 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139349239","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN SEMEN PADANG DAN SEMEN ANDALAS","authors":"Hariska Iwan Fitrah, Sakdan Aly, R. Ginting","doi":"10.46930/tekniksipil.v12i2.3593","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v12i2.3593","url":null,"abstract":"Beton merupakan material konstruksi yang paling sering di pakai dan diminati karena merupakan bahan dasar yang mudah dibentuk dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan konstruksi lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan percobaan menggunakan mix desain dengan dua kategori semen dalam pembuatan betonnya (Semen andalas dan Semen padang). Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 3,7,14 dan 28 hari dengan benda uji berbentuk silinder.Dari hasil pengujian kuat tekan beton yang dilakukan didapat hasil bahwa Mix Design dengan menggunakan Semen padang dan Semen andalas tidak mengalami perbedaan yang signifikan malah cendrung kelihatan bahwa hasil pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan Semen padang dan Semen andalas sama ditinjau dari umur pengujian beton yakni 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari.Hasil kuat tekan beton dengan penggunaan Semen padang pada umur 28 hari untuk campuran beton diperoleh 37,084 MPa.Hasil kuat tekan beton dengan penggunaan Semen andalas pada umur 28 hari untuk campuran beton diperoleh 37,5085 MPa. Perbedaan hasil kuat tekan pada umur 28 hari dengan menggunakan Semen padang dan Semen andalas hanya berkisar 0,5 %","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"21 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139348976","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Putra Pajar Surya Siregar, Mustofa Pasaribu, R. Ginting
{"title":"STUDI PERILAKU KUAT TARIK BELAH PADA BETON f’c 30 MPa MENGGUNAKAN SERAT KAWAT BENDRAT","authors":"Putra Pajar Surya Siregar, Mustofa Pasaribu, R. Ginting","doi":"10.46930/tekniksipil.v12i2.3605","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v12i2.3605","url":null,"abstract":"Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui besar kuat tarik belah beton bila agregat halus atau pasir digantikan sebagian dengan serat kawat bendrat dengan berbagai variasi, mengetahui komposisi serat kawat bendrat yang dapat menghasilkan kuat tarik/belah beton yang optimal, dan mengetahui penggunaan serat kawat bendrat sebagai pengganti sebagian agregat halus untuk diterapkan dalam konstruksi bangunan. Kajian ini mencoba mengevalusi penggunaan serat kawat bendrat sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus dengan melakukan pengujian kuat tarik belah silinder beton. Kajian ini adalah termasuk dalam kajian eksperimen. Kajian ini menguji beton dengan benda uji silinder (diameter 15 cm dengan tinggi 30 cm) sebanyak 8 buah dengan kuat tarik yang disyaratkan 30 MPa, terdiri dari 2 variasi, Komposisi serat kawat bendrat yang digunakan sebesar 0%, 2% dari berat pasir, digunakan faktor air semen 0,60.pengambilan data atau tes beton dengan mesin Compresion Test Dari hasil pengujian diperoleh rata-rata kuat tarik belah beton dengan variasi tanpa serat kawat bendrat untuk 28 adalah 2,3776 MPa dan Penambahan Serat Kawat Bendrat 2% untuk 28 H adalah 1,7993 MPa","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"25 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139349122","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Moro Pangeman, Daniel F. B. Sianturi, R. Ginting, A. Saragih
{"title":"EVALUASI STRUKTUR ATAS PADA GEDUNG CENTRA MODA TEXTILE MEDAN","authors":"Moro Pangeman, Daniel F. B. Sianturi, R. Ginting, A. Saragih","doi":"10.46930/tekniksipil.v12i2.2702","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v12i2.2702","url":null,"abstract":"Gedung bertingkat tinggi merupakan bangunan yang memeerlukan perhitungan yang harus detail. Dari sisi umum bawah bangunan adalah sebuah gedung yang terlihat indah dan klasik, oleh karena itu seorang perencana harus melakukan design kepada sebuat struktur harus lebih teliti lagi, sisi juga diperlukan tingkat perencanaan dan perancangan yang semakin rumit, yang harus dilibatkan berbagi disiplin bidang tertentu, maka dari perhitungan telah diperoleh hasil sebagai berikut : perhitunngan pelat lantai, Mtx = D8 – 150, Mlx = D8 – 150, Mty = D8 – 150, Mly = D8 – 150, perhitungan balok, tumpuan atas = 8D19, tumpuan bawah = 5D19, lapangan atas = 3D19, lapangan bawah = 6D19, sengkang tumpuan = D8 – 100, sengkang lapangan = D8 – 200, perhitungan kolom, tulangan longitudinal = 28D19, sengkang tumpuan = D10 – 100, sengkang lapangan = D10 – 150, pengaku arah x = 3D10 – 100, pengaku arah y = 3D10 – 100","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"13 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139349125","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISA PEMBANGUNAN TANGKI 5000 MT DI PROJEK SEA WATER RESISTANT DI PT. KAWASAN INDUSTRI DUMAI (PT. KID) RIAU","authors":"Andreas M Saragih","doi":"10.46930/tekniksipil.v12i2.3489","DOIUrl":"https://doi.org/10.46930/tekniksipil.v12i2.3489","url":null,"abstract":"Membangun sebuah tangki 5000 MT sebagai penyimpanan air laut yang nantinya difilterisasi menjadi air yang layak diminum (digunakan ), tetapi saya focus pada pembangunan tangkinya, saya sangat menarik dalam design keutuhannya, design struktur pembuatan tangki dan perhitungan estimasi materialnya. Dari design dan perencanaan kemudian realita pembangunan dari pemancangan pile, membangun pondasi (Konstruksi Beton), dan pekerjaan tangki (Konstruksi baja). Pekerjaan Konstruksi Beton dari pemancangan pile, urugan pasir 100 mm, lantai kerja 50 mm, pembesian, dan pemasangan bekisting, dan pengecoran pondasi tangki.Pekerjaan Konstruksi baja dari penyiapan material, mobilisasi material, pabrikasi material(roll, sandblasting, tagweld), dan install plat menjadi tangki. Setelah Pekerjaan Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja ini selesai, masuklah kepada pengecekan tangki dengan X- Ray dan Hydrotest sebagai akhir pekerjaan dengan pembuktian tidak ada kebocoran.","PeriodicalId":32544,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Teknik Sipil","volume":"81 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139349170","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}