{"title":"Pengaruh Pemberian Pupuk UREA dan Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq)","authors":"Mahdalena, Siti Mutmainah","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1873","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1873","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000 \u0000Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk Urea dan pupuk Kotoran Sapi serta Interaksi kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (E. guineensis Jacq). Penelitian dilaksanakan di lahan praktik Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Jl. KH. Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimatan Timur Penelitian ini dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, mulai dari bulan Maret sampai dengan Juni 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan percobaan faktorial 3 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor Pertama adalah urea (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu N0 (tanpa perlakuan), N1 (200 gram/L/Polybag), N2 (250 gram/L/Polybag), dan N3 (300 gram/L/Polybag). Faktor kedua adalah kotoran sapi (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 (tanpa perlakuan), K1 (200 gram/polybag) dan K2 (250 gram/polybag). Hasil penelitian pada perlakuan pupuk urea dan pupuk kotoran sapi pada parameter tinggi, diameter batang, dan jumlah helai daun tanaman 45 HSP, 75 HSP dan 105 HSP tidak berpengaruh nyata . Interaksi pupuk Urea dan pupuk. Kotoran Sapi berpengaruh nyata pada paremeter tinggi tanaman dan diameter batang umur 105 HSP untuk interaksi keduanya disarankan menggunakan dosis pemupukan N2: 250 gram/L/Polybag dan K1: 200 gram/polybag \u0000Kata Kunci : Elaeis, Nitrogen, Organik","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121106339","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Mikoriza dan Pupuk NPK Phonska Terhadap Pertumbuhan Bibit Kokao (Theobroma cacao L.)","authors":"Andrianto Arkadius, Iin Arsensi","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1888","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1888","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk Mikoriza dan pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, dimulai dari awal bulan April sampai dengan Juli 2022 dan bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. \u0000 Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Kampus Biru RT.08 Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara Penelitian ini dilaksanakan Mulai Bulan April 2022 Sampai dengan bulan Juli 2022 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan analisis faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah pupuk Mikoriza (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : M0 =(kontrol), M1=40 gram/polybag, M2 =50 gram/polybag, M3 = 60 gram/polybag sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK Phonska (P) yang terdiri 4 taraf yaitu : P0 = (kontrol), P1 = 7,5 gram/polybag, P2= 10 gram/polybag, P3 = 12,5 gram/polybag. \u0000 Hasil penelitian ini menujukan bahwa pemberian pupuk Mikoriza terhadap diameter batang 90 HSP dengan dosis 40 gram/polybag memberikan pengaruh nyata pada diameter batang bibit tanaman kakao. \u0000 \u0000Kata kunci : Kakao, Mikoriza, NPK Phonska","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133829087","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Jenis POC dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumis sativus L.)","authors":"Hamidah, S. Mutmainah","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1867","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1867","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Jenis POC dan Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.), Penelitian dilaksanakan di Jalan. Lubuk Sawah, Mugerjo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Kalimantan Timur selama 3 bulan mulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan Januari 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 3 taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Jadi jumlah tanaman yang dipakai 30 tanaman. Faktor pertama POC NASA (N) dengan 3 taraf yaitu : N0 : kontrol, N1:4 cc/L air dan N2 : 6 cc/L air. Faktor kedua POC Bio Sugih (B) dengan 3 taraf yaitu : B0 : kontrol, B1 : 4 cc/L air dan B2 : 6 cc/L air \u0000Variabel pengamatan yaitu jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman. diameter buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan pemberian POC Nasa berpengaruh nyata pada perlakuan N2 yaitu 6 cc/Lair. Sedangkan perlakuan POC Bio Sugih berpengaruh nyata pada perlakuan B2 yaitu 6 cc/Lair \u0000Kata kunci : Pupuk Organik, Tanaman Mentimu Produksi","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"103 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127141353","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Rekayasa Cekaman Kekeringan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bunga Kol","authors":"Asiah Wati","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1884","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1884","url":null,"abstract":"Prospek bunga kol (cauliflower) di Kalimantan timur sangat menjanjikan. Ditinjau dari aspek pemasaran kembang kol pada saat ini sangat tergantung dari luar daerah Kaltim (Jawa dan Sulawesi). Selain itu kembang kol juga mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi di pasaran, sehingga budidaya kembang kol dalam skala komersial dan intensif akan dapat memberikan keuntungan yang tinggi. \u0000Pada umumnya para petani beranggapan bahwa pembudidayaan tanaman kembang kol sangat rentan akan kegagalan panen. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pembudidayaan kembang kol adalah keadaan cuaca. Salah satu cuaca yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu curah hujan. Curah hujan yang menghasilkan air yang diserap oleh tanah dapat dimanfaatkan oleh tanaman sebagai alat bantu pengangkut unsur hara dari dalam tanah. Terpenuhinya unsur hara bagi tanaman akan meningkatkan produksi bunga kol. \u0000Pada tahun 2009 rata-rata produksi tanaman kembang kol 247 ton. Tahun 2010 rata-rata produksi tanaman kembang kol mengalami penurunan menjadi 115 ton dan pada tahun 2011 rata-rata produksi tanaman kembang kol mengalami peningkatan menjadi 157 ton. Hal ini memperlihatkan produktivitas tanaman kembang kol di Kalimantan Timur masih rendah dikarenakan masih adanya ketidaktegasan cuaca terutama curah hujan. Agar dapat mengetahui toleransi tanaman bunga kol terhadap cekaman kekeringan maka dengan ini perlu dilakukan penelitian penelitian rekayasa cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan cekaman kekringan. Target luaran berupa publikasi artikel ilmiah di jurnal nasional ilmiah. \u0000 \u0000Kata kunci : perubahan iklim dan produksi.","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"s1-11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127194529","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Pemupukan Pada Lahan Tropika Basah","authors":"Yetti Elidar, P. Purwati","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1910","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1910","url":null,"abstract":"The purpose of this research was to determine the growth and yield of cocoa plants on fertilization on wet tropical land. The research was located on the land of Badak Mekar Village, Muara Badak District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan in 2016-2019.The research method was a randomized block design (RBD) with 4 repetitions. \u0000Phase I research: factorial experiment with NPK Phonska fertilizer (N) included 3 levels: n0 = 0 kg plant-1); n1 = 0.25 kg plant-1; n2 = 0.5 kg plant-1 and goat manure (k) included 3 levels: k0 = 0 kg plant-1; k1 = 2.5 kg plant-1; k2 = 5.0 kg plant-1. Phase II research: factorial experiment with SP-36 fertilizer (p) included 3 levels: p0 = 0 kg plant-1; p1 = 0.25 kg plant-1; p2 = 0.5 kg plant-1 and KCl fertilizer (k) included 3 levels: k0 = 0 kg plant-1; k1 = 0.25 kg plant-1; k2 = 0.5 kg plant-1. Phase III research: factorial experiment with SP-36 fertilizer (p) included 3 levels: p0 = 0 kg plant-1; p1 = 0.4 kg plant-1; p2 = 0.8 kg plant-1 and goat manure (k) included 3 levels: k0 = 0 kg plant-1; k1 = 7.5 kg plant-1; k2 = 15 kg plant-1. Observation variable phase I research : increase in plant height at 6 months and 18 months after treatment (bsp), increase in stem diameter at 6 and 18 bsp, increase in number of leaves at 6 months of age and yield of cocoa pods. \u0000Observation variable phase II research: plant height increase at 3 bsp and 6 bsp, stem circumference at 3 bsp and 6 bsp, yield of cocoa pods, pest and disease attack intensity on cocoa pods. Observation variable phase III research: 1) yield of cocoa pods 2) pest and disease attack intensity on cocoa pods 3) analysis of soil chemical properties: pH, C-organic, N, P, K, alkaline cations, acid cations, cation exchange capacity and base saturation, 4) analysis soil microbes. \u0000Data analysis with variance and if significantly different will be Tested for Least Significant Difference (LSD) at the 5% level. Analysis of soil chemical characteristics with the criteria of soil chemical properties Bogor Soil Research Center (PPT) 1983. \u0000The results of phase I research: the NPK Phonska fertilizer treatment was very significantly different in the height increase of plants aged 6 bsp and 18 bsp, the increase in the number of leaves aged 6 bsp. The best dose of NPK Phonska fertilization is 0.5 kg of plant-1 (n2). The results of phase II research: the SP-36 fertilizer treatment was very significantly different for all observation variables. The best dose for SP-36 fertilization is 0.5 kg plant-1 (p2). Intensity of pest attack with light damage category and intensity of disease attack with medium damage category on cocoa pods. The results of phase III research: the treatment of SP-36 fertilizer, goat manure and combination of SP-36 fertilizer and goat manure had no significant difference in yield of cocoa pod. The intensity of pest attacks included moderate damage and the intensity of disease attacks included light damage to cocoa pods. The results of the analysis of soil ","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127776251","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pertumbuhan & Produksi Bawang Merah (Allium cepa.L) Lokal Samosir Pada Berbagai Ukuran Wadah Dan Dosis Pupuk NPK","authors":"Husainah Yusuf","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1918","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1918","url":null,"abstract":"Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa L.) Lokal Samosir Pada Berbagai Ukuran Wadah dan Dosis NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan bawang merah lokal samosir pada berbagai ukuran wadah dan dosis NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Gunung Leuser, Aceh. Pada bulan April 2022-Juli 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu ukuran wadah (15, 20, 25 dan 30) cm dan dosis NPK (0, 0.5, 1, 1.5 dan 2) gr. Parameter yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah, diameter umbi dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan ukuran wadah secara nyata jumlah anakan. Jumkah anakan tertinggi diperoleh pada diameter 25 cm (W3), sedangkan jumlah anakan tertinggi diperoleh pada dosis NPK 0.5 g (N1), sedangkan interaksi antara perlakuan ukuran wadah dn dosis NPK tertinggi W2N3 (diameter 20 cm, NPK 1 g) sebesar 2.33.","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130416370","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
O. Oksilia, Meiman Krisman Penyabar Halawa, Syafran Jali, Missdiani Muzar
{"title":"Pengaruh Aplikasi ZPT Air Kelapa dan Pupuk ZA Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)","authors":"O. Oksilia, Meiman Krisman Penyabar Halawa, Syafran Jali, Missdiani Muzar","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1924","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1924","url":null,"abstract":"Bawang merah merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan sebagai penyedap masakan yang produksi terus menurun akibat luasan areal panen yang mengalami degradasi unsr hara akibat penggun \u0000Bawang merah merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan sebagai penyedap masakan yang produksi terus menurun akibat luasan areal panen yang mengalami degradasi unsr hara akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Untuk itu diperlukan pemupukan tepat dosis dan pemberian zat pengatur tumbuh untuk menambah kualitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ZPT air kelapa dan pupuk ZA pada pertumbuhan serta produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini dirancang secara Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi air kelapa (50%, 75%, 100% dan pupuk ZA (200 kgha-1, 400kg ha-1, dan 600 kgha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian ZPT air kelapa dan pupuk ZA berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah. Konsentrasi Air kelapa terbaik yaitu 75% dan pupuk ZA dengan dosis 400 kg ha-1 secara nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, serta berat basah umbi rumpun-1. \u0000aan pupuk kimia secara berlebihan. Untuk itu diperlukan pemupukan tepat dosis dan pemberian zat pengatur tumbuh untuk menambah kualitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ZPT air kelapa dan pupuk ZA pada pertumbuhan serta produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini dirancang secara Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi air kelapa (50%, 75%, 100% dan pupuk ZA (200 kgha-1, 400kg ha-1, dan 600 kgha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian ZPT air kelapa dan pupuk ZA berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah. Konsentrasi Air kelapa terbaik yaitu 75% dan pupuk ZA dengan dosis 400 kg ha-1 secara nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, serta berat basah umbi rumpun-1.","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"188 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133178186","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Jarak Tanam dan Penggunaan Dosis Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Komponen Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)","authors":"Herman Jaya Gea, Taufik Syamsuddin, Sjafran Jali","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1844","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1844","url":null,"abstract":"Tanaman kacang Panjang membutuhkan jarak tanam dan unsur hara yang mungkin sudah tersedia di dalam tanah untuk itu agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik diperlukan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam, pupuk kotoran sapi dan interaksi antara jarak tanam dan pupuk kotoran sapi Terhadap Komponen Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 9 kombinasi dan 3 ulangan. Adapun faktor yang diteliti pada jarak tanam (J) yaitu J1 : 30 cm x 20 cm; J2 : 30 cm x 30 cm dan J3 : 30 cm x 40 cm. Faktor kedua adalah dosis pupuk kotoran sapi P1 : 5 ton ha-1 (1,5 kg petak-1); P2 : 10 ton ha-1 (3 kg petak-1) dan P3 : 15 ton ha-1 (4,5 kg petak-1). Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap peubah berat polong tanaman-1, jumlah polong tanaman-1, dan produksi petak-1, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap peubah panjang tanaman dan umur berbunga. Perlakuan takaran pupuk kotoran sapi berpengaruh sangat nyata terhadap peubah umur berbunga, berat polong tanaman-1, jumlah polong tanaman-1 tetapi berpengaruh nyata terhadap peubah panjang tanaman, dan produksi petak-1 . Interaksi antara perlakuan jarak tanam dan takaran pupuk kotoran sapi bepengaruh tidak nyata terhadap seluruh peubah yang diamati. Data yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang tanaman, umur berbunga, berat polong tanaman-1, jumlah polong tanaman-1, dan produksi petak-1.","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127053824","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Respon Pemberian Asap Cair dan Zeolit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi","authors":"Victor Bintang Panunggul","doi":"10.24903/ajip.v11i2.1878","DOIUrl":"https://doi.org/10.24903/ajip.v11i2.1878","url":null,"abstract":"Natural fertilizer is one of the alternatives to support environmentally friendly food security programs and is expected to increase rice crop production. The purpose of this study is to determine the effect of liquid smoke and zeolite on the growth and yield of rice plants. The research was conducted in Pegalongan Village, Patikraja District, Banyumas Regency. The study has been carried out in April - July 2022. The study was studied using a Randomized Design Kelopok (RAK) factorial pattern consisting of two factors. The first factor consists of D0= control (no treatment), D1=10mL/L water per polybag, D2=20 mL/L water per polybag. While the second factor consists of Z0 = 0 kg/ha per polybag (without application), Z1 = 25 kg / ha, Z2 = 50 kg / ha. The results of liquid smoke on the growth variable had a marked-effect effect on the number of leaves at a dose of 20 mL of 20,21 clumps. Meanwhile, the variable observation of results has no real effect. The application of zeolite to plant growth had a significant effect on the observation of plant height and the number of saplings with a treatment of 50 kg / ha of 49,7 cm2 and 21,22 clumps. The application of zeolite has a noticeable effect on seed weight per plant and per effective with a treatment of 50 kg / ha of 7,16 g and 26,88 g.","PeriodicalId":191771,"journal":{"name":"Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122354998","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}