{"title":"Relasi Agen dan Struktur dalam Konstruksi Isu Disabilitas di Media Online","authors":"Qusyairi Sazali Kuba, Bintan Humeira","doi":"10.15408/jsj.v3i1.20051","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20051","url":null,"abstract":"Media memiliki peran signifikan dalam membangun keberpihakan terhadap disabilitas. Keseriusan media online Tempo.co dalam membangun literasi tentang disabilitas tampak dari keberadaan kanal khusus disabilitas pada laman web Tempo.co. Kanal ini merupakan sebuah bentuk perhatian sangat penting dalam konstruksi isu disabilitas yang selama ini cenderung marjinal. Artikel ini ingin menjelaskan bagaimana konstruksi dan produksi isu disabilitas dalam media Tempo.co dilihat dari relasi antara struktur dan agen dalam ruang media. Riset ini menggunakan metode campuran (mix method) yang menggabungkan analisis konten kuantitatif dan kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa media mengontruksi isu disabilitas dalam tiga kategori, yaitu isu aksesibilitas, inklusifitas dan rehabilitas. Kategori dominan yang muncul adalah inklusifitas dan aksesibilitas. Selain itu, riset ini juga menjelaskan bahwa produksi isu disabilitas di media online Tempo.co menunjukkan praktik dialektis antara media sebagai struktur dan jurnalis sebagai agen. Relasi ini tampak dari relasi struktur media yang merujuk pada nilai ideologis media Tempo.co yang berpihak pada kelompok marginal dan peran jurnalis yang bertindak sebagai pengelola kanal yang sekaligus seorang dengan disabilitas. Artinya, jurnalis tidak bertindak hanya sebagai agen produksi isu, namun sekaligus bertindak sebagai agency yang menguatkan literasi dan membangun keberpihakan terhadap disabilitas di ruang media dan ruang publik sekaligus.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127331478","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pesan Dakwah Persuasif Pada Iklan Im3 Ooredoo Versi #Ramadhan Makin Kuat","authors":"Anita Yulinar, Suhaimi Suhaimi","doi":"10.15408/jsj.v3i1.18921","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.18921","url":null,"abstract":"Penelitian ini menjelaskan bagaimana iklan IM3 Ooredoo versi #RamadhanMakinKuat menggunakan formula AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision dan Action). Pesan persuasif iklan IM3 Ooredoo versi #RamadhanMakinKuat mengajak pemirsa memahami pentingnya silaturahmi dan pada akhirnya memilih produk yang diiklankan. Data dikumpulkan dengan observasi melalui kegiatan menonton, mengamati adegan dan naskah. Hasil penelitian ini menguraikan bahwa iklan IM3 Ooredoo pada tahap Attention mengangkat tema menarik sesuai dengan bulan suci Ramadhan dengan topik #RamadhanMakinKuat. Selanjutnya tahap Interest membujuk audiens memerhatikan dan memahami pentingnya bersilaturahmi melalui penyampaian narasi berupa ajakan menjalin persaudaraan dengan bertelepon. Tahap Desire memunculkan hasrat melalui penggambaran cerita video iklan. Lalu Decision memberikan penawaran solusi yaitu peket internet New Freedom. Akhirnya tahap Action di mana audiens menggunakan paket New Freedom sebagai solusi untuk mempermudah kegiatan Ramadhan. Sedangkan metode yang digunakan yaitu Asosiasi, penyebaran melalui media sosial dan web resmi IM3 Ooredoo. Integrasi, Menggunakan kata “kita” dalam narasi iklan. Icing, penataan pesan sehingga menumbuhkan emotional appeal kepada audiens. Pay Off dengan memberikan iming-iming berupa paket New Freedom.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125426873","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Budaya Partisipasi Penulisan Berita Pada Media Komunitas Virtual Kompasiana","authors":"Wanda Saphira, Rully Nasrullah, Kholis Ridho","doi":"10.15408/jsj.v3i1.20050","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20050","url":null,"abstract":"Jurnalisme warga hadir bisa jadi sebagai dampak lanjutan dari kian pesatnya perkembangan teknologi informasi sehingga kebutuhan informasi semakin meluas, tetapi bisa juga akibat dari terbatasnya jumlah jurnalis profesional. Kompasiana adalah alternatif jawaban dari konteks kebutuhan informasi dan terbatasnya jurnalis profesional tersebut. Riset ini berupaya menjelaskan bagaimana praktik jurnalisme warga melalui komunitas virtual Kompasiana, yaitu tempat bertemunya para penulis dengan beragam latar belakang. Apa saja bentuk aktivitas keterlibatan dalam komunitas virtual Kompasiana, pertimbangan apa yang mendorong mereka berkontribusi dalam menulis artikel, opini atau peristiwa yang dipandang penting oleh warga. Maka, keterlibatan warga dalam pemberitaan dan atau informasi publik adalah budaya jurnalistik baru yang perlu mendapatkan jawaban sekaligus regulasi yang tepat.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"289 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134046205","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pemberitaan Klarifikasi Isu Jokowi Partai Komunis Indonesia Pada Media Online Tempo.Co","authors":"R. Adawiyah, Fita Fathurokhmah","doi":"10.15408/jsj.v3i1.20053","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20053","url":null,"abstract":"Isu Jokowi anggota Partai Komunis Indonesia kembali muncul menjelang kontestasi pemilihan Presiden 2019. Isu ini menyebar setelah beredarnya foto di media sosial yang menampilkan Jokowi berada di podium bersama Ketua PKI D.N. Aidit yang sedang berpidato pada 1955. Terkait isu tersebut, Jokowi gencar melakukan klarifikasi di berbagai kesempatan, dan Tempo.co termasuk media online yang aktif memberitakan klarifikasi isu terkait Jokowi PKI. Artikel ini menjelaskan bagaimana Tempo.co membingkai pemberitaan klarifikasi isu Jokowi PKI. Penelitian ini menggunakan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model framing menggunakan empat unsur dalam membedah teks yaitu, sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemberitaan klarifikasi isu Jokowi Partai Komunis Indonesia, Tempo.co mencoba “menggiring” opini publik agar sependapat dengan Tempo.co yang juga sepenuhnya sependapat dengan Jokowi. Ini terlihat dari salah satu pemberitaannya yang sepenuhnya memuat pernyataan Jokowi terkait tuduhan yang menimpa dirinya. Dari elemen kutipan sumber, tampak jelas bahwa Tempo.co condong kepada Jokowi dengan hanya memasukkan orang-orang atau narasumber yang bersimpati dan mendukung Jokowi.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114311335","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Unsur Keberpihakan Pada Pemberitaan Media Online Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Kampanye pada Kumparan.Com","authors":"Azwar Azwar, Rizki Pratama Putra, Uljanatunnisa Uljanatunnisa","doi":"10.15408/jsj.v3i1.19878","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.19878","url":null,"abstract":"Pemilu 2019 menampilkan memanasnya kampanye untuk merebut hati rakyat. Banyak media berlomba mengangkat berita teraktual seputar Pileg dan Pilpres. Dalam kondisi ini, media seharusnya berpihak kepada masyarakat dan bukannya menjadi alat kekuasaan atau kepentingan tertentu. Apakah media Kumparan.com benar-benar netral? Atau malah memihak kepada salah satu paslon. Peneliti melakukan analisis mendalam terkait teks media untuk mengetahui secara jelas dan gamblang makna, ideologi, keberpihakan dan kepentingan media. Tujuannya agar publik dapat menilai dan memilah informasi yang benar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dari Norman Fairclough, sedangkan metodenya adalah deksriptif kualitaif melalui teknik Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Kumparan.com berpihak kepada salah satu Paslon Capres dan Cawapres Jokowi-Maruf.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124832580","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pemberitaan Kekerasan Seksual terhada Perempuan di Magdalena.co dalam Prespektif Jurnalisme Gender","authors":"Sinaida Fahima, Siti Nurbaya, Kholis Ridho","doi":"10.15408/jsj.v3i1.20052","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20052","url":null,"abstract":"Artikel ini menjelaskan apa upaya kreatif Magdalene.co dalam memperjuangkan isu perempuan melalui produk jurnalistik. Bagaimana Magdalene.co mengkonstruksi berita kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dengan menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Jurnalisme berperspektif gender adalah praktek jurnalistik yang menginformasikan atau bahkan mempermasalahkan dan atau menguatkan secara terus-menerus melalui media massa tentang adanya hubungan yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan, atau bias gender. Dengan catatan, hal itu tanpa mengulangi perlakuan diskriminasi yang sama dengan membalas dendam kepada laki-laki.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126900140","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Konstruksi Media Online Mengenai Pemberitaan Blame Game Terkait Asal Mula Munculnya Virus Corona Analisis Framing Pada Newyorktimes.Com Dan Xinhua.Com","authors":"Muhammad Yudistira Meydianto","doi":"10.15408/JSJ.V2I2.16322","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/JSJ.V2I2.16322","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatari adanya saling tuduh antara dua media mengenai asal mula Covid-19. New York Times (Amerika Serikat) menuduh Covid-19 berasal dari China, sedangkan Xinhua (China) menuduh sebaliknya. Bagaimana New York Times dan Xinhua.com menkonstruksi pemberitaan mengenai asal Covid-19? Penelitian ini menggunakan analisis framing Robert N. Entman, yang mengatakan bahwa framing dapat dilihat dari dua dimensi besar, yaitu: “Seleksi isu dan penonjolan aspek”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa China menolak tuduhan Trump yang menuduh Covid-19 itu sengaja diciptakan dan berasal dari sana. New York Times mendukung pernyataan Trump, namun media ini menyalahkan Trump karena menyebarkan Covid-19 di Amerika Serikat akibat lambannya penanganan.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115269159","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Internet dan Metamorfosa Generasi Digital: Analisa Perbandingan Perilaku Penyebarluasan Berita Hoax Lintas Generasi","authors":"Rizka Maulidina, Kholis Ridho","doi":"10.15408/JSJ.V2I2.18920","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/JSJ.V2I2.18920","url":null,"abstract":"Generasi lanjutan dari immigrant digital adalah metamorphosis digital, yaitu bentuk perubahan yang biasanya dikenal dalam ilmu biologi untuk menunjukkan perubahan wujud dari kepompong menjadi kupu-kupu dan atau hewan serupa lainnya. Peneliti mengajukan pembuktian kemampuan responden mengenali berita benar dan palsu di setiap generasi. Benarkah generasi yang lebih senior lebih mampu mengenali berita palsu dibanding generasi milenial? Apakah penyebarluasan berita palsu kepada yang lain lebih banyak dilakukan generasi milenial dan sebaliknya? Populasi dalam riset ini adalah seluruh civitas akademik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang terdiri dari seluruh dosen dan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam dan Jurnalistik angkatan 2015. Hasilnya, konsumsi dan penyebarluasan berita hoax dapat dilakukan oleh semua generasi. Karena itu riset ini menolak kategori immigrant digital berdasarkan kategori usia atau waktu kelahiran, karena SDM digital atau metamorphosis human digital lebih ditentukan oleh kualitas yang bersangkutan dalam mengomsumsi berita dan informasi, penguasaan teknologi informasi, dan keluasan wawasan serta pengetahuannya.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127617767","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Foto Perjuangan Muslimah Bercadar Karya Hesti Rika Di Cnnindonesia.Com Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes","authors":"Denny Aprianto, Tantan Hermansah","doi":"10.15408/JSJ.V2I2.18919","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/JSJ.V2I2.18919","url":null,"abstract":"Adanya pemberitaan tentang terorisme dengan ilustrasi bergambar wanita bercadar pada berbagai media di Indonesia telah menghasilkan stereotif pengguna cadar itu sendiri. Pengguna cadar kerap kali diasosiasikan kepada kelompok intoleran, berpaham radikal, hingga istri seorang teroris. Hesti Rika, fotografer cnnindonesia.com mencoba memberi perspektif lain tentang pengguna cadar melalui karya fotonya. Melalui foto-foto yang diambil dari berbagai momen, Hesti seperti menyampaikan pesan agar kita lebih obyektif melihat subyek pengguna cadar ini. Fotografi sudah lama menjadi medium yang cukup efisien untuk menyampaikan pesan. Melalui tiga tahap pemaknaan ala Barthes, pesan pada foto-foto Hesti yang ditampilkan pada halaman website cnnindonesia.com bisa ditafsirkan dengan melihat tanda atau simbol yang ditemukan dalam foto tersebut. Dari hasil analisis semiotika Bhartes, bisa diambil kesimpulan bahwa dalam karya fotografi Hesti Rika, terdapat beragam makna, yaitu makna aktivitas pengguna cadar yang sama seperti masyarakat pada umumnya. Akan tetapi pada foto tersebut juga terkandung makna perjuangan para pengguna cadar menghapus stigma negatif itu dengan cara mengintegrasikan diri pada lingkungan sosialnya. ","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132961435","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efektivitas Penggunaan Media Online Tirto.Id terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Berita Livi Zheng","authors":"Mesi Indriyani","doi":"10.15408/JSJ.V2I2.15065","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/JSJ.V2I2.15065","url":null,"abstract":"Perkembangan teknologi mendorong masyarakat lebih aktif serta selektif untuk mencari informasi berita di internet. Lama penggunaan internet di Indonesia terdiri dari 14,1 % selama 3 – 4 jam, 13,4 % selama 2 – 3 jam, serta 13 % selama 1 – 2 jam. Indonesia memiliki 43 ribu portal berita online, namun yang terverifikasi tidak lebih dari 100 media, yang menyebabkan banyak informasi cukup beragam tersebar di media internet. Salah satunya media online di Indonesia yakni tirto.id yang memanfaatkan data berupa foto, kutipan, rekaman peristiwa serta data statistik yang ditampilkan lewat tulisan, infografik dan video infografik. Penelitian ini menjelaskan bagaimana efektivitas penggunaan media tirto.id terhadap pemenuhan kebutuhan infomasi berita Livi Zheng. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berefek atau tidaknya penggunaan media online sebagai pemenuhan kebutuhan informasi berita Livi Zheng. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification, dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji korelasi variabel X (Penggunaan media online tirto.id) terhadap variabel Y (pemenuhan kebutuhan informasi) sebesar 0,451. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan hasil 20,3 %. Hasil uji t didapatkan t hitung > t tabel yaitu t hitung 4,715 > t tabel 1,662, maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang tidak terlalu signifikan antara variabel X (penggunaan media online) terhadap variabel Y (pemenuhan kebutuhan informasi). Saran dari penelitian ini, media tirto.id bisa memberikan kebutuhan informasi lebih kuat dalam mengangkat suatu pemberitaan. Sehingga pembaca dapat memahami lebih baik atas topik pemberitaan yang diangkat.","PeriodicalId":338967,"journal":{"name":"Jurnal Studi Jurnalistik","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114606234","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}