A. Sitanggang, F. Saragih, Yunida Turisna Simanjuntak
{"title":"Penyuluhan tentang HIV/AIDS pada laki-laki berisiko tinggi di Kota Bandar Baru Kabupaten Deli Serdang","authors":"A. Sitanggang, F. Saragih, Yunida Turisna Simanjuntak","doi":"10.56922/phc.v2i4.299","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.299","url":null,"abstract":"Background: The number of HIV/AIDS cases globally in 2015 was 36.9 million. New infections in 2012 were estimated at 2.3 million, with a total of 2 million incident cases. The number of PLWHA in North Sumatra Province in 2012 was estimated at 26,141, of which 40.14 percent were in Bandar Baru City, 4.1 percent were PLHIV working woman and 26.6 percent PLHIV were customers and their regular partners.\u0000Purpose: To increase the knowledge of high-risk men about HIV/AIDS, so that they are able to improve their attitudes and behavior to prevent HIV/AIDS.\u0000Method: Counseling was carried out by field officers together with lecturers from Sari Mutiara University of Indonesia using counseling media in the form of flipcharts. Pretest and posttest were carried out before and after the activity to determine the increase in respondents' knowledge of the material provided.\u0000Results: The majority of respondents aged 20-35 years, highly educated (senior high school/collage). The highest increase in correct answers is in knowledge; that currently there are medicines for HIV/AIDS sufferers that must be taken for life, HIV can be transmitted from mother to child during pregnancy, HIV is not transmitted through sharing eating/drinking utensils, HIV can be transmitted from mother to child during breastfeeding, and people HIV-infected can only be known through a blood test.\u0000Conclusion: The knowledge of men at high risk about HIV/AIDS increased on average before and after the counseling was carried out.\u0000Pendahuluan: Jumlah kasus HIV/AIDS secara global pada tahun 2015 sebanyak 36,9 juta. Infeksi baru di tahun 2012 diperkirakan 2,3 juta, dengan jumlah insiden sebanyak 2 juta kasus. Jumlah ODHA di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2012 diperkirakan sebanyak 26.141, dari jumlah tersebut 40,14 persen nya berada di Kota Bandar Baru, sebanyak 4,1 persen adalah ODHA WPSL dan 26,6 persen ODHA pelanggan serta pasangan tetap nya.\u0000Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan laki-laki berisiko tinggi tentang HIV/AIDS, sehingga mampu meningkatkan sikap dan perilakunya untuk mencegah HIV/AIDS.\u0000Metode: Penyuluhan yang dilakukan oleh petugas lapangan bersama-sama dengan dosen dari Universitas Sari Mutiara Indonesia dengan menggunakan media penyuluhan berupa lembar balik. Pretest dan posttest dilaksanakan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan.\u0000Hasil: Mayoritas responden berusia 20-35 tahun, berpendidikan tinggi (SMA/PT). Peningkatan jawaban benar tertinggi adalah pada pengetahuan; bahwa saat ini sudah ada obat untuk penderita HIV/AIDS yang harus diminum seumur hidup, HIV dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama kehamilan, HIV tidak menular melalui penggunaan alat makan/minum bersama, HIV dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama menyusui, dan orang yang terinfeksi HIV hanya bisa diketahui melalui tes darah.\u0000Simpulan: Pengetahuan laki-laki berisiko tinggi tentang HIV/AIDS rata-rata meningkat sebelum dan sesudah penyulu","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128470074","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penyuluhan kesehatan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat)","authors":"D. Nuryani, Nurul Aryastuti, Nurhalina Sari, Echa Rafika, Eka Yuliana, Endang Setiawati, Desy Fatmawaty","doi":"10.56922/phc.v2i4.239","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.239","url":null,"abstract":"Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (short) than the normal standard of growth. From the results of the validation of data validation of families at risk of stunting in neighbourhood 5-16, Srengsem Village, Panjang District, Bandar Lampung, it is known that not many people know about stunting and how to prevent it. So that some of them think that their children/toddlers are shorter than their age due to genetic or hereditary factors so that they do not require further treatment.\u0000Purpose: Respondents can know, understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program\u0000Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, namely, firstly, Public Health students explain stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program using power points and secondly after being given counseling about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program, respondents were given questions and answers about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and demonstrating the prepared Healthy Kitchen menu.\u0000Results: Respondents understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program.\u0000Conclusion: Respondents can understand stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and are expected to be able to apply it in their respective homes and in their daily food menu.\u0000 \u0000Pendahuluan: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar normal pertumbuhannya. Dari hasil verifikasi validasi data KK yang beresiko stunting yang ada di Rt 5-16 Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung diketahui bahwa belum banyak yang mengetahui stunting dan bagaimana pencegahan nya. Sehingga beberapa dari mereka beranggapan bahwa anak/ balitanya lebih pendek dari usianya adalah karena faktor genetik atau keturunan sehingga tidak memerlukan penanganan lebih lanjut.\u0000Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat).\u0000Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa Kesehatan Masyarakat menjelaskan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) menggunakan power point dan kedua setelah diberikan penyuluhan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat), responden diberikan tanya jawab tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan mendemonstrasikan menu DASHAT yang telah disiapkan.\u0000Hasil: Responden","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"141 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133930117","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rahma Elliya, Setiawati Setiawati, W. Wahyudi, Marlena, Nopriani, Budiarti
{"title":"Edukasi penggunaan masker, ketika batuk/bersin dan cuci tangan pakai sabun untuk pencegahan penularan Covid-19 pada siswa/siswi Sekolah Dasar","authors":"Rahma Elliya, Setiawati Setiawati, W. Wahyudi, Marlena, Nopriani, Budiarti","doi":"10.56922/phc.v2i4.252","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.252","url":null,"abstract":"Background: Covid-19 cases increase, the government has also made various efforts by working, studying, and worshiping from home as an effort to stop the spread of the corona virus. Elementary school is the main target in implementing healthy living. Schools have an important role in educating students about health and hygiene behaviors. In addition, during the covid-19 pandemic, washing hands with soap at school, wearing masks is very important to prevent the transmission of covid-19. In addition, children spend a very long time (about 7 hours a day) at school and many objects in school become disease transmission because they are used together.\u0000Purpose: The purpose of this activity is to provide knowledge about preventing the transmission of covid-19 such as the use of masks, cough/sneeze etiquette and hand washing with soap.\u0000Methods: The method used in this activity is a lecture method and a simulation of health protocols in the form of washing hands, how to use and remove masks correctly and demonstrate good coughing and sneezing etiquette.\u0000Results: The results of the pre and post tests showed that 27 students could answer 6 (22 percent), how to prevent covid-19 3 (11 percent), how to use and remove masks 9 (33 percent), how to cough etiquette. and sneezing 3 (11 percent), how to wash hands with soap properly and correctly 4 (15 percent) while for the post test given to students after being given education, students who can answer as many questions as how to prevent covid-19 are 15 (56 percent), how to prevent covid-19 14 (52 percent), how to use and remove masks 27 (100 percent), how to cough and sneeze etiquette 27 (100 percent), how to wash hands with soap properly and correctly 25 (93 percent).\u0000Conclusion: It can be said that there was an increase in students knowledge regarding COVID-19, the use of masks, coughing/sneezing etiquette and washing hands with soap.\u0000 \u0000Pendahuluan: Sejalan dengan semakin meningkatnya kasus covid-19 maka pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan memberlakukan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah sebagai upaya memutus penyebaran virus corona. Sekolah dasar adalah sasaran utama dalam implementasi hidup sehat. Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik siswa mengenai perilaku kesehatan dan kebersihan. Selain itu selama masa pandemi covid-19, cuci tangan pakai sabun di sekolah, penggunaan masker menjadi sangat penting dilakukan guna mencegah penularan covid-19. Selain itu, anak-anak menghabiskan waktu yang sangat panjang (sekitar 7 jam sehari) di sekolah dan banyak benda-benda di sekolah yang menjadi penularan penyakit dikarenakan dipakai bersama-sama.\u0000Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan berkaitan pencegahan penularan covid-19 seperti penggunaan masker, etika batuk/bersin dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).\u0000Metode: Pada kegiatan ini di gunakan metode ceramah dan simulasi protokol kesehatan berupa cara cuci tangan, cara menggunakan serta melepas masker yang benar dan memperaga","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"166 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121699721","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Prima Dian Furqoni, Vera Yulyani, Linawati Novikasari, Andi Bunga Silvia, Dewa Ayu Neli, Dina Martiani, Asep Rahmad Hidayat
{"title":"Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut di SDN 1 karang maritim Bandar Lampung","authors":"Prima Dian Furqoni, Vera Yulyani, Linawati Novikasari, Andi Bunga Silvia, Dewa Ayu Neli, Dina Martiani, Asep Rahmad Hidayat","doi":"10.56922/phc.v2i4.260","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.260","url":null,"abstract":"Background: One of the problems in Indonesia that needs attention is the problem of dental and oral health. Improper clean and healthy living behavior in school-age children can cause various diseases, one of which is dental and oral hygiene problems. One of the triggering factors that are thought to be related to dental and oral hygiene is lack of knowledge.\u0000Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between clean and healthy living with knowledge of dental and oral hygiene in school-age children.\u0000Methods: This type of research is a type of quantitative research using a descriptive correlation research design using a cross sectional approach. The population in this study were 3rd grade students of Elementary School 1 Karang Maritim. The sample in this study were members of the population taken by simple random sampling with a total of 27 respondents.\u0000Results: Based on the results of research conducted on August 12, 2022 regarding the relationship between Clean and Healthy Lifestyle Behavior with knowledge of brushing teeth in grade 3 students of Elementary School 1 Karang Maritim, Bandar Lampung City, the results of the study of respondents with knowledge of brushing their teeth with poor knowledge were 1 students (3.7 percent), with good knowledge as many as 26 students (96.3 percent).\u0000Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between clean and healthy living behavior with knowledge and dental and oral hygiene with a p-value of 0.000 <0.05.\u0000 \u0000Pendahuluan: Salah satu masalah di Indonesia yang perlu diperhatikan adalah masalah tentang kesehatan gigi dan mulut. Perilaku hidup bersih dan sehat yang tidak baik pada anak usia sekolah dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit salah satunya yaitu permasalahan kebersihan gigi dan mulut. Salah satu faktor pemicu yang diduga berhubungan dengan kebersihan gigi dan mulut yaitu kurangnya pengetahuan.\u0000Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia sekolah.\u0000Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN 1 Karang Maritim. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota populasi yang diambil secara simple random sampling dengan jumlah 27 responden.\u0000Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2022 tentang hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan pengetahuan menggosok gigi pada siswa kelas 3 SDN 1 Karang Maritim Kota Bandar Lampung diperoleh hasil penelitian responden dengan pengetahuan menggosok gigi dengan pengetahuan buruk sebanyak 1 siswa (3,7 persen), dengan pengetahuan baik sebanyak 26 siswa (96,3 persen).\u0000Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut dengan nilai ","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122820783","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Heny Marlina Riskawaty, Raudatul Jannah, Bahjatun Nadrati, Lalu Dedy Supriatna, Dini Ardiani, Elmiana
{"title":"Penyuluhan kesehatan: Pencegahan penularan HIV-AIDS pada remaja di Pondok Pesantren Al Falah Desa Telagawaru Kecamatan Labu Api, Lombok Barat Tahun 2022","authors":"Heny Marlina Riskawaty, Raudatul Jannah, Bahjatun Nadrati, Lalu Dedy Supriatna, Dini Ardiani, Elmiana","doi":"10.56922/phc.v2i4.285","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.285","url":null,"abstract":"Background: HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a type of virus that attacks the human immune system and can cause AIDS. AIDS stands for Acquired Immuno Deficiency Syndrome, which means a collection of symptoms or syndrome due to decreased immunity caused by HIV infection.\u0000Purpose: To identify youth's knowledge about HIV/AIDS.\u0000Method: The time required from preparation to implementation is approximately 2 weeks.\u0000Results: All of the youth who were respondents participated in this activity until it was finished and identified good knowledge of youth about HIV/AIDS.\u0000Suggestion: It is hoped that the puskesmas can partner with both public and private schools and Islamic boarding schools to conduct more intensive counseling on how to prevent HIV/AIDS transmission in adolescents.\u0000 \u0000Pendahuluan: HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menimbulkan AIDS. AIDS adalah singkatan dari Accquired Immuno Deficiency Syndrome, yang berarti kumpulan gejala atau sindroma akibat menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi virus HIV.\u0000Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.\u0000Metode: Waktu yang dibutuhkan dari persiapan sampai dengan pelaksanaan kurang lebih adalah 2 minggu.\u0000Hasil: Seluruh remaja yang menjadi responden mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan teridentifikasi pengetahuan remaja yang baik mengenai HIV/AIDS.\u0000Saran: Diharapkan pada pihak puskesmas dapat bermitra dengan sekolah-sekolah baik negeri, swasta maupun pondok pesantren untuk melakukan penyuluhan lebih intensif tentang cara mencegah penularan HIV/AIDS pada remaja.","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"80 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123072822","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dewi Lutfianawati, R. Rilyani, Eka Trismiyana, Sutikno Sutikno, Muhammad Roby, Mutiara Ayu Daniati, Ria Mustika
{"title":"Peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga","authors":"Dewi Lutfianawati, R. Rilyani, Eka Trismiyana, Sutikno Sutikno, Muhammad Roby, Mutiara Ayu Daniati, Ria Mustika","doi":"10.56922/phc.v2i4.257","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.257","url":null,"abstract":"Background: The prevalence of children's nutritional problems is still high, not only the lack of nutritional problems resulting in children stunting and underweight, and more nutrients that cause obesity and diabetes. One of the causes of nutritional problems is ignorance about healthy menu and lack of awareness of nutrient\u0000Purpose: This activity aims to improve the knowledge of mothers on balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition. Education is held in Panjang Selatan. The subjects that followed the activities amounted to 25 mothers -housewives.\u0000Methods: This activity consists of 3 stages including preparation stage, implementation stage and interview stage. Data is obtained from pretest results and post tests and discussions.\u0000Results: From this activity is an increase in the knowledge of the mother about balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition, there is an increase from 12 percent to 76 percent.\u0000Conclusion: With this activity there was a significant increase in knowledge for housewives in Panjang selatan village about balanced nutrition.\u0000 \u0000Pendahuluan: Prevalensi masalah gizi anak masih tinggi, tidak hanya masalah gizi kurang yang mengakibatkan anak –anak stunting dan berat badan di bawah normal, dan gizi lebih yang menyebabkan obesitas dan diabetes. Salah satu penyebab permasalahan gizi yaitu ketidaktahuan mengenai menu sehat dan kurangnya kesadaran akan kadar gizi (Keluarga sadar gizi).\u0000Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga. PKM dilaksanakan di Desa Panjang Selatan. Subjek yang mengikuti kegiatan berjumlah 25 ibu –ibu rumah tangga.\u0000Metode: Metode dari kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap wawancara. Data diperoleh dari hasil pretest dan post tes dan diskusi.\u0000Hasil: Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga, terjadi peningkatan dari 12 persen menjadi 76 persen.\u0000Simpulan: Dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan untuk ibu-ibu rumah tangga di Desa Panjang Selatan mengenai gizi seimbang.","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124698191","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Radho Al Kausar, T. Azizah, Sabila Pramudia, Muhammad Fikri Maula, Minjar Wati
{"title":"Penyuluhan zat makanan berbahaya di Sekolah Dasar Negeri 01 Keteguhan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung","authors":"Radho Al Kausar, T. Azizah, Sabila Pramudia, Muhammad Fikri Maula, Minjar Wati","doi":"10.56922/phc.v2i4.232","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.232","url":null,"abstract":"Background: Improper application of synthetic chemical preservatives such as borax and formaldehyde in food products that endanger human health needs important attention from the government and the public because their use is increasing along with the increasing need for food that can be stored and consumed for a longer time. as well as some economic reasons. Based on these facts, Malahayati University students are ready to do community service to overcome this problem by explaining the impact and simple detection methods of these prohibited chemicals and explaining effective, safe and simple ways to preserve food for the general public in a specified location in Teluk Betung Timur District, Keteguhan Village. After the activity, it was found that the people who attended the event experienced an increase in the percentage of understanding about the impact of chemical preservatives on health, how to detect them simply and how to make natural preservatives in food.\u0000Perpose: Efforts to overcome the exposure of school children to unhealthy and unsafe snack foods, it is necessary to promote food safety through counseling.\u0000Methode: Educational activities begin with studying and adapting real situations that occur in the lives of the people of Central Java in general through the distribution of an initial questionnaire where this questionnaire contains several questions that can represent the level of public understanding of the types and effects of preservatives on food and other snacks, including community knowledge about ingredients - natural preservatives that are safe for consumption.\u0000Results: To see the success of simple detection of borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers, participants were evaluated by asking participants to practice simple detection of borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers by observing using a simple detection assessment questionnaire. borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers.\u0000Conclusion: Based on the results of the questionnaires given before and after the counseling, there was a spike in the percentage of public understanding of the dangers of these additives, including how to easily detect the possible presence of borax and formalin in food. In addition, the community also understands natural ways to preserve food such as the drying method.\u0000 \u0000Pendahuluan: Penerapan bahan pengawet kimia sintetik yang tidak tepat seperti boraks dan formaldehida pada produk pangan yang membahayakan kesehatan manusia perlu mendapat perhatian penting dari pemerintah dan masyarakat karena penggunaannya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pemenuhan pangan yang dapat disimpan dan dikonsumsi dalam waktu yang lebih lama. serta beberapa alasan ekonomi. Berdasarkan fakta tersebut, mahasiwa Universitas Malahayati siap untuk melakukan pengabdian masyarakat untuk mengatasi masalah ini dengan menjelaskan dampak dan cara detek","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"151 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126328707","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat","authors":"Teguh Pribadi, Umi Romayati Keswara, Slamet Widodo, Melki Alparizi, Leni Marlena, Laili Pritasari, Hesti Wulandari","doi":"10.56922/phc.v2i4.249","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.249","url":null,"abstract":"Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit. Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks. Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained. Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks. Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks. Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman. Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan. Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Simpulan: Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130243418","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
M. R. Gunawan, Triyoso Triyoso, Rudi Winarno, D. Kusumaningsih, Nirwanto Nirwanto, Aprilia Ismi, Nurlaini, Taufik Sofa, Veni Andriyani
{"title":"Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang mencuci tangan menggunankan sabun pada anak di Kelurahan Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung","authors":"M. R. Gunawan, Triyoso Triyoso, Rudi Winarno, D. Kusumaningsih, Nirwanto Nirwanto, Aprilia Ismi, Nurlaini, Taufik Sofa, Veni Andriyani","doi":"10.56922/phc.v2i4.253","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.253","url":null,"abstract":"Introduction: Health is a state of well-being of body, soul and social that allows everyone to live socially and economically productive. Therefore, health is a very important thing to pay attention to because it will underlie the improvement of the quality and quantity of life in the community. This can be done with clean and healthy living behavior, one of which is by washing hands with soap. Without us knowing it, germs and bacteria that stick to the hands are very dangerous to health. Children are one of those who experience a fairly high level of play activity. However, the habit of washing hands with good soap is not realized by some children. Children view soap as only useful for removing dirt and odors. To carry out a hand washing program, wash hands with soap, the availability of water and soap for washing hands is actually not a problem but an obstacle is a factor in children's habits. For this reason, the role of caregivers/early childhood educators is needed to provide useful programs for children, namely getting used to washing hands with soap after completing activities or other activities.\u0000Objective: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts are able to understand and apply clean and healthy living behaviors about washing hands with soap properly and correctly.\u0000Method: The implementation of the method used is based on ibM. Providing information and visual training to children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts.\u0000Results: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts can receive well about the application of clean and healthy living behavior by washing their hands.\u0000Conclusion: There is a significant increase in children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung villages on the awareness of the importance of washing hands.\u0000 \u0000Pendahuluan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa kita sadari, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat membahayakan kesehatan.anak-anak adalah salah satu yang mengalami aktivitas bermain yang cukup tinggi. Namun, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang baik itu tidak disadari oleh sebagian anak-anak. Anak-anak memandang sabun hanya bermanfaat untuk menghilangkan kotor dan bau. Untuk melakukan program mencuci tangan cuci tangan dengan sabun, ketersedian air dan sabun untuk mencuci tangan sebenarnya bukan masalah tapi menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan anak-anak. Untuk itu diperlukan peran pengasuh/pendidik anak usia dini untuk memberikan program yang bermanfaat kepada anak, yaitu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai ","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127742023","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Edukasi kesehatan tentang status vaksinasi dengan kejadian stunting","authors":"A. Yulianto, Yusnita Yusnita","doi":"10.56922/phc.v2i4.221","DOIUrl":"https://doi.org/10.56922/phc.v2i4.221","url":null,"abstract":"Introduction: Stunting conditions at birth affect the development or growth of children so that stunting toddlers in the future will have difficulty in achieving optimal physical and cognitive development.\u0000Objective: To determine the relationship between vaccination status and the incidence of stunting.\u0000Methods: Analytical observational research with a case-control study approach. The sampling technique used is simple random sampling with a sample size of 99 respondents. Collecting data using observation sheets and MCH handbooks. statistical analysis using Chi Square Statistical Test.\u0000Results: From 33 toddlers 1-3 years old, there were 19 (57.6%) respondents who experienced stunting with a history of vaccination status in the incomplete category and 14 (42.4%) complete respondents. there is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years, the P value is 0.011 (smaller than alpha = 0.05).\u0000Conclusion: There is a relationship between vaccination status and the incidence of stunting in infants aged 1-3 years in the Work Area of the Wates Health Center.\u0000 \u0000Pendahuluan: Kondisi stunting saat lahir berpengaruh terhadap perkembangan atau pertumbuhan anak sehingga balita stunting di masa dating akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.\u0000Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status vaksinasi dengan kejadian stunting.\u0000Metode: Penelitian observasional analitik dengan penekatan studi kasus control. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel yaitu 99 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan buku KIA. analisis stastistik mengunakan Uji Statistik Chi Square. \u0000Hasil: Diketahui dari 33 balita 1-3 tahun didapatkan yang mengalami stunting dengan riwayat status vaksinasi dalam kategori tidak lengkap sebanyak 19 (57,6%) responden dan lengkap 14 (42,4%) responden. ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun diperoleh nilai P sebesar 0,011 (Lebih kecil dari nilai alpha = 0,05).\u0000Simpulan: Ada hubungan status vaksinasi terhadap kejadian stunting pada bayi usia 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Wates.","PeriodicalId":372945,"journal":{"name":"JOURNAL OF Public Health Concerns","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121650032","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}