{"title":"Pengaruh volume gas argon terhadap kekuatan tarik pada pengelasan GTAW SUS 201","authors":"Andhika Hendrawan Febrianto, Am Mufarrih","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.480","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.480","url":null,"abstract":"Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) berupa tahap las busur yang memakai elektroda yang tidak meleleh. Proses pengelasan GTAW dilakukan dengan cara mencairkan filler rod ke benda yang akan dilas. Proses GTAW pada material stainless steel khususnya tipe SUS 201 belum mendapatkan kekuatan sambungan yang optimum. Maka dari itu, perlu adanya kajian tentang kekuatan tarik hasil pengelasan GTAW pada SUS 201. Tujuan dari kajian ini yaitu guna mengamati dampak volume gas argon pada ketangguhan tarik perolehan sambungan las GTAW material SUS 201. Dengan menggunakan metode eksperimental dan analisis data menggunakan ANOVA. Variabel bebas yang digunakan volume gas argon adalah 5, 10, dan 15 l/menit dengan replikasi tiga kali dan variabel terikat kekuatan tarik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa volume gas argon berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik hasil las GTAW material SUS 201. Nilai kekuatan tarik maksimum hasil las GTAW dengan volume gas argon 15 l/m sebesar 630,86 MPa dan nilai terendah terdapat pada volume gas argon 5 l/m sebesar 499,46 MPa. Semakin besar volume gas argon, maka semakin besar kekuatan tarik. Dari pengamatan struktur mikro, diketahui bahwa volume gas argon 5 l/menit menunjukkan struktur mikro ferrit lebih dominan dibandingkan perlit, maka dinyatakan kekuatan tarik minimum. Sedangkan pada volume gas argon 15 l/menit, struktur mikro lebih dominan perlit dibandingkan ferrit, maka dinyatakan kekuatan tarik maksimum.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135810927","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis pengaruh variasi jumlah pelapisan dan jarak pelapisan spray coating pada baja AISI 1020 terhadap kekasaran dan laju korosi dengan media air garam","authors":"Iqbal Rizky Setyawan, Afira Ainur Rosidah","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.463","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.463","url":null,"abstract":"Baja AISI 1020 merupakan baja karbon rendah yang biasa digunakan sebagai lambung kapal. Kekurangan pada baja adalah mudah terkorosi. Salah satu cara untuk memperlambat laju korosi adalah dengan cara coating. Coating atau pelapisan adalah cara yang paling sering digunakan untuk memperlambat laju korosi karena lebih efektif, mudah diaplikasikan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pelapisan dan jarak pelapisan spray coating terhadap kekasaran permukaan serta laju korosi. Variasi yang digunakan adalah variasi jumlah pelapisan sebanyak 1 lapis, 2 lapis, dan 3 lapis, serta variasi jarak pelapisan 10 cm, 15 cm, dan 20 cm. Metode yang digunakan untuk menghitung laju korosi adalah weight loss. Hasil pengujian menunjukkan kekasaran yang paling bagus pada spesimen 3 lapis dengan jarak 10 cm, yakni nilai sebesar 0,857 m dan laju korosi yang paling rendah pada spesimen 3 lapis dengan jarak 20 cm, yakni nilai sebesar 2,376 mpy. Jarak yang paling baik untuk pelapisan adalah tidak terlalu dekat dan terlalu jauh. Jarak yang terlalu dekat menyebabkan cat akan meleleh (runs) dan jumlah cat yang menempel menjadi banyak, sehingga lapisan akan terlalu tebal dan halus. Jarak pelapisan yang terlalu jauh menyebabkan cat akan sedikit menempel dan menyebabkan cat mengering sebelum menempel pada media, sehingga menjadi tipis dan kasar. Semakin banyak jumlah pelapisan akan semakin baik dalam menghambat laju korosi.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134935617","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis kekuatan impak komposit serat batang pohon waru (Hisbiscus tiliaceus)","authors":"Muhammad Irwan, Neny Rasnyanti M Aras","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.439","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.439","url":null,"abstract":"Teknologi hijau atau teknologi ramah lingkungan semakin serius dikembangkan oleh negara-negara di dunia saat ini untuk menemukan material ramah lingkungan, dan menjadi salah satu tantangan yang terus diteliti oleh para pakar untuk mendukung kemajuan teknologi ini. Serat kulit batang pohon waru (Hibiscus tiliaceus) yang telah mengalami perlakuan NaOH dan kunyit sebagai bahan penguat komposit atau dipadukan dengan resin epoksi, yang selanjutnya dikaji sifat mekanisnya secara empiris, sehingga diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran terhadap penerapan teknologi hijau dan teknologi yang ramah lingkungan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan perendaman NaOH 5% selama 2 jam, pemanasan kunyit 20% sampai suhu 70-80oC yang didiamkan selama 2 jam dan perendaman NaOH 5% selama 2 jam yang dilanjutkan pemanasan kunyit 20% sampai suhu 70-80oC yang diamkan selama 2 jam terhadap kekuatan bending komposit serat kulit batang pohon waru. Pengujian impak ini menggunakan ASTM 256, setelah dilakukan pengujian impak, didapatkan spesimen dengan perlakuan perendaman NaOH 5% selama 2 jam pada komposit serat kulit batang waru, menunjukkan hasil pengujian terbaik energi patah dengan nilai energi patah tertinggi mencapai 2,142 Joule, sedangkan untuk kekuatan impak terbaik didapatkan pada spesimen tanpa perlakuan dengan nilai 1,529 Joule/mm2.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134935720","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Studi potensi listrik dari hembusan angin luaran air conditioner","authors":"Gian Villany Golwa, Fajar Anggara, Imam Hidayat","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.464","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.464","url":null,"abstract":"Penggunaan pendingin ruangan alias air conditioner (AC) akan mengonsumsi banyak tenaga listrik di dunia. Menurut prediksi Badan Energi Internasional alias International Energy Agency (IEA) konsumsi listrik untuk AC akan jadi pemicu utama melonjaknya permintaan listrik dunia pada 2050. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret tahun 2017 menunjukkan 7,98% rumah tangga di Indonesia yang menggunakan AC. Kecepatan angin yang keluar dari kondesor pada AC dengan kapasitas 0,5-2 PK memiliki kecepatan rata-rata 4,83 m/s. Kajian ini akan melakukan pengujian potensi listrik yang dapat dihasilkan dari hembusan angin luaran AC dengan 2 jenis prototipe generator. Kedua jenis generator tersebut akan diuji secara langsung pada unit exhaust AC. Hasil pengujian menunjukkan dengan rata-rata kecepatan angin 4,83 m/s pada generator vertical blade dengan 12 sudu pada blade dapat menghasilkan hingga tegangan 7 volt, dan pada generator horizontal blade dengan 6 kumparan yang masing-masing kumparan 300 lilitan didapat tegangan listrik hingga 14,82 Volt. Kesimpulan dari kajian ini, generator horizontal blade cukup untuk menyuplai listrik ke baterai sebelum dikonsumsi.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134935930","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Performa motor bakar satu silinder dengan variasi oktan bahan bakar dan tekanan kompresi","authors":"Bahtiar Rahmat, Mohammad Burhan Rubai Wijaya, Yuris Bahadur Wirawan, Fahmy Zuhda Bahtiar","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.468","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.468","url":null,"abstract":"Performa dari sebuah mesin pembakaran dalam sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kualitas bahan bakar serta tekanan kompresi dari mesin. Tekanan kompresi yang tinggi dan diikuti pemilihan angka oktan bahan bakar yang sesuai, akan menghasilkan performa yang optimal. Sedikit pengguna yang mengetahui bahwa mesin kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan yang tinggi pula. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keluaran daya & torsi mesin pembakaran dalam satu silinder yang diberikan variasi tekanan kompresi menggunakan bahan bakar pertamax (RON 92) & pertamax plus (RON 95). Uji dynamometer dilakukan untuk mengetahui perbedaan performa mesin. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa mesin dengan tekanan kompresi tinggi (11,8 kg/cm2) dengan bahan bakar RON 95 menghasilkan keluaran daya tertinggi sebesar 7,5 kW dengan keluaran torsi tertinggi sebesar 9,6 Nm, sedangkan mesin dengan tekanan kompresi rendah (10 kg/cm2) mengunakan bahan bakar RON 92 menghasilkan keluaran tenaga terendah sebesar 4,2 kW dengan keluaran torsi terendah sebesar 3,8 Nm.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134977475","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis desain stamping die menggunakan FTI forming suite","authors":"Nanang Ali Sutisna, Vicky Gufron Afandi","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.509","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.509","url":null,"abstract":"Kajian ini dilakukan pada desain stamping die untuk salah satu komponen bodi mobil menggunakan perangkat lunak FTI Forming Suite. Pada umumnya, proses rancang bangun stamping die yang terdapat di perusahaan, diamati melibatkan tujuh hingga sepuluh percobaan sebelum mendapatkan die yang dapat diterima, yang akibatnya meningkatkan biaya die. Dengan menggunakan perangkat lunak, diharapkan jumlah percobaan berkurang karena desain dianalisis terlebih dahulu untuk mengidentifikasi cacat yang tidak diinginkan dalam proses stamping, seperti kerut, robek, dan springback. Tahapan kajian dimulai dengan membandingkan komponen hasil stamping dengan desainnya. Dengan menggunakan pemindai 3D, geometri komponen diperoleh dan dibandingkan dengan model CAD 3D asli untuk memeriksa penyimpangan komponen dari desain aslinya. Perbandingan antara komponen hasil stamping dengan desain asli menunjukkan ketidaksesuaian. Hal ini kemungkinan besar karena desain telah dimodifikasi untuk mencegah cacat stempel. Selanjutnya, desain asli disimulasikan dengan menerapkan gaya blank holder sebesar 109,7 kN. Simulasi pertama pada komponen desain asli menunjukkan bahwa thickness strain sebesar -14,4% dan memiliki kecenderungan kerutan yang kuat. Oleh karena itu, desain dimodifikasi, kemudian dilakukan simulasi lagi pada desain komponen yang dimodifikasi ini. Modifikasi terutama difokuskan pada radius sudut yang diperlukan, juga pada gaya blank holder menjadi 129,2 kN untuk mencegah kerutan dan mengurangi springback. Simulasi kedua menghasilkan formability yang baik, ditunjukkan dengan forming limit diagram (FLD), zona aman, dan springback yang lebih baik, meskipun thickness strain minimum meningkat menjadi -19,2%. Jadi, dengan menggunakan simulasi perangkat lunak, geometri cetakan yang benar dapat diperoleh sebelum pembuatan cetakan untuk menghindari biaya modifikasi die yang tidak perlu selama proses percobaan. Selain itu, jumlah percobaan dapat diminimalkan, sehingga lead time produksi stamping dies menjadi lebih singkat.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136094369","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Zavi Indasyach Moreno, Ronald Akbar, Almira Citra Amelia, Hilman Adrian, Jeff Michael Johanes, Putut Hery Setiawan, Hyundianto Arif Gunawan, Ragil Sukarno, Darwin Rio Budi Syaka, Mulya Juarsa
{"title":"Analisis rugi kalor selama proses pemanasan pada semi-spherical plenum stainless steel 316 berdasarkan perubahan setting suhu pemanasan","authors":"Zavi Indasyach Moreno, Ronald Akbar, Almira Citra Amelia, Hilman Adrian, Jeff Michael Johanes, Putut Hery Setiawan, Hyundianto Arif Gunawan, Ragil Sukarno, Darwin Rio Budi Syaka, Mulya Juarsa","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.498","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.498","url":null,"abstract":"Lelehan teras reaktor dalam bentuk semi-spherical telah melepas kalor selama peristiwa kecelakaan parah di reaktor nuklir, di mana karakteristik pelepas kalor perlu untuk dipelajari. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena distribusi suhu dan besar laju rugi kalor pada semi-spherical plenum stainless steel 316 dengan melakukan variasi setting suhu. Dalam kajian ini digunakan plenum bergeometri semi-spherical yang disimulasikan sebagai debris reaktor nuklir dengan metode eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan 4 variasi setting suhu yaitu 50oC, 100oC, 150oC, dan 200oC. Alat ukur yang digunakan yaitu termokopel tipe K yang dipasang pada 14 titik yang sudah ditentukan. Pengambilan data diambil saat proses pemanasan dan proses pendinginan yang terjadi pada semi-spherical plenum. Data yang diambil yaitu proses kenaikan dan penurunan suhu dan nilai laju rugi kalor. Berdasarkan hasil eksperimen didapatkan bahwa karakteristik kenaikan dan penurunan suhu ketika proses pemanasan dan pendinginan pada setiap titik termokopel adalah sama. Hasil nilai rugi kalor didapatkan pada suhu 50oC, 100oC, 150oC, dan 200oC secara berturut-turut sebesar 354,235 watt, 670,714 watt, 1442,303 watt, dan 2064,727 watt. Dapat disimpulkan bahwa nilai laju rugi kalor akan meningkat sebanding dengan besar setting suhu awal. Nilai laju rugi kalor dari semua ekperimen berada di atas 50%.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"124 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134933889","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ahmad Nurul Muttaqin, Uswatul Hasanah Mihdar, None Rusdi Nur
{"title":"Optimalisasi dan pengembangan mesin penggembur tanah inovatif untuk meningkatkan produktivitas lahan kering","authors":"Ahmad Nurul Muttaqin, Uswatul Hasanah Mihdar, None Rusdi Nur","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.449","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.449","url":null,"abstract":"Tujuan dari kajian ini adalah untuk membuat mesin penggembur tanah yang efektif dan dapat digunakan di lahan kering. Diharapkan mesin ini akan meningkatkan produktivitas dan mengurangi beban kerja manusia dalam pekerjaan pertanian dan konstruksi. Sebelum tahap perakitan fisik, perangkat lunak Autodesk Fusion 360 digunakan untuk perakitan virtual dalam proses perakitan mesin. Rangka dudukan motor bakar dihubungkan dengan rangka utama selama proses perakitan. Selain itu, poros dua dan roda menerima sproket, dan pengencang sabuk juga dipasang. Mesin ini memiliki mata pisau yang digunakan untuk menggemburkan tanah dengan cepat. Pengujian mesin dilakukan pada lahan kering seluas 30 meter persegi, dengan waktu operasional rata-rata sekitar 229,3 detik per pengujian. Mesin ini menunjukkan efisiensi waktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan model sebelumnya. Selain itu, elemen yang perlu dievaluasi secara menyeluruh dalam kajian ini termasuk daya tahan, biaya operasional, kemudahan perawatan, dan dampak lingkungan. Mesin pengembangan ini memiliki banyak potensi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses penggemburan tanah di lahan kering. Hasil kajian ini diharapkan dapat membantu kemajuan teknologi di industri pertanian dan konstruksi Indonesia.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"154 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134933893","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Willy Ivan Lucky, None Ahmad Nayan, Nurul Islami, Abdul Rahman
{"title":"Formulation and fabrication of biofoam from rice waste as a substitute for styrofoam in food packaging using the thermopress technique","authors":"Willy Ivan Lucky, None Ahmad Nayan, Nurul Islami, Abdul Rahman","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.469","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.469","url":null,"abstract":"Styrofoam as food packaging has a bad impact on the environment and the human body because it is made of benzene compounds. The purpose of this research is to look for environmentally friendly and safe food packaging alternatives in the form of biofoam made from waste rice plants and tapioca flour as natural adhesives. The biofoam fabrication process as food packaging is done by mixing straw waste that has been mashed with tapioca solution until it is homogeneous and has a higher viscosity, and then printing using a tool. Thermopress uses a pressure of 9,801 MPa (100 kg) with a temperature of 120°C for 14 minutes of pressing. The variations used are the use of mesh 40, 60, and 80 for the level of roughness of rice straw that has been treated in a crusher. The results of Biofoam testing with the three mesh variations 40, 60, and 80 can decompose inside soil for 28 days, and the results of testing with a mesh of 40 found low water absorption resistance with a weight gain of 36%, and the heat resistance test experienced a weight gain of 1.681%, meanwhile, biofoam with a mesh of 60 has added weight after testing water absorption of 23%, and the heat resistance test has a weight gain of 1%. And on biofoam with mesh 80, there was a weight gain after testing water absorption of 15% and resistance to heat with an increase in weight of 1%.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134933886","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Simulation of performance enhancement of heat exchanger with twisted tapes using ANSYS software","authors":"Taufik Ramadhan Fitrianto, None Suhanan","doi":"10.36289/jtmi.v18i2.454","DOIUrl":"https://doi.org/10.36289/jtmi.v18i2.454","url":null,"abstract":"Heat transfer effectiveness in a heat exchanger depends on the fluid flow through the exchanger. The heat transfer coefficient is directly proportional to the Nusselt number of the fluid flow. A higher Nusselt number indicates a greater heat transfer rate. The enhancement of heat transfer quality can be achieved by increasing the surface area for heat transfer, disrupting the boundary layer, and inducing swirl flow in the fluid. Twisted tape inserts are used in the heat exchanger to induce swirl flow. In this simulation, six types of inserts with a length of 2000 mm, width of 35 mm, and twist ratios of 2.5, 5.0, 7.5, 10, 12.5, and 15 were used. The mass flow rates of the fluid used were 0.4 kg/s, 0.6 kg/s, and 0.8 kg/s. The simulation was conducted using the ANSYS software with the Computational Fluid Dynamics (CFD) subprogram. The simulation results showed different flow patterns in each experiment. As the number of twists in the twisted tapes increased, the vortex flow in the fluid also increased. The highest performance was observed in the experiment using the twisted tape insert with 15 twists and a mass flow rate of 0.8 kg/s.","PeriodicalId":474649,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Mesin Indonesia","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136094226","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}