Kadera BahasaPub Date : 2020-11-29DOI: 10.47541/kaba.v12i2.140
Sheva Widianti Putri
{"title":"Pengaruh Peran Orang Tua Dalam Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 4--5 Tahun","authors":"Sheva Widianti Putri","doi":"10.47541/kaba.v12i2.140","DOIUrl":"https://doi.org/10.47541/kaba.v12i2.140","url":null,"abstract":"ABSTRAKTujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh peran orang tua terhadap pemerolehan bahasa pada anak usia 4-5 tahun. Analisis ini menggunakan analisis deskriptif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode wawancara dan metode catat. Peneliti mewawancarai narasumber kemudian ditranskripkan melalui metode catat. Sampel penelitian terdiri dari dua narasumber yaitu (1) Adrian Salafas Putra (berusia 4 tahun 5 bulan), dan (2) Dimas Mahesa (berusia 5 tahun 3 bulan). Hasil dari penelitian ini adalah sampel pertama, anak memperoleh bahasa Jawa dari kedua orang tuanya yang berasal dari Jawa. Sampel kedua, anak memperoleh kosa kata bahasa seperti ‘dodok’ dan ‘embung’ dari kebiasaan berbahasa orang tuanya.","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"284 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116096183","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-12-17DOI: 10.26499/KABA.V11I2.70
Syahrul Ramadan, Sumiyadi Sumiyadi, E. Kosasih
{"title":"PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN BERBASIS PAPPASENG SUKU BUGIS DALAM PEMBELAJAN CERPEN DI SMA","authors":"Syahrul Ramadan, Sumiyadi Sumiyadi, E. Kosasih","doi":"10.26499/KABA.V11I2.70","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/KABA.V11I2.70","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berupa buku pengayaan pengetahuan cerpen berbasis pappaseng suku Bugis. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian dan pengembangan (RD) dengan menggunakan adaptasi model Hannafin dan Peck. Model ini terdiri atas tiga tahap, yaitu analisis kebutuhan, desain produk, dan pengembangan serta implementasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru dan peserta didik membutuhkan bahan ajar tambahan berupa buku pengayaan untuk mendukung proses pembelajaran, khususnya pembelajaran cerpen. Bahan ajar tersebut memuat kearifan lokal suku Bugis, yaitu pappaseng. Setelah analisis kebutuhan, selanjutnya disusunlah buku pengayaan dan sekaligus dinilai kelayakannya oleh ahli dan praktisi. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli dan praktisi, diperoleh hasil bahwa aspek kelayakan komponen isi/ materi buku mendapatkan rata-rata skor 92,3% dengan kriteria sangat baik. Pada aspek kelayakan komponen kebahasaan diperoleh rata-rata skor 93,3% dengan kriteria sangat baik. Pada aspek kelayakan komponen penyajian diperoleh rata-rata skor 87,2% dengan kriteria baik. Pada aspek kelayakan komponen kegrafikaan diperoleh rata-rata skor 83,5% dengan kriteria baik. Pada aspek kelayakan komponen kebermanfaatan diperoleh rata-rata skor 88% dengan kriteria baik. Setelah penilaian ahli, dilakukan pula uji lapangan pada peserta didik dengan hasil sebagai berikut. (1) Pada aspek isi/materi diperoleh rata-rata skor 88,08% dengan kriteria baik. (2) Pada aspek kebahasaan diperoleh rata-rata skor 89,52% dengan kriteria baik. (3) Pada aspek penyajian materi diperoleh rata-rata skor 87,79% dengan kriteria baik. (4) Pada aspek kegrafikaan diperoleh rata-rata skor 86,92% dengan kriteria baik. (5) Pada aspek kebermanfaatan diperoleh rata-rata skor 91,23% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, buku pengayaan yang dikembangkan dikategorikan layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. ","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130568553","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-08-06DOI: 10.47541/KABA.V11I1.60
Anintya Wanda Permana, Ana Rosmiati
{"title":"KAJIAN SEMIOTIKA SIMBOL BUDAYA KERATON SURAKARTA DALAM IKLAN KUKU BIMA ENER-G VERSI VISIT JAWA TENGAH","authors":"Anintya Wanda Permana, Ana Rosmiati","doi":"10.47541/KABA.V11I1.60","DOIUrl":"https://doi.org/10.47541/KABA.V11I1.60","url":null,"abstract":"Iklan merupakan media yang digunakan oleh perusahaan untuk memasarkan produknya. Kemasan dan tampilan dari iklan dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat konsumen. Iklan juga tidak jarang menampilkan unsur kearifan lokal dalam tayangannya, salah satunya adalah iklan Kuku Bima Ener-G versi Visit Jawa Tengah yang memasukkan tampilan dari budaya Keraton Surakarta. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan simbol budaya Keraton Surakarta dalam Iklan Kuku Bima Ener-G versi Visit Jawa Tengah. Penelitan ini berbentuk penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Sumber data primer adalah iklan Kuku Bima Ener-G versi Visit Jawa Tengah, sumber data sekunder berupa referensi yang terkait dan informan yang diambil dari kalangan ahli budaya Keraton Surakarta. Pengumpulan data menggunakan teknik simak-catat dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini, ditemukan 5 frame dari iklan Kuku Bima Ener-G versi Visit Jawa tengah yang memuat unsur budaya Keraton Surakarta. Masing-masing frame mengandung simbol budaya yang bersumber dari Keraton Surakarta. Masing-masing simbol budaya tersebut memiliki makna denotatif dan makna konotatif. Beberapa frame iklan tersebut merepresentasikan budaya Keraton Surakarta, yaitu Tari Manipuri, Bangunan Panggung Sangga Buwana dan Kori Kamandungan, proses upacara kirab, makanan tradisional tumpeng sari, dan senjata tradisional yang berupa keris gaya Surakarta.","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"91 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129501985","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-08-06DOI: 10.26499/KABA.V11I1.64
Sakila Sakila
{"title":"KAJIAN TEORITIS PEMBELAJARAN MENEMUKAN TEMA DAN PESAN PADA SYAIR YANG DIPERDENGARKAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL","authors":"Sakila Sakila","doi":"10.26499/KABA.V11I1.64","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/KABA.V11I1.64","url":null,"abstract":"AbstrakPenulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan dengan menggunakan media audiovisual. Adapun masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana langkah-langkah guru untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam pembelajaran mendengarkan syair dengan menggunakan media audio visual. Untuk memecahkan masalah dan tujuan penulisan digunakan metode penulisan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penulisan ini dapat menyimpulkan bahwa dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran mendengarkan syair dapat meningkatkan keterampilan siswa dan menciptakan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan.Kata-kata kunci:tema, amanat, syair, media, audio visual. AbstractWriting scientific articles aims to describe learning to find themes and poetry messages that are played using audiovisual media. The problem in this writing is how the steps of the teacher to improve students' skills in learning to listen to poetry using audio visual media. To solve the problem and the purpose of writing is used a qualitative writing method that is descriptive in nature. The results of this paper can conclude that using audio visual media in learning to listen to poetry can improve students' skills and create a more pleasant classroom atmosphere.Keywords:theme, message, poetry, media, audio visual.","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125186593","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-08-06DOI: 10.47541/KABA.V11I1.50
Mokhammad Jainuri, Khilmi Mauliddian
{"title":"Analisis Kesantunan Berbahasa pada Program Acara “Ini Talk Show Tema Motivasi” di Net Tv","authors":"Mokhammad Jainuri, Khilmi Mauliddian","doi":"10.47541/KABA.V11I1.50","DOIUrl":"https://doi.org/10.47541/KABA.V11I1.50","url":null,"abstract":"Analisis kesantunan berbahasa program acara Ini Talk Show bertema motivasi di Net Tv ini, meneliti pada sebuah video yang diunggah di Youtube dengan durasi 17.46 menit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan data tentang kesantunan berbahasa pada acara Ini Talk Show di Net Tv dalam berinteraksi dengan bintang tamu. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara simak, catat, dan merekam. Data yang dihimpun berupa tuturan lisan sebagai objek penelitian dengan lawan tuturnya dalam suatu percakapan dengan konteks sosial. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk kategori kesantunan berbahasa dalam talk show terbagi kedalam enam maksim antara lain maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan. Hasil analisis menunjukkan pada dialog atau tuturan yang dilakukan oleh pelaku talk show semua menggunakan keenam maksim dengan baik. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mencermati bentuk kesantunan berbahasa dalam suatu talk show. Kesantunan berbahasa mencakup kategori konteks sosial (sosiolinguistik) dan prinsip kesantunan berbahasa.","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124042794","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-08-06DOI: 10.26499/KABA.V11I1.62
Nova Mandolang
{"title":"TINDAK UJAR ILOKUSI DALAM ROMAN “UND SAGTE KEIN EINZIGES WORT” KARYA HEINRICH BӦLL","authors":"Nova Mandolang","doi":"10.26499/KABA.V11I1.62","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/KABA.V11I1.62","url":null,"abstract":" This study discusses the actions of ilokusi in the roman \"Und Sagte Kein Einziges Wort\" by Heinrich Böll. The focus of the research is direct and indirect illocutionary speech acts between the characters in the romance and the form of the storyteller by looking at the themes and forming elements of the romance theme. The purposes of this study are: 1) identify and describe the theme and elements forming the romance theme \"Und Sagte Kein Einziges Wort\"; 2) describes the form of the storyteller and the meaning of direct and indirect illocutionary acts between characters. The language approach (sprechakt) is a method of analysis applied to data based on communication in literary texts. The results of the discussion indicate that in the novel \"Und Sagte Kein Einziges Wort\" by Heinrich Böll there are utterances containing actions called direct ilokusi say actions which are the same as what is spoken by the speaker so that the context or situation behind the conversation is not needed to explain the meaning contained in it and the act of saying indirect illocution that requires context.","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"50 1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134111692","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-01-29DOI: 10.47541/KABA.V2I2.55
Oldrie Ch. Sorey
{"title":"MEDAN MAKNA RASA PADA LIDAH DALAM BAHASA TOMBULU","authors":"Oldrie Ch. Sorey","doi":"10.47541/KABA.V2I2.55","DOIUrl":"https://doi.org/10.47541/KABA.V2I2.55","url":null,"abstract":"The research is aimed 1) to give the description about the genre and the total of lexemes in the taste bud of tongue in Tombulu language; 2) to give the description about the components of the taste bud of tongue in Tombulu language. The method in this research is descriptive, semantics theory is used to describe the meaning area. The results show that there are several lexemes found in the taste bud of tongue in Tombulu language. The lexemes are (1) delicious,‘ (2) plain; (3 ) bitter; (4) salty; (5) sweet; (6) not delicious; (7) rough; (8) sour.","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125097149","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-01-29DOI: 10.47541/KABA.V2I2.54
I. Sudiana
{"title":"PERSOALAN ORTOGRAFI PENYERAPAN KOSAKATA SANSKERTA DALAM BAHASA INDONESIA","authors":"I. Sudiana","doi":"10.47541/KABA.V2I2.54","DOIUrl":"https://doi.org/10.47541/KABA.V2I2.54","url":null,"abstract":"Sanskrit has a different writing system with the Indonesian language. Sanskrit uses Devanagari characters, while the Indonesian uses Latin script. Indonesian absorbs much vocabulary from other languages; one of them is from Sanskrit. Differences in sound system and writing system cause problems in absorption. The issue that arises is how to write words that absorbed it. The writing system in the absorption is often problematic when a language does not recognize the sound of the source language. Sanskrit recognizes certain sounds that do not exist in Indonesian. Differences writing system would also cause problems in the orthography. Orthographic problems in Sanskrit vocabulary absorption into the Indonesian language includes writing fricative sounds, retroflex, consonant aspire. labiodental /v/ and bilabial /w/, schwa (pepet), and anusuara.","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"53 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128210750","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-01-29DOI: 10.26499/KABA.V2I2.58
Nontje Deisye Wewengkang
{"title":"PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK AKROSTIK SISWA SMP KRISTEN EBEN HAEZAR MANADO","authors":"Nontje Deisye Wewengkang","doi":"10.26499/KABA.V2I2.58","DOIUrl":"https://doi.org/10.26499/KABA.V2I2.58","url":null,"abstract":"The aim of this research is to develop poetry writing ability on grade 7 students of Eben Haezar 2 Middle School in Manado. The design of this research is Class Action Research. The indicators such as diction, figurative language, rhyme, and image. The objects of this research are the 7 C students of Eben Haezar 2 Middle School which are comprised of 28 students. The data of this research are verbal and non-verbal data. The data were obtained by observing, recording, interview, and documentation. The data are analyzed using a qualitative method, such as classification, reduction, explanation and analyses, and conclusion. The result of this research shown that was ability increasing on poetry writing with acrostic technique including learning planning, implementing and the lesson learned.","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"123 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127058138","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kadera BahasaPub Date : 2019-01-29DOI: 10.47541/KABA.V2I2.51
Ratun Untoro
{"title":"Pemitoosan Identitas Masyarakat Boalang Mongondow Utara","authors":"Ratun Untoro","doi":"10.47541/KABA.V2I2.51","DOIUrl":"https://doi.org/10.47541/KABA.V2I2.51","url":null,"abstract":"Social class affects the community's behavior such as treatment and honorary system, inter or within the social class. the research is intended to unveil the myth in North Boolaang Mongondow folktales, which constitutes the Identity of the people, using Carl Gustav Jung psychoanalysis theory. The myth or folktale that lives in the community is the expression or the realization of unconscious wishes, which is nevertheless inconsistent, inappropriate, and do not match with daily facts. the purpose of this research is acknowledgment the royal effort to arrange the community through the folktale experience. Interesting finding through the research, that the kingdom used the folktales to strengthen the royal hegemony. ","PeriodicalId":366271,"journal":{"name":"Kadera Bahasa","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128743726","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}