Rikizaputra Rikizaputra, A. Sembiring, Marta Dinata, Minda Azhar, Yohandri Yohandri
{"title":"KEMANDIRIAN DAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM PADA MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Rikizaputra Rikizaputra, A. Sembiring, Marta Dinata, Minda Azhar, Yohandri Yohandri","doi":"10.31849/bl.v8i2.7943","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/bl.v8i2.7943","url":null,"abstract":"Kemandirian dan motivasi belajar siswa melalui google classroom menjadi penting dalam situasi pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak google classroom terhadap kemandirian dan motivasi belajar siswa pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 52 siswa dengan sampel penelitian 52 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik total sempling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari 30 pernyataan dengan skala likert dan wawancara terhadap siswa. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan deskriptif perentase yang mengacu pada skala likert 1-4 maka diperoleh rata-rata kemandirian belajar 2,19 dan rerata motivasi belajar siswa diperoleh 2,46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengunaan google classroom dalam pembelajaran pada masa pendemi covid 19 memberikan dampak yang sedang terhadap kemandirian dan berdampak kuat terhadap motivasi. Penggunaan google classroom pada masa pandemi covid-19 perlu ditingkatkan kualitas penggunannya dalam pembelajaran. \u0000 ","PeriodicalId":265386,"journal":{"name":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116854822","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ETNOBOTANI TUMBUHAN PANGAN PADA MASYARAKAT SUKU MELAYU DI DESA CIPANG KIRI HULU KECAMATAN ROKAN IV KOTO KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU","authors":"Sri Wahyuni, Mar’atul Afidah, Rahmat Ramadansur","doi":"10.31849/bl.v8i2.7986","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/bl.v8i2.7986","url":null,"abstract":"Penelitian tentang Etnobotani Tumbuhan Pangan pada masyarakat Suku Melayu Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dilakukan padan bulan Januari 20Penelitian tentang Etnobotani Tumbuhan Pangan pada masyarakat Suku Melayu Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dilakukan padan bulan Januari 2021. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan, dan bagian tumbuhan yang digunakan serta cara pembudidayaan tumbuhan oleh masyarakat Desa Cipang Kiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik sampling menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data di lapangan berupa wawancara nama lokal tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pembudidayaan serta cara pemanfaatan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 40 jenis tumbuhan pangan dari 25 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan pangan masyarakat Suku Melayu. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Fabaceae (Vigna sinensis, Arachis hypogaea, Vigna radiata, Psophocarpus tetragonolobus, Parkia speciosa). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri dari tujuh bagian yaitu biji, daun, buah, umbi, bunga, rimpang, dan batang. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah sebesar 58%. Pembudidayaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara menanam di kebun, di pekarangan rumah dan di sawah. Cara pembudidayaan yang paling banyak yaitu dengan cara menanam di kebun 93%.21. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan, dan bagian tumbuhan yang digunakan serta cara pembudidayaan tumbuhan oleh masyarakat Desa Cipang Kiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik sampling menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data di lapangan berupa wawancara nama lokal tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pembudidayaan serta cara pemanfaatan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 40 jenis tumbuhan pangan dari 25 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan pangan masyarakat Suku Melayu. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Fabaceae (Vigna sinensis, Arachis hypogaea, Vigna radiata, Psophocarpus tetragonolobus, Parkia speciosa). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri dari tujuh bagian yaitu biji, daun, buah, umbi, bunga, rimpang, dan batang. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah sebesar 58%. Pembudidayaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara menanam di kebun, di pekarangan rumah dan di sawah. Cara pembudidayaan yang paling banyak yaitu dengan cara menanam di kebun 93%.","PeriodicalId":265386,"journal":{"name":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","volume":"107 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127306153","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pemanfaatan Kadal (Eutropis multifasciata) sebagai Obat Alergi Gatal Oleh Masyarakat Sumber, Kabupaten Cirebon","authors":"Siti Rahma","doi":"10.31849/bl.v8i2.7920","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/bl.v8i2.7920","url":null,"abstract":"Kadal merupakan hewan bertulang belakang (vertebrata) yang termasuk ke dalam kelompok Reptil. Reptil merupakan hewan ektotermal yang emmerlukan sumber panas dari lingkungan untuk melakukan suatu kegiatan metabolismenya. Kadal (Eutropis multifasciata) dimanfaatkan dalam bidang farmasi yaitu sebagai obat alergi gatal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan kadal sebagai obat alergi gatal dan mengetahui hukum memakan kadal dalam agama Islam. Metode yang digunakan yaitu wawancara terhadap beberapa narasumber dan observasi mengenai cara konsumsi kadal. Berdasarkan hasil penelitian, kadal memiliki kandungan antimikroba yang dapat melawan bakteri dan jamur patogen. Kesimpulannya yaitu kadal dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit dan diperbolehkan dikonsumsi jika termasuk jenis dhab (kadal herbivora).","PeriodicalId":265386,"journal":{"name":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","volume":"82 6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116370919","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
E. Chahyadi, Dewi Indriyani Roslim, S. Wahyuningsih
{"title":"INVENTARISASI KUPU-KUPU RHOPALOCERA PADA DUA KAWASAN BERBEDA DI PROVINSI RIAU","authors":"E. Chahyadi, Dewi Indriyani Roslim, S. Wahyuningsih","doi":"10.31849/bl.v8i2.7684","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/bl.v8i2.7684","url":null,"abstract":"ABSTRACT : Rhopalocera butterfly is an organism that has a beautiful morphology and an important role in nature. However, the types of butterflies are still not widely known, especially in Riau Province. The aim of this study was to identify the types of butterflies in different areas in Riau Province. The method used is exploration by directly catching butterflies using insect nets. The sample is then preserved in the form of an insectarium. Then identified based on the character of the head, thorax, wings and abdomen. The results obtained as many as 47 species and 363 individuals of butterflies. There are as many as 18 species of the same butterfly from the two regions. Types and individuals of butterflies from the two regions are dominated by the family Nymphalidae. \u0000Keywords: Butterfly, Rhopalocera, Riau Province","PeriodicalId":265386,"journal":{"name":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","volume":"78 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121577107","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP COVID-19 BERDASARKAN MATERI YANG RELEVAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI","authors":"Rhavy Ferdyan, Fitri Arsih","doi":"10.31849/bl.v8i2.7626","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/bl.v8i2.7626","url":null,"abstract":"Pendidikan sangat berperan penting dalam memfasilitasi siswa dalam memahami konsep dari peristiwa yang belakangan muncul seperti pandemi COVID-19. Peran pendidikan secara penuh adalah dalam menuntun siswa untuk mendapatkan informasi mengenai COVID-19 salah satunya melalui pembelajaran biologi yang memiliki materi relevan dengan COVID-19. Ketersediaan informasi mengenai COVID-19 dan cara menyikapinya ditentukan oleh kemampuan literasi sains dan keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat kemampuan literasi sains dan keterampilan berpikir kritis siwa mengenai COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan di SMAN 16 Padang. Hasil peneltian menunjukkan kemampuan literasi sains siswa terhadap COVID-19 berdasarkan materi biologi yang relevan adalah 57,4 dengan kriteria sedang. Sedangkan tingkat keterampilan berpikir kritis siswa terhadap COVID-19 adalah 60.8% dengan kriteria rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya materi pembelajaran yang mengarahkan dan melatih siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi sains dan keterampilan berpikir kritis, karena kedua kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam menjaga keselamatan diri menghadapi pandemi. Sangat diperlukan sebuah rancangan untuk mengembangkan materi pembelajaran biologi untuk meningkatkan kedua kemampuan tersebut.","PeriodicalId":265386,"journal":{"name":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121198927","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMANFAATAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) SEBAGAI WISATA EDUKASI DI BABAKAN, SUMBER, CIREBON","authors":"Juju Juwita, Muhimatul Umami","doi":"10.31849/bl.v8i2.7139","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/bl.v8i2.7139","url":null,"abstract":"Wisata edukasi merupakan salah satu jenis wisata yang biasanya dikunjungi oleh para wisatawan untuk tujuan pembelajaran. Salah satu objek wisata edukasi yaitu objek wisata Plangon yang berlokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Di objek wisata Plangon tersebut terdapat salah satu spesies hewan dari kelas Mamalia, ordo Primata dan famili Cercopithecidae yaitu Macaca fascicularis atau monyet ekor panjang, dengan karakteristik khususnya yaitu memiliki ekor yang panjang dan sebagian besar tubuhnya ditutupi oleh rambut berwarna abu-abu hingga cokelat keabuan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) sebagai wisata edukasi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Metode penelitian adalah metode kualitatif dan data hasil penelitian disajikan secara deskriptif, penelitian dilakukan dengan mengobservasi langsung objek wisata Plangon dan melalui wawancara dengan narasumber yaitu juru kunci Plangon untuk mendapatkan data primer dan data sekunder didapatkan melalui proses studi literatur dengan mencari referensi yang relevan dari berbagai macam artikel atau jurnal terkait hal tersebut. Populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di kawasan objek wisata Plangon cukup banyak sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai wisata edukasi, dengan adanya pemanfaatan spesies ini para pengunjung akan mempelajari mengenai perilaku, karakteristik serta aktivitas yang dilakukan oleh spesies tersebut di kawasan objek wisata Plangon. Selain itu adanya pemanfaatan spesies ini sebagai wisata edukasi juga dapat berperan dalam penelitian di bidang ekologi maupun zoologi.","PeriodicalId":265386,"journal":{"name":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131816888","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN MODIFIED FREE INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 1 KOTAPINANG","authors":"Hasmi Syahputra Harahap, Nurlina Ariani Harahap","doi":"10.31849/bl.v8i2.7690","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/bl.v8i2.7690","url":null,"abstract":"This study aims to determine the effect of inquiry based learning model on students’critical thinking skill of the environmental pollution topic at SMA Negeri 1 Kotapinang. The research method used is quasi experiment with sample as much as 3 classes, those are taken by using the technic of cluster random sampling. Guided inquiry based learning model is taught in class X-1, modified free inquiry based learning model is taught in class X-2, and traditional based learning model is taught in class X-3. The instruments are used in this study are critical thinking skill test which form multiple choice. The technique of data analysis used in this study is analysis covariat by using the program of SPSS 23.0 for Windows. The study results showed that there is effect of inquiry based learning model on students’critical thinking skill (F=26.015; P=0.000). Students’ critical thinking skill that were taught by guided inquiry based learning model (75.00 ± 8.701) not different significant with modified free inquiry based learning model (79.03 ± 8.930) (P=0,161), and not different significant with traditional based learning model (70.00 ± 10.142) (P=0,062). But different very significant between modified free inquirybased learning model with traditional (P=0,000). The result of this study is expected from the teachers to apply guided inquiry or modified free inquiry based learning model when they are teaching environmental pollution topic in order to increase students’critical thinking.","PeriodicalId":265386,"journal":{"name":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124011619","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}