Dinda Nur Azizah, Dewi Laelatul Badriah, Nova Winda Setiati
{"title":"FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG GOLDEN PERIOD PADA ANAK BATITA DI POSYANDU DESA GARAJATI KECAMATAN CIWARU 2021","authors":"Dinda Nur Azizah, Dewi Laelatul Badriah, Nova Winda Setiati","doi":"10.34305/jmc.v2i01.352","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v2i01.352","url":null,"abstract":" Golden Period adalah masa disaat otak bayi mengalami perkembangan yang paling cepat. Kader sebagai salah satu ujung tombak kesehatan masyarakat di Desa bertugas menjadi jembatan antara masyarakat dengan petugas kesehatan, harus memiliki pengetahuan tentang kesehatan salah satunya tentang Golden Period pada tumbuh kembang anak batita. Hasil studi pendahuluan dari 5 orang kader terdapat 3 orang yang belum mendapat informasi khusus tentang golden period, 2 kader berpendidikan SMP dan 1 orang berpendidikan SMA yang semuanya berusia lebih dari 35 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan kader tentang golden period. \u0000 Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua kader posyandu Desa Garajati sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling, instrument yang digunakan adalah kuesioner. Rancangan analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik rank spearman. \u0000 Kader sebagian besar berpendidikan SLTA/SMA 16 orang (53,3%), sebagian besar kader berusia diatas 35 tahun 24 orang (80,0%), sebagian besar kader mendapatkan informasi dari media elektronik sebanyak 19 orang (63,3%), Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan kader dengan nilai koefisien korelasi 0,692. Tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan karena nilai koefisien korelasi 0,102 yang berarti tidak ada korelasi antara usia dan pengetahuan. Terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan kader posyandu dengan nilai koefisien korelasi 0,396. \u0000 Kader Posyandu diharapkan lebih antusias dalam mencari informasi tentang Golden Period pada tumbuh kembang anak batita sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang golden period pada anak batita.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133957879","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu bersalin Di BPM Sri Puspa Kencana.Amd,Keb di Kabupaten Bogor","authors":"Dhinda Fitri Puspita, Kiki Novianty, A. Rahmadini","doi":"10.34305/jmc.v2i01.364","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v2i01.364","url":null,"abstract":"Ketuban Pecah Dini (KPD)yaitu pecahnya ketuban yang terjadi sebelum waktunya yaitu kurang dari 37minggu dari usia kehamilan.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor hubungan KPD dengan Paritas,Jumlah Cairan ketuban,Kelainan Letak,dan Usia Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan menggunakan Rekam Medis data yang di ambil sebanyak 157 wanita melahirkan dengan 32 KPD dan 125 Tidak KPD dari kedua kelompok tersebut dicari hubungan dengan hasil penelitian didapatkan hasil yang mengalami KPD dan Tidak KPD.dengan hasil penelitian Tidak Adanya hubungan antara Paritas dengan KPD , Tidak ada hubungan antara Jumlah Cairan Ketuban dengan KPD, Adanya hubungan antara Kelainan Letak Dengan KPD, Tidak ada hubungan antara Usia dengan kejadian KPD. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan ilmu pengetahuan pada ibu hamil khususnya tanda bahaya pada kehamilan menjelang persalinan untuk mendeteksi terjadinya Ketuban Pecah Dini.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115609346","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nurul Hikmah, Fera Riswidautami Herwandar, Mala Tri Marliana, Siti Hodijah
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU IBU NIFAS DALAM PERAWATAN LUKA PERINEUM DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKAMULYA DAN KADUGEDE","authors":"Nurul Hikmah, Fera Riswidautami Herwandar, Mala Tri Marliana, Siti Hodijah","doi":"10.34305/jmc.v1i02.307","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02.307","url":null,"abstract":"Persalinan seringkali mengakibatkan robekan jalan lahir. Dimana faktor yang mempengaruhi perawatan luka perineum yaitu pengetahuan dan perilaku. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu nifas dalam perawatan luka perineum di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukamulya dan Kadugede. Jenis penelitian analitik dengan rancangan korelasional. Responden berjumlah 30 orang menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan korelasi Spearman Rank dengan instrumen berupa kuesioner. Hasil analisis univariat hampir setengahnya ibu nifas memiliki pengetahuan baik sebanyak 43,3%, dan sebagian besar memiliki perilaku yang optimal sebanyak 70%. Analisis bivariat ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku bu nifas dalam perawatan luka perineum dengan nilai r=0,001 dan nilai r=0,774 artinya memiliki kekuatan yang kuat. Ibu nifas di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukamulya dan Kadugede diharapkan dapat bertanya kepada ibu yang sudah berpengalaman dalam perawatan luka perineum, mencari tahu lewat media sosial ataupun bisa bertanya langsung kepada petugas kesehatan/bidan agar dapat memperluas pengetahuan ibu tentang perawatan luka perineum.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131739503","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN","authors":"Evi Soviyati, T. S. G. Utari, Seli Marselina","doi":"10.34305/jmc.v1i02.299","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02.299","url":null,"abstract":"Stunting/pendek merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan case control, penelitian dilakukan dengan mengambil data primer. Populasi penelitian seluruh balita stunting di Kecamatan Cigandamekar. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian analisa univariat dari 100 balita menderita stunting, pemberian ASI 64 orang (64.0%), riwayat berat badan lahir normal 58 orang atau (58.0%), status gizi baik 61 orang atau (61.0%). Hasil dari analisis bivariat diketahui bahwa pemberian ASI dengan balita stunting pendek 61 orang atau 95.3%, BBL normal >2500 dengan balita stunting 41 orang atau 70.7%, status gizi baik dengan balita stunting 48 orang atau 78.7%. Pemberian ASI (p- value= 0,000, OR=101667), berat badan lahir (p-value=0,356, OR=1.484), status gizi (p-value= 0,002, OR=3.887). Kesimpulan terdapat hubungan antara Pemberian ASI, dan status gizi terhadap kejadian stunting. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI dan porsi makanan yang bergizi, sehingga kejadian stunting tidak terjadi, dan Indonesia menjadi bebas stunting.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"59 11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117352112","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mala Tri Marliana, Anggit Kartikasari, Ana Ameliyani Solihah
{"title":"HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA LINGGAJAYA KECAMATAN CIWARU KABUPATEN KUNINGAN","authors":"Mala Tri Marliana, Anggit Kartikasari, Ana Ameliyani Solihah","doi":"10.34305/jmc.v1i02.303","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02.303","url":null,"abstract":"Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dapat mempengaruhi status gizi bayi secara langsung. setelah bayi berusia 6 bulan MP-ASI perlu mulai diperkenalkan pada bayi. Namun pada kenyataannya masih ada beberapa orang tua yang sudah memberikan MP-ASI lebih dini kurang dari uasia 6 bulan. Bayi dengan usia kurang dari 6 bulan sistem pencernaannya belum sempurna untuk menerima makanan padat karena pencernaan bayi tidak akan tercerna dengan baik sehingga dapat menyebabkan reaksi yang tidak diharapkan seperti gangguan pencernaan, konstipasi dan timbulnya gas). maka dari itu sebaiknya bayi yang berusia kurang dari 6 bulan seharusnya tidak diberikan Makanan Pendamping ASI terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan. Metode penelitian yang digunakan analitik dengan cross sectional, menggunakan instrument kuesioner, timbangan dan tabel WHO-NCHS. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Rank Spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui sebanyak 45 responden dengan teknik total sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p (0.003) atau < (0.05) hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan. Kesimpulannya terdapat hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133930288","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 2 GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN","authors":"S. Nurjannah, Ega Anggita Putri","doi":"10.34305/jmc.v1i02.266","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02.266","url":null,"abstract":"Status gizi merupakan salah satu faktor penyebab kejadian anemia pada remaja putri. Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi, prevalensi anemia didunia berkisar 40-88%. Sebanyak 21,7% penduduk Indonesia terkena anemia dengan penderita anemia berumur 15-24 tahun sebesar 18,4%. Penelitian ini bertunjuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini 110 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrument yang digunakan lembar checklist, uji analisa yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil analisis univariat, status gizi kurus 35,5%, status gizi normal 57,3%, status gizi gemuk 7,3%, remaja anemia 82%, dan remaja tidak anemia 28%. Sedangkan analisis bivariat, penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia dengan nilai p value = 0,000. Pada penelitian ini, terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMP Negeri 2 Garawangi Kabupaten Kuningan . Bagi remaja putri diharapkan dapat memperbaiki pola gizi sebagai pengganti zat besi sehingga dapat mencegah kejadian anemia lebih dini dan bagi institusi pendidikan diharapkan dapat melakukan kerjasama dengan pihak puskesmas setempat atau tenaga kesehatan untuk dilakukan bimbingan atau penyuluhan mengenai pemenuhan nutrisi pada remaja putri dalam upaya pencegahan anemia.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115062938","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU PRIMIPARA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN DI PUSKESMAS GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN","authors":"Russiska Russiska, Atin Siti Ahyatin","doi":"10.34305/jmc.v1i02.267","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02.267","url":null,"abstract":"Masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak, sehingga memerlukan perhatian yang khusus untuk optimalisasi perkembangannya. Proses perkembangan anak biasanya ditandai dengan adanya perkembangan kognitif, perkembangan motorik dan perkembangan personal-sosial. Setiap aspek perkembangan saling berhubungan satu sama lain, apabila ada gangguan perkembangan pada salah satu aspek perkembangan maka dapat mempengaruhi aspek perkembangan lainnya. Oleh karena itu pemantauan perkembangan anak perlu dilakukan sejak dini. Peran ibu sangat penting dalam melakukan stimulasi perkembangan anaknya. Pemahaman yang baik dari ibu dapat membantu proses stimulasi perkembangan anak. Tujuan penelitian dapat mengetahui hubungan antara sikap ibu primipara dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun di Puskesmas Garawangi Kabupaten Kuningan. Metode penelitian analitik dengan rancangan korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling sebanyak 70 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner KPSP untuk perkembangan. Analisis data menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil analisis univariat Sikap ibu sebagian besar mendukung sebanyak 60 responden (85,7%), Perkembangan sebagian besar sesuai usia sebanyak 54 anak (77,1%). Hasil analisis bivariat, didapatkan nilai p =0,001 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara sikap ibu primipara dengan perkembangan anak. Saran untuk tenaga kesehatan khususnya bidan dapat meningkatkan konseling, penyuluhan, membuat media promosi (leaflet) cara stimulasi perkembangan anak pada ibu primipara agar pengetahuannya bertambah sehingga membangun sikap yang mendukung perkembangan anak usia 1-3 tahun dan ibu primipara melakukan stimulasi kepada anak sesuai usianya.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117206525","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Anggit Kartikasari, Mala Tri Marliana, Nira Purwita Sari
{"title":"HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI MOBILISASI DINI PADA IBU POST SEKSIO SESAREADI RSUD 45 KUNINGAN","authors":"Anggit Kartikasari, Mala Tri Marliana, Nira Purwita Sari","doi":"10.34305/jmc.v1i02.257","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02.257","url":null,"abstract":"Pergerakan yang dilakukan ibu sedini mungkin setelah melahirkan baik secara normal maupun seksio sesarea disebut juga mobilisasi dini. Manfaat mobilisasi diantaranya merasa lebih sehat dan kuat, faal usus dan kandung kencing lebih baik, mengajarkan untuk merawat anaknya, Tidak menyebabkan perdarahan yang abnormal. Perilaku kesehatan ini dipengaruhi oleh motivasi ibu post seksio sesarea baik dari intrinsik maupun ekstrinsik Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi mobilisasi dini pada ibu post seksio sesarea. Jenis penelitian analitik rancangan korelasional, populasi dalam penelitian ini ibu post seksio sesarea. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat analisis univariat menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis univariat sebagian besar ibu post seksio sesarea mendapatkan dukungan keluarga baik 60%, dan motivasi mobilisasi dini 66,7%. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi mobilisasi dini nilai p (0,004). Disarankan ibu post seksio sesarea tetap termotivasi untuk melaksanakan mobilisasi dini dan mengikutsertakan keluarga untuk membantu dalam melakukan mobilisasi bertahap mulai dari miring kanan-miring kiri, duduk dan berjalan.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124994288","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Yona Septina, Anisa Nurohmah, S. Nurjannah, Anggit Kartikasari
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI DESA RAGAWACANA KECAMATAN KRAMATMULYA KABUPATEN KUNINGAN","authors":"Yona Septina, Anisa Nurohmah, S. Nurjannah, Anggit Kartikasari","doi":"10.34305/jmc.v1i02.262","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02.262","url":null,"abstract":"Rata-rata usia menarche di Indonesia adalah 13 tahun (20,0%) dengan kejadian lebih awal pada usia kurang dari 9 tahun dan ada yang lebih lambat sampai 20 tahun serta terdapat 7,8% yang melaporkan belum haid. Secara nasional rata-rata usia menarche 13-14 tahun terjadi pada 37,5% anak Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab mengapa remaja di Desa Ragawacana belum mengetahui tentang menarche dan apabila sudah diketahui hasilnya maka dapat dilakukan upaya agar remaja dapat memperoleh pengetahuan lebih tentang menarche dan dapat menyikapinya dengan baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional. Metode yang digunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan Random Sampling dengan Populasi sebanyak 123 orang dan jumlah yang dijadikan sampel sebanyak 94 responden. Hasil analisis univariat, persentase tingkat pengetahuan tertinggi dengan kategori baik sebanyak 59 responden (62,8%), sedangkan persentasi sikap tertinggi dengan kategori tidak baik sebanyak 49 responden (52,1%). Hasil analisis bivariat, didapatkan bahwa nilai ρ value <0,05 yang artinya terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja dalam menghadapi menarche. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja dalam menghadapi menarche. Saran bagi remaja putri diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan mengenai menarche dan juga dapat menerima serta mampu menyikapi perubahan fisiologis maupun psikologis serta emosional yang terjadi pada masa menarche.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"144 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116599496","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KB IMPLAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN AKSEPTOR KB IMPLAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIRANCAN KABUPATEN KUNINGAN","authors":"Nova Winda Setiati, Ai Nurasiah, I. Yuliani","doi":"10.34305/jmc.v1i02.255","DOIUrl":"https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02.255","url":null,"abstract":"Pelayanan KB IUD adalah bagaimana akseptor dilayani oleh suatu sistem yang memberikan pelayanan KB IUD yang akan menjamin bahwa klien dilayani dengan tanggung jawab dan perhatian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pelayanan KB, mengidentifikasi tingkat kepuasan dan menganalisis adakah hubungan antara pelayanan KB dengan tingkat kepuasan akseptor KB implan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pelayanan KB implan dengan tingkat kepuasan pada akseptor KB implan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh akseptor di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan dengan jumlah akseptor KB implan 128 yang diambil secara total sampling instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat diuji secara chi square. Hasil penelitian didapatkan dari 82 responden dengan pelayanan yang baik sebagian besar tingkat kepuasan dalam pelayanan KB implan yaitu memuaskan (69,5%). Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p yaitu 0,000 dengan tingkat kemaknaan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai p yaitu 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara pelayanan KB implan terhadap kepuasan akseptor KB implan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan Kabupaten Kuningan.","PeriodicalId":281554,"journal":{"name":"Journal of Midwifery Care","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133504412","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}