{"title":"PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TUMBUH DAN BIOFERTILIZER TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT GAHARU (Gyrinops versteegii) ASAL KEKAIT PUNCANG","authors":"Rosa Martadiana, I. G. A. S. Wangiyana","doi":"10.33394/JSS.V4I1.3946","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/JSS.V4I1.3946","url":null,"abstract":"Gyrinops versteegii merupakan spesies tanaman penghasilan gaharu endemik pulau Lombok. Komoditi ini merupakan salah satu jenis hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai jual tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tumbuh dan jenis biofertilizer terhadap pertumbuhan bibit gaharu (G. versteegii). Percobaan menggunakan Rancangan acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tumbuh (M1: tanah:pasir = 1:2, M2: tanah:pasir = 2:1). Faktor kedua adalah jenis Biofertilizer (B1:EM4, B2: FMA). Berdasarkan ANOVA, faktor jenis biofertilizer yang berpengaruh nyata terhadap tinggi batang bibit G. versteegii. Faktor komposisi media tumbuh tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi batang bibit G. versteegii begitu pula dengan interaksi antar faktor. Uji Beda Nyata Jujur mengkonfirmasi bahwa FMA mampu mendukung pertumbuhan bibit lebih baik dibandingkan dengan EM4. Dapat disimpulkan bahwa faktor jenis biofertilizer lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit gaharu dibandingkan dengan komposisi media tumbuh dengan kecenderungan FMA mampu mendukung pertumbuhan bibit G. versteegii secara optimal.","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134319163","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"POTENSI DAN PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU KEMIRI (Aleurites moluccana) DIKAWASAN BKPH TAMBORA KABUPATEN BIMA","authors":"Abdul Sahid, Yulia Ratnaningsih","doi":"10.33394/jss.v4i1.3974","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/jss.v4i1.3974","url":null,"abstract":"Penelitian ini berjudul “Potensi Dan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu ( HHBK) Kemiri (Aleurites moluccana) Dikawasan BKPH Tambora Kabupaten Bima” Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel Potensi dan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Kemiri danpen dapatan masyarakat dikawasan BKPH Tambora Kabupaten Bima. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi dan wawancara. Sedangkan alat pengumpulan data menggunakan Kuisioner. Responden dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang memanfaatkan hasil hutan bukan kayu berupa Kemiri di seputaran BKPH Tambora.Adapun variable yang di analisis yakni potensi hasil hutan bukan kayu (kemiri) dan pendapatan masyarakat. Analisis Data yang diperoleh ditabulasikan dan dianalisis secara deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai bentuk pemanfaatan kemiri, pendapatan masyarakat dan analisis pemasaran di lokasi tempat dilaksanakan penelitian. Hasil analisis menunjukkan Masyarakat disekitar BKPH Tambora menganggap kemiri selain dari mata pecarian mereka, kemiri juga dimanfaatkan. Kemiri juga dikenal sebagai candlenut karena fungsinya sebagai bahan penerangan. Kegunaan kemiri sangat beragam. Bagian tanaman kemiri dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Batang, daunnya dapat digunakan sebagai obat tradisonal, tempurung bijinya digunakan untuk obat nyamuk bakar dan arang, sedangkan bijinya digunakan sebagai minyak rambut, bumbu masak, dan juga penghasil minyak.","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114606443","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Agustinus Romano S.M. Parera, Irna Ningsi Amalia Rachman
{"title":"POTENSI EKOWISATA TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN DI DESA SENGGIGI KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT","authors":"Agustinus Romano S.M. Parera, Irna Ningsi Amalia Rachman","doi":"10.33394/JSS.V4I1.3944","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/JSS.V4I1.3944","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekowisata Taman Wisata Alam Kerandangan Di Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Mengetahui evaluasi Potensi Ekowisata Taman Wisata Alam Kerandangan berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (Analisis SWOT). Penelitian ini di laksanakan di Taman Wisata Alam Kerandangan, di Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2019 sampai bulan Januari 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan data yang dikumpulkan diolah dalam analisis SWOT. Keanekaragaman potensi flora dan fauna serta keberadaan hutan yang masih alami dapat menjadi daya tarik tersendiri pada kawasan Ekowisata Taman Wisata Alam Kerandangan yang dapat dimanfaatkan berbagai paket kegiatan wisata alamnya yang menarik para wisatawan seperti menikmati air terjun Goa Walet dan air terjun Putri Kembar, berkemah, pengamatan kera hitam, pengamatan burung, menikmati penangkaran kupu kupu dan pendidikan alam bagi para siswa- siswi. Taman Wisata Alam Kerandangan memiliki kekuatan yang tidak ada pada kawasan lain sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik minat para wisatawan, dan kelemahan pada kawasan ini seperti Air Terjun Goa Walet dan Air Terjun Putri Kembar merupakan air terjun musiman, debit airnya besar ketika musim hujan dan kecil pada musim kemarau, serta peluang pada kawasan ini lokasinya yang sangat mudah di jangkau karena kondisi jalan menuju kawasan sangat mudah dan beraspal dan ancaman pada kawasan ini yaitu masih rendahnya kesadaran para wisatawan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124975466","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN PADA TANAMAN KOPI YANG DI SEBABKAN OLEH HAMA DI DESA KARANG SIDEMEN KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH","authors":"Robi Dwi Permana, L. S. Masrilurrahman","doi":"10.33394/JSS.V4I1.3943","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/JSS.V4I1.3943","url":null,"abstract":"Kopi merupakan tanaman komoditas perkebunan yang melimpah luas di Indonesia.Tanaman ini hidup subur didaerah dataran tinggi, yaitu diatas 700 meter dpl (diatas permukaan laut). Dengan potensi tersebut terdapat permasalahan utama pada perkebunan kopi rakyat, yaitu rendahnya produktivitas dan mutu yang kurang memenuhi standar ekspor. Rendahnya produktivitas kopi antara lain disebabkan oleh serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Serangan OPT dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis baik kualitas maupun kuantitas. Oleh sebab itu yang mendasari penulis untuk melakukan penelitian identifikasi tingkat kerusakan tanaman kopi yang disebabkan oleh hama di Desa Karang Sidemen yang merupakan salah satu sentra kopi di Pulau Lombok, khususnya Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian deskriptif yaitu mengumpulkan data primer dan sekunder. Analisis data primer diperoleh dari wawancara Kelompok Tani “Harapan Kita” dengan 3 Responden, Pengamatan Sampel Tanaman, dokumentasi. Sedangkan analisis data sekuder diperoleh dari studi literatur, seperti gambaran umum wilayah yang diperoleh dari arsip instansi setempat atau yang bersangkutan yaitu desa karang sidemen. Berdasarkan hasil pengumpulan data dapat identifikasi tingkat kerusakan tanaman kopi disebabkan oleh hama yaitu penggerek batang, penggerek buah, kutu putih. Dengan tingkat kerusakan berdasarkan 3 kategori kerusakan yakni ringan 62 %, sedang 32%, berat 6 %. Kesimpulan identifikasi tingkat kerusakan tanaman kopi yaitu berupa kerusakan di batang, daun dan buah.","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130863461","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS KUALITAS POHON PADA KAWASAN JALUR HIJAU DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT","authors":"Gregorius Jedaru, Raden Roro Narwastu Dwi Rita","doi":"10.33394/jss.v4i1.3979","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/jss.v4i1.3979","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kualitas pohon yang ada pada kawasan jalur hijau di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini di lakukan di jalur hijau yang ada di kota Mataram Nusa Tenggara Barat penelitian ini di lakukan dengan metode sensus dan skoring yang terdiri atas kesehatan pohon di hutan kota. Terdapat dua kriteria utama yang dinilai yaitu: kesehatan pohon dan teknis. Setiap faktor dari kedua kriteria tersebut dinilai dengan nilai 1-4 dengan tingkat penilaianya meliputi: sangat berat (nilai 4), berat (nilai 3), sedang (nilai 2), ringan (nilai 1). Untuk total keseluruhan kualitas pohon dari semua jenis pohon yang diempat kawasan jalur hijau tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram lingkaran 4.7.Kriteria kesehatan pohon dan kesehatan batang di empat kawasan jalur hijau ini persentase tertinggi terletak pada kerusakan ringan begitu juga pada kesehatan tajuk, ini menandakan bahwa kualitas pohonnya dapat dilihat dari kesehatan batang dan kesehatan tajuk memilliki kualitas yang baik. Kemudian dilihat dari kriteria penilaian teknis pohon, kondisi pohon juga aman terhadap lingkungan dan sekitarnya juga tidak membahayakan. Itu dapat dilihat dari persentase sangat ringan memiliki tingkat yang sangat tinggi dibandingkan kelas penilaian sangat berat,berat dan sedang. Dapat disimpulkan bahwa kelima kawasan jalur hijau diatas (jalan sriwijaya, jalan pejanggik, jalan ampenan, jalan amir hamsah) ditinjau dari kualitas kesehatan pohon dan tajuk memiliki kualitas yang sangat baik. Sedangkan bila dilihatdari segi teknis lingkungan antara pohon dengan daerah sekitarnya memiliki kualitas yang sangat baik pula.","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131022632","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) DI DESA SENGGIGI KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT","authors":"M. Fauzi, Hafizah Nahlunnisa","doi":"10.33394/jss.v4i1.3945","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/jss.v4i1.3945","url":null,"abstract":"Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan berupa komposisi tanaman serta sistem agroforestri yang berada dikawasan hutan yang dikelola oleh kelompok HKm Gapoktan Mertesari di wilayah Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar. Metode yang digunakan adalah survei lahan dan wawancara terhadap kelompok Gapoktan Mertesari dengan pengambilan responden menggunakan metode random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi tanaman yang berada dikawasan hutan yang dikelola oleh kelompok HKm Gapoktan Mertesari terdiri dari jenis kayu lokal seperti Ajan/Klicung, Rajumas, Klokos, Gaharu, Majagau yang tumbuh secara alami. Selain itu, untuk memperkaya keanekaragaman jenis tanaman dengan jenis tanaman kayu-kayuan seperti Sengon, Mahoni dan MPTs seperti Nangka, Mente dan Asam dengan prosentase tumbuh mencapai 80%. Pola agroforestry pada kawasan tersebut adalah multiple croping tanpa ada jarak tanam karena tanaman kehutanannya sudah rapat.","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114630015","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEGARUH MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JAMBU METE (Anacardium occidental. L)","authors":"R. A. Wahid, Kemas Usman","doi":"10.33394/jss.v4i1.3971","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/jss.v4i1.3971","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Media Pembibitan Terhadap Pertumubuhan Bibit Jambu Mete (Anacardium occidentale L.). Metode yang digunakan dalam penelitaian ini adalah metode eksperimen, tehnik pengumpulan data dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lenkap (RAL). Penelitian ini dilakukan di Green house Peneliti di Sambleia, Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian ini menunjukan pada pertumbuhan jambu mete pada perlakuan P3 (campuran tanah dan sekam) memberikan pola pertambahan tinggi batang pada minggu kedua sampai kedelapan tidak berbeda signifikan dan pada pertambahan jumlah daun pada minnggu 1,2,3,5,7,8 tidak berbeda signifikan.","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"2016 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128057148","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KACANG TANAH DALAM TUMPANGSARI REPLACEMENT SERIES DENGAN PADI BERAS HITAM SISTEM IRIGASI AEROBIK PADA BEDENG","authors":"S. Zainab, Wayan Wangiyana","doi":"10.33394/JSS.V4I1.3942","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/JSS.V4I1.3942","url":null,"abstract":"This study aimed to determine growth and yield of two varieties of peanut in a 2:2 replacement series intercropping system with black rice under aerobic irrigation system on raised-beds. The experiment, carried out on irrigated rice fields in South Kediri village (West Lombok, NTB) from May to August 2019, was arranged according to Split Split-Plot Design with three treatment factors, namely intercropping system as the main plots (T1: intercropping 2:2 rows between peanuts and black rice; T2: peanut monocrop), peanut varieties as the sub-plots (V1: Bison; V2: Hypoma-1 variety), and combinations of inorganic-organic-bio-fertilizers for black rice as the sub-sub-plots (P1: NPK fertilizer only; P2: NPK+Petroganik; P3: NPK+Petroganik+mycorrhiza bio-fertilizer). The intercropped peanut was fertilized only with 200 kg/ha Phonska (NPK). The results indicated that the most influencing treatment factors were intercropping systems and combinations of inorganic-organic-bio-fertilizers. However, there were significant two-factor-interactions, namely between varieties and intercropping systems on peanut leaf number, dry stover weight and dry filled-pod weight, and between intercropping systems and fertilizer combinations on seed yield and harvest index. Dry seed yields were not significantly different between varieties, but were higher under P3 (21.17 g/clump) or P2 (20.67 g/clump) compared to P1 (19.35 g/clump), while peanut intercropped with black rice resulted in higher seed yield (22.10 g/clump) than monocroped peanuts (18.69 g/clump). Based on the interaction between intercropping systems and fertilizer combinations, the highest seed yield was obtained in peanuts intercropped with black rice fertilized with NPK+organic+bio-fertilizer (23.65 g/clump) and the lowest average was in monocropped peanuts (17.87 g/clump).","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132336716","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020","authors":"Arifin Arifin, Irna Ningsi Amalia Rachman","doi":"10.33394/JSS.V3I2.3694","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/JSS.V3I2.3694","url":null,"abstract":"Penelitian ini di laksanakan di Kawasan Hutan Lindung KPHL Ampang Yang berlokasi di Desa Jotang Beru dengan tujuan : mengidentifikasi Jenis vegetasi tingkat pohon dan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai pakan lebah madu hutan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini dalam teknik pengambilan data adalah dengan mengetahui dan mengidentifikasi jenis pakan lebah hutan yaitu berupa vegetasi jenis pohon dan tumbuhan bawah maka dilakukan dengan cara survey yaitu turun langsung ke hutan dan mendata jenis-jenis pakan lebah yang biasa disukainya. Kemudian untuk menganalisis data Jenis-jenis vegetasi yang di peroleh di tabulasi, dan di diskripsikan baik itu untuk vegetasi pohon maupun tumbuhan bawah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut Identifikasi jenis Vegetasi yang di jumpai pada Lokasi Hutan Lindung Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPHL) Ampang ditemukan sebanyak 27 jenis vegetasi terdiri dari 11 Jenis adalah pada tingkat tiang dan 16 jenis pada tingkat tumbuhan bawah, yang termasuk jenis pakan lebah madu hutan (Apisdorsata). Di harapkan dari hasil penelitian ini ada upaya tindak lanjut dari pemerintah perlu upaya pelestarian jenis tanaman sebagai jenis pakan lebah madu hutan khususnya di Kawasan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Ampang","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115821951","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IMPLEMENTASI STRATEGI PENANGGULANGAN ILLEGAL LOGGING DI HUTAN LINDUNG SESAOT BKPH RINJANI BARAT RESOTR SESAOT","authors":"M. Marton, Muhamad Soimin","doi":"10.33394/JSS.V3I2.3697","DOIUrl":"https://doi.org/10.33394/JSS.V3I2.3697","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui strategi dari implementas penanggulangan illegal logging oleh Balai Kesatuan Pengelolah Hutan (BKPH) Rinjani Barat yaitu Resort Sesaot dan untuk mengetahui kendala dari implementasi strategi penanggulangan illegal logging di Balai Kesatuan Pengelolah Hutan (BKPH) Rinjani Barat yaitu Resort Sesaot. Lokasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu Hutan Lindung Sesaot, Desa Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Dan waktu penelitian dilakukan mulai pada tanggal 19 Desember 2019 sampai dengan tanggal 18 Januari 2020. Data yang telah diperoleh dilapangan mengenai implementasi strategi penanggulangan illegal logging di Hutan Lindung Sesaot telah dianalisis. Analisis data menggunakan Skala Likert pernyataan yang diajukan mengenai objek perskalaan harus mengandung isi yang akan dinilai responden apakah setuju atau tidak setuju terhadap suatu objek yang jenjang bisa tersusun atas : Sangat setujuh: 5 Setuju : 4 Netral : 3 Kurang setujuh : 2 Sama sekali tidak setujuh : 1. Strategis implementasi penanggulangan illegal longging adalah melakukan penyuluhan, melakukan patroli, membuat destinasi wisata, menjaga kelestarian hutan dari kerusakan akibat ilegal longging, melakukan reiboisasi, membuat peraturan yang ketat terkait cara tepat dalam perlindungan hutan, peningkatan sarana dan prasarana untuk keamanan hutan. Kendala-kendala dalam implementasi penaggulangan illegal longging adalah faktor kemiskinan (setuju 75%),kurangnnya lapangan perkerjaan (setuju 65%), kurangnya pemahaman atau SDM masyarakat setempat akan dampak illegal longging (setuju 45%), adanya aparat yang terlibat dalam praktek illegal longging (netral 40%), adanya pro dan kontra antara masyarakat yang ingin mencari keuntungan pribadi (setuju 50%).","PeriodicalId":412388,"journal":{"name":"Jurnal Silva Samalas","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121410797","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}