Fuji Syafitri, D. Afriani, Helentina Mariance Manulang
{"title":"KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM, BURUNG PUYUH DAN KULIT SINGKONG TERFERMENTASI PADA MEDIA KULTUR DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI Daphnia sp.","authors":"Fuji Syafitri, D. Afriani, Helentina Mariance Manulang","doi":"10.46576/jai.v2i1.2055","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v2i1.2055","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilaksanakan pada Febuari 2022, bertempat di Labolatorium Basah Universitas Dharmawangsa. Untuk mengetahui kombinasi pupuk kotoran ayam, burung puyuh, dan larutan kulit singkong fermentasi terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang di jadikan penelitian yaitu: P1 = Kotoran ayam 25%, Kotoran burung puyuh 75%, larutan kulit singkong 0,10 g/mL (100 ml), P2 = Kotoran ayam 25% / Kotoran burung puyuh 75%, larutan kulit singkong 0,15 g/mL (150 ml), P3 = Kotoran ayam 25% , Kotoran burung puyuh 75%, kulit singkong 0,20 g/mL (200 ml). Berdasarkan hasil percobaan ternyata perlakuan A menghasilkan pertumbuhan populasi mutlak sebanyak 1.084,214 Ind/L, diikuti dengan perlakuan C dengan dosis kotoran ayam (25%) kotoran burung puyuh (75%) dan larutan kulit singkong terfermentasi (0,20 ml) menghasilkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. sebanyak 938,881 Ind/L, sedangkan perlakuan terendah pada perlakuan B dengan dosis kotoran ayam (25%) kotoran burung puyuh (75%) dan larutan kulit singkong terfermentasi (0,15 ml) menghasilkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. sebanyak 825,464 Ind/L. Pemberian dosis kotoran ayam, kotoran puyuh dan larutan kulit singkong terfermentasi berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp. Hasil pengukuran kualitas air meliputi pH air berkisar 6,7-7,8, suhu air berkisar 27-27,7˚C dan ammonia","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124580049","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Cikal Sudirman Alfager Telaumbanua, B. H. Siswoyo, H. M. Manullang
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN MAGGOT SEGAR (Hermetia illucens) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSAN HIDUP BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy)","authors":"Cikal Sudirman Alfager Telaumbanua, B. H. Siswoyo, H. M. Manullang","doi":"10.46576/jai.v1i2.2033","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.2033","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian maggot (Hermetia illucens) terhadap pertumbuhan dan kelulusan hidup ikan gurame (Osphronemus gouramy). Penelitian berlangsung dari tanggal 14 Februari 2022 sampai 14 Maret 2022 bertempat di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat pertumbuhan berat benih ikan gurame (Osphronemus gouramy) pada perlakuan B dengan nilai rata-rata 6,63 gram dan untuk pertumbuhan panjang terbaik pada perlakuan B dengan nilai rata-rata 1,61 cm. Untuk Food Convertion Ratio (FCR) perlakuan A merupakan nilai terbaik yakni 1,11 kemudian diikuti perlakuan C dengan 1,19, perlakuan D dengan 1,20 dan perlakuan B 1,34. Kemudian untuk kualitas air diperoleh, suhu berkisar 27°C-29°C dan pH berkisar 7-9.","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"83 7","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120921414","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KOMBINASI KOL, EM4 DAN KULIT PISANG TERHADAP TINGKAT POPULASI KUTU AIR (Daphnia sp)","authors":"Aksioman Jaya Hia, B. H. Siswoyo, Emma Syafitri","doi":"10.46576/jai.v1i2.2004","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.2004","url":null,"abstract":"Pengembangan kutu air pada saat ini tidak terlalu banyak dibudidayakan, pada hal kutu air sangat dimanfaatkan dan berperan penting untuk pakan alami larva ikan/udang dilingkungan sekitar budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi kol, EM4 dan kulit pisang terhadap tingkat populasi kutu air (Daphnia sp), menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022 di Laboratorium Basah, Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Parameter yang di amati antara lain : tingkat populasi kutu air (Daphnia sp) menunjukkan bahwa nilai perkembangan populasi terbanyak terdapat pada perlakuan yaitu kombinasi kol, EM4, dan kulit pisang dengan rata-rata sebesar 469,33, sedangkan nilai terendah pada perkembangan Daphnia sp terdapat pada perlakuan C yaitu menggunakan kulit pisang dan EM4 dengan rata-rata sebesar 110,67. Pada perlakuan A menggunakan air kolam sebagai kontrol rata-rata populasi Daphnia sp sebanyak 248 dan pada perlakuan B yaitu menggunakan kol dan EM4 rata-rata populasinya sebanyak 264. Padat tebar pada masing-masing perlakuan adalah 100 ind/2L air. Parameter kualitas air yang di uji selama melaksanakan penelitian adalah suhu dan pH.","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"230 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121048228","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KOTORAN AYAM DAN DEDAK PADI DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP PERTAMBAHAN POPULASI CACING TANAH (Lumbricus rubellus)","authors":"Mhd Wahyu Syahputra, Emma Syafitri, D. Afriani","doi":"10.46576/jai.v1i2.2015","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.2015","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 12 Febuari – 28 Maret 2022, bertempat di Labolatorium Basah Universitas Dharmawangsa Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kotoran ayam dan dedak padi dengan persentase yang berbeda terhadap pertambahan populasi cacing tanah (Lumbricus rubellus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang di jadikan penelitian yaitu : P1: menggunakan 100% tanah sebagai kontrol, P2: menggunakan tanah 50% + kotoran ayam 50%, P3: mengunakan tanah 50% + dedak padi 50%, P4: menggunakan tanah 65% kotoran ayam 25% + dedak padi 10% dengan jumlah cacing tanah sebanyak 40 ekor/wadah. Hasil penelitian ini adalah pertambahan populasi cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadpat pengaruh kotoran ayam dan dedak padi dengan presentasi yang berbeda yang dilaksanakan selama 42 hari yang terbaik terdapat pada perlakuan P3 yaitu dengan rata-rata kokon 26,67 butir, juvenil 29,33 ekor dan immature 9,67 ekor, kemudian yang terbnyak kedua yaitu pada perlakuan P1 yaitu dengan rata-rata kokon 19,33 butir, juvenil 21,33 ekor dan immature 5,67 ekor, dan yang paling sedikit yaitu tidak ada pertambahan populasi pada perlakukan P2 dan P4 karena induk hanya mampu bertahan hidup pada media selama 10 hari tanpa mengasilkan kokon.","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128681378","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Substitusi Tepung Maggot Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele Sangkuriang","authors":"Achmad Fadlan, Emma Syafitri, H. M. Manullang","doi":"10.46576/jai.v1i2.2039","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.2039","url":null,"abstract":"Substitusi Tepung Maggot Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele Sangkuriang. Sumber protein pakan ikan sulit didapat akibat terbatasnya bahan, tepung maggot dapat digunakan sebagai alternatif tepung ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tepung maggot sebagai alternatif tepung ikan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium fakultas perikanan pada tanggal 02 Maret 2022 – 30 Maret 2022. Metode yang digunakan adalah Uji t. Dengan perlakuan pakan tepung ikan dan subsitusi tepung maggot. Hasil analisis mengatakan bahwa pakan substitusi tepung maggot berpengaruh nyata. ikan yang berumur 28 hari dengan panjang rata – rata 5,3 cm di wadah tepung ikan dan substitusi tepung maggot 5,5 cm sedangkan berat rata – rata per ekor 2,9 gram di wadah tepung ikan dan 3,1 gram di subtitusi tepung maggot. Pertambahan panjang mutlak rata – rata pada wadah tepung ikan adalah 1,7 cm dan subtitusi tepung maggot adalah 1,9 cm. Pertambahan berat mutlak rata – rata pada wadah tepung ikan adalah 2,9 gram dan subtitusi tepung maggot 2,4 gram. Disimpulkan bahwa substitusi tepung maggot sebagai pakan alternatif adalah dapat mempengaruhi pertumbuhan Clarias sp. juga menunjukkan perlakuan subtitusi tepung maggot yang memberikan hasil lebih baik dan perlakuan subtitusi tepung maggot mendapatkan tingkat kelulusan hidup yang lebih baik.","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124458959","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DAMPAK BUDIDAYA IKAN NILA DENGAN SISTEM DAN TEKNOLOGI KERAMABA JARING APUNG TERHADAP KUALITAS PERAIRAN DANAU TOBA","authors":"Pohan Panjaitan, H. M. Manullang","doi":"10.46576/jai.v1i2.2029","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.2029","url":null,"abstract":"Tulisan ini merupakan hasil kajian yang bertujuan untuk mengevaluasi dampak budidaya ikan nila dengan sistem dan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA) terhadap kualitas perairan Danau Toba. Saat ini kualitas lingkungan (fisika, kimia dan biologi) perairan Danau Toba telah mengalami penurunan akibat aktivitas manusia khususnya industri budidaya ikan nila dengan sistem dan teknologi KJA. Sehingga air Danau Toba tidak bisa menjadibahan air minum bagi masyarakat.Penelitian dilaksanakan di Medan dan di kawasan industri budidaya ikan di perairan Danau Toba sejak Maret - April 2022. Didapat data primer berupa analisis di laboratorium tentang kadar nitrogen, fosfor dan air dari tubuh lima ekor ikan yang diambil secara acak dari unit KJA dan dari 0,5 kg pakan ikan yang digunakan dalam industri budidaya ikan nila diperairan Danau Toba dengan sistem dan teknologi KJA. Sedangkan data sekunder berupa dataproses produksi industri budidaya ikan niladari perusahaan industri budidaya ikan nila dengan sistem dan teknologi budidaya KJA di perairan Danau Toba. Data lapangan yang diperoleh bahwa jumlah total penggunaan pakan ikan di industri budidaya ikan nila sebanyak 200 ton per hari dan rasio konversi pakan sebesar 1,8. Data penelitian dianalisis dan diinterpretasikan dengandata karakteristik fisik ekosistem perairan Danau Toba. Persentase nitrogen pakan ikan dan fosfor pakan ikan nila berturut-turutut sebesar 5,23% dan 1,48%. Sedangkan persentase nitrogen tubuh ikan dan persentase fosfor tubuh ikan berturut-turut sebesar 2,61 dan 1,39.Berdasarkan jumlah pakan yang digunakan setiap hari dan tidak adanya pengolahan limbah, maka industri budidaya ikan niladi perairan Danau Toba belum tergolong industri budidaya ikanberkelanjutan karena tidak ramah lingkungan bahkansudahberpotensi menyebabkan penurunan kualitas air perairan Danau Toba","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"71 2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130636344","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH CAMPURAN TEPUNG IKAN SAPU SAPU (Hypotomus plecostomus) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GURAMI (Osphronemus gourami)","authors":"M. Syaputra, Emma Syafitri, D. Afriani","doi":"10.46576/jai.v1i2.2034","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.2034","url":null,"abstract":"Penalitian ini telah dilaksanakan dari Februari 2022 sampai dengan maret 2022 di laboratorium universitas Dharmawangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuin pengaruh pemberian pakan tambahan dari ikan sapu sapu (Hypostomus plecostomus ) terhadap pertumbuhan berat dan panjang ikan gurami.penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Kontrol. Perlakuan 1 (30%) penanbahan dosisi tepung sapu sapu. Perlakuan 2 (40%) penanbahan dosisi tepung sapu sapu. Perlakuan 2 (40%) penanbahan dosisi tepung sapu sapu mendapat pertumbuhan berat mutlak yang tertinggi pada ikan gurami yaitu 38,8 gram. Hasil analisis variansi (ANOVA) Fhitung lebih besar dari Ftabel dengan taraf 1% dengan hasil Fhitung 15,50 > Ftabel(0,1) 10,92 berarti perlakuan penanbahan dosisi tepung sapu sapu yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (highly significant**) terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan gurami. Sedangkan pertumbuhan panjang mutlak tertinggi ikan gurami terdapat pada Perlakuan 2 (40%) penanbahan dosisi tepung sapu sapu. mendapat pertumbuhan panjang mutlak yang tertinggi pada ikan gurami yaitu 3,53 cm. Hasil analisis variansi (ANOVA) Fhitung lebih besar dari Ftabel dengan taraf 1% dengan hasil Fhitung 5,82 > Ftabel(0,5) 5,14 berarti perlakuan penanbahan dosisi tepung sapu sapu yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata ( significan*).","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123826783","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Laureny Afrilianti Harefa, D. Afriani, H. M. Manullang
{"title":"EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JENIS GARAM DAN SALINITAS YANG BERBEDA TERHADAP DAYA TETAS ARTEMIA SALINA","authors":"Laureny Afrilianti Harefa, D. Afriani, H. M. Manullang","doi":"10.46576/jai.v1i2.1990","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.1990","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan jenis garam dan salinitas yang berbeda terhadap daya tetas artemia salina, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 7 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022 di Laboratorium Basah, Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Parameter yang di amati antara lain : nilai Hatching Persentase (HP) menunjukkan nilai daya tetas tetas tertinggi terdapat pada perlakuan penetasan artemia dengan menggunakan garam dolpin di salinitas 30 ppt yaitu sebesar 59,43 %. Sedangkan nilai daya tetas terendah terdapat pada perlakuan penetasan artemia menggunakan garam ikan di salinitas 20 ppt yaitu sebesar 25,57 %. Cyste yang ditetaskan pada setiap perlakuan sebanyak 1 gr dengan jumlah 421.000 butir Cyste. Nilai kelulushidupan artemia atau Survival Rate (SR) tertinggi terdapat pada perlakuan menggunakan garam ikan di salinitas 20 ppt yaitu sebesar 85,93%. Parameter kualitas air yang di uji adalah suhu, pH dan salinitas.","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131042359","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Alvin Nandiko Ginting, Uswatul Hasan, B. H. Siswoyo
{"title":"PEMANFAATAN KOTORAN BURUNG PUYUH DAN PUPUK ORGANIK CAIR HASIL FERMENTASI Azolla pinnata TERHADAP POPULASI SERTA KEPADATAN SEL Spirulina sp","authors":"Alvin Nandiko Ginting, Uswatul Hasan, B. H. Siswoyo","doi":"10.46576/jai.v1i2.2047","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.2047","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan kotoran burung puyuh dan pupuk organik cair hasil fermentasi Azolla pinnata terhadap populasi serta kepadatan sel Spirulina sp. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 7 sampai dengan 21 Maret 2022, bertempat di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat (4) perlakuan dan tiga (3) ulangan. Berdasarkan hasil percobaan, perlakuan D menghasilkan kepadatan sel Spirulina sp tertinggi sebanyak 149 sel/ml, sedangkan pada perlakuan A menghasilkan kepadatan sel terendah sebanyak 80,67 sel/ml. Sedangkan pada laju pertumbuhan harian tertinggi sel Spirulina sp terletak pada perlakuan D sebanyak 4,43 sel/ml/hari, dan nilai laju pertumbuhan terendah pada perlakuan A sebanyak 3,81 sel/ml/hari. Hasil rata-rata parameter kualitas air pada penelitian ini yaitu suhu berkisar antara 29 – 32 °C, sedangkan pH berkisar antara 8,3 – 9,4. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian kotoran burung puyuh serta pupuk organik cair hasil fermentasi Azolla pinnata memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap populasi serta kepadatan sel Spirulina sp.Kata kunci : Populasi; Kepadatan; Sel; Laju Pertumbuhan","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116676634","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Toibbullah Siregar, Bambang Hendra S, Emma Syafitri
{"title":"ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Vibrio parahaemolyticus PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PENYEBAB PENYAKIT VIBRIOSIS","authors":"Toibbullah Siregar, Bambang Hendra S, Emma Syafitri","doi":"10.46576/jai.v1i1.1389","DOIUrl":"https://doi.org/10.46576/jai.v1i1.1389","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan sebagai informasi yang berkaitan dengan isolasi identifikasi Vibrio parahaemolyticus yang dilakukan sebagai langkah dalam menjamin keamanan pangan hasil perikanan sehingga aman untuk di konsumsi. Penelitian ini dilakukan dengan metode ISO/TS 21872-1:2007 langkah yang dilakukan yaitu pre enrichment dengan menggunakan sampel sebanyak 25gram yang dilarutkan dengan menggunakan alkaline saline peptone water 225ml, lalu diinkubasi selama 6jam dengan suhu 41,50C sedangkan untuk sampel segar memerlukan waktu±1 jam, selanjutnya enrichment dengan suhu 41,5 0C selama 18 jam ± 1 jam, selanjutnya dilakukan isolasi serta identifikasi dengan menggunakan media Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose (TCBS), lau dilakukan inkubasi pada suhu 37 0C selama 24 jam ± 3 jam, setelah itu dilakukan pengamatan dengan ciri-ciri koloni pada V. parahaemolyticus lembut warna hijau (sukrosa negatif) dengan diameter 2-3mm, dan dilakukan uji biokimia dengan melakukan inokulasi pada koloni dengan menggunakan media saline nutrient agar,lalu dilakukan pemeriksaan uji biokimia. Hasil penelitian dari pemeriksaan sampel yang dilakukan di laboratorium Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan II (SKIPM) dapat disimpulkan bahwa dari 7 sampel yang di uji tidak ada yang menunjukkan hasil positif bakteri Vibrio parahaemolyticus dari sampel laut, untuk media dan reagen uji yang digunakan benar dan sesuai dengan pengujian pada kontrol positif bakteri Vibrio parahaemolyticus","PeriodicalId":103061,"journal":{"name":"Jurnal Aquaculture Indonesia","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127608192","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}