{"title":"ANALISIS STOK KARBON SEBAGAI MITIGASI PEMANASAN GLOBAL DI EKOSISTEM MANGROVE DESA TANJUNG SUNGKAI KABUPATEN KOTABARU","authors":"Norhadiah Norhadiah, Nursalam Nursalam, Dafiuddin Salim","doi":"10.20527/m.v4i2.11789","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v4i2.11789","url":null,"abstract":"Mangrove merupakan salah satu tumbuhan penyerap karbon yang berasal dari wilayah pesisir dan diketahui memiliki potensi sebagai mitigasi pemanasan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisis biomassa dan stok karbon serta nilai ekologi di ekositem mangrove Desa Tanjung Sungkai Kabupaten Kotabaru. Prosedur penelitian meliputi pengambilan data lapangan dengan metode transek dan plot, analisis laboratorium, analisis data menggunakan rumus Shannon-Wiener dan rumus allometrik Biomassa oleh Komiyama, et al (2005) serta rumus kandungan karbon oleh IPCC (2003). Nilai faktor pembatas pada ekologi ekosistem mangrove mengacu pada KEPMENLH No. 201 Tahun 2004. Jenis mangrove yang ditemukan berjumlah 3 jenis yaitu Rhizophora apiculata (107 ind), Rhizophora mucronata (57 ind) dan Sonneratia alba (71 ind). Kerapatan dikategorikan jarang – sedang, kerapatan tertinggi terdapat pada Stasiun 2 sebesar 0,13 ind/m2, kategori kerapatan sedang ditemukan pada Stasiun 2 dan 8. Indeks Nilai penting tertinggi pada jenis Rhizophora apiculata sebesar 52%. Total biomassa tegakan sebesar 23.178,7 kg/m2 atau 231.787 ton/ha, jumlah tertinggi pada Stasiun 2 sebesar 39.641 ton/ha. Total stok karbon sebesar 115.894 ton C/ha dengan rata-rata karbon sebesar 9.657,85 ton C/ha maka stok karbon di Desa Tanjung Sungkai Sebesar 251.104 ton C. Jenis yang mampu menyimpan stok karbon tertinggi adalah jenis Rhizophora apiculata sebesar 51.424,7 Ton C/ha.","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"342 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530493","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"MODEL TRANSFORMASI GELOMBANG MENGGUNAKAN MODUL CMS-WAVE DARI BERBAGAI MODEL PENANGANAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PANTAI TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN","authors":"Aprianor Teguh Saputra, Baharuddin Baharuddin, Yuliyanto Yuliyanto","doi":"10.20527/m.v6i1.11806","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v6i1.11806","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2020 – Mei 2022 di Pantai Takisung Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Bertujuan untuk mengetahui pola transformasi gelombang dari berbagai model penanganan bangunan pengaman pantai terhadap kondisi kedalaman saat HAT, MSL dan LAT dengan menggunakan modul CMS-Wave pada software SMS 11.2. Pola transformasi gelombang di perairan Takisung berbeda disetiap kondisi kedalamannya, dengan tiap simulasi bangunan pengaman pantai berupa breakwater, groin dan reveretment. Pada saat HAT dan MSL pola transformasi yang dihasilkan berupa refraksi, difraksi dan refleksi, dan pada saat LAT pola transformasi yang terlihat berupa refraksi. Breakwater dengan lokasi pembangunan pada kedalaman MSL memiliki efektifitas yang lumayan tinggi dalam mereduksi energi gelombang.","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"407 24","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530017","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb dan Cu) PADA SEDIMEN DI DAERAH ESTUARI DESA MUARA KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN","authors":"Mutiara Alfadillah, Hamdani Hamdani, I. Dewi","doi":"10.20527/m.v7i2.11833","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v7i2.11833","url":null,"abstract":"Estuari adalah daerah pesisir semi tertutup yang menerima air tawar dari sungai dan memiliki hubungan bebas dengan laut terbuka. Aliran air sungai membawa sejumlah komponen, termasuk logam berat dalam bentuk terlarut dan partikulate. Desa Muara Kintap terdapat beragam aktivitas seperti kegiatan Pelabuhan Perikanan Muara Kintap, Stockpile, pelabuhan khusus pemuatan batu bara kedalam ponton, menyebabkan sungai muara kintap menjadi lalu lintas ponton, tugboat dan kapal nelayan, dan pada kawasan atasnya banyak aktivitas pertambangan sistem open pit di daerah Kecamatan Kintap. Aktivitas tersebut diduga menyumbang kandungan logam berat ke perairan Sungai Muara Kintap yang kemudian mengendap kedalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsentrasi logam berat Pb dan Cu pada sedimen di perairan Muara Kintap. Metode penentuan stasiun pengambilan sampel sedimen menggunakan metode Purposive sampling, logam berat dianalisis menggunakan metode AAS dan tekstur sedimen menggunakan metode pipet. Tekstur sedimen di perairan Muara Kintap pada stasiun 1, 2 dan 5 memiliki tekstur sandy mud, stasiun 3 muddy sand, stasiun 4 sand dan stasiun 6 mud. Kandungan logam berat Pb berkisar 2,036 – 11,544 mg/Kg yang berdasarkan standar baku mutu yang berlaku di Provinsi Ontario, 1993 logam berat Pb belum mengalami pencemaran. Logam berat Cu konstrasi nilainya berkisar 2,151 – 18,003 mg/Kg yang berdasarkan standar baku mutu yang berlaku di Provinsi Ontario, 1993 logam Cu melebihi standar baku mutu pada Lowest Effect Level pada level ini indikasi pencemaran sedimen masih dapat ditoleransi oleh organisme perairan.","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"220 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530068","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STRUKTUR KOMUNITAS IKAN PADA EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN DESA TANJUNG SUNGKAI KECATAMAN PULAU LAUT TANJUNG SELAYAR KABUPATEN KOTABARU","authors":"Hadirawati Hadirawati, Dafiuddin Salim, Putri Mudhlika Lestarina","doi":"10.20527/m.v4i2.11783","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v4i2.11783","url":null,"abstract":"Ikan dan ekosistem lamun adalah salah satu sumberdaya laut yang cukup potensial mengingat pentingnya manfaat dari ikan dan ekosistem lamun itu sendiri baik secara ekologi maupun ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa adanya interaksi yang terjadi antara ikan dan lamun yang saling membutuhkan satu sama lain dalam proses pertumbuhan maupun berkembang biak. Desa Tanjung Sungkai memiliki ekosistem lamun dengan luas sekitar ±12 ha, aktivitas penduduk yang terjadi di wilayah tersebut meliputi pendaratan perahu-perahu nelayan, pemukiman dan kegiatan lainnya yang memiliki potensi dapat merusak kestabilan ekosistem, baik terhadap penurunan kelimpahan ikan, ekosistem lamun maupun penurunan kualitas perairan didaerah tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, maka perlu di lakukan penelitian untuk mengetahui kelimpahan jenis dan struktur komunitas ikan pada ekosistem lamun didaerah tersebut.","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"108 9-10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530383","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KEPADATAN DAN PENUTUPAN SPONS PADA GUGUSAN KANDANG HAUR DI PERAIRAN DESA SUNGAI DUA LAUT KABUPATEN TANAH BUMBU","authors":"Muhammad Nor, Hamdani Hamdani, Dafiuddin Salim","doi":"10.20527/m.v5i1.11793","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v5i1.11793","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tutupan, kepadatan dan hubungan perameter, serta mengetahui genus spons pada Gugusan Kandang Haur di perairan Desa Sungai Dua Laut Kabupaten Tanah Bumbu. Data diambil menggunakan metode transek kuadran dan line transek sepanjang 50 meter, dengan luas 2m x 2m dan interval 10 m. Hasil dari pengamatan diketahui bahwa terdapat 8 genus spons yaitu Xestopongia, Gelliodes, Phyliospongia, Espriopsis, Haliclona, Petrosia, Cinachyra dan Amphimidon. Kepadatan individu tertinggi berada di Karang Katoang (2,5 ind/m2) dan terendah pada Karang Penyulingan (2 ind/m2). Penutupan rata-rata spons tertinggi di Karang Penyulingan yaitu sebesar 13,05% dan terendah pada Karang mabela sebesar 3,7%. Hubungan kepadatan spons dengan faktor pembatas di lokasi penelitian masuk dalam tingkat hubungan positif sedang, hubungan positif kuat, hubungan negatif sangat lemah dan hubungan negatif sangat kuat.","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"409 13","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530413","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Martini Dwi Pratiwi, Baharuddin Baharuddin, Hamdani Hamdani
{"title":"ANALISIS TEKSTUR DAN POLA DISTRIBUSI SEDIMEN DI PERAIRAN TELUK TAMIANG KABUPATEN KOTABARU","authors":"Martini Dwi Pratiwi, Baharuddin Baharuddin, Hamdani Hamdani","doi":"10.20527/m.v4i1.11778","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v4i1.11778","url":null,"abstract":"Perairan Teluk Tamiang merupakan perairan yang memiliki aspek distribusi sedimen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengetahui tekstur dan pola distribusi sedimen, serta hubungan karakteristik kedalaman dengan distribusi sedimen di perairan Teluk Tamiang. Menggunakan metode megaskopis untuk mengetahui jenis dan sumber sedimen. Serta metode granulometri untuk mengetahui sebaran ukuran butir sedimen dengan persamaan D50 dan sortasi kemudian dilakukan analisis spasial dan overlay dengan karakteristik kedalaman. Berdasarkan hasil analisis megaskopis, jenis sedimen yang ditemui dominan pasir halus berwarna abu – abu yang termasuk kategori biogeneus. Hasil analisis granulometri menunjukkan nilai D50 yang dominan yakni tipe sedimen sand, nilai sortasi yang dominan yakni pada kategori terpilah buruk. Dari hasil analisis tersebut diduga bahwa distribusi sedimen di perairan Teluk Tamiang dominan dipengaruhi dari energi laut. Hubungan sebaran D50 dengan karakteristik kedalaman memiliki kaitan yang erat terhadap distribusi sedimen, sedangkan sebaran sortasi tidak memiliki kaitan yang erat akibat dari faktor hidrodinamika perairan Teluk Tamiang.","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"319 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530214","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"LAJU DEKOMPOSISI SERASAH Avicennia marina DI DESA PAGATAN BESAR KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN","authors":"Kemala Paramita Prasasti, Dafiuddin Salim, Putri Mudhlika Lestarina","doi":"10.20527/m.v6i1.11810","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v6i1.11810","url":null,"abstract":"Serasah yang dihasilkan oleh mangrove memiliki peran dalam menyumbangkan bahan organik sebagai mata rantai utama dalam jaring-jaring makanan pada ekosistem mangrove. Serasah tersebut akan terdekomposisi oleh dekomposer agar dapat dimanfaatkan oleh organisme yang berada dibawah tegakan pohon mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan laju dekomposisi serta unsur hara yang terkandung pada serasah Avicennia marina, mengetahui persentase tutupan kanopi mangrove dan menganalisis hubungan laju dekomposisi dengan tutupan kanopi mangrove di Desa Pagatan Besar. Litter trap merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menyaring guguran serasah daun Avicennia marina, sedangkan untuk mengetahui persentase tutupan kanopi mangrove menggunakan metode Hemispherical Photography. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas serasah daun Avicennia marina tertinggi berada di stasiun 1, sedangkan pada 15 hari pertama merupakan laju dekomposisi tertinggi pada masing-masing stasiun. Adapun kandungan unsur hara C lebih tinggi dibandingkan dengan N dan P. Status ekosistem mangrove di Desa Pagatan Besar dilihat dari tutupan kanopi termasuk baik dengan kategori sedang. Hubungan tutupan kanopi mangrove dengan laju dekomposisi menunjukkan hasil korelasi yang cukup lemah.","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"273 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530052","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
M. R. Septiady, M. A. Rifa’i, Putri Mudhlika Lestarina
{"title":"ANALISIS HUBUNGAN TUTUPAN KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN FAMILY CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN","authors":"M. R. Septiady, M. A. Rifa’i, Putri Mudhlika Lestarina","doi":"10.20527/m.v4i2.11787","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v4i2.11787","url":null,"abstract":"Penelitian ini memiliki Tujuan yaitu: 1. Kondisi terumbu karang dan kelimpahan ikan karang jenis Chaetodontidae di perairan Sungai Cuka, 2. Mengetahui hubungan antara kondisi terumbu karang dengan keberadaan ikan Chaetodontidae. Lokasi sampling dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling, Di dapatkan hasil penelitian Keanekaragaman ikan karang di Perairan Sungai Cuka termasuk dalam kategori rendah, dan tidak ada komunitas yang mendominasi dalam tiap stasiun. Untuk jenis ikan yang ditemukan Family Chaetodontidae yaitu 5 spesies diantaranya adalah Chaetodonbaronessa, Coradion chrysozonus, Chaetodon octofasciatus, Chaetodon vagabundus, Chelmon rostratus. Life form Non acropora yang ditemukan tiap stasiun sebanyak 4 jenis diantaranya adalah Coral brancing(CB), Coral massive(CM), Coral encrusting(CE) dan Coral foliose(CF). Pengukuran parameter ini masih dalam toleransi bakumutu, kecuali salinitas yang ditemukan paling tinggi di angka 40‰ dan rendahnya nilai kecerahan yaitu berkisah antara 36-57% yang berarti bahwa tingkat kekeruhan perairan disana sangat tinggi dan juga berpengaruh pada pertumbuhan karang. ","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"257 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530059","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STATUS DAN DISTRIBUSI SPASIAL PADANG LAMUN DI PERAIRAN TANJUNG SUNGKAI KABUPATEN KOTABARU KALIMANTAN SELATAN","authors":"Muhammad Nor, Dafiuddin Salim, Hamdani Hamdani","doi":"10.20527/m.v4i1.11777","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v4i1.11777","url":null,"abstract":"Perairan Desa Tanjung Sungkai Sungkai secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar terdapat ekosistem padang lamun. Keberadaan padang lamun dipengaruhi oleh faktor lingkungan fiska-kimia seperti suhu, pH, nitrat, posfat, salinitas, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, tipe substrat dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status dan sebaran spasial padang lamu di perairan Tanjung Sungkai Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Hasil pengamatan yang dilakukan pada tiga stasiun, ditemukan sebanyak 7 jenis lamun yang terdiri dari Cymodocea serrulata, C. rotundata, Syringodium isoetifolium, Enhalus ecoroides, Halophila ovalis, H. minor dan Thalassia hemprichii. Hasil persentase penutupan jenis lamun terdapat pada Stasiun 1 yakni sebesar 67,79%, Stasiun 2, sebesar 46,9% dan Stasiun 3, sebesar 24,9%. Hasil analisis klasifikasi citra Landsat 8 tahun 2019 menunjukkan luasan sebesar 31,74 Ha. Klasifikasi citra komposit warna pada kanal 4, 3 dan 2 serta konfirmasi GCP lapangan menunjukkan terdapat sebaran kelompok vegetasi jenis lamun. Kelompok pertama vegetasi lamun terdiri dari Cs-Cr-Ea-Ho-Th dan kelompok kedua terdiri dari Ea-Cs-Cr. Sedangkan kelompok ketiga terdiri dari Th-Cs-Cr, dan kelompok empat Th-Cs-Cr-Ea. Hasil analisis parameter fisika-kimia perairan menunjukkan masih dalam kisaran normal atau mendukung untuk pertumbuhan padang lamun. ","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"184 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530251","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"RANCANG BANGUN INSTRUMEN PENGUKUR PASANG SURUT OTOMATIS PORTABEL (P2SOP) BERBASIS SISTEM ARDUINO DAN DATA LOGGER","authors":"Gusti Akhmad Rohim, Muhammad Syahdan, I. Dewi","doi":"10.20527/m.v6i2.11817","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/m.v6i2.11817","url":null,"abstract":"The design of a portable automatic tide gauge instrument (P2SOP) based on the arduino system and data logger is an activity of designing and implementing an instrument that can measure sea level fluctuations during tides using an integrated mechatronics system between mechanical bodies, electronic systems in the form of input systems, processing system, output system in the form of an LCD (liquid crystal display) display and in the form of a data logger and a controlled program system. This P2SOP instrument has a mechanical body that functions as a shelter for electronic components and as a wave ripple damper so that tide level fluctuations are actually not affected by wind wave ripples. In the electronics system section, the input section uses the HC SR04 sensor, the processing system uses an integrated Arduino Uno board system and an RTC DS3231 timer system, for the output itself to be displayed in the form of an LCD (liquid crystal display) and stored in the Secure Digital Card module in the form of a data logger. It is hoped that with this P2SOP instrument in the future tide measurements can be carried out in an automated manner and minimize the occurrence of inaccurate measurement times and reading errors on manual tide measurements.","PeriodicalId":519034,"journal":{"name":"Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan","volume":"413 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530403","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}