{"title":"Hubungan antara Status Gizi, Aktivitas Fisik, dan Dukungan Suami dengan Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I dan Trimester II","authors":"Indah Dwi Ayuni, Shinta Mona Lisca, Milka Anggreni Karubuy","doi":"10.53801/oajjhs.v2i3.117","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i3.117","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil dimana apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan menghambat aktivitas sehari-hari. Menurut WHO tahun 2015 angka mual muntah diperkirakan 14% dari seluruh ibu hamil yang mengalami mual muntah. Kejadian mual muntah di Indonesia didapatkan dari 2. 203 kehamilan yang bisa di observasi secara lengkap 534 orang ibu hamil yang mengalami mual muntah.\u0000Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi, aktivitas fisik, dan dukungan suami pada ibu hamil trimester I dan trimester II di BPM Jenda Lenteng Agung Jakarta Selatan Tahun 2021.\u0000Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sampel berjumlah 55 ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di BPM Jenda Lenteng Agung. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi, dan kuesioner terhadap ibu hamil yang mengalami hiperemesis graviadarum. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square\u0000Hasil: Berdasarkan hasil penelitian uji statistic diperoleh nilai analisis bivariate yaitu hubungan antara status gizi dengan hiperemesis gravidarum didapatkan nilai P-value 0,002. Hubungan antara aktivitas fisik dengan hiperemesis gravidarum didapatkan nilai P-value 0,024. Hubungan antara dukungan suami dengan hiperemesis gravidarum didapatkan nilai P-value 0,011.\u0000Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi, aktivitas fisik, dan dukungan suami pada ibu hamil di BPM Jenda Lenteng Agung Jakarta Selatan Tahun 2021.","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126108211","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Perawat terhadap Pelaksanaan Manajemen Nyeri: Teknik Relaksasi pada Pasien Pasca Apendectomy di Ruang Rawat Inap RS X Jakarta","authors":"Fitri Wahyu Saraswati, Enna Rosalina","doi":"10.53801/oajjhs.v2i3.194","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i3.194","url":null,"abstract":"Latar belakang: Manajemen nyeri adalah upaya mengurangi rasa sakit sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat diterima pasien. Perawat memiliki peran penting dalam pelaksanaan manajemen nyeri, namun masih ada perawat yang belum melakukan pelaksanaan manajemen dengan baik.\u0000Tujuan: Penelitian ini menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap pelaksanaan manajemen nyeri: teknik relaksasi pada pasien pasca apendectomy di ruang rawat inap RS X Jakarta.\u0000Metode: Penelitian ini menggunakan metode diskriptif korelasi dengan pendekatan Cross-sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner sebanyak 61 perawat dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2021 di RS X Jakarta. Penelitian ini mengggunakan kuesioner sebagai alat ukur, uji statistic menggunakan Chi-Square test.\u0000Hasil: Karakteristik perawat di ruang rawat inap RS X yakni sebagian besar berusia 25-35 tahun (57,4%) pendidikan D3 Keperawatan (70,5%), pernah mengikuti pelatihan manajemen nyeri (77,0%) tingkat pengetahuan cukup (45,9%) sikap positif (59,0%). Pelaksanaan manajemen nyeri: teknik relaksasi baik (68,9%). Hubungan pengetahuan terhadap pelaksanaan manajemen nyeri p-value: 0,015. Hubungan sikap terhadap pelaksanaan manajemen nyeri p-value: 0,000. \u0000Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan manajemen nyeri teknik relaksasi.","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114593539","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Level IgG Seropositif Anti-TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex Virus) dan Perbaikan Keluhan Pasien Terapi Herbal Komplementer di Indonesia","authors":"Sri Yanti","doi":"10.53801/oajjhs.v2i3.124","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i3.124","url":null,"abstract":"Pendahuluan: TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes simplex virus). Penyakit toxoplasmosis telah menyebar pada sebagian besar penduduk di seluruh dunia. Di Indonesia prevalensi toxoplasmosis pada manusia sangat tinggi berkisar di atas 40%. Manifestasi dan gejala sisa ini termasuk Korioretinitis Sekitar 20% bayi tercatat memiliki lesi retina saat lahir, tetapi hingga 90% bayi yang terinfeksi kongenital yang tidak diobati mengembangkan korioretinitis, menjadi dan termasuk masa dewasa awal, disfungsi motorik dan serebelar Microcephaly kejang, disabilitas intelektual (keterbelakangan mental) Gangguan pendengaran sensorineural. Pasien TORCH menggunakan metode imunoserologi yaitu ELISA (Enzym Linked Immunosorbent Assay) metode ini dgunakan untuk deteksi titer antibody jenis IgG dan IgM. Pengobatan Infeksi TORCH umumnya menggunakan pendekatan medis dan komplementer.\u0000Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lama terapi komplementer terhadap perbaikan keluhan dan level jumlah pada pasien Infeksi TORCH\u0000Metode: Metode penelitian bersifat korelasi kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 60 orang pasien yang melakukan terapi komplementer di AQTI\u0000Hasil: Hasil penelitian ada hubungan karakteristik responden dengan level IgG anti-TORCH dan Gejala Klinis menemukan pasien p-value antara 0,000* < 0,05. Ditemukan juga hubungan karakteristik responden dan level IgG anti-TORCH dengan keluhan sebelum terapi p-value 0,000* < 0,05 dan sesudah terapi komplementer p-value 0,029* < 0,05.\u0000Kesimpulan: Lama terapi dan level IgG pada pasien infeksi TORCH menentukan perbaikan keluhan pada pasien.","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129300529","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Inisiasi Menyusui Dini Mobilisasi Dini dan Senam Nifas terhadap Involusi Uteri pada Ibu Post Partum di Puskesmas Ciruas Tahun 2021","authors":"Salma Inayatul Maula","doi":"10.53801/oajjhs.v2i2.114","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i2.114","url":null,"abstract":"Pendahuluan: World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 Kejadian kematian ibu sebagian besar ada di negara berkembang yakni sejumlah 98%-99% yang mana kematian ibu di negara berkembang 100% lebih tinggi daripada negara maju. Data dari Kemenkes RI Penyebab AKI di Indonesia di antaranya lain infeksi 7,3%, preeklamsi 27,1%, abortus 1,6%, partus lama 1,8, perdarahan 30,1%, (penyebab dari perdarahan diantaranya: sisa plasenta 10%, retensio plasenta 15,1%, ruptur perineum 5%).\u0000Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Inisiasi Menyusui Dini Mobilisasi Dini dan Senam Nifas pada Involusi Uteri pada Ibu Post Partum Tahun 2021.\u0000Metode: Rancangan riset yang dipergunakan pada riset ini ialah cross-sectional. Populasi riset ini ialah semua ibu nifas yang ada di daerah kerja Puskesmas Ciruas bulan November–Desember 2021 sejumlah 110 orang ibu nifas. Metode penarikan sampel mempergunakan Accidental Sampling yang berjumlah sampel 52 narasumber. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikan α<0,05.\u0000Hasil: Hasil uji statistik menggunakan SPSS diperoleh nilai p-value 0,000 pada inisiasi menyusui dini, nilai p-value 0,032 pada mobilisasi dini dan nilai p-value 0,016 pada senam nifas.\u0000Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan diantara inisiasi menyusui dini, mobilisasi dini dan senam nifas pada involusi uteri pada ibu post partum di Puskesmas Ciruas Tahun 2021.","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"5 2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115318375","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Hubungan Paritas, Jarak Kehamilan, dan Hipertensi pada Kehamilan dengan Kejadian BBLR di Puskesmas Bantargadung Tahun 2021","authors":"F. Fatimah","doi":"10.53801/oajjhs.v2i2.101","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i2.101","url":null,"abstract":"Latar Belakang: BBLR merupakan prediktor tertinggi angka kematian bayi, terutama dalam satu bulan pertama kehidupan. Penelitian ini dilakukan karena di Puskesmas Bantargadung pada tahun 2020 kasus kejadian BBLR masih tinggi hal ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya paritas, jarak kehamilan dan hipertensi.\u0000Tujuan: Untuk mengetahui hubungan paritas, jarak kehamilan dan hipertensi pada kehamilan dengan kejadian BBLR di Puskesmas Bantargadung tahun 2021.\u0000Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan total sampling yaitu sebanyak 50 orang. Data di olah dengan menggunakan SPSS 25.\u0000Hasil: Hasil distribusi frekuensi dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yang memiliki riwayat paritas multipara yaitu sebanyak 22 responden (44,0%), sebagian besar responden yang memiliki riwayat jarak kehamilan tidak terlalu dekat yaitu sebanyak 29 responden (58,0%), sebagian besar responden yang memiliki tekanan darah (hipertensi) normal sebanyak 25 responden (50,0%), dan sebagian besar responden yang memiliki BBLR cukup yaitu sebanyak 35 responden (70,0%). Hasil uji statistik Chi-square variabel paritas (P-value = 0,002), jarak kehamilan (P-value = 0,038), dan hipertensi (P-value = 0,000).\u0000Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna paritas, jarak kehamilan, dan hipertensi dengan kejadian BBLR di Puskesmas Bantargadung tahun 2021.","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125455328","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Promosi Susu Formula, Peran Tenaga Kesehatan, Peran Suami, Ketersediaan Fasilitas dan Sikap terhadap Pemberian ASI Eksklusif","authors":"Y. Hayati, Abdullah Aziz","doi":"10.53801/oajjhs.v2i2.110","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i2.110","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di dunia masih rendah. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia hanya 38 %, Indonesia adalah salah satunya. Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat akan pentingnya ASI eksklusif. Kemudian diperparah dengan gencarnya promosi susu formula dan kurangnya dukungan dari masyarakat, termasuk institusi yang mempekerjakan perempuan yang belum memberikan tempat dan kesempatan bagi ibu untuk menyusui di tempat kerja\u0000Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh promosi susu formula, peran tenaga kesehatan, peran suami, ketersediaan fasilitas dan sikap terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Parungkuda Kabupaten Sukabumi.\u0000Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross dengan menggunakan Smart PLS (Partial Least Square) dan SEM (Structural Equation Modelling). Jumlah responden 55 ibu menyusui yang bertempat tinggal di Puskesmas Parungkuda Kabupaten Sukabumi.\u0000Hasil: Faktor promosi susu formula sebesar 21,42%, peran petugas kesehatan sebesar 7,05%, peran suami sebesar 18,96%, ketersediaan fasilitas sebesar 6,91% dan sikap sebesar 10,21%. Pengaruh langsung pemberian ASI eksklusif sebesar 82,9% dan pengaruh tidak langsung sebesar 0,8%.\u0000Kesimpulan: Promosi susu formula sangat berpengaruh terhadap pemberian ASI Ekslusif. Promosi susu formula pada ibu – ibu menyebabkan menarik ibu–ibu dalam pemberian susu formula sehingga menurunkan keberhasilan dalam ASI Ekslusif.","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"69 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122607961","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan ANC pada Ibu Hamil di Lingkungan Sampora Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2021","authors":"Eka Rehna Ginta Cintami Ginting","doi":"10.53801/oajjhs.v2i2.103","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i2.103","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Pemeriksaan ANC terbaru sesuai dengan standar pelayanan minimal 6 kali selama kehamilan. Adanya ibu hamil yang melakukan kunjungan ke dukun beranak di Lingkungan Sampora ini pada K1 (10%) dan K4 (106,7%) sedangkan yang melakukan kunjungan ke medis di K1 (101,6%) dan di K4 (74,7%).\u0000Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kunjungan ANC pada ibu hamil di lingkungan Sampora Cibinong Kabupaten Bogor.\u0000Metode: Penelitian kualitatif eksploritatif. Informan pada penelitian ini terdiri dari 7 yaitu informan kunci X5-X6 bidan desa dan kader, sedangkan informan pendukung yaitu X1-X4 ibu hami, suami, dan dukun beranak dengan menggunakan pedoman wawancara, mengunakan alat perekam dan dokumentasi.\u0000Hasil: Faktor yang mempengaruhi kunjungan ANC pada ibu hamil di lingkungan Sampora Cibinong Kabupaten Bogor adalah Pengetahuan, ekonomi, dukungan dan tradisi atau budaya.\u0000Kesimpulan: Pengetahuan dan dukungan kurang mempengaruhi kunjungan ANC pada ibu hamil di lingkungan Sampora Cibinong Kabupaten Bogor, sedangkan ekonomi dan tradisi/budaya sangat mempengaruhi kunjungan ANC pada ibu hamil ke medis dan non medis.\u0000 ","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122973759","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Hubungan Tingkat Adiksi Penggunaan Gadget dengan Kecerdasan Emosional pada Anak Usia Sekolah Dasar","authors":"Selin Sarı, Yani Handayani, Irma Herliana","doi":"10.53801/oajjhs.v2i2.105","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i2.105","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat menimbulkan kecanduan (Adiksi). Dampak negatif dari adiksi gadget yaitu dapat menghambat perkembangan emosi.\u0000Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat adiksi penggunaan gadget dengan kecerdasan emosional anak usia sekolah dasar.\u0000Metode: Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel pada penelitian ini adalah sejumlah 52 responden. Instrumen yang digunakan adalah smartphone addiction scale-short version (SAS-SV) dari Kwon et al (2013) dan Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form (TEIQueSF) dari Petrides (2006).\u0000Hasil: Dari hasil pengujian uji univariat didapatkan distribusi adiksi gadget kategori tinggi (63,5%) dan kecerdasan emosional rendah (57,7%). Dari hasil uji bivariat didapatkan hasil adanya hubungan tingkat adiksi penggunaan gadget dengan kecerdasan emosional anak usia sekolah dasar dengan p-value 0,000.\u0000Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat adiksi gadget maka semakin rendah kecerdasan emosional yang dimiliki pada anak usia sekolah dasar.","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114491207","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Hubungan Status Gizi, Kepatuhan Tablet Fe dan Frekuensi Kunjungan ANC dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil","authors":"Ardya Garini","doi":"10.53801/oajjhs.v2i1.188","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i1.188","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Komplikasi dalam kehamilan dan persalinan dapat terjadi ketika ibu hamil kekurangan zat besi. Berpeluang lebih besar bisa terjadinya persalinan prematur, kematian maternal, kematian janin, atau bayi lahir dengan berat rendah dan angka kematian perinatal meluas. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Parungpanjang jumlah ibu hamil yang mengalami anemia yang memeriksakan kehamilannya dalam hitungan tiga tahun terakhir berjumlah 1964 ibu hamil dengan anemia.\u0000Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi, kepatuhan tablet Fe dan frekuensi kunjungan ANC dalam pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Parungpanjang Kabupaten Bogor tahun 2022\u0000Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitik serta menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 86 ibu hamil. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah kuisioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan pendekatan cross-sectional. Adapun alat uji analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis Univariat dan analisis Bivariat.\u0000Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh status gizi nilai p-value 0,0003 dan hasil OR = 9,8 (1,9-48,2). Kepatuhan tablet Fe p-value 00 dan hasil OR = 6,1 (2,3-16,1). Frekuensi kunjungan ANC nilai p-value 0,125 dan hasil OR = 2,3 (0,8-6,2)\u0000Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi, kepatuhan tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Dan tidak terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil.","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131637410","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Peran Orangtua, Teman Sebaya, dan Media Sosial terhadap Perilaku Seksual","authors":"Rety Herdayani, Jesy Fatimah","doi":"10.53801/oajjhs.v2i1.96","DOIUrl":"https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i1.96","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Perilaku seksual merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis melalui perbuatan yang terlihat dalam perilaku seksual dari tahap yang ringan hingga berat dan perilaku yang melibatkan sentuhan fisik anggota badan pria dan wanita yang mencapai hubungan intim dilakukan sebelum pernikahan resmi menurut agama ataupun hukum\u0000Tujuan: untuk mengetahui hubungan peran orangtua, teman sebaya, dan media sosial terahdap perilaku seksual remaja di MA Nida Bahari Sukabumi Tahun 2021.\u0000Metode: Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah seluruh remaja puteri di MA Nida Bahari Sukabumi yang berjumlah 66 siswa dan sampel penelitian sebanyak 66 responden dengan teknik total sampling yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi-square\u0000Hasil: Dari hasil analisis uji Chi-square menunjukkan jika terdapat hubungan peran orangtua dengan perilaku seksual remaja P-value = 0.021 dengan nilai OR 4.073 (1.366-12.143), peran teman sebaya gizi P-value= 0.000 dengan nilai OR 12.333 (4.180-36.393) dan media sosial gizi P-value = 0.002 dengan nilai OR 6.429 (2.056-20.104).\u0000Kesimpulan: Ada hubungan peran oranguta, peran teman sebaya dan media sosial dengan perilaku seksual remaja di MA Nida Bahari Sukabumi Tahun 2021","PeriodicalId":190732,"journal":{"name":"Open Access Jakarta Journal of Health Sciences","volume":"93 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127047590","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}