Muhammad Dimas Rakha Arkananta, Farid Rahman, Monalisa Meidania, Ilham Setya Budi
{"title":"Intervensi Fisioterapi (Ice Compress, Tens, Dan Latihan Penguatan) Pada Seorang Atlet Sepakbola Dengan Pes Anserinus Bursitis: Case Report","authors":"Muhammad Dimas Rakha Arkananta, Farid Rahman, Monalisa Meidania, Ilham Setya Budi","doi":"10.53770/amhj.v3i1.176","DOIUrl":"https://doi.org/10.53770/amhj.v3i1.176","url":null,"abstract":"Pes Anserine Bursitis merupakan kondisi dimana terjadinya inflamasi pada bursa dari gabungan ujung otot dari sartorius, gracilis dan semitendinosus sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada gerakan tertentu dan nyeri tekan disertai oedema pada masa akut di area pes anserine. Dasar-dasar rekomendasi terapi awal untuk pes anserine bursitis, seperti istirahat, kompres es, penurunan berat badan dan penguatan otot kelompok quadriceps dapat membantu perubahan gejala jangka panjang. Intervensi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan tujuan yang ingin dicapai. Pada studi ini bertujuan mengetahui intervensi fisioterapi (ice compress, tens, dan latihan penguatan) pada seorang atlet sepakbola dengan Pes Anserinus Bursitis. Metode: Studi dalam penelitian menggunakan Case Report yang dilakukan pada bulan Januari 2022 dan dilaksanakan di Lahan Praktik Bintang Physio Bandung, Kota Bandung. Hasil: Terdapat penuruan nyeri dari 5 menjadi 1 dan peningkatan massa otot pada 3 titik ukur setelah dilakukan intervensi fisioterapi. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi seperti Ice Compress, TENS dapat mengurangi nyeri serta Latihan Strengthening pada otot quadriceps dan hamstring dapat meningkatkan masa otot sehingga dapat mengembalikan kemampuan fungsional atlet dengan gangguan pes anserinus bursitis dalam waktu 4 minggu menjalani proses fisioterapi.","PeriodicalId":495273,"journal":{"name":"Ahmar Metastasis Health Journal","volume":"240 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369480","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Beban Kerja Dengan Metode Work Sampling Tenaga Farmasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Royal Prima Medan Tahun 2022","authors":"Christine Wira Dika Juliana Halawa, Chrismis Novalinda Ginting, Yolanda Putri Eliza Lubis","doi":"10.53770/amhj.v3i1.183","DOIUrl":"https://doi.org/10.53770/amhj.v3i1.183","url":null,"abstract":"Peningkatan beban kerja tenaga kesehatan di instalasi farmasi berimplikasi pada output kinerja yang kurang baik dan berpotensi menimbulkan kesalahan pemberian obat dan kesalahan peresepan obat. Perhitungan beban kerja menjadi penting dilakukan agar dapat merencanakan kebutuhan SDM yang sesuai dengan jenis pekerjaan dan keahlian. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis beban kerja tenaga farmasi di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Beban kerja subyektif diukur dengan menggunakan kuesioner dan beban kerja obyektif mengunakan metode work sampling. Sampel pada studi ini adalah seluruh tenaga yang bekerja di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Royal Prima Medan yang berjumlah 30 orang (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan beban kerja subyektif tertinggi berada di kategori sedang (53,3%). Didapatkan distribusi kegiatan produktif langsung (51,75%), produktif tidak langsung (15,40%), kegiatan non produktif (21,60%), dan kegiatan pribadi (11,25%). Beban kerja objektif tenaga farmasi berada pada kategori sedang (67,15%). Dapat disimpulkan bahwa beban kerja subjektif dan beban kerja objektif tenaga farmasi berada pada kategori sedang. Disarankan pada pihak manajemen untuk menghitung kebutuhan SDM, memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan, dan memberikan dukungan psikologi pada tenaga farmasi.","PeriodicalId":495273,"journal":{"name":"Ahmar Metastasis Health Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369482","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rika Sri Wahyuni, Hamidah Sari, Siska Mulyani, Endang Puji Lestari
{"title":"Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Inpartu Kala I","authors":"Rika Sri Wahyuni, Hamidah Sari, Siska Mulyani, Endang Puji Lestari","doi":"10.53770/amhj.v3i1.192","DOIUrl":"https://doi.org/10.53770/amhj.v3i1.192","url":null,"abstract":"Sebagian besar ibu bersalin akan merasa tidak nyaman dan terganggu dengan rasa sakit yang dialami selama proses persalinan terutama pada fase kala I yang disebabkan oleh kontraksi rahim, dilatasi serviks dan juga dapat disebabkan oleh kecemasan atau rasa takut ibu menghadapi persalinan. Salah satu intervensi yang diberikan untuk menekan nyeri adalah dengan mengajarkan ibu bersalin teknik relaksasi nafas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh tekhnik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pada pasien inpartu kala I di ruang bersalin RSUD Kecamatan Mandau. Metode penelitian yang dilakukan quasi eksperiment dengan rancangan pendekatan pretest posttest one group design dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan tekhnik purposive sampling dan Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata intensitas nyeri pada ibu bersalin sebelum dan setelah dilakukan tekhnik nafas dalam dari rata-rata 7.37 menjadi 5,77 dan dari uji bivariate diketahui ada pengaruh tekhnik relaksasi nafas dalam dengan intensitas nyeri persalinan pada ibu inpartu kala I dengan p-value 0.001.Simpulan ada pengaruh tekhnik relaksasi nafas dalam dengan intensitas nyeri persalinan pada ibu inpartu kala I. Saran setiap nakes yang menolong persalinan dapat menerapkan teknik relaksasi nafas dalam pada ibu bersalin kala I fase aktif.","PeriodicalId":495273,"journal":{"name":"Ahmar Metastasis Health Journal","volume":"141 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369486","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Program Fisioterapi Pada Atlet Sepak Bola Pasca Recontruction Anterior Talo-Fibular Ligament: Case Report","authors":"Rifqi Nadhiftya, Taufik Eko Susilo, Monalisa Meidania","doi":"10.53770/amhj.v3i1.181","DOIUrl":"https://doi.org/10.53770/amhj.v3i1.181","url":null,"abstract":"Anterior Talo-Fibular Ligament (ATFL) adalah salah satu cedera muskuloskeletal yang paling umum terjadi di seluruh dunia, kebanyakan cedera ligamen pergelangan kaki terjadi sebagai akibat dari inversi selama fleksi plantar. Program fisioterapi diberikan pada minggu pertama sampai minggu ketiga yang meliputi pemberian cryotherapy, TENS, strengthening exercise dan propioception training pada pasien pasca rekontruksi anterior talo-fibular ligament. Metode: studi ini menggunakan jenis penelitian single subject research berbentuk penelitian berupa case report dengan subjek pemain sepak bola dengan kondisi pasca operasi ligamen talo-fibular anterior yang dilakukan pada bulan januari 2023 dan dilaksanakan di klinik Bintang Physio Bandung. Hasil: Terdapat penurunan nyeri gerak, nyeri diam, dan nyeri tekan serta terdapat peningkatan massa otot pada tungkai atas dan tungkai bawah yang diukur menggunakan meter line setelah dilakukannya program fisioterapi. Tujuan; untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan otot selama dilakukan intervensi fisioterapi selama tiga minggu. Kesimpulan: Program fisioterapi yang dilakukan seperti pemberian TENS dan cryotherapy (ice) dapat mengurangi nyeri dan fisiologis otot, strengthening exercise dapat menambah massa otot, terutama pada quadricep, hamstring, dan calf muscle sehingga diharapkan dapat mengembalikan aktifitas fungsional pasien sehari-hari sebagai atlet sepak bola.","PeriodicalId":495273,"journal":{"name":"Ahmar Metastasis Health Journal","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369481","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Management Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome dengan Pemberian Neck Calliet Exercise: Case Report","authors":"Imtiyaz Nisa, Umi Budi Rahayu, Muhamad Nasuka","doi":"10.53770/amhj.v3i1.178","DOIUrl":"https://doi.org/10.53770/amhj.v3i1.178","url":null,"abstract":"Cervical Root Syndrome (CRS) merupakan kondisi klinis yang disebabkan terjadinya penekanan pada akar saraf yang terletak pada area cervical. Sejumlah 14,8% kasus, ditemukan adanya riwayat trauma yang menyebabkan nyeri leher. Struktur yang paling sering bermasalah ditemukan pada C6 dan C7. Intervensi fisioterapi yang diberikan yaitu Neck Calliet Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah intervensi fisioterapi berupa latihan isometric memberikan dampak positif pada kasus Cervical Root Syndrome. Penelitian ini menggunakan metode case report yang dilakukan pada pasien Cervical Root Syndrome di Poli Rehab Medik RSUD RAA Soewondo Pati pada Bulan Oktober 2022. Hasil dari case report ini yaitu setelah diberikan intervensi fisioterapi secara terprogram selama dua minggu dengan empat kali pertemuan dapat meningkatkan Lingkup Gerak Sendi (LGS), menurunkan nyeri gerak dan nyeri tekan, sehingga mempengaruhi pada peningkatan kemampuan aktivitas fungsional yang dievaluasi menggunakan Neck Disability Index (NDI). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian Neck Calliet Exercise pada kasus Cervical Root Syndrome dapat menurunkan nyeri gerak dan nyeri tekan serta meningkatkan Lingkup Gerak Sendi (LGS) sehingga kemampuan aktivitas fungsional dapat meningkat.","PeriodicalId":495273,"journal":{"name":"Ahmar Metastasis Health Journal","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369485","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Determinan Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Tahun 2022","authors":"Marselia Sandalayuk, Yanti Hz. Hano, Ririn Pakaya","doi":"10.53770/amhj.v3i1.179","DOIUrl":"https://doi.org/10.53770/amhj.v3i1.179","url":null,"abstract":"Determinan kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dan frekuensi ibu hamil dalam mengunjungi layanan ANC selama masa kehamilan. Determinan ini melibatkan berbagai variabel yang dapat mempengaruhi partisipasi ibu hamil dalam kunjungan ANC. Di Ethiopia menunjukkan bahwa pendidikan ibu hamil, pekerjaan, dan tingkat pendapatan keluarga secara signifikan berhubungan dengan kunjungan ANC yang adekuat. Ibu hamil dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, bekerja, dan memiliki tingkat pendapatan keluarga yang lebih tinggi cenderung lebih sering mengunjungi layanan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kunjungan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas paguyaman. Metode yang digunakan dalam Studi ini dilakukan dengan menggunakan cross sectional. Sumber data dalam penelitian ini merupakan data primer dengan jumlah sampel 90 ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mencakup variabel umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, sikap dan dukungan keluarga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari-juli tahun 2022. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor umur tidak ada hubungan dengan kunjungan antenaltal care pada ibu hamil antara lain; dengan p-value 5,78>α0,05. Fakor determinan lainnya yang tidak berhubungan dengan kunjungan ibu hamil padaBeberapa faor determinan yang mempengeruhi kunjungan antenatal care antara lain tinkat pendidikan dengan p-value 0.013, dan faktor dukungan keluarga dengan p-value 0,052. Dengan memahami faktor-faktor determinan kunjungan ANC, diharapkan dapat diambil langkah-langkah intervensi yang tepat guna meningkatkan cakupan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan yang berguna bagi para pengambil kebijakan kesehatan dalam upaya meningkatkan perhatian terhadap pelayanan ANC yang berkualitas, serta meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya kunjungan ANC selama masa kehamilan.","PeriodicalId":495273,"journal":{"name":"Ahmar Metastasis Health Journal","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369484","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Elisabeth Isima Banjarnahor, Chrismis Novalinda Ginting, Putranto Manalu, Ermi Girsang
{"title":"Lama Waktu Tunggu Pelayanan Pasien: Studi Kualitatif di Puskesmas Padang Bulan","authors":"Elisabeth Isima Banjarnahor, Chrismis Novalinda Ginting, Putranto Manalu, Ermi Girsang","doi":"10.53770/amhj.v3i1.182","DOIUrl":"https://doi.org/10.53770/amhj.v3i1.182","url":null,"abstract":"Beberapa penelitian telah mengungkapkan adanya hubungan antara waktu menunggu dan tingkat kepuasan pasien. Hal ini menjadi perhatian serius bagi manajer layanan kesehatan dan pembuat kebijakan karena dapat mempengaruhi efisiensi organisasi. Waktu menunggu dan durasi konsultasi menjadi faktor kunci yang memengaruhi kepuasan pasien dan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lama waktu tunggu pelayanan pasien. Penelitian dilakukan di Puskesmas Padang Bulan Kota Medan mulai bulan Januari sampai dengan Maret 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara pada 5 orang informan (data primer) dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam. Peneliti juga melakukan observasi dan studi dokumen untuk memperoleh data-data pendukung. Analisis data terdiri dari tiga kegiatan secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada input terlihat bahwa regulasi seperti SOP pelayanan rawat jalan telah dipahami dan dijalankan dengan baik oleh petugas. Sarana penunjang semua sudah dapat dilengkapi oleh pihak puskesmas. Namun ketersediaan jaringan internet yang memadai masih belum dapat dipenuhi. Selain itu jumlah SDM masih dirasakan kurang memadai. Pada proses terlihat bahwa seluruh alur pelayanan rawat jalan telah dijalankan dengan baik. Penyiapan dokumen rekam medis telah memenuhi standar layanan minimal karena lokasi pendaftaran pasien, pengisian dan poliklinik berdekatan, catatan medis yang tersimpan di rak penyimpanan terorganisir dengan baik, dan sistem pengarsipannya teratur sehingga staf dapat dengan mudah mencari catatan medis. Proses pemeriksaan pasien oleh dokter membutuhkan waktu rata-rata 10-15 menit. Pada output terlihat bahwa lama waktu pelayanan pasien rawat jalan di Puskesmas Padang Bulan berada pada pada kategori sedang (30 – 60 menit).","PeriodicalId":495273,"journal":{"name":"Ahmar Metastasis Health Journal","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369487","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Faizal Riza Wahyudi, Farid Rahman, Rifaudin Rifaudin
{"title":"Efek Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Active dan Resisted Exercise Terhadap Knee Pain Suspect Osteoarthritis: Case Report","authors":"Faizal Riza Wahyudi, Farid Rahman, Rifaudin Rifaudin","doi":"10.53770/amhj.v3i1.177","DOIUrl":"https://doi.org/10.53770/amhj.v3i1.177","url":null,"abstract":"Osteoarthritis (OA) menyebabkan nyeri sendi disertai dengan berbagai tingkat keterbatasan fungsional dan penurunan kualitas hidup. Ini adalah bentuk radang sendi yang paling umum, dan salah satu penyebab utama rasa sakit dan kecacatan di seluruh dunia. Manajemen fisioterapi pada OA bertujuan untuk mengurangi nyeri, memperbaiki lingkup gerak sendi, dan mencegah keterbatasan fungsional. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Case report yaitu berupa uraian laporan tentang tanda, gejala, diagnosa, pengobatan, serta tidak lanjut dari suatu kasus atau masalah yang didapatkan dari seorang pasien, dengan pasien seorang lansia berusia 70 tahun dengan keluhan pada lutut kirinya yang sering merasakan kaku saat bangun tidur di pagi hari dan adanya rasa tidak nyaman serta nyeri saat beraktivitas. Intervensi yang diberikan berupa pemberian TENS dan active & resisted exercise dengan tujuan mengurangi nyeri, meningkatkan ROM, kekuatan otot, dan kemampuan fungsional. Hasil: Setelah melalui program fisioterapi yang diberikan terdapat penurunan nyeri yang diukur menggunakan NRS, peningkatan ROM, peningkatan kekuatan otot, dan peningkatan kemampuang fungsioan yang diukur menggunakan The Western Ontario And Mcmaster Universities Arthritis Index (WOMAC). Kesimpulan: Pemberian intervensi TENS dan latihan yang terdiri dari latihan gerak aktif dan latihan gerak aktif melawan tahanan pada pasien tersebut dengan kondisi nyeri lutut suspek osteoarthritis lutut memberikan efek dan peningkatan kearah yang lebih baik.","PeriodicalId":495273,"journal":{"name":"Ahmar Metastasis Health Journal","volume":"113 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369488","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}