At-TafkirPub Date : 2018-12-29DOI: 10.32505/AT.V11I2.734
Nairazi Nairazi
{"title":"PENERAPAN QANUN ACEH NO. 8 TAHUN 2015 MENURUT PERSPEKTIF PRAKTISI HUKUM KOTA LANGSA","authors":"Nairazi Nairazi","doi":"10.32505/AT.V11I2.734","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/AT.V11I2.734","url":null,"abstract":"Mekanisme penerapan Qanun Aceh No. 8 Tahun 2015 bagi pelaku murtad tertuang di dalam Pasal 18 dan 19 adalah: setiap orang yang dengan sengaja mengeluarkan pernyataan atau perbuatan keluar dari Islam maka ia diberikan hukuman berupa cambuk atau penjara atau denda. Begitu juga ia akan diberikan uqubat pembinaan agar ia kembali memeluk agama Islam. Secara hierarki hukum pelaku murtad yang ada di dalam Qanun No. 8 Tahun 2015 akan menyalahi ketentuan HAM baik HAM internasional maupun peraturan perundang-undangan negara terutama UUD 1945, akan tetapi jika sanksi yang diberikan kepada pelaku murtad berupa sanksi adat maka ia tidak akan bertentangan dengan HAM, dikarenakan Aceh merupakan mayoritas masyarakat beragama Islam. Dan untuk HAM sendiri, baik internasional maupun nasional bisa membatasi kebebasan beragama selama hal tersebut menyangkut keamanan dan perdamaian di dalam kehidupan masyarakat. Untuk pengimplementasi pelaku murtad yang terdapat di dalam Qanun Aceh No. 8 Tahun 2015 belumlah jelas terutama mengenai hukum acaranya dan kewenangan lembaga yang mengadili kasus murtad dalam Qanun Aceh tersebut.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"532 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121321594","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-12-29DOI: 10.32505/at.v11i2.732
A. Anwar
{"title":"MENELAAH POLA KOMUNIKASI DALAM DIALEKTIKA AL-QUR’AN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BERDAKWAH MULTIKULTURAL","authors":"A. Anwar","doi":"10.32505/at.v11i2.732","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/at.v11i2.732","url":null,"abstract":"Artikel ini membahas tentang pola komunikasi dalam dialektika al-Qur’an dengan realitas Arab. Al-Qur’an adalah kitab suci yang tidak hanya dijadikan sebagai sumber hukum, namun proses dialektikanya pun dapat dijadikan acuan melakukan dalam berkomunikasi. Ada tiga pola dialektika yang dapat dijadikan acuan dalam komunikasi, yaitu: tahrim (pelarangan), taghyir (merubah), dan tahmil (melanjutkan). Tahrim dilakukan pada realitas budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai islami, namun tidak dilakukan secara totalitas. Taghyir (perubahan) dilakukan merubah bagain tertentu dari budaya namun tidak menghilangkan eksistensi budaya yang sedang berlaku. Tahmil (melanjutkan), yakni melanjutkan sistem budaya yang sudah ada tanpa perlu merubah, apalagi melarang.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128358196","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-12-29DOI: 10.32505/AT.V11I2.735
Zulhamdi Zulhamdi
{"title":"PERIODISASI PERKEMBANGAN USHUL FIQH","authors":"Zulhamdi Zulhamdi","doi":"10.32505/AT.V11I2.735","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/AT.V11I2.735","url":null,"abstract":"Sejak zaman Rasulullah saw., sahabat, tabi’in dan sesudahnya, pemikiran hukum Islam mengalami perkembangan. Namun demikian, corak atau metode pemikiran belum terbukukan dalam tulisan yang sistematis. Dengan kata lain, belum terbentuk sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri. Penulis mencoba mengulas tuntas tentang sejarah perkembangan ushul fiqh mulai zaman Nabi hingga sampai ushul fiqih menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan penelaahan dokumen. Periodisasi perkembangan ushul fiqh di mulai sejak zaman Rasulullah SAW sumber hukum Islam hanya dua, yaitu Al-Quran dan Assunnah, semenjak masa sahabat telah timbul persoalan-persoalan baru yang menuntut ketetapan hukumnya. Untuk itu para sahabat berijtihad, mencari ketetapan hukumnya. Selanjutnya pada masa tabi’in, tabi’it-tabi’in dan para imam mujtahid, di sekitar abad II dan III Hijriyah wilayah kekuasaan Islam telah menjadi semakin luas, sampai ke daerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang yang bukan bangsa Arab atau tidak berbahasa Arab dan beragam pula situasi dan kondisinya serta adat istiadatnya Dengan semakin tersebarnya agama Islam di kalangan penduduk dari berbagai daerah tersebut, menjadikan semakin banyak persoalan-persoalan hukum yang timbul, yang tidak didapati ketetapan hukumnya dalam Alquran dan As-Sunnah. Untuk itu para ulama yang tinggal di berbagai daerah itu berijtihad mencari ketetapan hukumnya.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130841905","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-12-29DOI: 10.32505/AT.V11I2.733
Ramli Cibro
{"title":"DARI ISLAM POLITIK KE ACEHNOLOGI BIOGRAFI PEMIKIRAN KAMARUZZAMAN BUSTAMAM- AHMAD","authors":"Ramli Cibro","doi":"10.32505/AT.V11I2.733","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/AT.V11I2.733","url":null,"abstract":"Tulisan ini ingin mengulas biografi pemikiran seorang intelektual muda Aceh yaitu Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. Pemilihan nama Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (selanjutnya disebut KBA) dilakukan karena pertama, gagasan intelektualnya yang berpengaruh di Aceh. Secara umum, mazhab Acehnologi yang dikembangkan dari wacana subaltern studies, telah menarik perhatian publik dan diperbincangkan secara nasional maupun internasional. Kedua, karena nama tersebut telah menjadi perhatian penulis sejak tahun 2013, dimana penulis kemudian banyak berinteraksi dengan KBA mengkoleksi hampir seluruh karya tulisnya, dan mempelajari pemikiran-pemikirannya. Metode penelitian yang dilakukan adalah diskursus analisis, berupa analisa dan bedah terhadap karya dan pemikiran KBA. Dari studi pendahuluan, penulis mengetahui bahwa pada mulanya yakni sejak tahun 1996 KBA memilih konsentrasi Islam Politik perihal hubungan antara keislaman dan kebangsaan. Pada tahun 2015, KBA kemudian beralih pada studi kawasan khususnya studi Asia Tenggara meliputi studi pemikiran Islam, Jama’ah Tabligh dan Terorisme. Pada tahun 2009 bertepatan dengan saat ia kembali ke Aceh, KBA mengerucutkan kajian ke dalam studi keacehan, hingga melahirkan mazhab Acehnologi pada tahun 2011. Sejak saat itu, hingga selanjutnya, penulis mengasumsikan pemikiran KBA dalam kerangka Acehnologi. Bahkan ketika tahun 2017 KBA melibatkan diri dalam diskusi Masa Depan Dunia, Islam Nusantara dan Imajinasi Kebangsaan, penulis masih meletakkannya dalam kerangka Acehnologi. Artinya, ketiga tema terakhir tersebut dibedah oleh KBA melalui world-view Acehnologi.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126822808","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-10-20DOI: 10.32505/at.v11i1.529
F. Fakhrurrazi
{"title":"HAKIKAT PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF","authors":"F. Fakhrurrazi","doi":"10.32505/at.v11i1.529","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/at.v11i1.529","url":null,"abstract":"Penggunaan metode dalam pencapaian hasil pembelajaran yang diinginkan, pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode berdasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan indikator pencapaian. Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan efektif","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121897018","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-10-20DOI: 10.32505/AT.V11I1.530
Srimuliati Srimuliati
{"title":"PROFIL LITERASI KUANTITATIF MAHASISWA MATEMATIKA FTIK IAIN LANGSA","authors":"Srimuliati Srimuliati","doi":"10.32505/AT.V11I1.530","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/AT.V11I1.530","url":null,"abstract":"Literasi kuantitatif merupakan kemampuan untuk mengendalikan situasi atau memecahkan masalah, dengan melibatkan respon pada informasi kuantitatif. Juga merupakan suatu kebiasaan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah dalam situasi kuantitatif yang timbul dalam kehidupan. PISA adalah assesment tingkat dunia untuk mengetahui pencapaian siswa kelas 4 dan 8 SD dalam matematika dan sains. Fokus dari PISA adalah literasi kuantitatif yang menekankan pada keterampilan dan kompetensi siswa yang diperoleh dari sekolah dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagai situasi. Dan untuk menumbuhkan kemampuan literasi matematis dan literasi kuantitatif dalam diri siswa, diperlukan guru yang juga menguasai kemampuan tersebut dengan baik.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129620434","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-10-20DOI: 10.32505/AT.V11I1.531
Nurhanifah Nurhanifah
{"title":"URGENSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA","authors":"Nurhanifah Nurhanifah","doi":"10.32505/AT.V11I1.531","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/AT.V11I1.531","url":null,"abstract":"Tulisan ini menjelaskan tentang makna pendidikan Islam yang harus diajarkan dalam keluarga, urgensinya dan aspek-aspek pendidikan Islam apa saja yang seharusnya diajarkan kepada anak-anak. Dalam hal ini yang bertanggung jawab akan hal tersebut adalah orang tua, karena anak adalah amanah yang harus dijaga, dididik dan dibimbing agar dia bisa menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam dan bisa memperoleh kebahagian di akhirat nantinya. Setidaknya ada tiga aspek penting yang seharusnya ditanamkan orang tua sejak dini bagi anak-anaknya, yaitu aspek aqidah, ibadah dan akhlak. Aspek aqidah berkaitan dengan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya, penerapannya yaitu dengan cara mengajarkan keyakinan yang benar tentang adanya Allah sebagai pencipta. Aspek ibadah, berkaitan dengan ketundukan makhluk untuk menyembah Allah yang maha Esa, ini bisa diterapkan dengan membiasakan anak melakukan sholat lima waktu, mengajarkan anak baca al-Qur’an, memberi shadaqah dan lain-lain. Kemudian Aspek akhlak berkaitan dengan adab, sopan santun dan berprilaku baik. Penerapannya melalui keteladanan orang tua baik ketika berbicara, melakukan sesuatu dan lain-lain, dan juga bisa diterapkan dengan melalui pembiasaan, misalnya membiasakan masuk rumah dengan mengucapkan salam, makan dengan tangan kanan dan tidak sambil berdiri dan lain sebagainya.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124951903","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-10-20DOI: 10.32505/AT.V11I1.533
M. Ikbal
{"title":"HIJAB DALAM KEWARISAN","authors":"M. Ikbal","doi":"10.32505/AT.V11I1.533","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/AT.V11I1.533","url":null,"abstract":"Masalah waris adalah masalah yang sangat penting dan selalu menjadi pokok bahasan utama dalam hukum Islam, karena hal ini selalu ada dalam setiap keluarga dan masalah waris ini rentan dengan masalah/konflik di masyarakat akibat pembagian yang dianggap kurang adil atau ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Hijab dalam kewarisan terbagi dua macam, yaitu: pertama al-Hajb bil Washfi berarti orang yang terkena hajb tersebut terhalang dari mendapatkan hak waris secara keseluruhan, atau hak waris mereka menjadi gugur. Yang termasuk dalam hijab bil washfi adalah pembunuh, beda agama, budak dan berlainan negara. Kedua al-Hajb bi asy-Syakhshi yaitu gugurnya hak waris seseorang dikarenakan ada orang lain yang lebih berhak untuk menerimanya. Al-hajb bi asy-Syakhshi terbagi dua: pertama hajb hirman, yaitu penghalang yang menggugurkan seluruh hak waris seseorang. Termasuk dalam hijab hirman adalah status cucu-cucu yang ayahnya terlebih dahulu meninggal dari pada kakek yang bakal diwarisi bersama-sama dengan saudara-saudara ayah, kalau dalam bahasa aceh disebut dengan patah titi, sedangkan dalam Kompilasi Hukum Islam disebut dengan ahli waris pengganti. Menurut ketentuan para fuqaha, mereka tidak mendapat apa-apa lantaran dihijab oleh saudara ayahnya. Kedua hajb nuqshan, yaitu penghalangan terhadap hak waris seseorang untuk mendapatkan bagian yang terbanyak. Misalnya, penghalangan terhadap hak waris ibu yang seharusnya mendapatkan sepertiga menjadi seperenam disebabkan pewaris mempunyai keturunan (anak). Adapun dalam aturan KHI terdapat konsep yang berbeda dengan aturan fiqh mawaris, bahwa kalau kita melihat Kewarisan Islam dalam KHI adalah diberikannya hak seorang ahli waris yang telah meninggal dunia kepada keturunannya yang masih hidup. Aturan tersebut terdapat dalam Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia yang bunyi lengkapnya sebagai berikut: (1) Ahli waris yang meninggal dunia lebih dahulu dari pada si pewaris, maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya, kecuali mereka yang tersebut dalam Pasal 173. (2) Bagian ahli waris pengganti tidak boleh melebihi dari bagian ahli waris yang sederajad dengan yang diganti.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"258 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121816507","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-10-20DOI: 10.32505/AT.V11I1.526
Zulhamdi Zulhamdi
{"title":"KEDUDUKAN FIQH DI INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN","authors":"Zulhamdi Zulhamdi","doi":"10.32505/AT.V11I1.526","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/AT.V11I1.526","url":null,"abstract":"Islam yang masuk di Indonesia lebih dipahami sebagai proses Arabisasi atau lebih berkiblat kepada Arab dengan menafikan nilai-nilai lokalitas, kemudian lahirnya kebijakan pemerintah colonial dengan teori resepsinya, yaitu yang menjadi patokan dalam penyelenggaraan hukum di Indonesia adalah hukum adat, sedangkan hukum Islam baru bisa dijadikan sebagai rujukan setelah terlebih dahulu diresepsi oleh hukum adat. Adapun tujuan dalam penulisan jurnal ini adalah Untuk Mengetahui tokoh-tokoh fiqih terkenal serta buku dan pemikiran fiqh di Indonesia pada masa kemerdekaan, Untuk Mengetahui isi buku penting dalam perkembangan fiqh masa, Untuk Mengetahui Kedudukan fiqh dalam sistem hukum Indonesia dan hubungan fiqh dengan perundang-undangan Indonesia, dan Metode penulisan merupakan studi penelitian dengan cara menelaah sejumlah buku-buku, membuka web-web untuk memperoleh data, teori dan konsep yang berhubungan dengan pembahasan ini. Dengan menggunakan metode dan teknik pengumpulan data tersebut, kiranya dapat terkumpul seluruh data yang dibutuhkan untuk mendukung penulisan jurnal ini, dapat pula menemukan suatu kesimpulan yang objektif. Di antara hasil ijtihad Hasbi yang mencerminkan pemikiran Fiqh Indonesia terlihat dalam fatwa hukum jabat tangan antara laki-laki dan perempuan. Di sini ia berbeda pendapat dengan fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah dan Ahmad Hassan dari Persis yang mengharamkan praktik dan perilaku ini. Usaha untuk merekonstruksi format fiqh baru, menurut pandangan Hazairin, dapat dimulai dengan tafsir otentik atas al-Qur’an. Dalam analisis dan hasil temuan dari studi tentang pemikiran waris Hazairin yang dilakukan oleh Al-Yasa Abu Bakar, dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter sumber-sumber hukum Islam, yakni sunnah, ijma’, dan qiyas memungkinkan untuk digugat hasil ketetapan ijtihadnya.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"66 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128314094","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
At-TafkirPub Date : 2018-10-20DOI: 10.32505/at.v11i1.527
Miswari Miswari
{"title":"GAGASAN NURUDDIN AR-RANIRI DALAM 'TIBYAN FI MA'RIFAH AL-ADYAN'","authors":"Miswari Miswari","doi":"10.32505/at.v11i1.527","DOIUrl":"https://doi.org/10.32505/at.v11i1.527","url":null,"abstract":"Tulisan ini hanya mengulas tentang narasi dalam 'Tibyan fi Ma'rifah Al-Adyan' karya Nuruddin Ar-Raniri. Penulis berpendapat, redaksi klasik yang disampaikan Ar-Raniri dalam kitab tersebut sulit dipahami oleh pembaca kontemporer. Untuk itu, penulis hanya berusaha merarasikan ulang pesan-pesan Ar-raniri dalam 'Tibyan fi Ma'rifah Al-Adyan'. Tulisan ini diharapkan dapat mempermudah pemahaman atas gagasan Ar-Raniri. 'Tibyan fi Ma'rifah Al-Adyan' ditulis untuk meneguhkan identitas Ahlus-Sunnah Waljama’ah d Aceh pada Abad ke-16. Diharapkan para peneliti atas pemikiran Ar-Raniri dapat merujukartikel ini untuk memudahkan pemahaman atas 'Tibyan fi Ma'rifah Al-Adyan'.","PeriodicalId":187386,"journal":{"name":"At-Tafkir","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124634070","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}