{"title":"PENGOLAHAN PULP KOPI MENJADI MINUMAN SARI BUAH DENGAN PENAMBAHAN BUAH TERONG BELANDA DAN KONSENTRASI GULA YANG BERBEDA","authors":"Nur Halimatuz Zuhra, Dian Hasni, Murna Muzaifa","doi":"10.25077/JTPA.22.2.157-164.2018","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/JTPA.22.2.157-164.2018","url":null,"abstract":"Kopi umumnya dikonsumsi dalam bentuk seduhan, dimana biji kopi merupakan bahan baku utamanya. Pada pengolahan pembuatan kopi, bagian yang tidak diolah kembali atau yang biasa dijadikan limbah adalah daging kopi (pulp). Pulp kopi sejauh ini baru dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk dan pakan ternak. Salah satu produk yang dapat dibuat dari limbah pulp kopi yaitu minuman sari buah. Pembuatan minuman sari buah pulp kopi juga dapat ditambahkan dengan campuran buah lainnya untuk menambah citarasa dari minuman sari buah tersebut. Penambahan gula 20-10% biasanya dilakukan agar menghasilkan minuman sari buah dengan rasa yang lebih manis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan terong belanda dan gula terhadap mutu sensori, kandungan antioksidan dan total fenol yang terdapat di minuman sari pulp kopi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor I adalah rasio pulp kopi dan terong belanda (B) 3 taraf yaitu B1 = 100:0 (pulp kopi : terong belanda), B2 = 90:10, dan B3 = 80:20 dan Faktor II adalah konsentrasi gula (G) 3 taraf yaitu G1 = 20% (dari volume minuman sari pulp kopi) , G2 = 15% dan G3 = 10%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbandingan Bahan Baku (B) berengaruh sangat nyata (P≥0,01) terhadap warna minuman sari pulp kopi dan Konsentrasi Gula (G) berpengaruh sangat nyata (P≥0,01) terhadap rasa dan aroma minuman sari pulp kopi. Sedangkan interaksi antara Perbandingan Bahan Baku (B) dan Konsentrasi Gula (G) berpengaruh sangat nyata (P≥0,01) terhadap aktivitas antioksidan, pH dan total padatan terlarut minuman sari pulp kopi.","PeriodicalId":32168,"journal":{"name":"Jurnal Teknologi Pertanian Andalas","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42034392","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Triana Lindriati, H. Herlina, Jefrinka Nelza Emania
{"title":"SIFAT FISIK DAGING ANALOG BERBAHAN DASAR CAMPURAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus oncophyllus) DAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI","authors":"Triana Lindriati, H. Herlina, Jefrinka Nelza Emania","doi":"10.25077/jtpa.22.2.175-186.2018","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/jtpa.22.2.175-186.2018","url":null,"abstract":"Daging analog merupakan produk yang terbuat dari isolat protein kedelai dengan memanfaatkan teknologi ekstrusi untuk menghasilkan serat menyerupai daging. Bahan lain yang dapat ditambahkan yaitu tepung porang yang berfungsi sebagai karbohidrat dan untuk memperbaiki tekstur daging analog. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan sifat fisik dan kimia daging analog akibat penambahan air, waktu ekstrusi dan komposisi adonan. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap yaitu variasi penambahan air, variasi waktu pengadukan dan variasi komposisi adonan. Parameter yang dianalisis adalah tekstur, kadar air, WHC, OHC dan kelarutan protein. Analisis data dilakukan dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penambahan air menyebabkan peningkatan nilai tekstur, kadar air dan OHC. Peningkatan waktu ekstrusi menyebabkan peningkatan nilai tekstur, kadar air, WHC dan OHC. Peningkatan komposisi adonan meningkatkan nilai tekstur, kadar air dan WHC. Penurunan nilai WHC dan kelarutan protein terjadi dengan semakin banyaknya air yang ditambahkan. Sedangkan nilai kelarutan protein mengalami penurunan dengan semakin lama waktu ekstrusi yang digunakan. Selain itu, nilai OHC dan kelarutan protein mengalami penurunan dengan semakin banyaknya tepung porang yang ditambahkan.","PeriodicalId":32168,"journal":{"name":"Jurnal Teknologi Pertanian Andalas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49103949","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ikha Agustina Setyowulan, Enny Purwati Nurlaili, Fafa Nurdyansyah, U. H. Hasbullah
{"title":"PENGARUH KONSENTRASI SUBSTRAT TEPUNG KULIT PISANG KEPOK DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN Lactobacillus acidophilus","authors":"Ikha Agustina Setyowulan, Enny Purwati Nurlaili, Fafa Nurdyansyah, U. H. Hasbullah","doi":"10.25077/JTPA.22.2.118-125.2018","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/JTPA.22.2.118-125.2018","url":null,"abstract":"Penggunaan tepung kulit pisang sebagai substrat dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media fermentasi yang murah untuk menghasilkan asam laktat dengan menggunakan bakteri Lactobacillus acidophilus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat tepung kulit pisang kepok dan kecepatan pengadukan (agitasi) terhadap pertumbuhan biomassa dan produksi asam laktat pada proses fermentasi asam laktat. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan konsentrasi substrat tepung kulit pisang (3%, 5%, 7%) dan kecepatan pengadukan (100 rpm, 150 rpm). Penelitian dilakukan dengan memproses kulit pisang kepok menjadi tepung melalui proses pengeringan, penggilingan, dan pengayakan. Tepung kulit pisang kemudian dihidrolisis dan difiltrasi. Filtrat digunakan dalam proses fermentasi sebagai substrat bagi pertumbuhan bakteri Lactobacillus acidophilus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kulit pisang kepok menghasilkan rendemen sebanyak 9,37% dengan karakteristik fisik yaitu berwarna coklat kehitaman, beraroma normal, dan berbentuk bubuk. Karakteristik kimia yang dihasilkan meliputi kadar air sebesar 5,99%, pH 5,65, dan total gula sebesar 1,19%. Perlakuan konsentrasi substrat tepung kulit pisang kepok dan kecepatan pengadukan (agitasi) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan biomassa sel bakteri Lactobacillus acidophilus, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pH, total asam laktat tertitrasi (TAT) dan total gula, sedangkan hasil perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi substrat 5% dan kecepatan pengadukan 100 rpm yang menghasilkan biomassa 3,07 g/l dan total asam laktat tertitrasi 1,05%.","PeriodicalId":32168,"journal":{"name":"Jurnal Teknologi Pertanian Andalas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47875580","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN INSTAN TEH KOMBUCHA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KADAR AIR KRITIS DENGAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST (ASLT)","authors":"Risa Meutia Fiana, Cesar Welya Refdi","doi":"10.25077/JTPA.22.2.150-156.2018","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/JTPA.22.2.150-156.2018","url":null,"abstract":"Pendugaan Umur simpan minuman instan teh kombucha dilihat berdasarkan kadar air kritis menggunakan pendekatan ASLT (Accelerated Shelf Life Test) dengan perhitungan menggunakan Model Labuza. Selama penyimpanan sampel ditimbang secara periodik (2 hari sekali selama 40 hari) hingga mencapai berat konstan. Sampel yang telah mencapai berat konstan dianalisa kadar air dan vitamin C. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu umur simpan minuman instan teh kombucha dengan menggunakan pendekatan kadar air kritis dengan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) pada suhu 30° C dan RH penyimpanan 75 % yaitu 503 hari menggunakan kemasan LDPE (Linear Low Density Polyethy-lene).","PeriodicalId":32168,"journal":{"name":"Jurnal Teknologi Pertanian Andalas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42091932","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EVALUASI KUALITAS KERIPIK BUAH NANGKA DENGAN METODE SIX SIGMA","authors":"S. Sucipto, Ismi Ardiyati, Usman Effendi","doi":"10.25077/JTPA.22.2.126-138.2018","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/JTPA.22.2.126-138.2018","url":null,"abstract":"Jackfruit is one of tropical fruit that is widespread in the world. Jackfruit fruit had a seasonal charachteristic and very perishable, so it needed to be further processed. One of the fruit chips producers in Malang SJ produced defects in jackfruit chips that were broken 74.5% of all defects types in 2014. Six Sigma method can be applied to evaluate the quality of jackfruit chips. This study aimed to evaluate the quality of jackfruit chips with Six Sigma - Define, Measure, Analyze, Improve (DMAI) so that it was known the Sigma of production, the main factors causing the defect, the priority proposed improvement, and the alternative using of jackfruit. The result of quality evaluation obtained by Sigma of production is 2.05. Factors that cause broken of jackfruit chips were machine, material, human, and methods. Priority improvements were made by resetting rotation speed of spinner according to the standard, completed the spinner’s standard operational procedure (SOP) and selecting the right jackfruit. Jackfruit from Malang can be an alternative raw material because it produces more whole jackfruit chips.","PeriodicalId":32168,"journal":{"name":"Jurnal Teknologi Pertanian Andalas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42128014","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}