{"title":"ANALISIS KOMPARASI DAMPAK PEMBANGUNAN DESA DALAM PENGENTASAN MASALAH PENGANGGURAN","authors":"Oki Oktaviana, Iman Rifai","doi":"10.56945/jkpd.v7i2.263","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i2.263","url":null,"abstract":"Tingginya tingkat pengangguran merupakan indikator yang menjadi salah satu permasalahan pembangunan di wilayah provinsi Banten. Berbeda dengan kondisi nasional, pengangguran di wilayah perdesaan di provinsi Banten relatif selalu lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pengangguran di wilayah desa provinsi Banten sebagai salah satu ukuran efektivitas pembangunan desa yang selama ini dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berdasarkan analisis komparasi data pengangguran di wilayah perdesaan dan perkotaan di provinsi Banten sebelum dan sesudah diundangkannya Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Hasil penelitian menunjukan trend penurunan pengangguran di wilayah perdesaan provinsi Banten periode 2010-2014 lebih cepat dibandingkan dengan periode 2015-2019. Hal ini menunjukan bahwa implementasi pembangunan desa pasca UU 6/2014 belum mampu menciptakan akselerasi pengentasan pengangguran di wilayah perdesaan. Belum optimalnya pembangunan desa dalam hal pengurangan pengangguran, disebabkan kurangnya keberpihakan penganggaran di Bidang pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Penganggaran pembangunan desa yang selama ini dilakukan lebih terkonsentrasi pada Bidang Pelaksanaan pembangunan desa dan Penyelenggaraan Pemerintah Desa.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"501 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139178644","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"REFLEKSI HASIL PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI BANTEN PERIODE 2005 - 2025","authors":"A. Putra, S. Silfiana, Raden Irna Afriani","doi":"10.56945/jkpd.v7i2.259","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i2.259","url":null,"abstract":"Evaluasi pembangunan merupakan hasil dari suatu penilaian sasaran serta analisis permasalahan faktor keberhasilan pada suatu proses (lesson learned) dan perbaikan kebijakan pembangunan daerah pada tahap berikutnya. Tujuan Penelitian adalah penilaian capaian pembangunan jangka panjang dengan sasaran pokok yang telah ditetapkan, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat yang dapat mempengaruhi pencapaian pembangunan jangka panjang daerah, dan menyusun rekomendasi penyusunan Rancangan Program Jangka Panjang Daerah Provinsi Banten periode 2025-2045. Metode penelitian adalah studi literatur dengan data sekunder berupa hasil penelitian seperti artikel, buku, jurnal dan beberapa sumber lain yang relevan. Teknik analisis menggunakan analisis kesenjangan, content analysis dan analisis statistika. Hasil penelitian evaluasi indikator makro tahun 2005-2025 menunjukkan kinerja progresif pada indikator peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka menurun, peningkatan Pengeluaran per Kapita, penurunan indeks gini dan peningkatan PDRB perkapita. Indikator penduduk miskin meningkat signifikan dan laju pertumbuhan ekonomi menurun periode 2020-2021 disebabkan dampak pandemi. Tahun 2022, penurunan penduduk miskin dan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi seiring proses pemulihan ekonomi pasca pandemi. Kesimpulan adalah diperlukan keselarasan visi dan misi serta arah penyusunan kebijakan dan indikator pembangunan jangka panjang Provinsi dengan indikator kinerja pembangunan jangka panjang nasional dan indikator tujuan pembangunan yang berkelanjutan dengan perancangan program kegiatan seperti menyediakan lapangan kerja baru pada sektor ekonomi serta memberikan berbagai kemudahan untuk usaha kecil menengah dengan berkoordinasi, kolaborasi serta bersinergi antara seluruh perangkat daerah dengan berbagai pihak seperti akademisi dan praktisi sebagai upaya peningkatan capaian indikator makro ekonomi, kesejahteraan sosial dan mendapat inovasi dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"147 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139235479","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KUALITAS UDARA AMBIEN TERHADAP KELUHAN SUBJEKTIF GANGGUAN PERNAPASAN SEBAGAI BAHAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP","authors":"Arul Amirullah, M. Muhlisin, Tauny Akbari","doi":"10.56945/jkpd.v7i2.260","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i2.260","url":null,"abstract":"Aktivitas transportasi di Terminal Kadu Agung Mandala berpotensi menghasilkan emisi berbahaya bagi kesehatan pernapasan masyarakat pengguna terminal. Sehingga, diperlukan kebijakan dalam pengendalian kualitas udara ambien agar tidak berdampak terhadap gangguan pernapasan masyarakat pengguna terminal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas udara ambien (SO2 dan NO2), tingkat keluhan subjektif gangguan pernapasan serta pengaruh kualitas udara ambien terhadap keluhan gangguan pernapasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu masyarakat pengguna terminal dan jumlah sampel yang diambil dengan purposive sampling sebanyak 45 responden. Pengukuran kualitas udara ambien (SO2 dan NO2) dilakukan satu kali pada tiga titik lokasi terminal. Hasil penelitian yaitu kualitas udara ambien parameter SO2 yakni 23,1 µg/Nm3 dan NO2 yakni 14,17 µg/Nm3 masih berada di bawah baku mutu. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 77,1% atau 34 masyarakat pengguna mengalami keluhan subjektif gangguan pernapasan. Meskipun jumlah konsentrasi polutan di bawah baku mutu. Tetapi pengaruh SO2 sebesar 23,1 µg/m3 berada pada konsentrasi yang menyebabkan iritasi tenggorokan, iritasi mata, dan batuk. Pengaruh NO2 sebesar 14,17 µg/m3 berada pada konsentrasi yang menyebabkan iritasi tenggorokan dan batuk. Kebijakan pengendalian kualitas udara ambien dilakukan dengan melakukan pemantauan kualitas udara ambien dan gas emisi karbon, perluasan wilayah ruang terbuka hijau serta pengawasan terhadap uji kir dan spot check terhadap kendaraan bermotor guna memenuhi standar emisi gas buang.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"65 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139271107","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IMPLEMENTASI KEPUTUSAN BUPATI TENTANG PEMBENTUKAN DESA WISATA DI KABUPATEN SERANG (STUDI DESA WISATA POTENSI BAHARI)","authors":"Rahmawati Allyreza, Rahmi Winangsih","doi":"10.56945/jkpd.v7i2.258","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i2.258","url":null,"abstract":"Village tourism is currently one of the alternative destinations for nature tourism. This is also the case with the Wargasara Tunda Island tourist village in Serang Regency. Wargasara Tunda Island tourist village was established by the Decree of the Regent of Serang in 2021. However, in its implementation, there are still several problems, namely limited accessibility constraints, low public understanding of tourist villages and hygiene problems at tourist attractions. This study aims to describe and analyze how the policy implementation is using Charles O Jones' policy implementation theory, namely organizational structure, interpretation and implementation. The research method used is qualitative with a case study approach. Data analysis according to Miles and Huberman with research informants determined by purposive informants. The results showed that the implementation of the policy on the establishment of Wargasara Tourism Village on Tunda Island has run optimally with some emphasis. From the organizational, institutional and human resource dimensions of the Tourism Village, it is good with the formation of Pokdarwis Jalatunda, which consists of village youth with tourism interests. The element of interpretation is interpreted variously by the village government who realizes that there are accessibility and electricity network constraints for more advanced tourism development, while from the community side, there is an increased understanding that the potential of the Wargasara area is a tourist destination. The dimension of policy implementation has not gone well where the application of Sapta Pesona has not gone well, especially cleanliness and beauty. Therefore, it is necessary to build synergistic collaboration between parties to overcome barriers to accessibility and electricity networks and increase public understanding of sustainable tourism so that tourism runs and the environment is maintained.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"3 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139279339","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERAMALAN INDEKS HARGA PROPERTI RESIDENSIAL DI KOTA BANDUNG TAHUN 2023","authors":"Nurain Fatma Savitri, N. Nasrudin","doi":"10.56945/jkpd.v7i2.249","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i2.249","url":null,"abstract":"Properti residensial atau rumah merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan akan properti residensial juga meningkat. Karena ketersediaan tidak bertambah sementara permintaan semakin tinggi, maka terjadilah kelangkaan yang menyebabkan harga properti terutama rumah mengalami kenaikan. Properti residensial tak hanya digunakan sebagai kebutuhan, namun juga dapat digunakan sebagai investasi. Sehingga penting bagi pemegang kebijakan dan para developer perumahan serta masyarakat untuk mengetahui kondisi sektor properti khususnya properti residensial pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Properti residensial terbagi menjadi tiga tipe berdasarkan luas tanah, yaitu tipe kecil, tipe menengah, dan tipe besar. Indeks Harga Properti Residensial merupakan salah satu indikator ekonomi yang memberikan informasi mengenai perkembangan properti residensial baik secara triwulan berjalan maupun triwulan yang akan datang. Data IHPR diperoleh dari Survei Harga Properti Residensial yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meramalkan nilai indeks harga properti residensial di Kota Bandung. Menerapkan metode peramalan ARIMA, penelitian ini mendapat hasil bahwa nilai IHPR di Kota Bandung periode triwulan I 2023 hingga triwulan IV 2023 diprediksi mengalami kenaikan, sehingga diketahui bahwa sektor properti residensial di Kota Bandung bergerak ke arah yang positif.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"5 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139281103","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STRATEGI KONSERVASI UNTUK MENGURANGI EROSI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS, JAWA TIMUR","authors":"A. Pambudi, Rahmat Junaidi, Bambang Pramujo","doi":"10.56945/jkpd.v7i2.257","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i2.257","url":null,"abstract":"Sedimentasi yang disebabkan erosi di Sub-DAS Lesti dan bagian hulu DAS Brantas secara keseluruhan berdampak pada terganggunya peran Bendungan Sengguruh dalam mendukung aktivitas ekonomi di Jawa Timur. Pengurangan erosi di kawasan hulu dalam perkembangannya memerlukan pendekatan ilmu lingkungan yang menyelaraskan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh tekanan penduduk, perilaku masyarakat dan penggunaan lahan terhadap erosi di Sub-DAS Lesti; memprediksi erosi pada Sub-DAS Lesti; dan memberikan strategi konservasi Sub-DAS Lesti berbasis ilmu lingkungan dalam rangka pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan mixed methods, baik melalui bantuan SIG untuk rumus erosi Modify Universal Soil Loss Equation, dan juga melalui kuesioner serta wawancara terhadap masyarakat di kawasan Sub-DAS Lesti. Dari penelitian pada Sub-DAS Lesti ini diperoleh nilai 153,868 ton/ha/tahun untuk laju erosi rata-rata yang berarti melampaui batas minimal toleransi. Dari 12 kecamatan di wilayah Sub-DAS Lesti, ada 6 kecamatan mempunyai masalah dari aspek lingkungan melalui kondisi beberapa kecamatan dengan Tingkat Bahaya Erosi tinggi. Erosi berkorelasi dengan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam wujud aspek ekonomi melalui tekanan penduduk dan aspek sosial melalui pola penggunaan lahan. Berbasis ilmu lingkungan, rekomendasi prioritas konservasi diutamakan untuk 6 kecamatan tersebut dengan perbaikan upaya konservasi tanah dan air, baik secara vegetatif dan sipil teknis (lingkungan), edukasi lingkungan (sosial) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat (ekonomi).","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"19 2 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139287881","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muzakar Isa, Liana Mangifera, A. N. Praswati, Helmia Khalifa Sina, Agus Wahyudi, Agus Suwondo, Wawan Kurniawan
{"title":"MODEL PENGUATAN KELEMBAGAAN USAHA MIKRO DAN KECIL UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN","authors":"Muzakar Isa, Liana Mangifera, A. N. Praswati, Helmia Khalifa Sina, Agus Wahyudi, Agus Suwondo, Wawan Kurniawan","doi":"10.56945/jkpd.v7i1.221","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i1.221","url":null,"abstract":"Usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan masyarakat di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan pemasalahan usaha mikro dan kecil, merumuskan strategi pengembangan usaha mikro dan kecil, serta menyusun model penguatan kelembagaan usaha untuk pengentasan kemiskinan di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Sragen memiliki 51 desa miskin dari 208 kelurahan/desa. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara terstruktur dan FGD. Wawancara struktur dilakukan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil di desa miskin untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam. FGD dilakukan terhadap Pimpinan Desa, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Kecamatan, dan organisasi perangkat adaerah yang terkait pengembangan usaha mikro dan kecil di Kabupaten Sragen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan konten analisis. Hasil analisis menunjukkan Desa miskin di Kabupaten Sragen dapat dikembangkan menjadi desa wisata alam dan desa preuner. Strategi pengembangan usaha mikro dan kecil di desa miskin dapat dilakukan melalui peningkatan promosi destinasi pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif dan pengembangan amenitas kawasan; peningkatan produksi dan pemasaran usaha mikro dan kecil; dan peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian dan perikanan serta peternakan. Model pengembangan usaha mikro dan kecil di desa miskin hendaknya dilakukan melalui penguatan kelembagaan yang kuat yang melibatkan selurtuh stakeholders terkait, yaitu perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi/paguyuban, dan tokoh masyarakat.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114132180","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN TEMUKAN, OBATI SAMPAI SEMBUH PENDERITA TUBERKULOSIS (TOSS-TB) DI PUSKESMAS SELABATU KOTA SUKABUMI","authors":"Annisa Nur Zannah, Dian Purwanti, Tuah Nur","doi":"10.56945/jkpd.v7i1.238","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i1.238","url":null,"abstract":"Pada tahun 2022 Kota Sukabumi mengalami kenaikan kasus TB yang cukup signifikan dari 1.256 menjadi 1.602 kasus. Selain itu, masih terdapat stigma negatif dari masyarakat terhadap TB dan penderita nya. Untuk menanggulangi kasus TB, Pemerintah Kota Sukabumi telah berupaya dengan melaksanakan kebijakan program penanggulangan TB yaitu program Temukan, Obati Sampai Sembuh Penderita Tuberkulosis (TOSS-TB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program TOSS-TB dari pecegahan sampai peyembuhan di Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi dengan proses penelitian yang dilakukan mengacu pada teori implementasi kebijakan dengan indikator analisis yaitu ketepatan kebijakan, ketepatan pelaksanaan, ketepatan target, ketepatan lingkungan dan ketepatan proses. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling dan jumlah responden sebanyak enam informan. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam implementasi program TOSS-TB di wilayah Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi baik dari ketepatan kebijakan, pelaksanaan yang dilakukan dan ketepatan target yang telah direncanakan, serta ketepatan lingkungan terhadap pelaksanaan kemudian proses yang dilaksanakan masih belum cukup sesuai dengan kebijakan program TOSS-TB dalam pengimplementasiannya. Rekomendasi terhadap pelaksanaan implementasi program TOSS-TB diantaranya adalah diperlukan peningkatan kerja sama dengan stakeholder atau lintas sektor seperti rumah sakit khusus penanganan TB dan pihak organisasi masyarakat guna memutus rantai penyebaran TB, selain itu peningkatan pemberian informasi kepada masyarakat mengenai TB dan penderita TB bersamaan dengan pengoptimalan publikasi media massa untuk mengsosialisasikan tentang penanggulangan TB.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122307658","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KAPITAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN DESA: KRITIK TERHADAP PROGRAM TRADE AND DISTRIBUTION CENTER (BUMDES) DI WILAYAH LOMBOK BARAT-PROVINSI NTB","authors":"Syaiful Anam, Alfian Hdayat, Z. Zulkarnain","doi":"10.56945/jkpd.v7i1.227","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i1.227","url":null,"abstract":"Agenda pembangunan yang terkait peningkatan kesejahteraan kerap mengalami kegagalan. Pembangunan dan model kebijakan yang sangat elites serta mengesampingkan nila-nilai kearifan lokal menjadi salah satu akar penyebab kegagalan tersebut. Studi ini bertujuan untuk menelaah bagaimana program pembangunan mengintegrasikan nilai-nilai luhur atau kapital sosial yang ada sebagai Engine of Development. Dalam konteks pembangunan desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mencapai visi yang tertuang dalam “NTB Gemilang” memiliki program Trade and Distribution Center desa yakni program distribusi dan pusat perdagangan di desa melalui skema bisnis Badan Usaha Milik Desa. Skema ini bertujuan untuk modernisasi dan digitilasasi desa dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat desa. Namun, dalam perkembangan studi mengenai Badan Usaha Milik Desa di Indonesia pada umumnya merupakan kebijakan yang kerap diselewengkan untuk kepentingan politik dan pembangunan yang sifatnya parsial dan jangka pendek. Studi ini mencoba menelaah dan memberikan kajian kritis terhadap hilangnya kapital sosial dalam implementasi program Trade and Distribution Center desa. Melalui pendekatan kualitatif eksploratif, studi ini berfokus pada pilot poject Trade and Distribution Center di wilayah Lombok Barat NTB yang secara implisit telah menemukan jawaban bahwa kapital sosial tidak tereproduksi dalam agenda pembangunanan dikarenakan pembangunan yang tergambar sangat politis dan elites baik dalam penyusunan maupun implementasinya.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125799944","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"RESPONS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMANFAATAN ANGGARAN DID PADA PERIODE AWAL PANDEMI COVID-19","authors":"A. Pambudi","doi":"10.56945/jkpd.v7i1.234","DOIUrl":"https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i1.234","url":null,"abstract":"During the COVID-19 Pandemic, transfer funds were significant in helping the regions respond to the situation. The use of transfer funds, especially the Regional Incentive Fund (RIF), is interesting to study, considering that regions applied creativity at the beginning of the COVID-19 pandemic in various ways. This study aims to obtain information on different regional reactions to the utilization of the RIF budget in the early period of the COVID-19 pandemic, to find out the development problems funded by the RIF from the regions with the best Regional Development Awards (RDA), and to obtain input for more adaptive RIF planning. The research method used is descriptive quantitative with data collection techniques through focus group discussions (FGDs with participants from each of the three Provincial, City, and Regency Development Planning Agencies that won the Regional Development Award/RDA) in 2020. The analysis used a combination of literature. The results showed that RIF in the early period of the COVID-19 pandemic provided significant benefits for the regions in policies that adapted to the local situation of development in the health sector and economic recovery. Furthermore, this research find that the field implementation of RIF had not been comprehensively successful in promoting regional independence in general, the regions late received information on the budget ceiling, and the diverse regional characteristics and the availability of resources are fundamental factors in achieving quality spending.","PeriodicalId":411687,"journal":{"name":"Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124630669","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}