{"title":"Analisis Kerusakan Gerbong Datar “PPCW“ 42 Ton Akibat Beban Operasi","authors":"A. -, M. Gozali","doi":"10.29122/mkk.v15i2.3371","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/mkk.v15i2.3371","url":null,"abstract":"Beberapa unit gerbong PPCW kapasitas 42 ton yang digunakan untuk pengangkutan semen, mengalami retak pada bagian rangka bawah. Untuk menegetahui penyebab terjadinya retak tersebut, dilakukan penelitian dengan cara mengukur tegangan yang terjadi pada saat gerbong beroperasi. Hasil penelitian berupa besaran tegangan rata-rata dan tegangan amplitudo yang diukur secara real-time pada berbagai kondisi jalan, dianalisis dengan menggunakan pendekatan diagram batas lelah. Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan pada beberapa titik berada pada daerah kritis atau diagram garis batas lelah. Hal ini merupakan penyebab terjadinya kerusakan struktur rangka bawah gerbong PPCW. ","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133636259","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"APLIKASI PEMERIKSAAN KEDALAMAN TIANG PANCANG DENGAN PILE INTEGRITY TEST PADA STRUKTUR BANGUNAN TURAP = THE APPLICATION OF PILES DEPTH EXAMINATION OF THE RETAINING WALL STRUCTURE BY PILE INTEGRITY TESTER","authors":"T. Handayani","doi":"10.29122/MKK.V13I1.1658","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/MKK.V13I1.1658","url":null,"abstract":"This paper presents the case of non-detructive method application for the measurement of concrete pile depth on retaining wall structure. The method used is of ultrasonic impact echo (pile integrity tester). Measurement was conducted on piles and sheetpiles at points that can be reached due to difficult site in a poor site. Twenty 20 specimens were measured and 7 sheetpiles were measured. Measurements were performed not less than five times. Results of measurement were show that the length of pile ranges 4.4 – 13 m and the length of sheetpile ranges 9.9 – 12.1 m. This means that there is no joint at pile or sheetpile but crack occurs.Keywords : pile, sheetpile, depth, pile integrity tester, ultrasonic, crack.1. PENDAHULUANStruktur bangunan yang sudah berdiri kadang-kadang memerlukan pemeriksaan. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, di antaranya adalah untuk verifikasi disain apakah struktur yang sudah berdiri tersebut sudah dibangun sesuai dengan disain yang direncanakan atau tidak. Selain itu, kadang-kadang suatu struktur bangunan memerlukan pemeriksaan karena bangunan tersebut mengalami kerusakan dan akan diperbaiki, namun tidak ada data/informasi Abstrak Makalah ini menyajikan kasus aplikasi cara tidak merusak untuk pengukuran kedalaman tiang pancang beton pada suatu bangunan turap. Metode yang digunakan adalah ultrasonic impact echo (pile integrity tester). Pengukuran dilakukan terhadap komponen tiang pancang dan turap pada lokasi-lokasi yang bisa terjangkau mengingat medan yang sulit di lapangan. Jumlah komponen tiang pancang yang diukur adalah 20 sampel dan jumlah komponen turap yang diukur adalah 7 sampel. Setiap pengukuran dilakukan minimal lima kali. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa komponen tiang pancang kedalaman berkisar 4.4 – 13 m sedangkan komponen turap kedalaman berkisar 9.9 – 12.1 m. Hal ini berarti tidak ada sambungan baik pada komponen tiang pancang maupun turap akan tetapi terjadi retak.Kata kunci : tiang pancang, turap, kedalaman, pile integrity tester, ultrasonic, retak","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122330763","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KARAKTERISASI KOROSI BAJA PADUAN RENDAH DI LINGKUNGAN 60% LiBr PADA SUHU DIDIH = CORROSION CHARACTERIZATION OF LOW-ALLOY STEEL UNDER 60% LiBr ENVIRONMENT AT BOILING TERMPERATURE","authors":"Harsisto","doi":"10.29122/MKK.V14I2.1660","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/MKK.V14I2.1660","url":null,"abstract":"Research-based characterization of low alloy steel chrome andmanganese is done because of the problem of corrosion and corrosion limit water evenly on low carbon steel. Based on the findings, the engine coolant is switched on-and off every day so there was influence of outside air and the decrease of the temperature to room temperature. Based on the research and discussion of the characteristics of the five types low alloy steel containing 0.5 wt% manganese in the medium 60% LiBr + 0.2% LiOH at a temperature of (150 ± 2) ° C and exposure to atmospheric air for 50 hours and 110 hours , it showed that the corrosion rate is dependent on the level of content of the chromium. In the addition of the chromium in low alloy steels exposed in the test solution, there is no consistency in the natural corrosion potential value, but in general all test objects were in a corroded state.Keywords : air conditioner, low alloy steel, corrosion, LiBr, LiOH, the boiling temperature and the room temperature.AbstrakPenelitian karakterisasi baja paduan rendah berbasis krom dan mangan ini dilakukan karena adanya masalah korosi merata dan korosi batas air pada baja karbon rendah. Berdasar fakta di lapangan,mesin pendingin tersebut dilakukan “on-Off” setiap hari sehingga ada pengaruh udara luar dan turunnya suhu hingga suhu ruangan. Berdasarkan penelitian dan pembahasan tentang karakteristik 5 jenis baja paduan rendah dengan kandungan 0,5% berat unsur mangan dalam media 60% LiBr + 0,2% LiOH pada suhu(150±2) °C dan ekspos udara atmosfer selama 50 jam dan 110 jam, hasilnya menunjukkan bahwa laju korosi masih tergantung pada kadar kandungan unsur krom. Pada penambahan unsur krom dalam baja paduan rendah yang diekspos dalam larutan uji, tidak menunjukkan adanya konsistensi harga potensial korosi alaminya, tetapi secara umum semua benda uji berada dalam keadaanterkorosi.Kata Kunci : mesin pendingin ruangan, baja paduan rendah, korosi, LiBr,LiOH, suhu didih dan suhu ruangan.AbstrakPenelitian karakterisasi baja paduan rendah berbasis krom dan mangan inidilakukan karena adanya masalah korosi merata dan korosi batas air padabaja karbon rendah.Berdasar fakta di lapangan,mesin pendingin tersebut dilakukan “on-Off” setiaphari sehingga ada pengaruh udara luar dan turunnya suhu hingga suhuruangan. Berdasarkan penelitian dan pembahasan tentang karakteristik 5jenis baja paduan rendah dengan kandungan 0,5% berat unsur mangandalam media 60% LiBr + 0,2% LiOH pada suhu(150±2) °C dan ekspos udaraatmosfer selama 50 jam dan 110 jam, hasilnya menunjukkan bahwa lajukorosi masih tergantung pada kadar kandungan unsur krom. Padapenambahan unsur krom dalam baja paduan rendah yang diekspos dalamlarutan uji, tidak menunjukkan adanya konsistensi harga potensial korosialaminya, tetapi secara umum semua benda uji berada dalam keadaanterkorosi.Kata Kunci : mesin pendingin ruangan, baja paduan rendah, korosi, LiBr,LiOH, suhu didih dan suhu ruangan.","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132556606","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISA KERUSAKAN SUDU TURBIN GAS MATERIAL UDIMET 500 KAPASITAS 50 MW","authors":"Tarmizi Tarmizi","doi":"10.29122/mkk.v11i2.553","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/mkk.v11i2.553","url":null,"abstract":"Penelitian Kerusakan pada Sudu Turbin Gas Kapasitas 50 MW yang dibuat dari material Udimet 500 atau Waspalloy telah dilakukan. Tujuan penelitian adalah mengetahui penyebab kerusakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Untuk mengetahui penyebabnya beberapa metoda yang dilakukan adalah : (1) pemeriksaan visual (2) pemeriksaan mikro menggunakan dan Scanning Electron Micsroscope (3) pengujian komposisi kimia. Hasil penelitian membuktikan bahwa penyebab kegagalan pada sudu turbin karena penurunan karakteristik material akibat terekspos pada temperatur tinggi diatas 632 oC dalam waktu yang lama sehingga material sudu terjadi penuaan, hal ini bisa dilihat dari adanya presipitasi senyawa yang sudah terbentuk disepanjang batas butir.","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"70 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114821648","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERANCANGAN DAN PEMBUATAN XY-T RECODER BERBASIS DIGITAL = DESIGN AND MANUFACTURE XY-T RECORDER BASED ON DIGITAL","authors":"M. Gozali, Yudi Irawadi","doi":"10.29122/MKK.V14I2.1663","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/MKK.V14I2.1663","url":null,"abstract":"An XY-T Recorder is a measuring equipment that function to record data of statical-testing result and it is shown in the form of graphs. The graphs of appearance indicate actual-condition of output censor such as Loadcell (Force),LVDT(deflection), Strain gauge (Strains) or Pressure. Design and manufacture of XY-T Recorder based in this digital is intended to satisfy the limit of XY-T Recorder analog available in B2TKS. The result of calibration shows certain calibration of 0.13% at the level trust of 95% with the factor k=2 and it indicates the accuracy to be fairly good.The result of experiment has displayed output of graphs with pattern and value magnitudes of relatively equal to the XY-TRecorder analogKeywords : XY-T Recorder digital, statical-testing, XY-T Recorder analog, CalibrationAbstrak XY-T Recorder adalah suatu alat ukur yang berfungsi untuk merekam data hasil uji statis yang ditampilkan dalam bentuk grafik. Grafik yang ditampilkan menunjukkan kondisi aktual dari besaran yang keluar dari sensor seperti loadcell (gaya), LVDT (defleksi), strain gauge (regangan) ataupun pressure (tekanan).Perancangan dan pembuatan XY-T Recorder berbasis digital ini bertujuan untuk memenuhi keterbatasan XY-T Recorder analog yang dimiliki oleh B2TKS. Dari hasil kalibrasi menunjukkan ketidakpastian kalibrasi 0,13% pada tingkat kepercayaan 95% dengan faktor k=2, hal ini menunjukkan ketelitian yang cukup bagus, dan dari hasil uji coba pada saat pengujian menunjukkan keluaran grafik dengan pola dan nilai besaran yang relatip sama dengan XY-T Recorder analog.Kata Kunci : XY-T Recorder digital, Uji Statis, XY-T Recorder analog,Kalibrasi","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126130806","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISA KERUSAKAN PIPA PEMANAS AIR UNTUK UAP PEMBANGKIT LISTRIK = FAILURE ANALYSIS OF WATER HEATER PIPE FOR STEAM GENERATOR","authors":"Sutarjo, M. Syahril","doi":"10.29122/MKK.V14I2.1659","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/MKK.V14I2.1659","url":null,"abstract":"Heater’s pipes are used as a media for heating of fluids or changing of their ofphase from liquid to vapor/gas. Rupture of these pipes may cause all systems inthe production process stopand the high economic losses. This study aims toavoid the cases to accur in the future.Visual inspection, macrography, microstructure, hardness test and SEM-EDAXexamination were the methods applied in this study. It was known that the piperuptured atthe 6 o'clock area, the hardness value of which was identical to thematerial tensile strength (476 MPa), conforming to the standard specification andthe same indication was also indicated from the microstructure of the normalferrite-pearlite phase. At atemperature of about 390 C and traces of wall thinningin around 4:30 to 7:30, the pipes ruptured due to the thin walls could notwithstand the internal pressure of the pipe . The thinking occurred because thewater-level in the heater’s pipes was to low,resulting in cavitation of vaporbubbles on the inside surface of pipe wall.Keywords: Pipe, rupture, thin-wall, water-level, temperature, cavitation.AbstrakPipa heater digunakan sebagai media untuk memanaskan fluida atau untukmerubah fase dari cair menjadi uap/gas. Pecahnya pipa dapat menyebabkansemua sistim dalam proses produksi akan menjadi berhenti dan potensi kerugiansecara ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghindari kasuskerusakan yang serupa dimasa mendatang.Pemeriksaan visual, makrografi, struktur mikro, uji kekerasan dan pemeriksaanSEM dan EDAX merupakan metode yang diterapkan dalam penelitian ini.Diketahui bahwa pipa pecah pada area jam 6,nilai kekerasan yang identik dengankekuatan tarik material (476 MPa) masih di atas standar spesifikasi dan indikasiyang sama juga ditunjukkan dari struktur mikro yaitu fase ferit – pearlit normal.Dengan suhu sekitar 390 C dan jejak penipisan dinding di sekitar 4:30-7:30,sehingga pecahnya pipa karena dinding tipis tidak bisa menahan tekanan dalampipa dan penipisan terjadi disebabkan air tingkat di pemanas pipa terlalu rendah,sehingga mengakibatkan kavitasi gelembung uap pada permukaan dalam dindingpipa.Kata Kunci : Pipa, pecah, dinding tipis, tingkat-air, temperatur, kapitasi.","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115686049","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EVALUASI KINERJA DAN PERBAIKAN STRUKTUR BETON GEDUNG PENDINGIN AIR = EVALUATION ON THE PERFORMANCE OF AND REPAIR OF THE CONCRETE STRUCTURE OF A COOLING WATER TOWER","authors":"Hendro Ahmad Fauzi","doi":"10.29122/MKK.V13I1.1655","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/MKK.V13I1.1655","url":null,"abstract":"This paper presents the evaluation of performance and strenght ofstructure by visual inspection and quality testing of concrete in the field by using aSchmidt hammer and UPV. The evaluation on the performance of the structure,strength columns, beams and plates refer to SNI-2847-2002, in which theimplementation of earthquake loads was based on SNI-1726-2002.The paperproposes improvements and retrofitting necessary structures. SAP2000 is usedfor structural analysis necessary to obtain the required strength values (Ru).Beton2000 is used for structural analysis of existing conditions in order to get thedesigned strength values (Rn). The structure components are in safe condition ifits design strength is greater or equal than required strength or (Ø.Rn) ≥ Ru.Improvements were made to the structural element by coating and injectionmethods.Keywords : structural performance evaluation, improvement AbstrakMakalah ini menyajikan evaluasi kinerja dan kekuatan struktur denganmetode pemeriksaan secara visual dan pengujian mutu beton di lapangandengan alat Schmidt hammer dan UPV. Evaluasi kinerja struktur, kekuatankolom, balok serta pelat mengacu pada SNI-2847-2002, dengan penerapanbeban gempa berdasarkan SNI-1726-2002, serta memberikan usulan perbaikandan perkuatan struktur yang diperlukan. SAP 2000 digunakan untuk analisisstruktur guna mendapatkan nilai kuat perlu (Ru). Beton 2000 digunakan untukanalisis struktur kondisi existing guna mendapatkan kuat rencana (Rn).Komponen struktur dikatakan aman jika kuat rencana lebih besar atau samadengan kuat rencana atau (ф . Rn) ≥ Ru. Perbaikan elemen struktur dilakukandengan metode coating dan injeksi..Kata kunci : evaluasi kinerja struktur, metode perbaikan","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117049136","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH JENIS AGREGAT RINGAN BUATAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN = EFFECT OF ARTIFICIAL LIGHTWEIGHT AGGREGATE TYPE FOR COMPRESSIVE STRENGTH OF LIGHTWEIGHT CONCRETE","authors":"Nurul Aini Sulistyowati, Deden Suripto","doi":"10.29122/MKK.V13I1.1657","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/MKK.V13I1.1657","url":null,"abstract":"The aim of the research was to know the mechanical and physical properties of lightweight aggregate and compressive strength of concrete with lightweight aggregate. The raw materials for manufacturing lightweight aggregate include the mix composition of shale + sawdust, shale + rice husk, shale + rice husk ash, and shale. Th structural lightweight concrete was designed to have a compressive strength of 25 MPa. The specimen was cylindrical of 10 diameter and 20 cm high. The compressive strength of concrete tested at ages of 14 days, 21 days, and 28 days. Specific gravity of lightweight aggregate was less than 1.5, the best water absorption was of the lightweight aggregate shale and the best hardness that of the lightweight aggregate shale+ rice husk ash. The compressive strength of concrete with lightweight aggregate shale + sawdust 265.04 kg/cm2 and shale + rice husk ash 264.73 kg/cm2, all of which were higher than compressive strength. The compressive strength of concrete with lightweight aggregate shale + rice was husk 234.82 kg/cm2 and that of the shale was 212.23 kg/cm2 , which were lower than the designed compressive strength.Keywords : artificial lightweight aggregate, lightweight concrete, shale, sawdust, rice husk, rice husk ash AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis agregat ringan serta kuat tekan beton yang menggunakan agregat ringan. Pembuatan agregat ringan menggunakan komposisi campuran shale + serbuk gergaji kayu, shale + abu sekam padi, shale + sekam padi, serta shale. Pembuatan beton ringan struktural menggunakan rancangan campuran dengan kuat tekan rencana sebesar 25 MPa. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 14 hari, 21hari dan 28 hari. Berat jenis agregat ringan kurang dari 1,5 dengan penyerapan air terbaik pada agregat ringan shale dan kekerasan terbaik pada agregat ringan shale + abu sekam padi. Kuat tekan beton agregat ringan shale + serbuk gergaji sebesar 265,04 kg/cm2 dan agregat ringan shale + abu sekam padi 264,73 kg/cm2 lebih tinggi dari kuat tekan rencana. Kuat tekan beton agregat ringan shale + sekam padi sebesar 234,82 kg/cm2 dan agregat ringan shale sebesar 212,23 kg/cm2 lebih rendah dari kuat tekan rencana.Kata kunci : agregat ringan buatan,beton ringan, shale, serbuk gergaji kayu, sekam padi, abu sekam padi","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130717517","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"OPTIMASI MULTI RESPON PADA PROSES PEMBUATAN PADUAN ALUMINIUM/FLY ASH MENGGUNAKAN METALLURGI SERBUK","authors":"Djoko. W. Karmiadji","doi":"10.29122/mkk.v11i2.555","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/mkk.v11i2.555","url":null,"abstract":"Abu batubara (fly ash) merupakan limbah dari hasil pembakaran batubara pada PLTU yang dapat dimanfaatkan dalam paduan aluminium. Pada penelitian ini dibuat paduan aluminium dengan fly ash yang menggunakan metodemetallurgi serbuk. Serbuk aluminium berbentuk tidak beraturan dan ukuran partikel yang homogen sedangkan serbuk fly ash diperoleh dari PLTU Bukit Asam dengan ukuran partikel = 50 m. Serbuk aluminium dicampur dengan berat fraksi fly ash sebesar 5% selama 1 jam kemudian dipadatkan dengan tekananpemadatan (kompaksi) 139 N/mm 2 dan 275 N/mm2 menggunakan metode cold isostatic pressing. Green body yang dihasilkan disinter dengan suhu 550oC dan waktu penahanan suhu (holding time) 60 dan 180 menit. Metode eksperimen desain faktorial 2 level dengan bantuan perangkat lunak design-expert® digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh serta kondisi optimum dari kekerasan brinell, kuat tekan dan densitas paduan aluminium-5% fly ash. Hasildari analisa data eksperimen menggunakan ANOVA didapat bahwa faktor kompaksi dan holding time mempunyai pengaruh signifikan terhadap kekerasan, kuat tekan serta densitas paduan aluminium-5% fly ash.","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125349985","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EVALUASI PENYEBAB KEGAGALAN DAN PERBAIKAN STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA DENGAN BENTANG 54 m = EVALUATION OF THE CAUSES OF FAILURE AND REPAIR OF 54 M SPAN TRUSS BRIDGE STRUCTURE","authors":"Tri Handayani","doi":"10.29122/mkk.v13i1.1656","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/mkk.v13i1.1656","url":null,"abstract":"In this paper the evaluation and repair of a bridge failure are presented. The method is of analytical bridge evaluation, which consists of in-situ visual inspection, measurement of the bridge dimensions and quality test of the steel material. The data were used as input in structure modeling using SAP 2000 in order to calculate the required strength (Ru) of each structural members. Calculation were done to obtain the design strength (ØRn) of structural members and connections.The bridge components are in a safe condition if its design strength is greater than or equal to the required strength or ØRn ≥ Ru, If not, the bridge is categorized as failed and then a repair method and strengthening shall be be performed. The result showed that all of structural members and connections are in a safe condition. Bridge failure is caused by such factors as less precise execution in the field, combination of a large bolt holes and tightening bolts that have not reached the minimum tensile strength.The proposed bridge repair method is to provide two pieces of plates. The plates were welded at the end of the rod and drilled at the position of the existing bolt holes in order to avoid the bolt shifting.Keywords : bridge failure, bridge evaluation, required strength, design strength, , repaired method AbstrakPada makalah ini disajikan evaluasi dan perbaikan dari kasus kegagalan sebuah jembatan. Metode yang digunakan adalah evaluasi jembatan secara analitis yang terdiri dari pemeriksaan secara visual di lapangan, pengukuran dimensi jembatan dan pengujian mutu bahan baja. Data tersebut sebagai input dalam pemodelan struktur dengan SAP 2000 dan diperoleh kuat perlu (Ru) masing-masing batang. Perhitungan juga dilakukan terhadap kuat rencana (ØRn) baik batang maupun sambungan. Komponen jembatan dikatakan aman jika kuat rencana lebih besar atau sama dengan kuat perlu atau ØRn ≥ Ru. Kemudian dilakukan penentuan kegagalan jembatan serta metode perbaikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua batang dan sambungan aman sehingga penyebab kegagalan jembatan bukan karena kekuatan batang maupun sambungannya melainkan faktor pelaksanaan di lapangan yang tidak tepat yaitu kombinasi antara adanya lubang baut yang besar dan pengencangan baut yang belum mencapai gaya tarik minimumnya. Metode perbaikan jembatan yang diusulkan adalah dengan memberi dua buah pelat penguat yang dilas pada ujung batang dan dilubangi sesuai dengan posisi lubang baut yang ada agar tidak terjadi pergeseran baut.Kata kunci : kegagalan jembatan, evaluasi jembatan, kuat perlu, kuat rencana, , metode perbaikan","PeriodicalId":398388,"journal":{"name":"Material Komponen dan Konstruksi","volume":"97 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123667184","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}