{"title":"HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KANKER PAYUDARA DENGAN SIKAP TERHADAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA SISWI KELAS II DI SMA NEGERI 8 BATAM","authors":"Indah Mastikana","doi":"10.52999/jpkebidanan.v1i1.8","DOIUrl":"https://doi.org/10.52999/jpkebidanan.v1i1.8","url":null,"abstract":"Kanker payudara adalah pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel dan jaringan payudara. Kanker payudara merupakan jenis kanker umum yang terjadi pada wanita oleh karena itu diharapkan seorang remaja mampu melakukan SADARI untuk mencegah kanker payudara sedini mungkin.Penelitian ini merupakan penelitian Penelitian Kualitatif dengan desain penelitian bersifat Analitik, sampel yang diambil adalah sebanyak 115 siswi digunakan adalah Simple Random Sampling.Hasil penelitian sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kanker payudara dan besar responden mempunyai sikap yang kurang terhadap sadari dari hasil perhitungan Chi Square didapatkan nilai -value sebesar 0,004 lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha (0,004 < 0,05), artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara dengan sikap terhadap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).Kesimpulan dari hasil penelitan dimana pengetahunan kanker payudara yang baik berhubungan dengan sikap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), sedangkan pengetahuan kanker payudara yang kurang sebagian besar tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Oleh sebab itu hendaknya remaja putri mencari informasi tentang kanker payudara dan dapat mengaplikasikan pemeriksaan payudara sendiri untuk mencegah kanker payudara, bagi institusi kesehatan hendaknya mampu memberikan penyuluhan tentang kanker payudara.","PeriodicalId":338915,"journal":{"name":"Jurnal Penelitian Kebidanan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126717895","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGGAE KECAMATAN BANGGAE KABUPATEN MAJENE","authors":"Sastrariah","doi":"10.52999/jpkebidanan.v1i1.112","DOIUrl":"https://doi.org/10.52999/jpkebidanan.v1i1.112","url":null,"abstract":"Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini di sebabkan oleh virus, jamur dan bakteri.Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu 1) apakah ada hubungan faktor permberian ASI Ekslusif dengan kejadian ispa pada balita di wilayah kerja puskesmas Banggae I 2) apakah ada hubungan faktor status imunisasi dengan kejadian ipa pada balita di wilayah kerja puskesmas Banggae 3) apakah ada hubungan faktor pengetahuan ibu dengan kejadan ISPA pada balita di wilayah kerja puskesmas Banggae I Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Banggae I. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita yang menderita ISPA sebanyak 79 responden dengan tekhnik pengambilan sampel purposive sampling dengan menggunakan uji statistik chi square dan uji kolmogorove-smirnov. Penelitian ini di lakukan di Puskemas Banggae 1 pada bulan juli tahun 2016. Hasil analisis bivariat dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara faktor pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian ISPA pada balita dimana (p) = 0,588(>0,05) sehingga di simpulkan tidak ada hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadia ISPA pada balita, faktor status imunisasi denga kejadia ISPA pada balita dimana (p) = 0,667 (>0,05), sehingga dapat di simpulkan tidak ada hubungan antara kejadian ISPA pada balita dengan status imunisasi dan faktor pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita dimana (p) = 0,923 (>0,05) sehingga dapat di simpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita. kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara faktor pemberian ASI Ekslusif, status imunisasi,dan pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Banggae 1 Kecamatan Banggae Kabupaten Majene tahun 2016. Di sarankan kepada orang tua Balita agar tetap memberikan ASI Ekslusif, imunisasi dan meingkatkan pengetahuan mengenai ISPA pada Balita. \u0000 ","PeriodicalId":338915,"journal":{"name":"Jurnal Penelitian Kebidanan","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127998800","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}