{"title":"MORAL VALEUS INTERNALIZATION OF BHINNEKA TUNGGAL IKA: A SOLUTION TO THE PROBLEM OF RADICALISM","authors":"Humaidi Humaidi, D. Lestari","doi":"10.36670/alamin.v2i02.25","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.25","url":null,"abstract":"Bhinneka Tunggal Ika telah ditetapkan sebagai salah satu pilar bangsa selain Pancasila, NKRI, dan UUD 1945 yang umumnya dikenal sebagai empat pilar kebangsaan. Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai moto atau slogan, tetapi menjadi sumber nilai bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah roh dan jiwa Republik Indonesia yang disarikan dari pengalaman hidup masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, sebagai sumber nilai, tidak hanya dalam hal hubungan horizontal yang terkait dengan kehidupan sosial antara manusia dan alam semesta, tetapi juga hubungan vertikal antara makhluk, makhluq dan Khaliq, Tuhan. Dengan mengetahui dan mengaktualisasikan nilai-nilai Persatuan dalam Keragaman, Indonesia akan lebih damai dan harmonis; kehidupan komunitas akan lebih toleran dan menghargai semua perbedaan; dan sebaliknya. Artikel ini akan menjelaskan secara analitis dan filosofis nilai-nilai yang terkandung dalam Unity in Diversity sebagai landasan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115007467","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Landasan Pikir Perdebatan Eksistensi Bahasa Arab Fusha dan ‘Ammiyyah","authors":"A. Aziz","doi":"10.36670/alamin.v2i02.21","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.21","url":null,"abstract":"Bahasa Arab fusha adalah bahasa Arab yang tetap terjaga fasahahnya dan secara prinsip sama dengan bahasa Arab yang digunakan pada masa Jahiliyah dan awal Islam. Sedangkan bahasa Arab ‘ammiyyah adalah bahasa Arab yang telah mengalami banyak perubahan dari bentuk yang fusha, baik aspek kosa-kata maupun strukturnya. Pada akhir abad ke-19 muncul seruan untuk memilih penggunaan ‘ammiyyah sebagai bahasa lisan dan tulisan. Alasannya karena ia digunakan oleh masyarakat Arab secara umum dan bentuk serta strukturnya yang sederhana. Di pihak lain banyak kalangan pembela fusha dengan menyodorkan sejumlah kelemahan ‘ammiyyah sebagai alasan penolakannya. Pada kenyataannya, kedua jenis bahasa Arab ini masih eksis di masyarakat Arab dengan fungsinya masing-masing.","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116034189","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KESALAHAN DAN PENYIMPANGAN DALAM TAFSIR","authors":"A. Rifai","doi":"10.36670/alamin.v2i02.22","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.22","url":null,"abstract":"Kesimpulan tulisan ini adalah bahwa penyimpangan penafsiran yang terdapat dalam berbagai kitab tafsir didasari oleh beragam motif, kecenderungan, dan latar belakang kehidupan para penafsir. Contoh yang diuraikan di dalam tulisan ini sebagai gambaran atas keterikatan antara penafsir dan teks yang dipertemukan oleh situasi dan lingkungannya sendiri. Diperlukan pemikiran jernih dalam memandang penafsiran yang dilakukan para penafsir terhadap teks-teks al-Quran.","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134467635","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM UPAYA PENCAPAIAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH","authors":"A. Hasibuan","doi":"10.36670/alamin.v2i02.23","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.23","url":null,"abstract":"Penelitian dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis faktor peningkatan kinerja guru di sekolah dalam upaya pencapaian proses pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga menghasilkan mutu pendidikan yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang berada di Ciputat Tangerang Selatan, penelitian menggunakan analisis kuantitatif, data penelitian di analisis menggunakan analisis korelasi dan regresi, dari hasil penelitian didapati bahwa faktor motivasi kinerja, etos kinerja, lingkungan kinerja, tugas dan tanggung jawab, serta optimalisasi kinerja memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru, faktor etos kinerja dan motivasi kinerja merupakan faktor yang secara dominan mempengaruhi kinerja guru di sekolah, sehingga peningkatan kinerja guru dapat dilaksanakan dengan adanya perbaikan dan peningkatan terhadap faktor tersebut, serta mengutamakan adanya strategi yang baik dan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kualitas factor-faktor kinerja guru, terutama pada factor etos kinerja dan motivasi kinerja guru di sekolah","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"89 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114332061","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KONSTRUKSI WACANA RASIONALITAS DALAM BUKU ARGUMEN KESETARAAN JENDER KARYA NASARUDDIN UMAR","authors":"M. A. Nawawi, N AbdMuid","doi":"10.36670/alamin.v2i02.27","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.27","url":null,"abstract":"Konsep “rasionalitas” yang menjadi dasar pegangan untuk memahami sebuah objek permasalahan selalu bermuara pada kesimpulan yang beraneka macam ataupun bertentangan. Perbincangan tentang al-Qur’an dan Filsafat sebagai sumber rujukan dalam memahami permasalahan sosial-kemasyarakatan, pun selalu menghadirkan pemahaman yang berlawanan. Al-Qur’an bersumber pada konsepsi ilahiah, sementara filsafat berpegang pada otoritas manusia. Kesimpulan awal ini sudah menunjukkan perbedaan yang cukup ekstrem. Hasilnya pun sudah dipastikan memiliki “logika” nya masing-masing. Kritik Wacana memberi perspektif tentang sejauh mana kita memandang persoalan dengan latar belakang yang beraneka macam, tidak satu paradigma. Rasionalitas pun tidak lagi memiliki sumber yang tunggal, meski pada prinsipnya, rasionalitas adalah instrumen memahami al-Qur’an dan filsafat. Atas dasar itu, tidaklah relevan mempertentangkan antara al-Qur’an dan filsafat, sejauh rasionalitas yang dipakai untuk memahami keduanya merupakan instrumen bagi manusia dalam memahami objek persoalan di sekitarnya.","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129680869","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERLINDUNGAN HUKUM BAGI GURU","authors":"Saihu Saihu, Taufik Taufik","doi":"10.36670/alamin.v2i02.20","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.20","url":null,"abstract":"Dalam beberapa dekade terakhir para guru dalam melakukan tugasnya sering kali menjadi subjek kontrol sosial dan media massa. Hal ini disebabkan maraknya tindak kekerasan yang terjadi di sekolah, baik yang dilakukan oleh siswa, orang tua, pengelola sekolah hingga guru itu sendiri. Tindakan kekerasan ini kadang-kadang terjadi karena kegiatan pendisiplinan siswa yang dilakukan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya peraturan yang jelas tentang perlindungan guru dalam melaksanakan tugas. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka. Dan hasil dari penelitian ini adalah bahwa peraturan saat ini tidak cukup kuat dalam memberikan perlindungan hukum bagi guru dalam melakukan tugas, sehingga perlu pembuktian hukum yang lebih jelas dan lebih menekankan guru dalam melakukan tugas","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"53 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123561133","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"TRANSFORMASI KURIKULUM SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RADIKALISME AGAMA DI PONDOK PESANTREN","authors":"S. Suhada","doi":"10.36670/alamin.v2i02.24","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.24","url":null,"abstract":"Kesimpulan tulisan ini adalah bahwa tujuan pondok pesantren dalam upaya penanggulangan radikalisme agama adalah dengan cara membentuk dan mengembangkan sikap akhlak mulia melalui kedewasaan berpikir kritis dan bertanggungjawab, serta implementasi sikap menghargai dan menghormati perbedaan kemampuan, istiadat, dan budaya orang lain. Melalui kurikulum pondok pesantren yang mendalami perbandingan mazhab juga dapat turut serta dalam penanggulangan radikalisme agama agar eksklusifisme santri; baik sikap dan pemikiran, tidak hanya mengetengahkan pemikiran luaran semata, tetapi juga mampu membuka wawasan lain dalam memahami esensi agama. Metode pengajaran di pondok pesantren dalam rangkan mencegah sikap radikalisme agama dengan cara mengimplementasikan sistem pembelajaran kooperatif sebagai sistem rancangan terpadu yang mengedepankan kerja sama dan interaksi para santri, dan juga sekaligus mengembangkan sikap sosial yang komprehenshif dalam memahami keberagaman orang lain. Rekomendasi yang penulis ajukan adalah diperlukan pengembangan berkelanjutan terkait metode pembelajaran kooperatif agar keterampilan sosial para santri dalam memahami perbedaan dan keanekaragaman di masyarakat dapat mencapai titik yang maksimal. Selain itu, pimpinan pesantren juga turut memfokuskan dirinya dalam setiap proses tujuan, kurikulum, dan pengajaran di pondok pesantrennya, adakalanya dengan mengikutsertakan para guru atau santri dalam kegiatan seminar dan workshop tentang radikalisme.","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"190 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126800021","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOKAL TERHADAP PENANAMANAN NASIONALISME BAGI SISWA SEKOLAH DASAR","authors":"Fajar Syarif","doi":"10.36670/alamin.v2i02.26","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.26","url":null,"abstract":"Penelitian ini membuktikan bahwa semakin integritas suatu pembelajaran, maka semakin nasionalis substansi dalam sebuah pendidikan. Derasnya arus globalisasi dikhawatirkan anak berdampak pada terkikisnya rasa kecintaan terhadap budaya lokal. Agar eksistensi budaya lokal tetap kukuh, maka kepada generasi penerus bangsa perlu ditanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Nasionalisme adalah suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi. Salah satu cara yang dapat ditempuh guru di sekolah adalah dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran Agama Islam di sekolah. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam pembelajaran agama Islam diharapkan nasionalisme siswa akan tetap kukuh terjaga di tengah-tengah derasnya arus globalisasi.. Nasionalisme adalah suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi.","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"295 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134429533","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ARGUMENTASI TEORI MASLAHAT SEBAGAI RUH PERUNDANG-UNDANGAN","authors":"Zainuddin Zainuddin","doi":"10.36670/alamin.v2i1.13","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i1.13","url":null,"abstract":"Teori maslahat dapat menjadi model strategis. Implementasi teori maslahat dapat menjadi metode ijtihad paling tepat untuk kebutuhan hukum. Maslahat juga dianggap sebagai sistem nilai yang berkeadilan dan relevan dengan situasi dan konteks zaman. Sementara aplikasi teori maslahat sebagai strategi integrasi hukum pidana Islam ke dalam hukum pidana nasional punya relevansi yang kuat dan relatif jauh dari resistensi sosial-politik dibandingkan dengan formalisasi syariat Islam dengan labelisasi Islam yang memiliki resistensi sosial-politik yang tinggi dan menuai banyak kritik.","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134615003","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERAN KOPERASI SYARIAH BAITUL TAMWIL MUHAMMADIYAH TERHADAP PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI BANDAR LAMPUNG","authors":"Nur Syamsiyah, Annisa Martina Syahrir, I. Susanto","doi":"10.36670/alamin.v2i1.17","DOIUrl":"https://doi.org/10.36670/alamin.v2i1.17","url":null,"abstract":"Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi syariah memiliki potensi dan peranan yang sangat besar dalam upaya mendukung pemberdayaan UKM di Bandar Lampung, hal ini terlihat dari data laporan pembiayaan UKM di lokasi penelitian sebelum dan sesudah mendapatkan pembiyaan dari Koperasi Syariah BTM yang juga membantu pengembangan UKM dan praktek pemberdayaan UKM yang dilakukan oleh Koperasi Syariah BTM Bandar Lampung yang memberikan pembiayaan jasa layanan kepada masyarakat yaitu program kredit usaha dengan nisbah bagi hasil yang disepakati 30:70 dengan marjin 18% pertahun. Peranan Koperasi Syariah BTM Lampung dalam pemberdayaan UKM menurut perspektif ekonomi Islam yaitu koperasi syariah berdasarkan al-Quran dan as-Sunah yaitu: Saling tolong menolong (ta’wun) dan saling menguatkan (tafakul) yang didasarkan pada al-Quran surat al-Maidah (5) ayat 2. Koperasi syariah BTM Bandar Lampung juga menjunjung tinggi keadilan serta menolak setiap bentuk ribawi dan pemusatan sumber dana ekonomi pada segelintir orang atau sekelompok orang saja. Hal ini di dasarkan pada al-Quran surat al-Rum ayat 39.","PeriodicalId":231490,"journal":{"name":"Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126043963","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}