GeomatikaPub Date : 2018-07-06DOI: 10.24895/JIG.2018.24-1.726
Accep Handyarso, A. D. Mauluda
{"title":"PENERAPAN METODE DEKONVOLUSI EULER UNTUK ESTIMASI KEDALAMAN SUMBER ANOMALI","authors":"Accep Handyarso, A. D. Mauluda","doi":"10.24895/JIG.2018.24-1.726","DOIUrl":"https://doi.org/10.24895/JIG.2018.24-1.726","url":null,"abstract":"Metode gayaberat merupakan salah satu metode geofisika yang kerap digunakan dalam studi pendahuluan cekungan sedimen. Metode ini memiliki resolusi lateral yang baik namun tidak pada resolusi vertikalnya. Metode Dekonvolusi Euler merupakan salah satu metode estimasi kedalaman sumber anomali pada data gayaberat. Keberadaan lapisan New Guinea Limestone Group di Cekungan Bintuni menyebabkan berbagai permasalahan dalam proses interpretasi. Estimasi ketebalan New Guinea Limestone Group ini dapat dilakukan berdasarkan data anomali residual gayaberat dan algoritma inversi tertentu. Metode Dekonvolusi Euler diterapkan pada data sintetik dan data lapangan di Cekungan Bintuni (daerah Mogoi, Papua Barat). Hasil penerapan metode Dekonvolusi Euler pada data sintetik memberikan solusi kedalaman yang sesuai dengan model bawah permukaan. Penerapan metode Dekonvolusi Euler pada data lapangan menghasilkan kedalaman anomali antiklin dengan kelurusan Tenggara – Barat Laut pada 2513.95 m dan kedalaman anomali antiklin dengan kelurusan Barat Daya – Timur Laut pada 2860.31 m. Diduga terjadi penambahan kedalaman ke arah timur daerah penelitian, hal ini sesuai dengan pola konfigurasi basement di daerah penelitian yang semakin dalam ke arah Timur. Solusi Dekonvolusi Euler tersebut digunakan sebagai informasi awal pada saat melakukan inversi data gayaberat berdasarkan algoritma inversi planting density anomalies. Berdasarkan hasil inversi tersebut diperoleh ketebalan sumber anomali yang diinterpretasikan sebagai New Guinea Limestone Group sekitar ±2000.00 m.Kata kunci: gayaberat, estimasi kedalaman sumber, Dekonvolusi Euler, inversi gayaberat, mogoi","PeriodicalId":32556,"journal":{"name":"Geomatika","volume":"20 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76494598","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENENTUAN MODEL MATEMATIS YANG OPTIMAL SUHU PERMUKAAN LAUT DI PANTAI UTARA GRESIK BERBASIS NILAI REFLEKTAN CITRA SATELIT AQUA MODIS","authors":"Hendrata Wibisana, Bangun Muljo Sukojo, Umboro Lasminto","doi":"10.24895/JIG.2018.24-1.771","DOIUrl":"https://doi.org/10.24895/JIG.2018.24-1.771","url":null,"abstract":"ABSTRAKSuhu permukaan laut (SPL) merupakan salah satu parameter yang banyak dipakai untuk mendeteksi perubahan iklim salah satunya adalah perubahan ekosistem yang terjadi di perairan pesisir pantai. Perubahan suhu yang ekstrim akan menyebabkan biota yang ada di pesisir pantai mengalami gangguan, dan akibat dari perubahan ini akan merubah tatanan ekosistem yang ada, salah satunya adalah perubahan area dari posisi perikanan tangkap akibat migrasi dari ikan-ikan yang terkena dampak secara tidak langsung dari perubahan suhu tersebut. Dalam kaitannya dengan fenomena alam tersebut peranan penginderaan jauh sangat menentukan karena teknologi ini mampu untuk menjawab permasalahan tersebut, dan teknologi ini memiliki keunggulan dalam mengcover area yang cukup besar serta ditunjang dengan kemampuan multi temporal sehingga teknologi ini merupakan jawaban yang tepat untuk dipakai dan dikembangkan. Penelitian ini dilakukan menggunakan citra satelit Aqua Modis level 2 dengan tujuan untuk mendapatkan algoritma yang terbaik dalam upaya memodelkan suhu permukaan laut. Dari hasil yang diperoleh diketahui bahwa algoritma yang paling optimal berasal dari kanal 667 nm, dimana bentuk model algoritma adalah polinomial kubik dengan persamaan : T = -4E+09(Rrs_667)3 + 1E+07(Rrs_667)2 – 14356(Rrs_667) + 30,934 dengan nilai R = 0,901.Kata kunci: suhu permukaan laut, citra aqua modis, model matematis , penginderaan jauh","PeriodicalId":32556,"journal":{"name":"Geomatika","volume":"93 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84185766","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
GeomatikaPub Date : 2018-07-06DOI: 10.24895/JIG.2018.24-1.734
Bau Asseng, Z. A. Rahman, M. N. Said
{"title":"DETERMINANT FACTORS OF SPATIAL DATA SHARING OF LOCAL SPATIAL DATA INFRASTRUCTURE IN INDONESIA","authors":"Bau Asseng, Z. A. Rahman, M. N. Said","doi":"10.24895/JIG.2018.24-1.734","DOIUrl":"https://doi.org/10.24895/JIG.2018.24-1.734","url":null,"abstract":"This study is based on the phenomenon of the weakness of local government’s response to the national program of Spatial Data Infrastructure for the effective spatial data sharing in Indonesia. This study is investigation of determinant factors of spatial data sharing for local Spatial Data Infrastructure in Indonesia. The purpose of this study is to describe the spatial data-sharing model of Local SDI in Indonesia. It was conducted in West Java Province, Bogor Regency, and Bogor City. Sequential exploratory design method consisting of interview and questionnaire were used in this research. An in-depth interview was used to get a response from 10 participants among IT or GIS staff and head of the department. A total of 75 respondents were involved in questionnaire survey. Content’s analysis was used to measure interview data while Partial Least Square analysis was used to measure questionnaire data. The fit items were chosen after validity and reliability measurement in the structural model analysis using Smart PLS. Hypothesis measurement found that Data sharing practice was significantly affected by the Organization and Technology aspect, but Data sharing practice was less significantly affected by Human Resource and Spatial Data. All R-Square value shows that the value is more than 50% on Technology aspect, Human Resource aspect, Spatial Data aspect, while the R-Square value on Data Sharing practice is 47.3%. Because the Human resource and Spatial data have the less significant effect on spatial data sharing, this research proposed awareness program and mentoring by National government to promote spatial data sharing support at the local SDI.Keywords: spatial data sharing, determinant factors, Partial Least Square (PLS)","PeriodicalId":32556,"journal":{"name":"Geomatika","volume":"89 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89210735","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}