KonversiPub Date : 2018-11-27DOI: 10.20527/K.V8I1.6506
Asma Fauziah, Rodiansono Rodiansono, S. Sunardi
{"title":"ANALISIS SPEKTROSKOPI INFRAMERAH TRANSFORMASI FOURIER (FTIR) DAN PERUBAHAN WARNA LIGNOSELULOSA ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) SETELAH PRETREATMENT MENGGUNAKAN ASAM ENCER","authors":"Asma Fauziah, Rodiansono Rodiansono, S. Sunardi","doi":"10.20527/K.V8I1.6506","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/K.V8I1.6506","url":null,"abstract":"Abstrak. Alang-alang (Imperata cylindrica) mengandung sekitar 59% holoselulosa dan dapat digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pretreatment menggunakan asam encer terhadap karakteristik struktur kimia pada lignoselulosa alang-alang. Pretreatment dilakukan menggunakan asam encer dengan konsentrasi H2SO4 1%, 2%, 3% dan 4% pada suhu 210°C dalam autoclave selama 45 menit. Analisis perubahan struktur secara kimia setelah pretreatment dengan asam encer dilakukan menggunakan Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier (FTIR). Analisis perubahan warna dilakukan dengan metode CIELAB. Hasil yang diperoleh dari spektra FTIR mengindikasikan bahwa asam encer mendekontruksi strukur kimia dari alang-alang dengan melarutkan hemiselulosa selama proses pretreatment. Perubahan warna (ΔE) berkolerasi dengan modifikasi struktur kimia pada lignoselulosa alang-alang. Kata Abstrak. Alang-alang (Imperata cylindrica) mengandung sekitar 59% holoselulosa dan dapat digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pretreatment menggunakan asam encer terhadap karakteristik struktur kimia pada lignoselulosa alang-alang. Pretreatment dilakukan menggunakan asam encer dengan konsentrasi H2SO4 1%, 2%, 3% dan 4% pada suhu 210°C dalam autoclave selama 45 menit. Analisis perubahan struktur secara kimia setelah pretreatment dengan asam encer dilakukan menggunakan Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier (FTIR). Analisis perubahan warna dilakukan dengan metode CIELAB. Hasil yang diperoleh dari spektra FTIR mengindikasikan bahwa asam encer mendekontruksi strukur kimia dari alang-alang dengan melarutkan hemiselulosa selama proses pretreatment. Perubahan warna (ΔE) berkolerasi dengan modifikasi struktur kimia pada lignoselulosa alang-alang. Kata kunci: Imperata cylindrica, hidrotermal, asam encer, FTIR","PeriodicalId":32236,"journal":{"name":"Konversi","volume":"76 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73805677","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KonversiPub Date : 2018-11-22DOI: 10.20527/k.v8i1.6504
Tun Sriana
{"title":"PEMURNIAN BIOETHANOL DENGAN METODE DISTILASI AZEOTROP","authors":"Tun Sriana","doi":"10.20527/k.v8i1.6504","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/k.v8i1.6504","url":null,"abstract":"Abstrak- Bioethanol merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sangat berpeluang untuk dikembangkan di Indonesia. Selain sebagai bahan baku alam yang dapat diperbaharui dan bersifat ramah lingkungan, bioethanol juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitutif maupun aditif pada bahan bakar fosil. Namun kenyataannya bioethanol hasil fermentasi hanya mempunyai kadar ethanol sebesar 10-15%, sedangkan untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar atau bahan substitusi bioethanol harus mempunyai kemurnian mencapai 99,5%. Dalam proses pemurniannya, air yang terdapat pada bioethanol akan membuat campuran azeotrop sehingga sulit dipisahkan dengan proses distilasi biasa. Salah satu metode pemisahan untuk memisahkan campuran azeotrop adalah dengan menggunakan metode distilasi azeotrop. Pada distilas ini akan ditambahkan entrainer yaitu zat yang berperan mengubah volatilitas relatif komponen kunci. Untuk menaikan kadar bioethanol dan mengetahui pengaruh entrainer pada distilasi azeotrop digunakan dua jenis entrainer yaitu benzene dan n-heptane. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa benzene yang mempunyai gugus aromatik dapat menaikan kadar ethanol lebih baik dibadingkan dengan n-heptane dan cyclohexane. Keywords: bioethanol, distilasi azeotrop, entrainer, benzene, n-heptane","PeriodicalId":32236,"journal":{"name":"Konversi","volume":"56 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89054072","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KonversiPub Date : 2018-10-11DOI: 10.20527/K.V7I2.6501
A. Kahar, I. Warmadewanthi, J. Hermana
{"title":"EFFECTS OF TEMPERATURE-pH ON LIQUID PHASE MASS TRANSFER AND DIFFUSION COEFFICIENTS AT LEACHATE TREATMENT IN ANAEROBIC BIOREACTOR","authors":"A. Kahar, I. Warmadewanthi, J. Hermana","doi":"10.20527/K.V7I2.6501","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/K.V7I2.6501","url":null,"abstract":"Abstract - Leachate contains complex dissolved organic and inorganic substrates that are biodegradable and non-biodegradable. Principally, anaerobic treatment utilizes anaerobic bacteria to degrade the dissolved organic matters. Anaerobic treatment is very sensitive towards the change of temperature and pH. This research used an anaerobic bioreactor with volume of 160L, with a ratio of leachate:biogas was 70:30. Seeding, acclimatization and leachate treatment were executed at temperature 35°C; pH ambient, temperature 45°C; pH ambient, temperature 35°C; pH 7.2 and temperature 45°C; pH 8.0. Based on this research, that there is dependency on mass of solutes organic substrate (COD) in the leachate, at all operating conditions of leachate treatment in anaerobic bioreactor. Hence, the organic substrate concentration (COD) will affect the VFA, the liquid phase mass transfer and diffusion of solute organic. Consequently, the higher the temperature-pH, the higher the liquid-phase mass transfer, but lower diffusion coefficients is. Keywords: anaerobic bioreactor, diffusion, leachate, liquid-phase mass transfer ","PeriodicalId":32236,"journal":{"name":"Konversi","volume":"118 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90259075","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KonversiPub Date : 2018-10-03DOI: 10.20527/K.V7I2.6493
I. Haitami, Panut Mulyono, M. Hidayat
{"title":"KINETIKA PENJERAPAN SIMULTAN KROMIUM(III) DAN NATRIUM MENGGUNAKAN AMBERLITE IR-120 H (TINJAUAN PENGARUH SUHU)","authors":"I. Haitami, Panut Mulyono, M. Hidayat","doi":"10.20527/K.V7I2.6493","DOIUrl":"https://doi.org/10.20527/K.V7I2.6493","url":null,"abstract":"Abstrak - Limbah cair yang mengandung Cr(III) dan Na secara bersamaan sering dijumpai pada hasil kegiatan industri, terutama industri penyamakan kulit. Cr(III) yang merupakan logam berbahaya harus dapat dihilangkan dari limbah cair tersebut. Salah satu metode yang efektif digunakan untuk menangani pencemaran Cr(III) dalam limbah cair adalah pertukaran ion menggunakan resin penukar ion. Prinsip metode ini, yaitu menukarkan ion yang tersedia pada resin penukar ion dengan ion-ion yang berada di sekitarnya. Kehadiran Na dalam larutan tempat dijerapnya Cr(III) dengan menggunakan Amberlite IR-120 H, membuat fenomena ini tergolong sebagai penjerapan multikomponen. Dalam hal ini, penjerapan Cr(III) dan Na oleh Amberlite IR-120 H terjadi secara bersama-sama (simultan). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari laju penjerapan simultan yang terjadi pada berbagai suhu. Di samping itu, ingin dikembangkan model matematis untuk mendekati kinetika penjerapan simultan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu, maka akan semakin besar laju penjerapan simultan Cr(III) dan Na. Kecenderungan yang sama ditunjukkan oleh nilai konstanta kinetika yang semakin besar seiring meningkatnya suhu. Model matematis yang disusun berdasarkan persamaan laju reaksi cukup sesuai untuk mendekati kinetika penjerapan simultan ini. Berdasarkan nilai energi aktivasi sebesar 56,735 kJ/mol untuk penjerapan Cr(III) yang terjadi, maka dapat dikatakan bahwa laju reaksi adalah laju yang mengontrol proses.Kata kunci: Kromium(III), penjerapan, kinetika, Amberlite IR-120 H, simultan","PeriodicalId":32236,"journal":{"name":"Konversi","volume":"40 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75767492","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KonversiPub Date : 2018-10-01DOI: 10.31213/K.V7I2.75
Muthia Elma, Adhe Paramita, Anna Sumardi
{"title":"PENGARUH PENAMBAHAN DUAL KATALIS PADA SILICA-CARBON XEROGEL SEBAGAI MATERIAL PELAPIS ORGANO SILICA MEMBRANES","authors":"Muthia Elma, Adhe Paramita, Anna Sumardi","doi":"10.31213/K.V7I2.75","DOIUrl":"https://doi.org/10.31213/K.V7I2.75","url":null,"abstract":"Abstrak- Proses sol-gel adalah proses polimerisasi senyawa kimia (precursor) melalui reaksi hidrolisis dan kondensasi dalam larutan pada suhu rendah. Nlai pH mempengaruhi daya larut precursor dan rasio konfigurasi ion yang dapat larut dan mengendap. Secara fundamental larutan sol yang memiliki pH > 7 akan memiliki morfologi makroskopik sedangkan pH < 7 memiliki morfologi mikroskopik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum dari thin film yang dihasilkan dari proses sol-gel yang nantinya bisa diaplikasikan sebagai pelapis pada membrane organo-silica untuk proses desalinasi air asin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah sol-gel menggunakan dua katalis (basa dan asam organik), dengan perbandingan 1:38:X:5:Y (molar rasio). Dimana X:Y adalah asam sitrat (C6H8O7):ammonia (NH3). Perbandingan molar rasio katalis asam sitrat:ammonia yaitu 0.01 : (0.01; 0.0015; 0.001) dan 0.001 : (0.01; 0.0015; 0.001) dengan suhu proses 0OC. Hasilnya dikarakterisasi menggunakan uji FTIR. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin rendah katalis molar rasio asam sitrat maka pH yang didapatkan semakin tinggi dan ukuran pori-pori semakin besar. Sampel menghasilkan pH berkisar 5,32-8,56. Pada pH asam menghasilkan silanol (2.0) dan siloxane (7.4) sedangkan pada pH basa menghasilkan silanol (1.7) dan dan siloxane (6.2). Jadi, sols optimum sebagai thin film yang dihasilkan adalah pada pH 6.0 yang memiliki silanol (1.0) dan siloxane (4.7) dengan kalsinasi xerogel yang optimum terdapat pada suhu kaslinasi 175OC, karena adanya kandungan ikatan karbon yaitu struktur C=C-H (alkena) pada peak 3750cm-1. Ikatan karbon pada membran dapat membuat membran stabil. Kata kunci: ammonia, citrit acid, silica-carbon thin film, xerogel ","PeriodicalId":32236,"journal":{"name":"Konversi","volume":"24 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82373878","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KonversiPub Date : 2018-10-01DOI: 10.31213/k.v7i2.71
Lies Indriati, Nina Elyani
{"title":"TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU KERTAS KEMASAN","authors":"Lies Indriati, Nina Elyani","doi":"10.31213/k.v7i2.71","DOIUrl":"https://doi.org/10.31213/k.v7i2.71","url":null,"abstract":"Abstrak: Dengan semakin terbatasnya ketersediaan kayu sebagai bahan baku kertas maka penggunaan bahan baku non kayu sebagai alternatif semakin menarik perhatian. Salah satu bahan baku non kayu yang cukup potensial adalah tandan kosong kelapas awit (TKKS) yang merupakan limbah biomasa dari proses produksi CPO (Crude Palm Oil). Penelitian pembutan pulp TKKS untuk kertas telah banyak dilakukan, baik dengan proses kimia maupun proses mekanis semi-kimia. Proses pulping kimia untuk TKKS umumnya menggunakan proses basa dengan penambahan NaOH 10-20% dari berat kering serat TKKS dengan rendeman berkisar 45-50%. Kualitas pulp yang dihasilkan lebih baik dibandingkan dengan proses mekanis semi-kimia. Kelemahan lembaran kertas tulis-cetak yang dibuat dari pulp kimia TKKS adalah masih mengandung ekstraktif yang berpotensi menimbulkan masalah pada proses pembuatan kertas di mesin kertas serta menyebabkan cacat hole (lubang halus) pada lembaran kertas yang dihasilkan. Penggunaan proses pulping mekanis semi-kimia, ditinjau dari sisi lingkungan memiliki kelebihan dikarenakan penggunaan bahan kimia yang lebih rendah, yaitu NaOH 1-5% namun dibarengi dengan penggunaan energi yang intensif untuk membantu penguraian serat secara mekanis. Kualitas kertas yang dihasilkan dari proses pulping mekanis semi-kimia ini cukup bersaing dengan pulp hasil daur ulang kotak karton bekas (OCC atau Old Corrugated Container). Serat hasil proses daur ulang OCC umumnya digunakan sebagai bahan baku kertas kemasan untuk pembuatan kotak karton gelombang (KKG). Dengan ketersediaan TKKS yang melimpah, penggunaan TKKS sebagai sumber serat dalam industri kertas kemasan merupakan salah satu alternatif potensial untuk memenuhi kebutuhan industri akan kemasan yang terbuat dari kertas / karton. Kata kunci: TKKS, pulp, kertas, karton, kemasan","PeriodicalId":32236,"journal":{"name":"Konversi","volume":"2016 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86660812","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
KonversiPub Date : 2018-10-01DOI: 10.31213/k.v7i2.72
Rinny Jelita, Hesti Wijayanti, Jefriadi Jefriadi
{"title":"STUDI KINETIKA PIROLISIS SEKAM PADI: PERBANDINGAN MODEL KINETIKA","authors":"Rinny Jelita, Hesti Wijayanti, Jefriadi Jefriadi","doi":"10.31213/k.v7i2.72","DOIUrl":"https://doi.org/10.31213/k.v7i2.72","url":null,"abstract":"Abstrak: Peningkatan populasi dunia menuntut penambahan kebutuhan energi yang kian langka sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif seperti bio oil. Sekam padi yang berupa limbah dapat diolah menghasilkan bio oil melalui proses pirolisis yang sederhana dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mempelajari reaksi dekomposisi sekam padi pada proses pirolisis dan mendapatkan parameter kinetika yang terlibat dalam reaksi pirolisis sekam padi. Sekam padi dihaluskan dan diayak hingga berukuran 0,25-1 mm, dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 80˚C selama 180 menit dan dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis sebanyak 500 gram. Proses pirolisis berlangsung sejak suhu kamar hingga 1 jam setelah suhu tercapai, yaitu pada suhu 550oC. Asap yang terbentuk dikondensasikan, ditampung sebagai bio oil dan dicatat setiap 10 menit sejak tetesan pertama keluar hingga waktu pirolisis selesai. Berat bio oil yang dihasilkan digunakan untuk mensimulasikan perubahan massa sekam padi selama pirolisis berlangsung. Penentuan parameter kinetika dilakukan dengan membandingkan tiga model kinetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pirolisis sekam padi berlangsung mengikuti mekanisme reaksi orde satu dengan parameter kinetika pre-exponensial faktor (A) 0,0347 s-1 dan energi aktivasi (E) 27,9517 kJ/mol. Parameter kinetika yang menghubungkan harga konstanta laju reaksi dengan suhu mengikuti persamaan Arhenius. Kata kunci: dekomposisi, kinetika, pirolisis, sekam padi ","PeriodicalId":32236,"journal":{"name":"Konversi","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83131593","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}