{"title":"STUDI PERBANDINGAN KUALITAS ORGANOLEPTIK TELUR PUYUH YANG DIASINKAN DENGAN PASTA DAN DIREBUS DENGAN LARUTAN GARAM","authors":"Alifatul Khoiri","doi":"10.47767/agroindustri.v3i1.741","DOIUrl":"https://doi.org/10.47767/agroindustri.v3i1.741","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengasinan dengan metode pasta yang dilanjutkan dengan perebusan pada larutan garam terhadap karakteristik hedonik telur puyuh asin. Proses pengasinan dilakukan dengan merendam dalam pasta penggaraman yang terdiri dari campuran bata merah, abu, garan dan air selama 48 jam, diikuti dengan perebusan menggunakan dua metode, yaitu air bersih (TPA 1) dan larutan garam 10% (TPA 2) selama 1 jam masing-masing. Parameter organoleptik dievaluasi oleh 36 panelis yang tidak terlatih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan independent samples t-test untuk membandingkan kedua sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah telur puyuh diasinkan dengan metode pasta penggaraman dan direbus dengan larutan garam 10% (TPA 2) memberikan dampak yang nyata (P<0,05) terhadap rasa putih telur, rasa kuning telur, kemasiran, tekstur putih telur, dan aroma. Perlakuan TPA 2 belum mencapai standar organoleptik telur asin. 19 panelis lebih menyukai telur puyuh perlakuan TPA 2 dan 17 panelis lebih menyukai TPA 1.","PeriodicalId":511610,"journal":{"name":"Jurnal Agroindustri Pangan","volume":" 10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140211199","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"UJI ORGANOLEPTIK KERIPIK PEPAYA PADA PRODUK INOVASI PANGAN YANG BERGIZI","authors":"Fikri handira","doi":"10.47767/agroindustri.v3i1.735","DOIUrl":"https://doi.org/10.47767/agroindustri.v3i1.735","url":null,"abstract":"Pepaya merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat penting untuk dikonsumsi karena bergizi, sebagai sumber vitamin C, provitamin A dan sebagai macamnya mineral seperti kalsium, fosfor dan zat besi. Buah pepaya mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan karena tingginya jumlah produksi. Keripik pepaya merupakan keripik yang diolah dari buah pepaya yang sudah matang maupun pepaya muda, masih keras namun mempunyai rasa yang manis dan tidak mngeluarkan banyak getah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui inovasi pangan keripik pepaya dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan pada uji organoleptik keripik pepaya berdasarkan kesukaan panelis terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa. Implikasi potensial dari penelitian ini termasuk inovasi produk keripik pepaya dan pemanfaatan bahan lokal buah pepaya dalam pembuatan keripik","PeriodicalId":511610,"journal":{"name":"Jurnal Agroindustri Pangan","volume":" 63","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140211219","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"INOVASI PRODUK OLAHAN SELAI LABU KUNING SEBAGAI BAHAN PANGAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN NILAI KOMODITAS","authors":"Sania Rizki","doi":"10.47767/agroindustri.v3i1.732","DOIUrl":"https://doi.org/10.47767/agroindustri.v3i1.732","url":null,"abstract":"Labu kuning atau waluh merupakan bahan pangan yang banyak mengandung nilai gizi. Tingkat konsumsi labu kuning di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi dalam pengolahan labu kuning untuk menarik minat konsumen. Tujuan dari penelitian ini yaitu membahas potensi pemanfaatan labu kuning untuk dijadikan produk olahan selai sebagai bahan pangan sehat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Hasil dari penelitian yaitu jumlah gula, penambahan pektin, dan tingkat keasaman. Jumlah gula yang tepat berperan dalam pengawetan, meningkatkan rasa, memperbaiki tekstur, dan memberikan warna yang baik pada selai. Pektin juga penting untuk membentuk gel. Keasaman yang tepat, sekitar pH 3,10 hingga 3,46, diperlukan untuk mendukung pembentukan gel. Proses pemasakan dengan konsistensi yang tepat pada suhu 80°C. Pengemasan sebagai tahap terakhir berperan sebagai pelindung produk dan sarana promosi. Selai labu kuning memiliki keunggulan sebagai makanan ringan sehat dengan kandungan serat tinggi dan kalori rendah. Meskipun produksi labu kuning meningkat di Indonesia, konsumsi masih rendah. Pembuatan selai menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan nilai tambah dan konsumsi labu kuning di masyarakat. \u0000Kata Kunci: Inovasi, selai, labu kuning","PeriodicalId":511610,"journal":{"name":"Jurnal Agroindustri Pangan","volume":" 80","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140210464","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PENAMBAHAN KACANG KEDELAI PADA PROSES PEMBUATAN SNACK BAR BERBAHAN DASAR AMPING","authors":"A. Angga","doi":"10.47767/agroindustri.v3i1.744","DOIUrl":"https://doi.org/10.47767/agroindustri.v3i1.744","url":null,"abstract":"Agriculture in Indonesia has great potential and as one of the key sectors in national development and development, economic development of a region can be done by creating quality products based on the resources of the region, one of which is processing amping into snack bar products. The aim of this research is to identify the chemical properties and formulate the right ones to produce snack bars made from rice amping. This type of experimental research with snack bar products consists of three formulas with a ratio of whole amping and soybean flour, namely A1 (90 grams and 10 grams), A2 (80 grams and 20 grams), and A3 (70 grams and 30 grams). The snack bar product that has the best value for fat and protein content is sample A3 with 70 grams of whole amping and 30 grams of soybean flour. Of all the snack bar formulas, the right formula is the formula with the addition of 70 grams of whole amping and 30 grams of soybean flour, because the ingredients needed in snack bars are high protein and fat content to increase energy.","PeriodicalId":511610,"journal":{"name":"Jurnal Agroindustri Pangan","volume":" 69","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140211213","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}