{"title":"PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS KULIT KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) VARIETAS LEMBAH PALU","authors":"Hasnelly Hasnelly, Edi Gatot","doi":"10.36355/JSA.V5I2.465","DOIUrl":"https://doi.org/10.36355/JSA.V5I2.465","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Desa Tuo Kecamatan Lembah Masurai, selama 3 bulan yang dimulai pada tanggal 01Januari s/d 02 31 Maret 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Kulit Kopi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L)” Varietas Lembah Palu, dan untuk mengetahui dosis pupuk kompos kulit kopi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok yaitu K0 = Tanpa Perlakuan Kompos Kulit Kopi, K1 = 45 g kompos kulit kopi, K2 = 90 g kompos kulit kopi, K3 = 135 g kompos kulit kopi K4 = 180 g kompos kulit kopi per petak. Hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Statistik Analisis Ragam (Anova), apa bila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Tes’t (DNMRT) pada taraf 5 %. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat umbi per rumpun (gr) dan Berat Umbi (Ton/ha). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kompos kulit kopi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat umbi per rumpun (gr) dan Berat Umbi (Ton/ha). Perlakuan terbaik yaitu K2 dengan pemberian perlakuan 90 g kompos kulit kopi Kata Kunci : Kompos Kulit Kopi, Pertumbuhan dan Hasil, Bawang Merah","PeriodicalId":340482,"journal":{"name":"Jurnal Sains Agro","volume":"116 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117196131","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EFEKTIFITAS PENGENDALIAN GULMA DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum, L) PADA TANAH MASAM","authors":"G. Yelni","doi":"10.36355/jsa.v4i1.240","DOIUrl":"https://doi.org/10.36355/jsa.v4i1.240","url":null,"abstract":"ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of Weed Weeding with different weeding times and to determine the effectiveness of the use of chicken manure on the growth and production of shallots (Allium ascolanicum, L). This experiment used factorial Randomized Block Design (RBD). The first factor 5 treatment consists of; PG0 (without weeding weeds), G1 (weed 1 time age, 28 days), G2 (weed 2 times age 21, and 42 hst), G3 (weed 3 times age, 14, 28, and 42 hst), G3 (3 times age, 14, 28, and 42 days), and G4 (4 times age 7, 14, 21 and 28 days). The second factor 3 treatment consists of; P1 (10 ton ha-1), P2 (20 ton ha-1), and P3 (40 ton ha-1) and 3 groups. The results showed that the treatment of weed weeding and administration of chicken manure organic fertilizer had a significant effect on plant height, number of children, number of plants, fresh weight of plants, and dry weight per plot. Weed control that was effective in increasing the growth of the number of tillers and onion production was, when weed control was twice, at 28 and 42 HST. The dosage of 40 ton h-1 organic fertilizer for chicken coop is quite effective to help the growth of plant height, number of leaves and increase the weight of red onion bulbs, and improve acid soil pH conditions Keywords: Onion Varieties Thailand, Weeding Time, Weed, Growth, Yield, Chicken Manure, Growth and Result of Keywords: ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efetifitas Penyiangan Gulma dengan waktu penyiangan berbeda dan untuk mengetahui efektifitas pengunaan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascolanicum, L). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama 5 perlakuan terdiri atas; PG0 (tanpa penyiangan gulma), G1 (disiang 1 kali, yaitu pada umur ; 28 hst), G2 (disiang 2 kali, yaitu pada umur ; 21, dan 42 hst), G3 (disiang 3 kali, yaitu pada umur ; 14, 28, dan 42 hst), G3 (disiang 3 kali, yaitu pada umur ; 14, 28, dan 42 hst), dan G4 (disiang 4 kali, yaitu pada umur ; 7, 14, 21, dan 28 hst). .Faktor kedua 3 perlakuan terdiri atas; P1 (10 ton ha-1), P2 (20 ton ha-1), dan P3 (40 ton ha-1) dan 3 kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan waktu penyiangan gulma dan pemberian dosis pupuk organik kandang ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakkan, jumlah duan, berat segar perumpun, dan berat kering per petak. Pengendalian gulma yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan jumlah anakan dan produksi tanaman bawang merah adalah, waktu penngendalian gulma sebanayk 2 kali yaitu pada umur 28 dan 42 HST. Dosis 40 ton h-1 pupuk organik kandang ayam cukup efektif membantu pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun dan meningkatkan bobot umbi tanaman bawang merah, serta memperbaiki kondisi pH tanah masam Kata Kunci : Bawang Merah Varietas Thailand, Waktu penyiangan, gulma, pertumbuhan, hasil, Pupuk Kandang Ayam, Pertumbuhan dan Hasil Kata Kunci:","PeriodicalId":340482,"journal":{"name":"Jurnal Sains Agro","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127647996","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH BERBAGAI MACAM MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) VARIETAS PERMATA PADA TANAH ULTISOL","authors":"Effi Yudiawati, Eva Kurniawati","doi":"10.36355/JSA.V4I1.241","DOIUrl":"https://doi.org/10.36355/JSA.V4I1.241","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu : M0 (Tanpa pemberian MOL), M1 (MOL Buah-buahan), M2 (MOL Bonggol pisang), dan M3 (MOL Sayur-sayuran). Variabel yang diamati adalah Tinggi Tanaman, Diameter Batang, Jumlah Daun, Umur Berbunga, dan Umur Panen Pertama. Variabel penelitian dianalisis secara statistik dengan Analisis Ragam dan Apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai macam MOL berbeda nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (Helai), dan umur panen pertama (hari) serta tidak berbeda nyata terhadap diameter batang (cm), dan umur mulai berbunga (hari). Perlakuan M2 (Mol bonggol pisang) merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill) pada tanah ultisol.Kata Kunci : Tanaman Tomat, MOL, Pertumbuhan dan Hasil ","PeriodicalId":340482,"journal":{"name":"Jurnal Sains Agro","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129325821","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KARAKTERISTIK AGRONOMI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) REBUNG DI LAHAN MASAM","authors":"Ego Saputra, Setiono Setiono, Effi Yudiawati","doi":"10.36355/JSA.V4I1.242","DOIUrl":"https://doi.org/10.36355/JSA.V4I1.242","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo Sungai Binjai KM 6 Kabupaten Bungo, dengan ketinggian ± 101 m dpl, dengan curah hujan 248,75 mm/bulan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga September 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agronomi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di lahan masam pada pemberian mikroorganisme lokal (MOL) rebung bambu dan mendapatkan kosentrasi MOL yang terbaik terhadap karakteristik agronomi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di lahan masam Kabupaten Bungo.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok yaitu : M0 (0 ml/liter air), M (10 ml/liter air), M2 (20 ml/liter air), M3 (30 ml/liter air) dan M4 (40 ml/liter air). Adapun parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah tangkai daun (batang), (cm), jumlah polong pertanaman (buah), berat polong kering pertanaman (g) dan hasil polong kering per hektar (ton). Hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan analisis ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji duncan’s multiple range test (DNMRT) taraf 5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik agronomi tinggi tanaman, jumlah tangkai daun dan jumlah polong pertanaman, kacang tanah tidak ditentukan oleh pemberian MOL rebung bambu karena tidak berpengaruh nyata sedangkan berat polong kering pertanaman dan hasil polong kering perhektar kacang tanah di lahan masam dalam penelitian ini ditentukan oleh pemberian MOL rebung bambu karena berpengaruh nyata. Perlakuan MOL rebung bambu perlakuan M2 (20 ml/liter air) merupakan konsentrasi yang terbaik meningkatkan karakteristik agronomi kacang tanah di lahan masam Kata Kunci : MOL rebung, kacang tanah, lahan masam","PeriodicalId":340482,"journal":{"name":"Jurnal Sains Agro","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114492795","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH DOSIS KAPUR DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TM 15 PADA ULTISOL DI KABUPATEN BUNGO","authors":"M. Rozi, Budi Prastia","doi":"10.36355/JSA.V4I1.243","DOIUrl":"https://doi.org/10.36355/JSA.V4I1.243","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rantau Keloyang Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo, yaitu pada ketinggian tempat ± 125 m di atas permukaan laut, pada Ultisol dengan pH 5,0. Percobaan ini dilaksanakan dari Bulan September 2017 s/d April 2018. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dosis kapur dolomit terhadap hasil tanaman kelapa sawit (Elaeis guineenses Jacq) TM 15 pada Ultisol di Kabupaten Bungo.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan kapur dolomit yaitu : D0 ( Tanpa kapur dolomit), D1( Dosis 0,5 kg /pokok), D2 ( Dosis 1,0 kg/pokok), D3 (Dosis 1,5 kg /pokok) dan D4 ( Dosis 2,0 kg /pokok). Data hasil pengamatan terakhir dianalisis dengan sidik ragam. Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan New’s Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%.Parameter Yang Diamati : yaitu Jumlah Pelepah (Buah), Jumlah Tandan (Buah), Berat Buah Per janjang (Kg) dan Lingkar Buah (cm). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kapur dolomit berpengaruh nyata terhadap Jumlah Pelepah (Buah), Jumlah Tandan (Buah), Berat Buah Per janjang (Kg) dan Lingkar Buah (cm). Pemberian kapur dolomit dengan dosis 1,0 kg/pokok merupakan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit. Kata kunci : Dolomit, kelapa sawit dan produksi.","PeriodicalId":340482,"journal":{"name":"Jurnal Sains Agro","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131208798","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}