Awang Eka Novia Rizali, E. Jasjfi, Ribka Emmanauli
{"title":"TINJAUAN SEMIOTIK PRODUK PADA GEROBAK MAKANAN KETOPRAK KHAS DI JAKARTA","authors":"Awang Eka Novia Rizali, E. Jasjfi, Ribka Emmanauli","doi":"10.25105/dim.v18i1.10601","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v18i1.10601","url":null,"abstract":"AbstractMeans of food selling in the form of carts are commonly found in Jakarta urban area. One of them is Jakarta’s typical food cart of ketoprak’s food cart. The increase of this Jakarta’s typical food industries made several kinds of ketoprak’s food carts in unique characteristic. The object of this research is ketoprak’s food cart in Jakarta urban area, especially in housing area of Sector 1-9 Bintaro Jaya. The ketoprak’s food cart has a unique characteristic of form and meaning and certain function related to their user in Jakarta, which is interesting to explore and becoming the problem of this research. This research aims to understand the meanings of sign and for of ketoprak’s food cart as a representation of urban community behaviors, and to understand the relation between ketoprak’s food cart form to the user’s activity when selling and making ketoprak. The method in this research is qualitative descriptive, with product design semiotic approach which are analysis of semantic, syntactic, hyletic and pragmatic dimension of ketoprak’s food cart. The data collecting methods are observation and interview to user (seller). The result of this research is ketoprak’s food cart description and models classification and relation of meaning and form in semantic, syntactic, hyletic, pragmatic dimension, and also operational ergonomics and mobility of the users. Key word: food cart, ketoprak, product semiotics, meaning, form AbstrakSarana berjualan dalam bentuk gerobak masih banyak ditemui di wilayah perkotaan Jakarta. Salah satunya adalah gerobak makanan khas Jakarta yaitu ketoprak. Perkembangan industri kecil makanan khas Jakarta ini membuat terdapat beberapa macam bentuk gerobak makanan ketoprak yang memiliki karakteristik yang khas. Objek penelitian ini adalah gerobak makanan ketoprak yang terdapat di wilayah kota Jakarta, khususnya di kawasan wilayah perumahan Bintaro Jaya sektor 1-9. Gerobak makanan ketoprak memiliki kekhasan bentuk dengan makna dan fungsi tertentu yang berhubungan dengan kondisi penggunanya di Jakarta, yang menarik untuk dikaji lebih lanjut dan menjadi masalah dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tanda, bentuk gerobak makanan ketoprak sebagai representasi perilaku masyarakat urban dan juga untuk memahami relasi antara bentuk produk gerobak makanan ketoprak dengan aktivitas pengguna saat menjajakan dan mengolah makanan ketoprak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan semiotika desain produk yaitu analisis dimensi semantik, sintaktik, hiletik dan pragmatik dari objek produk gerobak makanan ketoprak. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan pengumpulan data faktual dari objek penelitian dalam lingkup ruang penelitian, melalui wawancara terhadap pengguna (pedagang). Hasil penelitian ini adalah deskripsi bentuk gerobak ketoprak berdasarkan kelompok-kelompok modelnya, dan relasi perbedaan makna dan bentuk gerobrak makanan dalam dimen","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"133 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116812679","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"BANGUNAN KOLONIAL RUMAH TINGGAL DI KOTA BOGOR DALAM FOTOGRAFI ARSITEKTUR DAN INTERIOR","authors":"Aldhila Putra Wedaswara","doi":"10.25105/dim.v18i1.10600","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v18i1.10600","url":null,"abstract":"AbstractThe colonial building is a legacy of the Dutch government in Indonesia before independence period. The city of Bogor has a Dutch colonial heritage building that still stands tall. Not only displays beauty in terms of architecture, but in architectural photography also pays attention to the principles of photography itself. The purpose of the author's photographic creation is to contribute to people who want to know about the Dutch colonial heritage buildings, especially on Jl. Cikuray no. 19 and Jl. Siliwangi no. 39 cities of Bogor in architectural and interior photography. The colonial residence in Kota Bogor is more concerned with function than aesthetics. The method used is a literature review before determining the location of the shoot and conducting a field review. The shooting technique used is a combination of architectural and interior photography techniques with mixed lighting theory. The work process will produce photos that show architectural and interior photography of colonial buildings, especially in the city of BogorKeywords : Architechture and Interior Photography, Bogor City, Mix Lighting, Dutch Colonial BuildingsAbstrakBangunan kolonial merupakan bangunan peninggalan pemerintahan Belanda yang ada di Indonesia sebelum masa kemerdekaan tiba. Kota Bogor memiliki bangunan peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri tegak. Tidak hanya menampilkan keindahan dari segi arsitektur saja, tetapi dalam fotografi arsitektur juga memperhatikan kaidah-kaidah fotografi itu sendiri. Tujuan penciptaan karya fotografi penulis berkontribusi untuk masyarakat yang ingin mengetahui tentang bangunan peninggalan kolonial Belanda khususnya di Jl. Cikuray no. 19 dan Jl. Siliwangi no. 39 kota Bogor dalam fotografi arsitektur dan interior. Rumah tinggal kolonial di kotabogor lebih mementingkan fungsinya daripada estetika Metode yang digunakan adalah bedah literatur sebelum menentukan lokasi pemotretan dan melakukan tinjauan lapangan. Teknik pemotretan yang digunakan merupakan gabungan dari teknik fotografi arsitektur dan interior dengan teori pencahayaan mix lighting. Proses berkarya akan menghasilkan foto yang menunjukan tentang fotografi arsitektur dan interior dari bangunan kolonial khususnya di kota Bogorkata kunci : Fotografi Arsitektur dan Interior, Kota Bogor, Mix Lighting, Bangunan Kolonial Belanda.","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131530439","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ADAPTASI TANPA ISI: PENGARUH DESAIN “UNTITLED - I SHOP THEREFORE I AM” KARYA BARBARA KRUGER TERHADAP DESAIN LOGO BRAND SUPREME","authors":"E. Gunawan, Helena Calista, Alfi Zulkarnain","doi":"10.25105/dim.v18i1.10599","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v18i1.10599","url":null,"abstract":"AbstractOne of the conceptual artists of postmodernism, Barbara Kruger, is known for her work that combines visual images with text to convey criticism of social issues directly to society. One of the most famous works that she has is \"Untitled - I Shop Therefore I am (1987)\" which is a form of criticism of the issue of consumerism. In 1994, Supreme arrived, which had a logo in the exact same style as Kruger. Ironically, the brand actually had ideas that ran counter to the original purpose of Kruger's work. Therefore, this paper aims to deepen the knowledge of how to properly adapt a reference work in a new work based on analytical methods; especially to explore a work that has a considerable influence on society. The analysis method used in this paper is qualitative analysis through literature sources. There are three steps of analysis used in this paper. First, a study of postmodernism design style is done as the theoritical viewpoint. Then, qualitative investigations of form, content, and context were conducted on “I Shop Therefore I Am” artwork and Supreme brand logo design. Lastly, a comparison of creative process between both design was done to formulate results. The analysis result shows that there were critical views of how the Supreme logo designer adapt Barbara Kruger’s design. The conclusion reveals directions for graphic designers in doing design references. Keywords: Post-Modernism, Barbara Kruger, Consumerism, Supreme Brand AbstrakSalah satu seniman konseptual pada zaman postmodernisme, Barbara Kruger, dikenal dengan karyanya yang menggabungkan gambar visual dengan teks untuk menyampaikan kritik terhadap isu sosial secara langsung pada masyarakat. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah “Untitled - I Shop Therefore I am (1987)” yang merupakan sebuah bentuk kritik terhadap isu konsumerisme. Pada tahun 1994, hadirlah muncul brand fesyen Supreme yang memiliki logo dengan style yang identik dengan gaya Kruger. Ironisnya, merek tersebut justru memiliki gagasan yang betentangan dengan tujuan awal dari karya Kruger. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang bagaimana cara yang benar saat mengadaptasi karya referensi dalam sebuah karya desain. Metodologi analisa yang digunakan adalah dengan menggunakan analisa kualitatif berdasarkan sumber literatur. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembahasan akan dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, dilakukan kajian gaya desain post-modernisme sebagai sudut pandang konteks sejarah yang diambil. Lalu dilakukan investigasi form, konten, dan konteks atas karya “I Shop Therefore I Am” serta logo brand Supreme. Terakhir, dilakukan perbandingan antara kedua pendekatan proses kreatif. Hasil kajian menunjukkan adanya pandangan kritis terhadap bagaimana desainer logo Supreme mengadaptasi desain karya Kruger. Kesimpulan kajian menghasilkan arahan-arahan bagi desainer grafis dalam proses referensi karya desain. Kata Kunci: Post-Modernisme, Barbara Kruger, Konsumerisme","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124149747","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Akbar Dwisatrio, Yayah Rukiah, Khikmah Susanti
{"title":"PERANCANGAN FILM DOKUMENTER KECIMPRING SEBAGAI KOMODITAS UTAMA MASYARAKAT LEMBANG JAWA BARAT","authors":"Muhammad Akbar Dwisatrio, Yayah Rukiah, Khikmah Susanti","doi":"10.25105/dim.v18i1.10609","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v18i1.10609","url":null,"abstract":"Abstract The design of a documentary film kecimpring as the main commodity of the people of Lembang, West Java, as well as an effort to be able to provide understanding to the wider community and also to tourists who often visit the West Java area. The research method used is a descriptive qualitative analysis approach, because this study aims to obtain an authentic understanding in other words to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects in a special natural context. This descriptive qualitative method is used to produce descriptive data in the form of words and writings on the medium of the kecimpring documentary film. The data obtained is the result of a search for literature studies in the form of books, journals, observations, and interviews with competent sources in their fields. With the data collected, it shows that kecimpring is one of the traditional snacks typical of West Java that must be preserved and preserved, and this kecimpring documentary is an effective medium for an introduction to history, how to make kecimpring, and how to preserve traditional snacks. typical of West Java.Keywords: Kecimpring, main commodity, traditional food, West Java Abstrak Perancangan film dokumenter Kecimpring sebagai komoditas utama masyarakat Lembang Jawa Barat, serta sebagai upaya untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan juga para turis yang sering kali berkunjung ke daerah Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis kualitatif deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman otentik dengan kata lain memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian pada konteks khusus yang alamiah. Metode kualitatif deskriptif ini digunakan untuk menghasilkan data secara deskriptif dalam bentuk kata-kata maupun tulisan mengenai media film dokumenter kecimpring. Data yang didapat adalah hasil dari pencarian studi literatur berupa buku, jurnal, observasi, dan wawancara dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya. Dengan data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kecimpring adalah salah satu makanan ringan tradisional khas Jawa Barat yang wajib dijaga dan dilestarikan keberadaannya dan film dokumenter kecimpring ini merupakan salah satu media yang efektif untuk pengenalan mengenai sejarah, bagaimana cara pembuatan kecimpring, dan cara untuk melestarikan makanan ringan tradisional khas Jawa Barat.Kata kunci: Kecimpring, komoditas utama, makanan tradisional, Jawa Barat ","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"75 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128850046","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KAJIAN KARAKTERISASI JENIS HURUF AVENIR DAN KAITANNYA DENGAN TINGKAT KETERBACAAN","authors":"Untung Adha Saryanto","doi":"10.25105/dim.v18i1.10603","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v18i1.10603","url":null,"abstract":"AbstractThe Study of Avenir Typeface Characterization and Its Relation to the Legibility Level. This study focuses on the characterization of the Avenir typeface designed by Adrian Frutiger, a Swiss type designer. Characterization of a typeface is important and closely related to its level of legibility. In this study, the author uses a qualitative research methodology with data collection methods through literature studies from references (books, articles, journals or internet pages) to obtain relevant data related to Avenir and visual communication design and supporting theories. Observations were also made based on literature reviews and surveillance of many design works (graphics), internet pages and sites related to Avenir. The study of data in this study used pre-iconographic and iconographic studies. This study was written to be read and understood well, especially by academics as well as design and art practitioners.Keywords: type, design, characteristics, legibility AbstrakKajian Karakterisasi Jenis Huruf Avenir dan Kaitannya dengan Tingkat Keterbacaan. Kajian ini menitikberatkan fokus permasalahan pada karakterisasi jenis huruf Avenir yang dirancang oleh Adrian Frutiger, seorang type designer berkebangsaan Swis. Karakterisasi suatu jenis huruf penting dan berkaitan erat dengan tingkat keterbacaannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui studi pustaka dari referensi (buku, artikel, jurnal atau laman internet) untuk mendapat data yang relevan yang berhubungan dengan Avenir dan desain komunikasi visual dan teori-teori yang mendukung. Observasi juga dilakukan berdasarkan tinjauan pustaka dan pengamatan terhadap banyak karya desain (grafis), laman internet dan situs yang berkaitan dengan Avenir. Kajian data dalam penelitian ini menggunakan kajian pra-ikonografi dan ikonografi. Kajian ini ditulis untuk dapat dibaca dan dimengerti dengan baik, terutama oleh para akademisi serta praktisi desain dan seni.Kata kunci: huruf, desain, karakteristik, keterbacaan","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133244148","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ILUSTRASI PADA MERCHANDISE SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN CULTURAL AWARENESS ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SIDOARJO","authors":"Naulia Syahnina, Asidigisianti Surya Patria","doi":"10.25105/dim.v18i1.10606","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v18i1.10606","url":null,"abstract":"Abstract.Sidoarjo has culture in the form of traditions, arts and cultural heritage that are still preserved. Indonesian children are increasingly distant from their local culture and are more interested in cultures that come from outside so that it can cause children to forget and even become unknown to their local culture. Cultural awareness or cultural awareness is the ability to recognize and understand the influence of culture on people's values and behavior. Local culture needs to be instilled in students because it has good values and minimizes the negative influence of outside culture. Through the design of merchandise with illustrations of Sidoarjo culture, it is hoped that it can increase the cultural awareness of elementary school children in the Sidoarjo area. The stages of the design process include data collection, data analysis, design concepts, design visualization, final design, and trial work using SWOT data analysis techniques. There are 5 kinds of culture that are illustrated, namely the Nyadran Tradition, the Bandeng Lelang Tradition, Banjar Kemuning Dance, Jaran Kepang Dance, and Candi Pari with explanatory texts which are then applied to 4 kinds of merchandise, namely t-shirts, pencil cases, drinking bottles, and key chains. Through testing the work on elementary school children in the Sidoarjo area, the children's response to merchandise is curiosity about culture while the benefits obtained include, they can find out the main elements of each culture displayed by merchandise.. Key word: culture, Sidoarjo, cultural awareness, children, merchandise AbstrakSidoarjo memiliki kebudayaan dalam bentuk tradisi, kesenian maupun cagar budaya yang masih dilestarikan. Anak-anak Indonesia semakin jauh dari kebudayaan daerahnya dan lebih tertarik pada budaya yang berasal dari luar sehingga dapat menyebabkan anak lupa bahkan buta terhadap budaya daerahnya. Cultural awareness atau kesadaran budaya merupakan kemampuan untuk mengenali dan memahami pengaruh budaya pada nilai-nilai dan perilaku masyarakat. Kebudayaan lokal perlu ditanamkan pada peserta didik karena memiliki nilai-nilai yang baik serta meminimalisir pengaruh negatif budaya luar. Melalui perancangan merchandise dengan ilustrasi kebudayaan Sidoarjo ini diharapkan mampu meningkatkan cultural awareness anak-anak SD di daerah Sidoarjo. Tahapan proses perancangan ini meliputi pengumpulan data, analisis data, konsep desain, visualisasi desain, final desain, dan uji coba karya dengan teknik analisis data SWOT. Terdapat 5 macam kebudayaan yang diilustrasikan, yakni Tradisi Nyadran, Tradisi Lelang Bandeng, Tari Banjar Kemuning, Tari Jaran Kepang, dan Candi Pari dengan dilengkapi teks penjelas yang kemudian diaplikasikan pada 4 macam barang merchandise yakni kaos, tempat pensil, botol minum, dan gantungan kunci. Melalui uji coba karya pada anak-anak SD di daerah Sidoarjo, respon anak-anak terhadap merchandise yakni rasa penasaran terhadap budaya sedangkan manfaat yang diperoleh dianta","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130761295","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KEHIDUPAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI DI KOTA JAMBI DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER","authors":"T. Gunawan, S. Tahalea","doi":"10.25105/dim.v17i2.8829","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v17i2.8829","url":null,"abstract":"Abstract The Indonesian government has staken some measure to stop the spread of COVID-19 in its territory includes the implementation of large-scale social restrictions (in Indonesian: Pembatasan Sosial Berskala Besar, abbreviated PSBB) for some regencies and cities. However, this program has affected the economic slowdown. Therefore, the government began to apply new normal, a condition where the community can carry out daily activities by implementing health protocols. Jambi is one oft he provinces that exposed tot he COVID-19 virus, so the local government urges its citizens to carry out normal daily life activities and follow the health protocol issued by the Central Government. The objective of this Final Assignment is to create work of photography describing the life of people in Jambi City during the pandemic in documentary photography displayed in black and white pictures. The method used is an observationof the community activities in Jambi, literature review, and finding references relevant tot he topic. This photography work shows the atmosphere of Jambi city during the COVID-19 pandemic where the people carry out their daily activities by implementing health protocols such as wearing a mask, washing hands and social distancing. There are also pictures showing people who violate the health protocol.AbstrakBerbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menghentikan penyebaran Virus COVID-19, namun belum berhasil. Salah satu yang diupayakan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 adalah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. Namun PSBB tersebut berdampak pada melambatnya perputaran ekonomi. Untuk itu pemerintah mewacanakan kehidupan new normal, artinya masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari namun dengan menerapkan protokol kesehatan. Jambi adalah salah satu provinsi yang terpapar virus COVID-19, sehingga Provinsi Jambi khususnya kota Jambi menghimbau kepada warganya dalam melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari secara normal, namun wajib mengikuti protokol kesehatan yang telah dikeluarkan Pemerintah Pusat.Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah menghasilkan karya berupa foto yangmenggambarkan tentang kehidupan masyarakat Jambi dimasa pandemi dalam bentuk fotografi dokumenter, foto dalam bentuk foto hitam putih (black & white). Metode yang digunakan adalah mengobservasi kegiatan masyarakat di Kota Jambi, mencari literatur yang berkaitan dengan topik, serta mencari referensi yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan. Karya yang dihasilkan memperlihatkan suasana di Kota Jambi dimasa pandemi COVID-19, dimana masyarakat pada umumnya melakukan aktivitas kesehariannya sudah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak dan lain-lain, walaupun masih ditemui ada masyarakat yang melanggar himbauan tersebut.","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127748397","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Implementasi Uji Coba Metode Translasi Visual Batik Pesisir Utara Jawa dan Sosok Wayang Kulit pada Mural","authors":"Dikdik Adikara Rachman","doi":"10.25105/dim.v17i2.8830","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v17i2.8830","url":null,"abstract":"AbstractThis paper contains a visual translation designed by the author that was prepared asa new method for academic purpose specially on practical courses namely illustration and Applicative Illustration in art and design discipline. Implementation of method visualized into mural furthermore sees as a first testing of several stages of work planning. This paper also describes the rationale, conceptual foundation, and visual sources all of these were a guideline in producing some images on mural. Two localvisual culture namely batik on north coast of Jawa and wayang figures were chosen as the main sources that translated into new shapes without losing the characteristics of its originality. The trial implementation this method was completely done in June 2020 at BSD area, South TangerangAbstrakTulisan ini berisi suatu perancangan translasi visual yang dibuat penulis yangdisiapkan sebagai suatu metode baru untuk kepentingan akademik khususnya pada mata kuliah praktika yaitu ilustrasi dan ilustrasi aplikatif dalam disiplinseni rupa dan desain. Penerapan tentang metode divisualkan kedalam mural yang selanjutnya dipandang sebagai tahap uji coba pertama dari beberapa tahap perencanaan kerja. Tulisan ini juga menjelaskan rasional, landasan konseptual, dan sumber sumber visual semua itu adalah pedoman dalam pengerjaan sejumlah citra pada mural. Dua dari budaya rupa lokal yaitu batik pesisir utara Jawa dan sosok wayang telah dipilih sebagai sumber utama yang ditranslasi kedalam bentuk baru tanpa menghilangkan karakteristik dari keasliannya. Percobaan penerapan metode ini telah tuntas dikerjakan padabulan Juni 2020 di Nusaloka sektor 14 – 5 BSD, Tangerang Selatan ","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128325533","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PHOTOGRAPHY ADVERTISING JAM TANGAN CASIO CLASSIC SEBAGAI MEDIA PROMOSI DI INSTAGRAM","authors":"Aldi Amandha Chandra, Pongky Adhi Purnama","doi":"10.25105/dim.v17i2.8846","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v17i2.8846","url":null,"abstract":"AbstractThis scientific assignment aims to be a promotional material on Instagram and the Casio Indonesia website. The objects used in this work are 8 (eight) Casio Classic watches. This work was carried out using literature study and observation methods. In doing this Final Project shows that photographing an object is not only about conveying a visual about something that is raised in photo media, but also how the photographer can convey the characteristics of each object, in this case the Casio Classic watch and can convey messages that are persuade (persuasively) into a work in the form of Advertising Photography. The resulting photos are aimed at increasing individual buying interest in the Casio classic watch.Keywords: photography, advertising photography, casio classic watches, instagram promotion mediaAbstrakKarya Tugas Ilmiah ini bertujuan untuk menjadi bahan promosi di instagramdan website casio Indonesia. Obyek yang digunakan dalam karya ini adalah jam tangan Casio Classic sejumlah 8 (delapan) buah. Karya ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka dan observasi. Dalam mengerjakan Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa memotret suatu obyek bukan hanya sekedar menyampaikan secara visual mengenai suatu objek yang diangkat dalam media foto, namun juga bagaimana fotografer dapat menyampaikan karakteristik dari setiap obyek. Dalam hal ini jam tangan Casio Classic dapat menyampaikan pesan-pesan yang bersifat membujuk (persuasif) ke dalam sebuah karya berupa advertising photography. Foto yang dihasilkan bertujuan untuk meningkatkan minat beli individu terhadap jam tangan casio classic..","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"144 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121414248","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"REDESAIN PRODUK STANDING DOCK UNTUK UKM BAMBUKEUN","authors":"Lailatul Jamilah","doi":"10.25105/dim.v17i2.8813","DOIUrl":"https://doi.org/10.25105/dim.v17i2.8813","url":null,"abstract":"AbstractDevelopment of UKM product design is very important for the growth of UKM themselves by implementing good business management strategies that are useful for the success of UKM. Many UKM are only focused on producing goods, without thinking about how the business expansion strategy is even greater. As a result, UKM entrepreneurs have difficulty in increasing the level of their business. The business they run does not develop and the turnover they get does not increase. The purpose of thisstudy is to determine the strategy of UKMs in improving the competitiveness of UKM.Developing Bambukeun UKM products by adjusting predetermined strategies The method used in this study is a qualitative method.AbstrakPengembangan desain produk UKM sangat penting bagi pertumbuhan UKM itu sendiri dengan menerapkan strategi manajemen bisnis yang baik berguna untuk kesuksesan UKM. Banyak pelaku UKM yang hanya fokus memproduksi barang, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi agar bisnisnya lebih besar lagi. Akibatnya, pengusaha UKM kesulitan dalam meningkatkan level bisnisnya. Usaha yang mereka jalankan tidak berkembang dan omzet yangdidapat tidak mengalami kenaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan strategi UKM dalam meningkatkan daya saing . Mengembangkan produk UKM Bambukeun dengan menyesuaikan strategi yang sudah ditentukan .Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.","PeriodicalId":307454,"journal":{"name":"Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-02-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124122530","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}