{"title":"Muslimpreneur Intentions: Analysis of Family Background","authors":"J. Juliana, A. Rahayu, Yuranita Pramudya Wardhani","doi":"10.47076/JKPIS.V3I1.35","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/JKPIS.V3I1.35","url":null,"abstract":"This research is based on the phenomenon of the problem of high unemployment and low Muslim entrepreneurship in Indonesia. The purpose of this study was to analyze and predict the influence of family background on the intention of the muslimpreneur. The population in this study is students of MA / SMA boarding schools in the city of Bandung. The sampling technique used was a non-probability-accidental sampling technique of 100 people. The method used is causal with a quantitative approach. The data analysis technique used is Patrial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that family background had a positive and significant effect on Muslimpreneur intentions in students of MA / SMA Pesantren in Bandung. The implication in this study is the higher the influence of family background, it will affect the intentions of Islamic entrepreneurship on students.","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-01-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124480024","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Proses Pengambilan Keputusan Efektif Islami di Sekolah (Studi Kasus di MTs al-Imam Cikembar Kab. Sukabumi)","authors":"F. Rahma, Mada Wijaya Kusumah","doi":"10.47076/JKPIS.V2I2.20","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/JKPIS.V2I2.20","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini yaitu menemukan prinsip-prinsip dalam proses pengambilan keputusan yang efektif dan Islami. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan (field research) dan studi pustaka (library research). Dari kajian lapangan di MTs Al- Imam peneliti menemukan masalah dalam proses pengambilan keputusan berupa tidak ada pembagian kewenangan yang jelas sehingga terjadi dualisme kepemimpinan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan struktural MTs Al-Imam yaitu: (1) Pembagian kewenangan yang jelas, (2) Pengelolaan akademik sekolah/madrasah itu percayakan pada ahli/praktisi, (3) Menjadikan hukum Islam sebagai pedoman pengambilan keputusan agar tidak terjadi kejanggalan kebijakan (4) Menggali informasi akademik dari praktisi, (5) Menjalankan musyawarah mufakat. \u0000The purpose of the research is to discover principles in the decision-making process is effective and Islami. This research using the method of the study field (field research) and studies library (library research). Whereas through fieldwork in MTs Al-Imam researchers found the problem in the decision-making process of which there is no clear division of authority so dualism leadership. So there are some things to watch out for structural MTs Al-Imam, namely: (1) there is a clear division of authority, (2) in the management of madrasah school/academic trust in experts/practitioners, (3) make Islamic law as the guideline retrieval the decision to keep policy gaffe occurred (4) academic information Dug from practitioners, (5) Discussion consensus.","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130415703","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Negara Modern, dan Utopia Negara Khilafah(?)","authors":"Tomi Setiawan, Asep Risnandar","doi":"10.47076/JKPIS.V2I2.14","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/JKPIS.V2I2.14","url":null,"abstract":"Tulisan ini merupakan suatu studi literatur atas konsep khilafah dengan mengkontekstualisasikan pada perkembangan negara modern. Konsep negara modern seperti yang sering dijadikan rujukan para akademisi saat ini lebih sering menggunakan konsepsi yang dibangun dalam peradaban barat terhadap proses bernegara. Metode yang digunakan pada penulisan naskah ini adalah studi literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa meski terdapat perbedaan yang fundamental antara khilafah dan negara modern, akan tetapi secara konseptual khilafah mencerminkan tatanan kenegaraan yang juga terbingkai oleh konsep negara modern. Kemudian, fondasi epistemologi yang berteologi tampak dengan jelas pada QS 24:55 bahwa kehilafahan akan diberikan kepada kaum muslim dengan melandaskan pada kedaulatan Tuhan. Dalam praktik ketatanegaraan khilafah sesungguhnya terbingkai dalam konsepsi negara modern saat ini. Sedikit yang membedakan tetapi fundamental adalah, bahwa khilafah sepenuhnya mendasarkan tatanan kenegaraannya pada pijakan kebenaran teologis. Dan pada kesimpulannya dapat dinyatakan bahwa, konsepsi khilafah dalam kajian kontemporer bukanlah sesuatu yang utopis. Kemudian konsepsi khilafah yang mendasarkan pada peradaban islam harus terus diwacanakan untuk menantang negara modern yang mengacu pada peradaban barat yang selama ini lebih sering dijadikan rujukan para akademisi kontemporer. \u0000This paper is a literature study of the concept of khilafah by contextualizing the development of a modern state. The concept of a modern state as often used as a reference for academics today more often uses the conception that was built in western civilization towards the process of the state. The method used in writing this script is the literature study. The results of the study show that although there are fundamental differences between the khilafah and the modern state, conceptually khilafah reflects the state order which is also framed by the concept of a modern state. Then, the epistemological foundation that has theology appears clearly in Quran Surah 24:55 that morality will be given to Muslims based on God's sovereignty. In the practice of khilafah constitutionalism is actually framed in the conception of the modern state today. A little that distinguishes but is fundamental is that khilafah fully bases its state order on the foundation of theological truth. And in its conclusion it can be stated that, the concept of khilafah in contemporary studies is not something utopian. Then the concept of khilafah based on Islamic civilization must continue to be discourse to challenge the modern state which refers to western civilization which has been used as a reference for contemporary academics.","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123212067","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Tantangan dan Antisipasi Pendidikan Agama Islam di Tengah Arus Globalisasi","authors":"Pandu Hyangsewu","doi":"10.47076/jkpis.v2i2.27","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/jkpis.v2i2.27","url":null,"abstract":"Perkembangan zaman yang begitu cepat tidak dapat dipungkiri lagi akan mempengaruhi kehidupan manusia. Globalisasi yang terjadi sudah mengubah pola kehidupan manusia, dimana dampaknya bukan hanya efek positif melainkan dapat menghadirkan efek negatif pula. Pengaruh globalisasi saat ini sudah melarutkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam mulai dari tatanan kebudayaan, adat istiadat dan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Padahal Pendidikan Agama Islam mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia sebagai pendidikan yang bersifat mutlak, Pendidikan Agama Islam perlu dioptimlkan sebagai usaha pengembangan potensi diri agar tidak mudah terjerumus dalam gelapnya kehidupan di era globalisasi. Untuk itu, perlu diketahui berbagai macam tantangan dan antisipasi yang dapat dilakukan melalui Pendidikan Agama Islam di tengah arus globalisasi. Tujuan artikel ini untuk menjelaskan permasalahan Pendidikan Agama Islam saat ini dan bagaimana cara mengantisipasinya dalam menghadapi era globalisasi. Data dalam tulisan ini menggunakan studi literatur yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Pendidikan Agama Islam. Arus globalisasi bukan sebagai kawan ataupun lawan bagi Pendidikan Agama Islam, melainkan sebagai dinamisator. Ketika Pendidikan Agama Islam tidak mengikuti arus globalisasi maka akan mengalami hambatan intelektual. Sebaliknya, ketika Pendidikan Agama Islam mengikuti arus globalisasi tanpa berlandaskan pada keislaman maka akan terlindas dan tidak tahu arah. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam harus memposisikan diri di tengah arus globalisasi dalam arti yang sesuai dengan pedoman dan ajaran nilai-nilai Islam agar dapat diadopsi dan dikembangkan pada kehidupan manusia \u0000 \u0000The development of the era is so fast undeniably it will affect human life, Globalization has changed the pattern of human life, where the impact is not only a positive effect but can also bring adverse consequences. The influence of globalization now has dissolved the values of Islamic religious education, starting from the social order, customs, and ethical values of Islamic teachings. Even though Islamic education has an essential role in human life, as a comprehensive education, Islamic religious education needs to be optimized as an effort to develop self-potential, so as not to fall prey to the darkness of life in the era of globalization. For this reason, we need to know various kinds of challenges and anticipation that can be done, through Islamic religious education amid globalization. The purpose of this article is to explain the current issue of Islamic religious education and how to anticipate it in the face of the era of globalization. The data in this paper uses literature studies which are analyzed descriptively. The results of the survey show that globalization can be an opportunity as well as a challenge for Islamic religious education. The current of globalization is neit","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"144 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115679573","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Keberlanjutan Keberkahan pada Komunitas Bisnis Kuliner: CDA","authors":"Tubagus Chaeru Nugraha","doi":"10.47076/JKPIS.V2I1.22","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/JKPIS.V2I1.22","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai religius sebagai sebab keberkahan bisnis. Orientasi bisnis biasanya hanya pada tujuan profit, benefit, pertumbuhan, dan keberlanjutan/ keberlangsungan. Dalam artikel ini diungkapkan konsep keberlanjutan bisnis yang berkah. Data diambil dari komunitas bisnis kuliner sebagai contoh empiris yang terdapat di kabupaten Bandung, kecamatan Cileunyi. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif analisis. Agar hasil penelitiannya akurat, maka ditempuh dalam tiga langkah. Pertama, penyediaan data dengan metode simak-cakap dengan teknik kuisioner dan wawancara. Kedua, metode analisis yang digunakan secara eklektik antara Critical Discourse Analysis (CDA) pada tataran makro dan analisis prosentase. Ketiga, hasil analisis disajikan dalam tabel dan diberikan penjelasan secara deskriptif pada istilah-istilah ekonomi berbasis nilai-nilai religius. Nilai-nilai religious penyebab keberkahan adalah keimanan dan ketaqwaan. Dalam Al-Qur'an ada empat tema 'keberkahan', yaitu: (1) Mengimani Al-Qur'an dan mengamalkannya; (2) semua tempat orang yang beriman-bertaqwa, dan saling mendoakan; (3) Mu'jizat para Nabi; dan (4) mengikuti Sunnatu Allah. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah perlunya revitalisasi nilai-nilai religious dalam aplikasi bisnis di masyarakat kabupaten Bandung, antara lain pada komunitas bisnis Cipacing, Cileunyi. \u0000 \u0000The purpose of this study is to describe religious values as a factor of business blessing. Business orientation is usually only for profit, benefit, growth, and sustainability goals. In this article, the concept of business sustainability is revealed. The data is collected from the culinary business community as an empirical example found in Bandung regency, Cileunyi district. This study also applies descriptive analysis method. In order to have accurate results, the steps of method are conducted in three steps. First, the provision of data with the method of conversation with questionnaire and interview techniques. Second, the analytical method used eclectically between Critical Discourse Analysis (CDA) at the macro level and percentage analysis. Third, the results of the analysis are presented in a table and given a descriptive explanation on economic terms based on religious values. The religious values that cause blessing are faith and devotion. In Qur'an there are four themes of 'blessing', namely: (1) Believing in Qur'an and practicing it; (2) all places are faithful, and pray for one another; (3) Miracles of the Prophets; and (4) following the Sunnatu Allah. The recommendation in this study is the need to revitalize religious values in business applications in Bandung regency community, including business community in Cipacing, Cileunyi.","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"53 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121145116","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perhutanan Sosial di Indonesia dalam Perspektif Islam","authors":"G. Gessa","doi":"10.47076/jkpis.v2i1.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/jkpis.v2i1.4","url":null,"abstract":"Indonesia adalah negara pertanian dengan jumlah petani mencapai 44% dari total angkatan kerja atau sekitar 46,7 juta jiwa pada tahun 2009. Pada 2014 lahan pertanian yang tersedia sekitar 41,5 juta hektar sementara 63% wilayah adalah kawasan hutan. Luas lahan petani pada tahun 2017 rata-rata 0,36 hektar. Hal ini mendorong tingginya kemiskinan Indonesia yang tinggi dengan penduduk miskin sebanyak 27,77 juta orang atau 10,64 % dari jumlah total penduduk. Indek Pembangunan Manusia pada level 0,685 (kategori menengah). Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dilakukan melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan. Praktek perhutanan sosial telah dimulai sejak tahun 1982 dengan berbagai perubahan skema. Program perhutanan sosial berdasarkan kebijakan yang ada sejak tahun 2007 hingga 2016 adalah Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat, Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, dan Kemitraan, serta Hutan Adat. Perhutanan sosial dirasakan dapat meningkatkan pendapatan baik yang telah dirasakan maupun yang masih potensial di lapangan. Secara kelestarian hutan, perhutanan sosial dapat meningkatkan variasi jenis tanaman dan meningkatkan penutupan lahan. Perhutanan sosial juga dapat mengurangi konflik tenurial melalui penyerapan tenaga kerja, pemberian rasa aman dan pemberian ketenangan berusaha pada kawasan hutan. Pendampingan kepada pelaku perhutanan sosial dan pemastian tidak terjadi pemindahan hak kelola merupakan pelajaran penting dari penelitian ini. \u0000 \u0000Indonesia is an agricultural country with a number of farmers reaching 44% of the total workforce or around 46.7 million in 2009. In 2014 the available agricultural land was around 41.5 million hectares while 63% of the area was forested. The land area of farmers in 2017 averages 0.36 hectares. This has led to a high rate of Indonesian poverty with a poor population of 27.77 million people or 10.64% of the total population. Human Development Index at level 0.685 (middle category). Efforts to improve community welfare are carried out through community involvement in forest management. Social forestry practices have been started since 1982 with various schema changes. Social forestry programs based on existing policies from 2007 to 2016 are Community Based Forest Management, Village Forests, Community Forests, Community Plantation Forests, and Partnerships, and Customary Forests. Social forestry is felt to be able to increase both perceived and potential income in the field. In terms of forest sustainability, social forestry can increase variety of crops and increase land cover. Social forestry can also reduce tenurial conflicts through labor absorption, providing security and providing business peace in the forest area. Assistance to social forestry actors and ensuring that there is no transfer of management rights is an important lesson from this research.","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129462512","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tatang Hidayat Bin Tata Rosita, Syahidin Syahidin, Ahmad Syamsu Rizal
{"title":"Prinsip Dasar Falsafah Akhlak Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany dan Implikasinya dalam Pendidikan di Indonesia","authors":"Tatang Hidayat Bin Tata Rosita, Syahidin Syahidin, Ahmad Syamsu Rizal","doi":"10.47076/jkpis.v2i1.13","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/jkpis.v2i1.13","url":null,"abstract":"Tulisan ini bertujuan membahas prinsip-prinsip dasar falsafah akhlak Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany dan implikasinya dalam pendidikan di Indonesia. Pendekatan pembahasan menggunakan metode kualitatif dan studi literatur. Berdasarkan hasil pembahasan, prinsip dasar akhlak Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany terdiri dari 6 prinsip. Pertama, percaya pentingnya akhlak dalam hidup. Kedua, percaya bahwa akhlak itu sikap yang mendalam dalam jiwa. Ketiga, percaya bahwa akhlak ialah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat bagi individu dan masyarakat. Keempat, percaya tujuan akhlak ialah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat bagi individu dan masyarakat. Kelima, percaya akhlak itu sesuai dengan fitrah manusia. Keenam, percaya teori akhlak tidak sempurna kecuali ditentukan sebagian konsep-konsep asas seperti akhlak hati nurani, paksaan akhlak, hukum akhlak, tanggung jawab akhlak, dan ganjaran akhlak. Implikasinya, pendidikan akhlak sangat penting untuk dijadikan instrumen pokok dalam menentukan kebijakan pada semua jenjang pendidikan di berbagai institusi pendidikan. \u0000This paper aims to discuss the basic principles of akhlaq philosophy of Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany and its implications in education in Indonesia. The discussion approach uses qualitative methods and literature studies. Based on the results of the discussion, Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany’s basic prinsiples of akhlaq consist of 6 principles. First, believe in the importance of akhlaq in life. Second, believe that akhlaq is a deep attitude in the soul. Third, believe that akhlaq are to achieve world and the hereafter happiness for individuals and society. Fourth, believe the goal of akhlaq is to achieve happiness of the world and the hereafter for individuals and society. Fifth, believe akhlaq is accordance with human nature. Sixth, believe akhlaq theory is imperfect unless it is determined in part by basic concepts such as akhlaq conscience, akhlaq coercion, akhlaq law, akhlaq responsibility, and akhlaq rewards. The implication is that akhlaq education is very important to be used as the main instrument in determining policy at all levels of education in various educational institutions.","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129266650","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"WAR: Democracy's Lengthened Hand","authors":"A. W. Djaja","doi":"10.47076/JKPIS.V2I1.18","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/JKPIS.V2I1.18","url":null,"abstract":"Democracy and monarchy are often considered counterparts, and people tend to choose the free-will-conserving democracy rather than the stiff monarchy. The United States of America gives all they have to spread democracy to the world, even using militaristic way. It is obvious that America forces their democracy to be played by countries of the world, through the war as a way, and politics as another way. In short, war is just a tool for America to spread democracy to the whole world. \u0000Demokrasi dan monarki sering dianggap bertentangan, dan orang-orang cenderung memilih demokrasi yang mempertahankan kebebasan memilih daripada monarki yang kaku. Amerika Serikat berupaya keras untuk menyebarkan demokrasi ke seluruh dunia, bahkan menggunakan cara militer. jelas bahwa Amerika memaksakan demokrasi mereka untuk digunakan negara-negara di seluruh dunia, melalui perang sebagai salah satu cara, dan politik sebagai cara lainnya. Singkatnya, perang hanyalah salah satu cara yang digunakan Amerika untuk menyebarkan demokrasi ke seluruh dunia.","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114000401","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"URGENSI PERUBAHAN POLA PIKIR DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN BERMUTU","authors":"Denny Kodrat","doi":"10.47076/JKPIS.V2I1.23","DOIUrl":"https://doi.org/10.47076/JKPIS.V2I1.23","url":null,"abstract":"Harapan untuk menghasilkan keluaran yang bermutu sesuai dengan keinginan masyarakat merupakan dambaan semua pihak. Institusi pendidikan seiring dengan tantangan dan persaingan global berlomba untuk memberikan nilai tambah dari lulusan yang dibinanya dan memberikan pengaruh positif (outcome) terhadap kemajuan peradaban masyarakat. Berturut-turut pendidikan Indonesia belum dapat berbicara banyak dalam kompetisi regional dan internasional sebagaimana rilis PISA. Begitu pula guru sebagai ujung tombak dalam pelayanan pendidikan dipandang belum memiliki kompetensi yang memadai untuk memberikan pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan jaman. Pengguliran konsep pendidikan abad 21 dipandang menjadi jalan keluar (way out) dalam mengakomodasi potensi pembelajar yang adaptif dengan perubahan dan digital. Keterampilan dalam berpikir kritis, kolaborasi serta penajaman kemampuan literasi diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Tentu saja perubahan pola pikir (mindset) terhadap hakikat pendidikan menjadi prasyarat mutlak dalam upaya menghadirkan pendidikan bermutu di tengah masyarakat. \u0000Hope for creating a qualified outcome which meets people need is every person expectation. Educational institution in the era of global competition attempts to give added values and positive outcome towards its graduation in enhancing civilization. Education of Indonesia has not got achievement in regional and international competition as PISA released. At the same time, a teacher as a front liner in giving educational service is regarded not to have an adequate qualification in up to date teaching activity. The concept of education in the 21 century is considered as a way out in accommodating a learner which is adaptive with a change and digital. Skills in critical thinking, collaboration, and shaping literacy competence are expected to improve the quality of education. The change of mindset towards the nature of education is an important requirement in presenting a good education in society. ","PeriodicalId":159118,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Peradaban Islam","volume":"389 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120849209","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}