{"title":"HIBRIDITAS PADA NYAYIAN RAKYAT LANCANG KOCIK SUKU SAKAI DI DESA PETANI KABUPATEN BENGKALIS","authors":"Listi Mora Rangkuti","doi":"10.25077/majis.3.1.48.2021","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.3.1.48.2021","url":null,"abstract":"Tulisan ini bertujuan untuk menemukan hibriditas budaya pada nyanyian rakyat Lancang Kocik di tengah-tengah masyarakat suku Sakai di Desa Petani, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Analisis pada tulisan ini dilakukan dengan cara deskriptif dengan menjadikan teks nyanyian rakyat Lancang Kocik sebagai objek kajian serta mengamati konteks yang membangun setiap elemen budaya masyarakat pemilik nyanyian rakyat ini. Metode penelitian dilakukan dengan cara menentukan dan mengobservasi Desa Petani sebagai latar nyanyian rakyat Lancang Kocik, selanjutnya melakukan wawancara mendalam kepada narasumber, serta mengumpulkan data, lalu mengolahnya, sehingga dihasilkan kesimpulan bahwa hibriditas dalam nyanyian rakyat Lancang Kocik telah menghasilkan makna dan identitas baru.","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125769128","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"REPRESENTASI TOKOH UTAMA DALAM FILM MANTAN MANTEN KARYA FARISHAD LATJUBA","authors":"D. Rahmawati","doi":"10.25077/majis.3.1.46.2021","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.3.1.46.2021","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan sikap dan sifat anatar wanita kota dan desa. Sikap dan sifat di sini mencakup disaat bersosial, bekerja, dalam rumah tangga, dan orang tua. Keistimewaan wanita dideskripsikan dalam Film Mantan Manten bahwa wanita harus bisa mandiri tetapi tetap menjadi wanita yang lemah lembut agar tidak hilang keanggunannya. Ada kritik untuk perempuan-perempuan di luar sana yang ingin menikah tetapi hanya mengandalkan pekerjaan seorang suami saja. Seorang perempuan memiliki pendirian yang kuat, tegar dan hatinya yang lapang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuualitatif dengan menggunakan metode analisis wacana Norman Fairclough. Subjek penelitian ini adalah film Mantan Manten dilihat dari teks dan konteksnya. Sedangkan, objek penelitian yang akan dianalisis adalah representasi tokoh utama yang merupakan seorang perempuan kota dengan kepribadian yang keras kepala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Mantan Manten memberikan gambaran sifat mandiri dan keras kepala seorang wanita karir dengan ambisi yang sangat tinggi. Namun, keadaan tersebut berubah semenjak dia tinggal di desa dan mengenal apa itu ikhlas, sabar dan syukur. Mencoba memberi pandangan bahwa tidak selamanya patriarki itu selalu buruk. Tingkat stres antara perempuan kota dan desa akan berbeda jika menghadapi masalah, seperti masalah pernikahan. ","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114375991","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Morfologi Kisah Negreri Jambi (Putri Pinang Masak): Model Analisis Vladimir Propp","authors":"Resty Maudina Septiani","doi":"10.25077/majis.3.1.34.2021","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.3.1.34.2021","url":null,"abstract":"MORFOLOGI KISAH Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis morfologi cerita rakyat Jambi Putri Pinang Masak. Ada berbagai versi Putri Pinang Masak yang dikenal di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Peneliti akan menggunakan versi Kisah Negeri Jambi yang telah didokumentasikan dalam bentuk tulisan oleh Amran Tasai. Fokus objek yang diteliti meliputi fungsi-fungsi pelaku, skema dan pola cerita, dan distribusi fungsi di kalangan pelaku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur cerita rakyat ini. Model analisis yang dikembangkan Vladimir Propp digunakan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan analisis struktural naratologi. Hasil analisis menunjukkan ada sebelas fungsi yaitu Absentation (β), Delivery (ζ), The difficult task (M), Struggle (H), Fraud (ƞ), Return (↓), Villainy (Α), lack (a), Victory (I), Marking (J), dan The initial misfortune or lack is liquated (K). Fungsi terebut terdistribusi ke dalam tiga lingkaran tindakan, yaitu lingkaran aksi penjahat, aksi donor, dan aksi perantara. Kata kunci: morfologi, Kisah Negeri Jambi, Putri Pinang Masak, fungsi pelaku, Vladimir Propp, deskriptif kualitatif.Abstract: This study aims to analyze the morphology of Jambi’s folklore of Putri Pinang Masak. The story of Putri Pinang Masak varys in Riau, Jambi, and South Sumatera. However, the documented Kisah Negeri Jambi by Amran Tasai is selected. Narrative functions, schemes and the patterns of the story, and function distributions among characters are observed. This study is intended to find out the structure of the story. The Analysis’s model by Vladimir Propp is used to achieve the author’s target. This study uses qualitative approach of narratological analysis and literature studies. The result showed that there are eleven narrative functions which are Absentation (β), Delivery (ζ), The difficult task (M), Struggle (H), Fraud (ƞ), Return (↓), Villainy (Α), lack (a), Victory (I), Marking (J), dan The initial misfortune or lack is liquated (K). The narrative functions are distributed in three spheres of action which are villain action, donor action, and dispatcher action. Keywords: morphology, Kisah Negeri Jambi, Putri Pinang Masak, narrative functions, Vladimir Propp, descriptive qualitative.","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122172253","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"The Portrait of Racial Discrimination Against Black American People in Angie Thomas' The Hate U Give","authors":"Yuliana Indri Yanti","doi":"10.25077/majis.3.1.52.2021","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.3.1.52.2021","url":null,"abstract":"This research discusses racial discrimination against Black American people represented in the novel The Hate U Give (2017) by Angie Thomas. It aims to analyze how the book reflects racial discrimination in America. This research reveals the impact of racial discrimination, which put black American social into a harmful way, including getting a good education, accessing good work, and getting legal protection. The writer also highlights police brutality that oppresses black American people, which happens because racial bias is rooted in the American police department. The writer applies the sociology of literature propose d by Alan Swingewood and Diana Laurenson, which discusses that literary work represented the social condition when it was produced. The writer also uses a systemic racism theory by Joe R. Feagin to reveal structural racism that oppresses black American people. The analysis shows that black American people find it hard to get equal rights and similar opportunities with other Americans. To get it, Black American people struggle to receive their rights.","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129684502","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA KONFLIK INTERPERSONAL REMAJA DALAM FILM DILAN 1991","authors":"F. Isnaeni, Asep Purwo Yudi Utomo","doi":"10.25077/MAJIS.2.2.26.2020","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/MAJIS.2.2.26.2020","url":null,"abstract":"AbstrakHubungan interpersonal adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten. Ucapan yang disampaikan ketika terjadi konflik sangat mungkin memiliki makna yang berbeda dengan apa yang disampaikan. Perbedaan makna dan maksud tuturan yang disampaikan inilah yang disebut implikatur percakapan. Film Dilan 1991 merupakan salah satu film yang diminati penoton khususnya kalangan remaja. Film Dilan 1991 menunjukkan konflik interpersonal antartokohnya yang menyebabkan munculnya implikatur percakapan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk implikatur percakapan dalam hubungan konflik interpersonal remaja dalam film Dilan 1991. Pendekatan penelitian ini dilakukan dengan pendekatan pragmatik dan analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan tuturan dalam konflik interpersonal remaja yang diduga terdapat implikatur dalam tuturannya. Sumber data dalam penelitian ini yaitu keseluruhan tuturan di dalam film Dilan 1991 yang menunjukkan dialog yang dilakukan tokoh remaja. Dari 129 data tuturan, secara umum terdapat 42 tuturan yang mengandung implikatur percakapan. Hasil seleksi data yang dilakukan menghasilkan 14 data yang mengandung implikatur percakapan dalam konflik interpersonal remaja dan selanjutnya dideskripsikan dalam penelitian ini.AbstractInterpersonal relationships are relationships that consist of two or more people who have dependencies with one another and use a consistent pattern of interaction. The utterance that is conveyed when a conflict occurs is very possible to experience a different meaning from what is conveyed. The difference in meaning and purpose of the speech delivered is what been kown as the conversational implicature. Dilan 1991 is one of the films that interested to the audience, especially among teenagers. The film Dilan 1991 shows interpersonal conflicts between characters that lead to the emergence of conversational implicature. This study aims to explain the implicative form of conversation in adolescent interpersonal conflict relationships in the film Dilan 1991. The research approach was carried out with a pragmatic approach and qualitative descriptive analysis. This research data in the form of fragments of speech in adolescent interpersonal conflicts that allegedly contained implications in the speech. The data source in this study is the whole utterance in the film Dilan 1991 which shows the dialogue carried out by teenage characters. From 129 speech data, in general there are 42 speech that contain conversational implicature. The results of the data selection were conducted to produce 14 data that contain conversational implicature in adolescent interpersonal conflicts and are further described in this study.","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-09-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124189267","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"MAINTENANCE OF MINANGKABAU CULTURE IN RANDAI AT MUNGKA BASED ON EDUCATION AND TOURISM","authors":"Maryelliwati Maryelliwati, W. Rahmat, K. Anwar","doi":"10.25077/majis.1.2.9.2019","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.1.2.9.2019","url":null,"abstract":"Mungka District has a variety of traditional art forms that are still alive and growing. Silek or randai is not documented as a good medium, making it disappear from the community both old and young. Whereas the various forms of art in this case are the Minangkabau Silek as one of the main elements in Randai art, having local wisdom values but are less in demand, especially towards the younger generation. Therefore, documentation of retention of the Minangkabau silek in the traditional Randai arts is very necessary to maintain the existence of the art, as well as increasing the value of traditional and cultural tourism in West Sumatra because it can be re-broadcasted with various electronic media. Documenting the traditional art of Silek in Randai can be done by going directly to the field and introducing it to elementary schools as teaching material in the field of Natural Culture, Minangkabau. This study uses a qualitative method. The instruments to be used are observation, interviews, questionnaires, and direct observation, analysis, and writing of research results. From this documentation it was found that young people became interested again to reprint or reproduce the forms of documentation Silek in Randai to be used in the education world or traded as a cultural asset.","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121930026","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALYSIS OF POSTMODERNISM IN ORANG-ORANG BLOOMINGTON NOVEL BY BUDI DARMA","authors":"Muhsyanur Muhsyanur","doi":"10.25077/majis.1.2.13.2019","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.1.2.13.2019","url":null,"abstract":"The purpose of this study was to describe aspects and characteristics of postmodernism in the novel Orang-orang Bloomington by Budi Darma. This study uses a descriptive approach. The method, which is collecting data, reading, and analyzing data. Based on the results of the study, the aspects of postmodernism were found, namely parody and camp, while the characteristics of postmodernism were found, namely the aspect of reducing admiration for science, capitalism, and technology , and shifting dominance. ","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"10 4","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133008961","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"CHARACTER MOTIVE IN JAKARTA JINGGA NOVEL BY RIA N. BADARIA","authors":"Sri Anisa Mayanda, W. Rahmat, R. Satini","doi":"10.25077/majis.1.2.12.2019","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.1.2.12.2019","url":null,"abstract":"This research is motivated by which forms of character motifs in the Jakarta Jingga Karya Ria N novel in interacting. Motive is one of the reasons or encouragement of people to behave in certain ways. So in this research, focus on the shape of the character's motives in this novel. The purpose of this research is to describe the motifs of the characters in the Jakarta Jingga Karya Ria N. Badaria novel. This motif uses Maslow's theory (in Sobur 2013: 274). This type of research is qualitative. The method in this research is content analysis. The data used in this study are quotes related to character motifs in the Jakarta Jingga novel by Ria N. Badaria, while the data source in this study is the Jakarta Jingga Karya Ria N. Badaria novel. Data analysis techniques in this study are, describing the data based on character motifs. The findings contain five types of character motifs in the Jakarta Jingga Karya Ria N. Badaria novel. First, physiological motives. Second, the motive for feeling safe. Third, love and motives that are already owned. Fourth, the motif of appreciation. Fifth, self-actualization motives.","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115957881","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"A STORY OF RANG KAYO HITAM IN ANIMATION FILM BY AKHMAD FAWWAZ POLITICAL ECOLOGY APPROACH","authors":"Maya Febrianti","doi":"10.25077/majis.1.2.14.2019","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.1.2.14.2019","url":null,"abstract":"Rang Kayo Hitam story is a story that developed in Jambi Province, stories originating from folklore began to be published through the YouTube application, in broad outline this animated film has represented oral stories and written stories. This paper discusses the study of political ecology in the story of Rang Kayo Hitam in animated films. The purpose of this study is to describe the political ecology of the Rang Kayo Hitam story in an animated film. The data source is the animated film Rang Kayo Hitam. Qualitative description research method. Research analysis by listening to dialogue in animated films repeatedly, grouping texts that are included in political ecology. The results of this study are the story of Rang Kayo Hitam in this animated film that still contains political ecology involving the Malay kingdom of Jambi and the kingdom of Mataram, the two kingdoms which have their own policies on their territory.","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"98 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128392317","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"WOMAN IMAGES IN NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS BY PRAMOEDYA ANANTA TOER (A FEMINISM APPROACH)","authors":"Jimat Susilo, Sobihah Rasyad, N. Wulandari","doi":"10.25077/majis.1.2.6.2019","DOIUrl":"https://doi.org/10.25077/majis.1.2.6.2019","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini akan menggambarkan keberadaan perempuan dianggap memiliki keterbatasan, selalu dipinggirkan atau dimarjinalkan, dinomorduakan baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam segala bidang, perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan dibanding laki-laki, seperti dalam bidang sosial, pendidikan, politik, ekonomi, maupun dalam kaitan berorganisasi. Perempuan dalam budaya Jawa hanya sebagai pelengkap kaum laki-laki, yaitu bertugas di dapur, sumur, dan kasur. Artinya, posisi perempuan tidak memiliki peran penting dalam kehidupan, tugasnya memasak, mencuci, dan menemani laki-laki saat tidur. Perlakun terhadap perempuan inilah yang memunculkan gerakan penyetaraan derajat perempuan terhadap laki-laki. Gerakan itu dinamakan feminisme. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang menekankan pada penyetaraan gender antara laki-laki dan perempuan (Wiyatmi, 2012: 9) sebagai akibat perlakuan yang tidak adil terhadap kaum perempuan yang mengalami kesengsaraan, bahkan didudukkan jauh di bawah laki-laki (Djajanegara, 2003: 27). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk ketidakadilan citra perempuan dalam novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramodya Ananta Toer.Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan citra tokoh utama dan mengetahui hubungannya antara tokoh utama dan tokoh lawan jenisnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, seperti teknik pustaka, baca, dan catat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan dalam mendukung dan menggerakkan literasi sekolah dan sebagai bahan penawaran untuk materi ajar guru dalam pembelajaran sastra.","PeriodicalId":428911,"journal":{"name":"Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra","volume":"76 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123154306","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}