{"title":"Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder dari Fraksi Etil Asetat Rimpang Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) serta Uji Aktivitas terhadap Candida albicans","authors":"Hartiwi Diastuti, Z. Mufida, Purwati","doi":"10.24246/juses.v7i1p29-36","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/juses.v7i1p29-36","url":null,"abstract":"Bangle (Zingiber cassumunar Roxb) merupakan salah satu tanaman obat Indonesia yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk bahan pembuatan jamu dan pengobatan tradisional seperti mengobati demam, luka, dan nyeri perut. Senyawa metabolit sekunder dari rimpang bangle diketahui memiliki berbagai macam aktivitas biologi, salah satunya adalah sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa bioaktif dari fraksi etil asetat rimpang bangle serta menguji aktivitasnya terhadap jamur Candida albicans dengan metode difusi sumuran. Tahapan isolasi senyawa meliputi maserasi sampel menggunakan pelarut aseton yang selanjutnya ekstrak aseton diekstraksi partisi cair-cair dengan campuran n-heksana:metanol (1:1), kemudian fraksi metanol dipartisi kembali dengan etil asetat:air (1:1), fraksi etil asetat selanjutnya difraksinasi dengan kromatografi kolom cair vakum dengan elusi bergradien menggunakan campuran pelarut n-heksana dan etil asetat yang ditingkatkan kepolarannya, dan pemisahan senyawa menggunakan kromatografi sentrifugal dengan eluen n-heksana:etil asetat (7:3). Senyawa hasil isolasi diuji fitokimia, kemudian diidentifikasi komponennya menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometer (LC-MS). Uji fitokimia menunjukkan bahwa isolat memberikan hasil positif pada uji flavonoid. Hasil analisis LC-MS memperlihatkan bahwa isolat mengandung komponen utama yang teridentifikasi sebagai flavenochromane C pada waktu retensi 6,65 menit, dengan luas area 77,51%, rumus molekul C21H20O6 dan berat molekul 369,13. Hasil pengujian antijamur diketahui isolat menunjukkan aktivitas yang lemah terhadap C. albicans dengan zona hambat 5,25 mm.","PeriodicalId":516945,"journal":{"name":"Jurnal Sains dan Edukasi Sains","volume":"34 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139896961","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Sintesis Hydroxyapatite Nanoparticle dari Limbah Cangkang Bekicot dan Aktivitas Antibakterinya sebagai Kandidat Material Biomedis","authors":"Ainun Nikmah, Robi Kurniawan","doi":"10.24246/juses.v7i1p23-28","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/juses.v7i1p23-28","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis n-HAp (Hydroxyapatite nanoparticle) secara alami dari limbah cangkang bekicot dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya sebagai kandidat material biomedis. Limbah cangkang bekicot telah diidentifikasi sebagai sumber potensial untuk memperoleh n-HAp, yaitu salah satu material bioaktif yang memiliki aplikasi luas dalam bidang biomedis. Proses sintesis n-HAp dilakukan menggunakan metode sol-gel dan dikarakterisasi dengan menggunakan teknik analisis FTIR, XRD, dan SEM. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa n-HAp yang dihasilkan memiliki kesesuaian yang baik terhadap data model. Lebih lanjut, pembentukan n-HAp dari cangkang bekicot juga dikonfirmasi dengan FTIR. Keberhasilan sintesis ini ditandai dengan adanya vibrasi pita P-O dari tetrahedral PO4 disekitar bilangan gelombang 1062 cm-1. Gugus karbonat CO32− pada spektra IR juga diidentifikasi dengan kuat pada bilangan 1460 cm−1. Selain itu, berdasarkan analisis SEM, ukuran partikel n-HAp berada dikisaran 43,2 nm. Untuk menunjang potensi aplikasinya sebagai material biomedis, uji aktivitas antibakteri juga dilakukan pada bakteri Staphylococcus aureus melalui metode sumuran agar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa n-HAp memiliki zona hambat sebesar 5 mm dan menunjukkan potensi aktivitas antibakteri yang cukup baik. Hal ini dikaitkan dengan keberadaan mineral Ca2+ (kalsium) dan Na+ (natrium) yang terkandung pada n- Hap. Kehadiran ion kalsium dan natrium ini dapat mengganggu keseimbangan ion dalam sel dan mengganggu berbagai proses biologis dalam sel bakteri,sehingga, aktivitas metabolisme dan reproduksi bakteri dapat terganggu dan mengakibatkan penghambatan pertumbuhan bakteri.","PeriodicalId":516945,"journal":{"name":"Jurnal Sains dan Edukasi Sains","volume":"21 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139897378","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Mekanisme Proses Deposisi Gadolinium Pada Dentate Nucleus: Sebuah Studi Monte Carlo","authors":"Cinndy Angel Mamea, A. Sutresno, N. A. Wibowo","doi":"10.24246/juses.v7i1p52-57","DOIUrl":"https://doi.org/10.24246/juses.v7i1p52-57","url":null,"abstract":"GBCA (Gadolinium-Based Contrast Agent) adalah material kontras yang digunakan untuk peningkatan pencitraan MRI (Magnetic Resonance Image). Gadolinium beracun bagi manusia, oleh karena itu diberikan kepada manusia dalam bentuk kelat. Gadolinium memiliki efek toksik yaitu terlepas dari kelat dan mengendap dalam jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme gadolinium yang terdeposit dan mengendap dalam otak di dentate nucleus yang disebabkan oleh karena terlepasnya elat dari gadolinium yang menjadi penangkal ketoksikan. Analisa simulasi dilakukan dengan menggunakan simulasi Monte Carlo Cell untuk mensimulasikan pergerakan dari reaksi molekul di dalam organ dan menggunakan aplikasi Originlab untuk analisis grafik yang dihasilkan dari setiap molekul gadolinium yang dilihat dari react data hasil simulasi. Visualisasi dan pembuatan model cerebellum serta dentate nucleus menggunakan aplikasi blender 2.93. Bentuk geometri yang digunakan dalam simulasi dibuat menyerupai cerebellum dan dentate nucleus. Kecepatan difusi gadolinium akan meningkat seiring dengan jumlah molekul gadolinium yang masuk. Dalam penelitian ini, pada simulasi dengan jumlah molekul gadolinium 8000 dan berinteraksi dengan zat besi menunjukkan proses transmetalasi yang paling cepat dibanding jumlah molekul Gadolinium yang dibawah 8000. Gadolinium yang masuk ke dalam dentate nucleus bereaksi dengan zat besi yang ada di organ tersebut sehingga kelat yang mengikat gadolinium terlepas lalu mengikat zat besi dan kemudian gadolinium menjadi ion bebas dan terdeposisi di dentate nucleus.","PeriodicalId":516945,"journal":{"name":"Jurnal Sains dan Edukasi Sains","volume":"52 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139897561","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}