BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)最新文献

筛选
英文 中文
Analisis Efisiensi Flash Dryer Mesin Tipe Rak Pada Proses Pengeringan Daun Ungu (Graptophylum pictum Griff) 分析干叶干燥过程中的搁板型机Flash Dryer的效率
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-10-01 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p25
Nurwahyuningsih Nurwahyuningsih, Putu Tessa Fadhila, Ade Galuh Rakhmadevi, Siti Djamila
{"title":"Analisis Efisiensi Flash Dryer Mesin Tipe Rak Pada Proses Pengeringan Daun Ungu (Graptophylum pictum Griff)","authors":"Nurwahyuningsih Nurwahyuningsih, Putu Tessa Fadhila, Ade Galuh Rakhmadevi, Siti Djamila","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p25","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p25","url":null,"abstract":"Abstrak
 Daun ungu (Graptophyllum pictum L griff) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat. Masyarakat pada umumnya menggunakan tanaman daun ungu sebegai tanaman herbal. Bagian dari tanaman daun ungu yang sering digunakan adalah daunnya. Berbagai macam olahan produk daun ungu sudah dikembangkan, salah satunya sebagai minuman herbal daun ungu yang dapat diseduh seperti teh. Dalam pembuatan produk tersebut diperlukan proses pengeringan duan ungu, yaitu proses penurunan kadar air bahan basah hingga pada nilai kadar air tertentu. Penggunaan mesin pengering mampu mempercepat proses pengeringan, tidak tergantung pada cuaca, terjaminnya mutu, produk lebih higienis, hasil proses pengeringan lebih seragam, dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Pada penelitian kali ini digunakan flash dryer tipe rak dengan berbahan bakar gas LPG dan menambahkan kipas untuk memperoleh efek konveksi paksa, dimana udara panas dialirkan oleh kipas secara merata di dalam ruang pengering. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh sebaran suhu pada ruang pengering, menghitung efisiensi mesin pengering, dan mengetahui nilai kadar air akhir bahan dari proses pengeringan. Kesimpulan penelitian ini menunjukka bahwa mesin pengering flash dryer sangat efisien dalam proses pengeringan daun ungu nilai kadar air terendah terdapat pada rak 2 (bagian tengah) rata-rata sebesar 7.47% dengan besar energi yang digunakan sebesar 38,246.55 kJ. Serta efisiensi mesin pengering mencapai 90.62%. Persebaran suhu yang terjadi dalam ruang pengering selama 4 jam proses penngeringan cukup merata dan memiliki rata-rata suhu 50oC.
 Abstract
 Purple leaves (Graptophyllum pictum L griff) is a plant that has many benefits. People generally use purple leaves plants as herbal plants. The part of this plant that is often used is the leaves. Various kinds of processed purple leaf products have been developed, one of which is a purple leaf herbal drink that can be brewed like tea. In the manufacture of these products, a purple leaves drying process is required, namely the process of reducing the moisture content of the wet material to a certain moisture content value. The use of a dryer is able to speed up the drying process, not dependent to the weather, quality guarantee, more hygienic product, homogenic result, and it does not require a large area. In this study, a rack-type flash dryer was used with LPG fuel and added a fan to obtain a forced convection effect, in which hot air is circulated evenly by the fan in the drying chamber. The purpose of this study is to determine the effect of temperature distribution in the drying chamber, calculate the efficiency of the drying machine, and determine the final moisture content of the material from the drying process. The conclusion of this study shows that the flash dryer is very efficient in the process of drying purple leaves, the lowest water content is found on shelf 2 (middle part) with an average of 7.47% with a large amount of","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135809369","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Analisis Kinerja Distribusi Air Irigasi pada Temuku di Subak 分析灌溉水的分布性能
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-10-01 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p27
I Wayan Tika, Mentari Kinasih, Ni Nyoman Sulastri, Sumiyati Sumiyati, Ida Ayu Gede Bintang Madrini
{"title":"Analisis Kinerja Distribusi Air Irigasi pada Temuku di Subak","authors":"I Wayan Tika, Mentari Kinasih, Ni Nyoman Sulastri, Sumiyati Sumiyati, Ida Ayu Gede Bintang Madrini","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p27","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p27","url":null,"abstract":"Abstrak
 Gangguan distribusi air juga kadang-kadang disebabkan oleh adanya sampah dan faktor pemias (penyusutan debit) serta mengabaikan aliran numbak (aliran lurus) dan ngerirun (aliran berbelok). Dengan pemahaman seperti itu maka petani (krama subak) yang lahannya terletak di hilir cendrung mendapatkan kuota air yang kurang dari seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja manajemen distribusi air irigasi sesuai nilai dan kriteria RPM pada subak tradisional dan subak semi teknis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitaif yang menjelaskan peristiwa berdasarkan nilai RPM dari 30 bangunan bagi (temuku) pada subak di Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian menunjukkan 30% memiliki kinerja distribusi air irigasi yang sangat kurang, 30% dengan kriteria kinerja kurang, 13% dengan kriteria kinerja cukup, dan 27% dengan kriteria kinerja baik. Dari hasil tersebut juga dapat diperoleh dimensi baru dari bangunan bagi pada subak dengan pendekatan formula proporsional yang melibatkan variabel luasan subak yang diberikan air irigasi, luasan subak di hilir, serta koefisien gangguan aliran air sekitar 1,05 sampai 1,1.
 Abstract
 Disturbances in water distribution are also sometimes caused by the presence of rubbish and biasing factors (decreased discharge) also ignoring the flow of numbak (straight flow) and ngerirun (curved flow). With this understanding, farmers (krama subak) whose land is located downstream tend to get less water quota than they should. This research aims to determine the performance of irrigation water distribution management according to RPM values ??and criteria in traditional subak and semi-technical Subak. This research uses a descriptive-quantitative method that explains events based on the RPM values ??of 30 buildings for (temuku) in Subak in Gianyar Regency. The research results showed that 30% had very poor irrigation water distribution performance, 30% had poor performance criteria, 13% had sufficient performance criteria, and 27% had good performance criteria. From these results, it is also possible to obtain a new dimension of the subak building using a proportional formula approach involving variables of the area of ??the subak provided with irrigation water, the area of ??the subak downstream, as well as a water flow disturbance coefficient of around 1.05 to 1.1.","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135809572","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada Saluran Sekunder di Daerah Irigasi Tungkub 通古伯灌溉区的次级输水效率
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-09-30 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p23
Mentari Kinasih, Ni Nyoman Sulastri, I Wayan Tika, Sumiyati Sumiyati, Ida Ayu Gede Bintang Madrini, Made Darmayasa
{"title":"Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada Saluran Sekunder di Daerah Irigasi Tungkub","authors":"Mentari Kinasih, Ni Nyoman Sulastri, I Wayan Tika, Sumiyati Sumiyati, Ida Ayu Gede Bintang Madrini, Made Darmayasa","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p23","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p23","url":null,"abstract":"Abstrak
 Distribusi air irigasi yang baik akan menghasilkan produksi yang baik dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Efisiensi sebagai faktor yang sangat penting dalam skema irigasi karena menentukan kinerja jaringan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan efisiensi penggunaan air irigasi di DI Tungkub pada saluran sekunder. Penelitian ini mengambil data debit langsung di 11 titik di saluran sekunder. Data iklim diperolah dari NASA POWER dan BMKG Wilayah III Denpasar. Data curah hujan dari 3 stasiun hujan (tibubeneng, kapal, dan mengwi gede). Luas areal sawah yang diamati adalah seluas 416 Ha (Hulu), 349 Ha (Tengah), dan 164 Ha (Hilir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zona A memiliki tingkat efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 68% terjadi di Mei I dan terendah 14,1% di Maret I. Zona B memiliki efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 100% (terjadi di periode April I, April II, Juni II, dan Juli I) dan terendah 0% pada periode Mei I dan Mei II. Zona C memiliki efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 100% terjadi pada Juni I dan Juni II, sedangkan efisiensi penggunaan yang terendah terjadi di Maret I sebesar 35%.
 Abstract
 Good distribution of irrigation water will produce abundant harvests. It will improve the welfare of farmers. The efficiency of water utilization is important in irrigation schemes because it determines the performance of the irrigation network. This research aims to obtain the efficiency of irrigation water in DI Tungkub in secondary channels. This research took direct debit data at 11 points in the secondary channel. Climate data was obtained from NASA POWER and BMKG Region III Denpasar. Rainfall data was obtained from 3 rain stations (Tibubeneng, Kapal, and Mengwi Gede). The area of ??rice fields observed was 416 Ha (Upstream), 349 Ha (Central), and 164 Ha (Downstream). The research results show that Zone A has the highest usage efficiency level of 68% which occurred in May I and the lowest 14.1% in March I. Zone B has the highest usage efficiency of 100% (occurring in the periods April I, April II, June II, and July I), and the lowest was 0% in the May I and May II periods. Zone C had the highest usage efficiency of 100% which occurred in June I and June II, while the lowest usage efficiency occurred in March I at 35%.","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082547","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Jenis Adsorben dan Panjang Kolom terhadap Durasi Pemurnian Asap Cair Tempurung Kelapa 一种附着物和一列纵向对椰子排出液体烟雾的持续时间的影响
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-09-30 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p01
Vebiulina Simanjuntak, I Putu Surya Wirawan, I Gusti Ketut Arya Arthawan
{"title":"Pengaruh Jenis Adsorben dan Panjang Kolom terhadap Durasi Pemurnian Asap Cair Tempurung Kelapa","authors":"Vebiulina Simanjuntak, I Putu Surya Wirawan, I Gusti Ketut Arya Arthawan","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p01","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p01","url":null,"abstract":"Abstrak
 Peningkatan mutu asap cair dilakukan dengan cara pemurnian (adsorpsi dan distilasi) menggunakan variasi panjang kolom dan jenis adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh jenis adsorben (arang aktif, silica gel, dan zeolit) dan panjang kolom (5 cm, kolom 10 cm dan kolom 15 cm) terhadap durasi yang dibutuhkan untuk memurnikan asap cair. Parameter yang dianalisis terdiri dari aroma, warna durasi pemurnian, dan kandungan senyawa. Uji kandungan senyawa asap cair dilakukan melaui uji GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan kolom dengan panjang 5 cm dan jenis adsorben silica gel adalah yang tercepat dengan waktu pemurnian 138 menit. Kolom dengan panjang 15 cm dan jenis adsorben arang aktif adalah yang terlama dengan waktu pemurnian 207 menit. Hasil uji GC-MS menunjukkan adsorben arang aktif merupakan asap cair terbaik dengan spesifikasi warna kuning keputihan dan jernih, aroma yang tidak kuat, dan kandungan senyawa fenol sebesar 12.88 % sesuai dengan standar mutu asap cair menurut FAO 2001 yang baik untuk dijadikan sebagai pengawet bahan pangan.
 Abstract
 Improving the quality of liquid smoke is carried out by purification (adsorption and distillation) using variations in column length and type of adsorbent. This study aims to determine the effect of the type of adsorbent (activated charcoal, silica gel, and zeolite) and the length of the column (5 cm, column 10 cm, and column 15 cm) on the duration required to purify liquid smoke. Parameters analyzed consisted of aroma, color, long purification time, and compound content. The liquid smoke compound content test by the GC-MS test. The results showed that the column with a length of 5 cm and the type of silica gel adsorbent was the fastest purification time at 138 minutes. The length column of 15 cm and the type of activated charcoal adsorbent were the longest purification time at 207 minutes. The results of the GC-MS test show that activated charcoal adsorbent is the best liquid smoke with specifications of a whitish yellow color and clear, not strong aroma, and a phenolic compound content of 12.88% in accordance with the quality standard of liquid smoke according to FAO 2001 which is allowed for use as a food preservative.","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"58 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082544","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Jenis Wadah Terhadap Karakteristik Fisik dan Mutu Tomat (Lycopersicon Ensculentum Miller) dengan Simulasi Transportasi Darat 容器类型对土壤运输模拟番茄的生理特征和质量的影响
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p28
Arya Iswardana Saputra, Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja, Sumiyati Sumiyati
{"title":"Pengaruh Jenis Wadah Terhadap Karakteristik Fisik dan Mutu Tomat (Lycopersicon Ensculentum Miller) dengan Simulasi Transportasi Darat","authors":"Arya Iswardana Saputra, Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja, Sumiyati Sumiyati","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p28","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p28","url":null,"abstract":"Abstrak
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis wadah (keranjang bambu, keranjang plasik, dan kardus) terhadap karakteristik fisik dan mutu tomat selama proses pendistribusian menggunakan simulasi transportasi darat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktorial dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kerusakan fisik terbesar terjadi pada wadah keranjang bambu dengan perlakuan 5 jam karena keranjang bambu memiliki bagian sisi yang kasar serta porositas yang tinggi yaitu 4,078% sehingga mengakibatkan kerusakan fisik berupa luka goresan dan memar meningkat dan kekerasan menurun. Kerusakan terkecil terjadi pada wadah kardus dengan perlakuan 1 jam karena memiliki lapisan wadah yang halus serta porositas yang tidak terlalu tinggi yaitu 3,960%. Wadah yang baik digunakan dalam proses pendistribusian tomat menggunakan simulasi transportasi darat adalah wadah kardus, selain memiliki porositas yang rendah kardus juga memiliki lapisan wadah yang halus sehingga kondisi tomat dapat terjaga.
 Abstract
 This study aims to determine the effect of the type of container (bamboo basket, plastic basket, and cardboard) on the physical characteristics and quality of tomatoes during the distribution process using ground transportation simulation. This study used a 2 factorial randomized block design (RBD) with 3 repetitions. The results of this study indicate that the maximal physical damage occurred in the bamboo basket container within 5 hours of treatment because the bamboo basket has rough sides and high porosity of 4.078% (physical damage in the form of increased scratches and bruises and decreased hardness). Minimal damage occurred in the cardboard container with a 1-hour treatment because it has a smooth coating of the container and not too high porosity, namely 3.960%. The best container to use in the tomato distribution process using a ground transportation simulation is a cardboard container (having low porosity the cardboard and a smooth container layer) so can be maintained the condition of the tomatoes.","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"518 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135683218","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Penggunaan Media Tanam Arang Sekam Terhadap Budidaya Kentang Bibit (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola Kelompok G0 利用木炭糠对马铃薯种植的影响(Solanum tubersum L)。G0组格兰诺拉麦片品种
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p22
Jarinsen Yanardo Purba, Yohanes Setiyo, Sumiyati Sumiyati
{"title":"Pengaruh Penggunaan Media Tanam Arang Sekam Terhadap Budidaya Kentang Bibit (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola Kelompok G0","authors":"Jarinsen Yanardo Purba, Yohanes Setiyo, Sumiyati Sumiyati","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p22","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p22","url":null,"abstract":"Abstrak
 Bibit merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan menanam kentang. Di Indonesia ketersediaan bibit kentang berkualitas sangat sedikit. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk (1) mengetahui komposisi media tanam arang sekam dan tanah terbaik dilihat dari sifat fisik media tanam dan (2) mengetahui media terbaik yang mampu memproduksi kentang bibit secara optimal dengan kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 5 level, faktor kedua adalah waktu pengamatan yang terdiri dari 4 level. Lima level perlakuan budidaya terdiri dari arang sekam dan tanah, empat level pengamatan adalah 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu dan 8 minggu. arang sekam 100%, tanah 100%, arang sekam : tanah 50% : 50%, arang sekam : tanah 75% : 25%, dan arang sekam : tanah 25% : 75%. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi porositas media tanam, pH dan electrical conductivity nutrisi, volume nutrisi terikat media tanam, perkembangan tanaman dan produktivitas. Dilihat dari sifat fisik, hasil penelitian menunjukkan media arang sekam 100% porositas terbaik 55,35%, dan nilai pH=6,7. Arang sekam : tanah 50% : 50% menghasilkan ketersediaan air bagi tanaman 22,04 % w.b, paling tinggi mengikat unsur hara dengan nilai 742 µS/cm, tinggi tanaman 74 cm, jumlah daun paling banyak 14 cabang daun, panjang akar ke bawah 63 cm, dan rata-rata jumlah umbi paling banyak 7 knol/tanaman. Perlakuan Arang sekam : tanah 50% : 50% merupakan yang terbaik mampu memproduksi kentang bibit dengan menghasilkan berat umbi 240 g/tanaman dan menghasilkan 29 umbi berukuran S dan M dari 40 umbi.
 Abstract
 Seeds are an important factor in the success of planting potatoes. In Indonesia, the availability of quality potato seeds is very small. The aims of this research were (1) to find out the best composition of the rice husk charcoal and soil planting medium in terms of the physical properties of the planting medium and (2) to find out the best media capable of optimally producing seed potatoes with the best quality. This study used a factorial design with two factors. The first factor is the composition of the planting medium which consists of 5 levels, the second factor is the observation time which consists of 4 levels. Five levels of cultivation treatment consisted of husk charcoal and soil, four levels of observation were 2 weeks, 4 weeks, 6 weeks and 8 weeks. husk charcoal 100%, soil 100%, husk charcoal: 50% soil: 50%, husk charcoal: 75% soil: 25%, and husk charcoal: 25% soil: 75%. The parameters observed in this study included the porosity of the planting medium, pH and electrical conductivity of nutrients, volume of nutrients bound to the growing media, plant development and productivity. Judging from the physical properties, the results showed that the media of 100% husk charcoal had the best porosity of 55.35%, and a pH value of 6.7. Husk charcoal: 50% soil: 50% yields","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135683220","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) pada Distribusi Air Irigasi Subak Gede Kedewatan 分析大至成熟灌溉用水的管理成就比
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p29
I Made Bayu Suweta, I Wayan Tika, I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara
{"title":"Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) pada Distribusi Air Irigasi Subak Gede Kedewatan","authors":"I Made Bayu Suweta, I Wayan Tika, I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p29","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p29","url":null,"abstract":"Abstrak
 Rasio Prestasi Manajemen (RPM) dijabarkan sebagai hasil bagi antara debit yang diberikan dengan debit yang dibutuhkan di setiap lahan pertanian. Sistem subak di Bali didasari konsep sosio-teknis-religius dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai RPM dan sebarannya serta mengetahui strategi distribusi air irigasi agar kinerja irigasi menjadi “cukup” hingga “baik” di Subak Gede Kedewatan Wilayah Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif melalui survey dan pengukuran langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan persentase sebaran RPM kriteria “baik” sebanyak 5 subak (18,52%), “cukup” 4 subak (14,81%), “kurang” 9 subak (33,33%), dan “sangat kurang” 9 subak (33,33%). Nilai RPM subak di daerah hulu seluruhnya berada pada kriteria “sangat kurang” dengan nilai RPM 1, 85. Subak di daerah tengah seliruhnya berada dikriteria “kurang” dengan nilai RPM 1,45. Di hilir, subak yang berada di daerah ini memiliki kriteria yang “cukup” dan “baik” dengan sebaran nilai RPM 0,64 – 1,05. Subak yang mendapatkan air berlebih, kemudian sisa air irigasinya disalurkan menuju ke pangkung, yang akan menjadi sumber air utama untuk subak-subak natak tiyis (sadap tiris).
 Abstract
 The Management Performance Ratio (MPR) is a comparison between the water flowrate given and the water flowrate requirement for each agricultural land. The subak system in Bali is based on socio-technical-religious and economic concepts. This study aims to calculate the MPR value and its distribution as well as find out the irrigation water distribution strategy so that irrigation performance becomes \"adequate\" to \"good\" in Subak Gede Kedewatan, Gianyar Regency. This research was carried out using a quantitative analysis approach through surveys and direct measurements in the field. The result showed that percentage distribution of MPR criteria for \"good\" was 5 subaks (18.52%), \"adequate\" 4 subaks (14.81%), \"poor\" 9 subaks (33.33%), and \"very poor\" 9 subaks (33 ,33%). The MPR value of subak in the upstream area is entirely in the \"very poor\" criterion with an MPR value of 1.85. Followed by subak in the central region, all of them are in the \"low\" criterion with an MPR value of 1.45. In contrast to the downstream, the subaks in this area have the criteria of \"adequate\" and \"good\" with a distribution of RPM values ??of 0.64 - 1.05. Subaks that get excess water, then the rest of the irrigation water is channeled to the pangkung, which will be the main water source for subak natak tiyis (tapping taps).","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"264 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135683219","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Analisis Kinerja Manjemen Rantai Pasok Agrowisata Stroberi di Wiwanda Agrow 草莓参观链的执行分析
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-02-05 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p21
Angga Mahendra, I Gusti Ngurah Apridi Aviantara, I Putu Surya Wirawan
{"title":"Analisis Kinerja Manjemen Rantai Pasok Agrowisata Stroberi di Wiwanda Agrow","authors":"Angga Mahendra, I Gusti Ngurah Apridi Aviantara, I Putu Surya Wirawan","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p21","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p21","url":null,"abstract":"Abstrak
 Wiwanda Agrow merupakan salah satu agrowisata stroberi di Bali yang belum menggunakan teori penilaian manajemen rantai pasok dalam melakukan penilaian kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja rantai pasok Wiwanda Agrow dengan menggunakan teori SCOR dengan pendekatan AHP. SCOR merupakan satuan acuan dari rantai pasok yang mengintrgasikan tiga elemen dalam manajemen yaitu bussiness reengineering procces, benchmarking, dan measurement procces. Metode AHP merupakan proses pembobotan pada masing masing kriteria, atribut, dan sub kriteria. Hasil penyebaran kuesioner konstruk berbasis SCOR memperoleh 5 proses inti atau kriteria, 10 atribut, dan 22 key performance indicator untuk selanjutnya dianalisis mengggunakan metode AHP. Hasil pengolahan data menggunakan software expert choice. Nilai terendah pada proses return terdapat pada key indicator performance (RRE 1) tingkat penanganan keluhan konsumen dengan nilai 0,003 dan nilai kinerja tertinggi terdapat pada kriteria plan dengan key indicator performance (PRE 1) perencanaan bibit stroberi dengan nilai 0,252. Hasil penilaian keselurahan kinerja Wiwanda Agrow sebesar 89,3. Nilai tersebut dikategorikan kinerja “good” berdasarkan teori normalisasi.
 Abstract
 Wiwanda Agrow is one of the strawberry agritourism in Bali that has not used the assessment theory of supply chain management to assess its performance. This study aims to analyze the performance of Wiwanda Agrow's supply chain using the SCOR theory with the AHP approach. SCOR is a supply chain reference unit that integrates elements in management, namely business process reengineering, benchmarking, and measurement processes. The AHP method is a weighting process for each criterion, attribute, and sub-criteria. The results of distributing SCOR-based construct questionnaires obtained 5 core processes or criteria, 10 attributes, and 22 key performance indicators for further analysis using the AHP method. The results of data processing using expert choice software. The lowest value in the return process is found in the key indicator performance (RRE 1) level of consumer complaint handling with a value of 0.003 and the highest performance value is found in the plan criteria with key indicator performance (PRE 1) planning of strawberry seedlings with a value of 0.252. The overall performance assessment result of Wiwanda Agrow was 89.3. This value is categorized as \"good\" performance based on the normalization theory.","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134977156","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Distribusi Air Irigasi pada Subak di DAS Ho 分析了Ho DAS的灌溉水的分布管理成就比(RPM)
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-02-03 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p20
Kori Ardy Rahayu, I Wayan Tika, Ida Bagus Putu Gunadnya
{"title":"Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Distribusi Air Irigasi pada Subak di DAS Ho","authors":"Kori Ardy Rahayu, I Wayan Tika, Ida Bagus Putu Gunadnya","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p20","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p20","url":null,"abstract":"Abstrak
 Irigasi didefinisikan sebagai sarana dalam memanfaatkan sumber daya air. Di Bali, pengelolaan irigasi dilakukan dengan membentuk organisasi bernama subak. Salah satu ciri subak adalah anggotanya memiliki satu sumber air yang sama dan mendapat pembagian air dari sumber tersebut secara adil. Pengaturan diperlukan dalam membagi dan mendistribusi air irigasi, agar jumlah air yang diberikan sesuai kebutuhan tanaman. Tingkat pemberian air irigasi masih belum sesuai di masing-masing subak, sehingga diperlukan evaluasi kinerja irigasi menggunakan analisis RPM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran nilai RPM dan strategi distribusi air irigasi pada subak. Analisis RPM dilakukan dengan mengukur debit tersedia, menggunakan pendekatan analisis data kuatitatif, dan dengan menghitung kebutuhan air irigasi menggunakan data rata-rata klimatologi 10 tahun terakhir periode 2012 – 2021 yang diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar serta data hasil wawancara dengan pekaseh. Hasil analisis menunjukan kinerja irigasi katagori “baik” didominasi oleh subak pada DI Aya dengan sebaran nilai RPM 0,77 – 1,19; sedangkan katagori “sangat kurang” didominasi oleh subak pada DI Gadungan Lambuk dengan sebaran nilai RPM 0,00 – 0,36. Saat musim kemarau, semakin ke hilir menghasilkan kinerja jaringan irigasi “sangat kurang”. Supaya kinerja irigasi selalu dalam katagori “baik”, maka strategi distribusi air irigasi pada subak di DAS Ho dapat dilakukan dengan pergiliran pemberian air irigasi dan perbaikan jaringan irigasi yang bermasalah.
 Abstract
 Irrigation is defined as a means of utilizing water resources. In Bali, irrigation management in agriculture is carried out by forming an organization called Subak. One of the characteristics of subak is that its members have the same water source and receive a fair distribution of water from that source. Regulation is very necessary for dividing and distributing irrigation water so that the amount of water given to the land is in accordance with the needs needed by the plant. However, the level provision of water irrigation is still not appropriate for each subak. Thus, it is necessary to evaluate the performance of irrigation networks using MPR analysis. MPR analysis was carried out by measuring the available debit, using a qualitative data analysis approach, and by calculating irrigation water needed, using the average climatological data for the last ten years, from 2012 - 2021, obtain from BMKG Region III Denpasar and data from interview pekaseh. The results of the analysis show that irrigation performance with the good category is dominated by subak in DI Aya, with a distribution of MPR values of 0,77 – 1,19. Meanwhile, the very less category is dominated by subak in DI Gadungan Lambuk, with a distribution MPR values of 0,00 – 0,36. During the dry season, further downstream, the performance irrigation network is getting less and less. In order for irrigation performance to always be in a good catego","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135255679","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Karakteristik Jenis Kemasan terhadap Mutu Kentang (Solanum tuberosum L.) Konsumsi selama Penyimpanan Suhu Dingin 马铃薯质量的包装类型特征。消费在冷库中
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Pub Date : 2023-02-03 DOI: 10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p26
Pipit Safitri Ningsih, Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja, Sumiyati Sumiyati
{"title":"Karakteristik Jenis Kemasan terhadap Mutu Kentang (Solanum tuberosum L.) Konsumsi selama Penyimpanan Suhu Dingin","authors":"Pipit Safitri Ningsih, Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja, Sumiyati Sumiyati","doi":"10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p26","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/jbeta.2023.v11.i02.p26","url":null,"abstract":"Abstrak
 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis kemasan yang berbeda terhadap mutu kentang serta mengetahui jenis kemasan manakah yang menghasilkan kualitas kentang yang baik selama penyimpanan suhu dingin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor perlakuan yaitu kemasan dan waktu. Parameter yang diamati yaitu nilai susut bobot, tekstur, kadar gula, warna, laju pendinginan, tingkat kesegaran, dan kerusakan bahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemasan polipropilen merupakan kemasan yang terbaik dengan nilai parameter bobot 0,05%, tekstur 65,7% N, kadar gula 8,50 Brix, warna (L 35,56; a 19,33; b 26,76), kesegaran bahan 10,50% kentang selama penyimpanan suhu dingin. Pengaruh kemasan plastik polipropilen dapat mempertahankan kesegaran kentang sampai hari ke-56 dibandingkan kentang yang dikemas dengan plastik polietilen.
 Abstract
 This study aims to find whether the use of different types of packaging can affect the quality of potatoes and to find out which types of packaging produce good-quality potatoes during cold storage. This study used a completely randomized design with one treatment factor, namely two different types of packaging. Parameters observed were weight loss, texture, sugar content, color, cooling rate, freshness level, and material damage. The results showed that polypropylene packaging was the best with a parameter value of weight loss of 0.05%, texture 65,7d, sugar content of 8.50 Brix, color (L 35.56, a 19.33, b 26.76), freshness level of 10.50? during cold storage. The effect of polypropylene plastic packaging can maintain the freshness of potatoes until the 56th day compared to potatoes packaged with polyethylene plastic.","PeriodicalId":475972,"journal":{"name":"BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135255680","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书