{"title":"Prosesi Sakramen Maha Kudus: Strategi Merajut Persaudaraan, Menumbuhkan Patriotisme Dan Nasionalisme Di Kabupaten Merauke","authors":"Fransiskus Aknar Gamu, Resmin Manik","doi":"10.60011/jumpa.v11i1.52","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v11i1.52","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan dampak prosesi Sakramen Mahakudus dalam merajut persaudaraan dan menumbuhkan patriotisme serta nasionalisme di Kabupaten Merauke. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan 13 informan (para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kaum mudah). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif yakni peneliti mendeskripsikan hasil temuan melalui bahasa peneliti. Teknik penentuan informan secara snowboling. Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Kegiatan prosesi Sakramen Maha Kudus merupakan salah satu upaya untuk melestarikan tradisi Gereja di kalangan umat Katolik, menumbuhkan rasa persaudaraan antarumat katolik maupun dengan penganut agama lain, serta dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Kekuatan religiositas katolik ini (prosesi sakramen maha kudus) mengakar di hati umat katolik dan mendorong keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan menggereja baik tingkat paroki maupun keuskupan, yang pada akhirnya berimbas kepada kehidupan bermasyarakat.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":"110 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135718405","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kekerasan Verbal Dalam Mimbar Pewartaan","authors":"Mario Gasperz, Donatus Wea","doi":"10.60011/jumpa.v11i1.35","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v11i1.35","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menemukan bukti bahwa kekerasan verbal dalam mimbar pewartaan menjadi salah satu faktor determinan partisipasi umat katolik dalam hidup menggereja. Data primer diperoleh melalui wawancara yang dibagikan kepada 10 informan yang adalah anggota paroki yang tersebar di lima paroki di kota Merauke dan di luar kota Merauke. Hasil pengolahan data, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, menunjukkan bahwa kekerasan verbal yang dilakukan oleh otoritas Gereja di mimbar pewartaan (ruang homili dan ruang pengumuman) menjadi salah satu faktor utama yang menentukan partisipasi umat katolik dalam berbagai aspek kehidupan menggereja. Kekerasan verbal di mimbar pewartaan berdampak secara psikologis, sosial. spiritual, kultural dan hidup berjemaat bagi umat yang menjadi korban. Dampak ini bermuara pada sikap dan keputusan yang diambil oleh para korban untuk hidup selanjutnya, yakni tidak terlibat dalam berbagai kegiatan Gereja, mengikuti perayaan liturgi hari minggu dan hari raya di paroki lain dan berpindah ke Gereja protestan atau denominasi Gereja lainnya serta menjadi penganutnya. Temuan ini menyadarkan setiap otoritas Gereja untuk menggunakan mimbar pewartaan sesuai dengan fungsinya dan menguasai kode etik (kesantunan) dalam berbahasa, khususnya di ruang publik.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":"55 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135718407","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Konseling Pastoral Sebagai Kebutuhan Pendampingan Bagi Anak Jalanan Di Kelurahan Maro-Distrik Meruake","authors":"Markus Meran","doi":"10.60011/jumpa.v11i1.53","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v11i1.53","url":null,"abstract":"Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral sangat urgen dan membawa dampak bagi anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berusaha untuk menggambarkan suatu gejala sosial. Konseling pastoral menjadi sebuah kebutuhan yang menolong anak untuk bisa mengubah kehidupannya. Konseling pastoral yang dilakukan terhadap anak jalanan bertujuan memulihkan hubungan yang sudah tidak harmonis (dirinya, orang tua dan Tuhan). Konseling pastoral menjadi sebuah kebutuhan yang menggiatkan fungsi dari sebuah pendampingan pastoral yaitu membimbing (guiding), mendamaikan/memperbaiki hubungan (reconciling), menopang/menyokong (sustaining), menyembuhkan (healing) dan mengasuh (nurturing). Faktor penyebab anak turun ke jalan ialah masalah ekonomi keluarga. Konseling pastoral menjadi dimensi gereja yang perlu diberikan kepada anggota gereja yang sedang tersesat. Hasil dari pendampingan yang dilakukan bagi anak jalanan yaitu anak-anak sadar, mengerti, paham, menyesal, dan memiliki kemauan untuk berubah. Konseling Pastoral menjadi sebuah kebutuhan yang dinantikan bagi anak jalanan untuk mengembalikan mereka kepada keluarga sehingga dapat menempuh pendidikan (sekolah) demi mengubah masa depan.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135718408","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Menggagas Formasi Guru Sebagai Rasul Awam Milenial","authors":"Yanuarius Hilarius Role","doi":"10.60011/jumpa.v11i1.51","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v11i1.51","url":null,"abstract":"Gereja merupakan komunitas kaum beriman, yang percaya pada Kristus yang adalah Tuhan. Komunitas kaum beriman ini dibentuk oleh Kristus sendiri melalui pewartaaan, karya dan janji keselamatan yang diberitakannya kepada manusia. Komunitas ini mengandung makna ilahi dan insani. Makna ilahi dari komunitas ini ditunjukan melalui karya Roh Kudus yang memberikan daya dorong, roh yang hidup, berkembang karena kekuatan Roh Allah sendiri. Makna insani terletak dalam keterlibatan manusia dalam kehendak bebasnya untuk mengembangkan komunitas ini. Peran manusia menjadikan komunitas ini berkarakter insani. Karekater insani Gereja ditunjukan dengan kehadiran gereja sebagai sebuah organisasi. Awam dalam komunitas Gereja Katolik merupakan jumlah terbanyak selain klerus dan biarawan/biarawati. Dengan jumlah yang banyak, awam menjadi kekuatan yang sangat strategis dalam rangka mengembangkan komunitas gereja katolik. Kekuatan ini sungguh sangat dirasakan dalam perkembangan gereja sejak awal. Meskipun demikian dalam kenyataannya, proses formasi sebagai kesempatan pembentukan yang integral demi melahirkan awam-awam yang tangguh belum diperhatikan secara serius dibandingkan dengan proses formasi bagi para klerus dan biarawan/biarawati. Untuk itulah penelitain ini dibuat. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan informasi primer dari daftar kepustakaan yang ada. Tujuannya adalah untuk menunjukan gambaran tentang pentingnya formasi bagi kaum awam dalam komunitas gereja di era milenial ini.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135718406","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"A Pilgrim-Missionary Church","authors":"Alb. Irawan Dwiatmaja","doi":"10.60011/jumpa.v11i1.34","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v11i1.34","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk membuat analisis dan sintesis awal kehidupan Gereja di masa lalu yang berpangkal pada kisah para tokoh awal jemaat di daerah Jali, Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan keadaaan tertentu bertujuan untuk menginvestigasi dan mengkonstruksi imajinasi historis untuk memperoleh serta memahami wajah Gereja (tidak hanya sebagai isntitusi), melainkan seluruh dinamika gerak iman umat yang mengakar dan tumbuh secara organis.Setelah melakukan observasi lapangan dan membuat analisis eklesiologis mengenai jejak peziarahan iman dan dinamika hidup menggereja umat Katolik di Jali-Gayamharjo, penulis merumuskan tesis teologis demikian: dalam peziarahan mengikuti Yesus Kristus, Gereja Gayamharjo menghidupi semangat misionernya dengan setia, melalui keterlibatan kreatif dalam hidup menggereja dan memasyarakat. Gereja Gayamharjo lahir karena kerinduan umat yang dengan setia berziarah mengikuti Yesus. Dalam jalan kemuridan itu, Gereja Gayamharjo masih senantiasa berziarah dengan semangat misionernya, melalui keterlibatan nyata secara kreatif dalam hidup menggereja dan memasyarakat.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135718404","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Penggunaan Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke","authors":"Yohanes Hendro Pranyoto, Stefanus Geli","doi":"10.60011/jumpa.v8i1.99","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v8i1.99","url":null,"abstract":"Tulisan ini diinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke, bahwa cukup banyak mahasiswa yang menggunakan perangkat gawai untuk mengakses media sosial sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan hasil belajar kognitif mereka. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester II-VIII sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikansi 5%, N = 60 orang dengan nilai kritis 0,25 diperoleh sebanyak 25 item valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas diperoleh koefisien alpha sebesar 0,807 yang berarti reliabilitas instrumen tinggi. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai signifikansi pada tabel Anova sebesar 0,000 yang berarti terdapat pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Hasil Belajar Kognitif. Nilai korelasi sebesar 0,672 yang menunjukkan hubungan yang kuat dan positif antar variabel bebas dengan terikat. Nilai R Square sebesar 0,452 yang berarti pengaruh variabel Penggunaan Media Sosial terhadap Hasil Belajar Kognitif sebesar 45,2%. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pihak kampus lebih meningkatkan efektivitas penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran, meningkatkan keterampilan dosen dalam mengembangkan modul pembelajaran berbasis daring, meningkatkan literasi digital mahasiswa khususnya yang berasal dari pedalaman, pihak kampus harus memberikan dukungan dan fasilitas jejaring internet yang kuat dan stabil bagi mahasiswa untuk mendukung proses belajar dan meningkatkan fungsi kontrol akses internet mahasiswa selama di kampus.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":" 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141217901","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Studi Tentang Pemahaman Terhadap Hakikat Dan Tujuan Perkawinan Katolik Oleh Para Pasangan Dan Dampaknya Terhadap Perwujudan Panca Tugas Gereja Dalam Keluarga","authors":"Donatus Wea","doi":"10.60011/jumpa.v8i1.102","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v8i1.102","url":null,"abstract":"Artikel ini membahas tentang pemahaman para pasangan perihal hakikat dan tujuan perkawinan Katolik dan dampaknya terhadap panca tugas Gereja dalam kehidupan keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 51 orang (pasangan suami-isteri dan tokoh Gereja). Tiga rumusan masalah dianalisis secara deskriptif dan induktif. Hasilnya adalah pemahaman pasangan tentang hakikat dan tujuan perkawinan Katolik cukup baik, komprehensif dan sejalan dengan apa yang ditetapkan oleh Gereja Katolik. Temuan ini membuktikan bahwa pemahaman pasangan bermanfaat dan menjadi acuan untuk mewujudkan panca tugas Gereja dalam hidup berkeluarga (koinonia, leiturgia, diakonia, martyria dan kerygma). Ada juga faktor lain yang mempengaruhi kesanggupan pasangan untuk menjalankan panca tugas Gereja, yakni kesadaran bahwa keluarga adalah sebuah institusi yang suci. Kesadaran ini justru bertumbuh di tengah arus modern di mana keluarga lebih dilihat sebagai sebuah isntitusi yang bersifat manusiawi semata. Selain itu, daya juang pasangan untuk terus mempertahankan jatidirinya sebagai keluarga Katolik juga menjadi salah satu faktor pendukung. Realitas ini menjadi contoh bagi para pasangan muda dan juga mereka yang hendak mempersiapkan diri untuk memasuki jenjang kehidupan berkeluarga.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":" 1195","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141218398","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pedagogi Ki Hajar Dewantara Untuk Pengembangan Kurikulum Pendidikan Nasional","authors":"Rosmayasinta Makasau","doi":"10.60011/jumpa.v8i1.103","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v8i1.103","url":null,"abstract":"Ki Hajar Dewantara (selanjutnya Dewantara) memulai pendidikan nasional dengan proses ideal dan tujuannya yang memerdekakan dan membebaskan manusia Indonesia, lahir dan batin. Konsep dan praktek pendidikan Dewantara ini masih sangat relevan untuk diperbincangkan dalam rangka kritik terhadap persoalan pendidikan dewasa ini. Visi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, Nadiem Makarim mempunyai kedekatan konsep-konsep pendidikan Dewantara. Ia menggagaskan “Merdeka Belajar” memberikan kesempatan bagi sekolah, guru dan muridnya bebas untuk berinovasi, bebas untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Dengan demikian pendidikan menjadi proses yang menyenangkan dan memerdekakan.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":" 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141218527","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Yan Yusuf Subu, Jonglis Matares Salang, Natalia Kipman
{"title":"Studi Tentang Pengaruh Gaya Hidup Konsumerisme Terhadap Praktek Askese Di Lingkungan Santo Athanasius Paroki Santo Yosep Bambu Pemali","authors":"Yan Yusuf Subu, Jonglis Matares Salang, Natalia Kipman","doi":"10.60011/jumpa.v8i1.100","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v8i1.100","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah gaya hidup konsumerisme memengaruhi kehidupan umat beriman kristiani khususnya di lingkungan Santo Athanasius Paroki Santo Yosep Bampel. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah umat Stasi Santo Athanasius yang berjumlah 46 Kepala Keluarga yang memiliki tempat tinggal yang tetap. Selanjutnya peneliti mengambil 23 orang sebagai keterwakilan dari keseluruhan anggota lingkungan Santo Athanasius. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara berhadap-hadapan (face to face interview) dan wawancara melalui telepon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, gaya hidup konsumerisme terhadap konsumsi makanan, sebanyak 82,51% responden jarang makan di luar rumah. Kedua, frekuensi berbelanja untuk kebutuhan pakaian masih rendah, 86,94%. Ketiga, konsumsi dalam kaitan dengan liburan yaitu pilihan untuk tidak berlibur ke luar kota, 56,52%. Keempat dalam kaitan dengan kredit mencapai angka persentase yang cukup tinggi yaitu 65,21% terutama untuk keperluan mendasar. Kelima dalam kaitan dengan pelaksanaan puasa dan pantang mencapai angka persentase yang tinggi yaitu 100% sedangkan frekuensi pelaksanaan praktek puasa dan pantang yaitu hanya pada hari raya sebanyak 91,29%. Dengan demikian dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh gaya hidup konsumerisme belum signifikan memengaruhi kehidupan keluarga umat beriman kristiani dan juga dalam kaitan dengan praktek keagamaan yaitu puasa dan pantang.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":" 352","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141218814","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efektivitas Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mereduksi Kecanduan Menonton Film Porno Di Kalangan Remaja","authors":"Resmin Manik","doi":"10.60011/jumpa.v8i1.101","DOIUrl":"https://doi.org/10.60011/jumpa.v8i1.101","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mendeskripsikan secara detail penyebabkan remaja kecanduan menonton film porno secara khusus di kota Merauke serta mengetahui peran konselor melalui layanan konseling untuk mereduksi kecanduan menonton film porno di kalangan remaja. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan studi kasus untuk mengungkap informasi secara mendalam dan mendetail melalui wawancara dengan informan dan juga informan pendukung agar data yang dipeloreh semakin akurat dan lengkap. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) Terciptanya fungsi kontroling atau pengawasan orangtua terhadap remaja melalui pembatasan penggunaan alat-alat komunikasi dan pemanggunaan alat komunikasi secara bijak. 2) Efektifnya peran orang tua sebagai model dalam sikap dan perbuatan serta meningkatkan komunikasi interpersonal dalam keluarga. Selain itu orangtua perlu untuk mengenal teman bermain remaja agar dapat diarahkan pada kegiatan yang bersifat positif. 3) Mengefektifkan peran konselor melalui pemberian layanan informasi seks edukasi sedini mungkin secara berkesinambungan sehingga remaja dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar terkait dengan dampak kecanduan menonton film porno. 4) Mengefektifkan layanan konseling individual secara intensif dengan remaja yang telah kecanduan menonton film porno agar remaja tersebut dapat dibantu untuk mereduksi kecanduan yang terjadi dalam dirinya. 4) Membangun attachment agar tercipta relasi intim agar remaja memiliki rasa nyaman sehingga remaja lebih terbuka mengungkapkan perasaan, kebutuhan dan juga harapannya.","PeriodicalId":477552,"journal":{"name":"Jurnal Masalah Pastoral","volume":" 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141217778","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}