{"title":"Spanduk Peringatan Bahaya Covid-19: Mengurai Tingkat Relevansi dan Efek Humor","authors":"B. Sukma, R. Prayoga","doi":"10.31315/jik.v21i3.7923","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jik.v21i3.7923","url":null,"abstract":"Tingginya tingkat penyebaran Corona Virus Desease 19 (Covid-19) di Indonesia sepanjang tahun 2020 mendorong pemerintah untuk melakukan penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tidak hanya itu, masyarakat juga berinisiatif menyerukan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui karantina wilayah (lockdown) dengan membuat spanduk-spanduk imbauan dan peringatan secara swadaya. Karena dibuat secara swadaya, imbauan dan peringatan bahaya Covid-19 pada spanduk dibuat secara bebas dan beragam, baik dari segi isi informasi, tampilan, maupun cara penyampaian. Tidak jarang imbauan dan peringatan tersebut menimbulkan efek humor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat relevansi informasi pada imbauan atau peringatan bahaya Covid-19 pada spanduk yang dibuat oleh masyarakat ditinjau dari Teori Relevansi (TR). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dari foto-foto yang berisi spanduk lucu yang diperoleh dari beberapa artikel di media daring, yaitu www.pikiran-rakyat.com, www.brilio.net,www.99.co., dan www.oto.detik.com.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi pada spanduk buatan masyarakat terkait Covid-19 memiliki tingkat relevansi yang beragam. Tingkat relevansi tersebut dapat dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Namun demikian, hanya kategori rendah dan kategori sedang yang ditemukan pada data. Terkait hubungan antara tingkat relevansi dan efek humor yang ditimbulkannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa spanduk dengan tingkat relevansi sedang maupun rendah berpotensi menciptakan sebuah efek humor. Setelah melewati beberapa tahap interpretasi, pembaca akan menangkap informasi inti sekaligus memperoleh efek humor yang dimaksudkan pembuat spanduk.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"19 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139536054","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Leadya Raturahmi, Nadya Dinda Putri, Chotijah Fanaqi, Rosanti U. D. S. Yatnosaputro
{"title":"The Identity of Garut Transgenders in Social Media","authors":"Leadya Raturahmi, Nadya Dinda Putri, Chotijah Fanaqi, Rosanti U. D. S. Yatnosaputro","doi":"10.24002/jik.v20i2.5586","DOIUrl":"https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.5586","url":null,"abstract":"The background of this research is the use of social media by transgenders in the Garut Regency, although the transgender issue is contradictory to Indonesian values. This qualitative research uses rational choice theory to analyze social media usage as an identity for transgenders in the Garut Regency. The data are collected through in-depth interviews, observation, and literature study. The results show that transgenders use social media as an associative interaction. It shows their identity by 'behaving gender' and expressing the 'sense of we' as Sundanese women.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138981025","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Interpretasi Khalayak terhadap Humor Sexist dalam Tayangan Komedi Lapor Pak! Trans 7","authors":"Adinna Islah Perwita, Nuryanti, Mite Setiansah","doi":"10.24002/jik.v20i2.5882","DOIUrl":"https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.5882","url":null,"abstract":"Humor sexist merupakan humor yang merendahkan, memberi stereotipe, dan/atau menjadikan seseorang sebagai objek berdasarkan gender. Namun, humor sexist masih berkembang, salah satunya melalui tayangan komedi Lapor Pak!. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan dan penerimaan penonton terhadap humor sexist dalam tayangan tersebut dengan menggunakan analisis resepsi David Morley. Hasilnya, mayoritas informan laki-laki menduduki posisi dominan sedangkan mayoritas informan perempuan berada pada posisi negosiasi dan oposisi. Penelitian ini juga menemukan faktor yang menyebabkan informan memaknai humor sexist secara berbeda, yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengalaman.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"23 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138979166","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Victims of Sexual Violence on Campus in the News: Between Discrimination and Impartiality","authors":"Yeni Rosilawati, Qholiva Yuni Fadilla","doi":"10.24002/jik.v20i2.5816","DOIUrl":"https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.5816","url":null,"abstract":"The sexual assault committed by a Sriwijaya University (Unsri) lecturer on a student resulted in coercion. The lecturer then admitted his guilt to the student. The victim published her experience on the Twitter account @unsrifess until it received mainstream media attention. This research deconstructs the framing of Kompas.com and Detik.com about sexual violence in Unsri. Detik.com presents the victim as someone who has truly faced tragedy and injustice. On the other hand, Kompas.com often depicts the victim as a 'problematic' figure and as if the media is 'punishing' him through their reporting.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"40 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138981693","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Keberagaman Budaya Gerakan Japelidi Melawan Hoaks Covid-19","authors":"Mario Antonius Birowo","doi":"10.24002/jik.v20i2.7839","DOIUrl":"https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.7839","url":null,"abstract":"Pandemi Covid-19 membuat seluruh dunia, termasuk di Indonesia, mengalami kesulitan yang luar biasa dan telah menciptakan ketidakpastian di tengah masyarakat, sehingga muncul infodemik seperti hoaks, mengganggu kepercayaan pada sumber informasi resmi, kepanikan, dan gangguan penanganan pandemi. Penelitian studi kasus ini berfokus pada Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi). Melalui pengumpulan data observasi dan dokumen, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan para pegiat Japelidi yang beragam latar belakang budaya memproduksi poster dalam berbagai bahasa untuk melawan hoaks. Penghargaan terhadap keberagaman budaya berbasis sukarela menjadi kunci Japelidi dalam melawan hoaks. Gerakan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam literasi digital.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"22 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139010381","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Cross Media dan Remediasi Soundwork Suara Surabaya FM 100 dan PRFM","authors":"Pandan Yudhapramesti","doi":"10.24002/jik.v20i2.5760","DOIUrl":"https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.5760","url":null,"abstract":"Broadcast radio faces challenges in maintaining its existence, particularly in the internet era. Audiences now have more media access choices, leading to decreased loyalty to a single medium. This research explores the strategy of expanding the reach of broadcast radio through cross-media initiatives in the new internet-based medium. It also examines the process of soundwork remediation within the internet medium, focusing on Suara Surabaya FM 100 and PRFM radio. The new context of remediation enables the establishment of social connections between the audience and radio, as well as connectivity among the audience mediated by radio across different outlets.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"35 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138981545","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Atensi Gubernur terhadap Mantan Narapidana Terorisme dalam Pemberitaan Online","authors":"Ahmad Zamzamy, Kacung Marijan","doi":"10.24002/jik.v20i2.7070","DOIUrl":"https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.7070","url":null,"abstract":"Keberadaan mantan narapidana terorisme mendapatkan atensi dari berbagai pihak. Penelitian ini membahas atensi Gubernur Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat terhadap mantan narapidana terorisme di tiga situs media online. Metode penelitian menggunakan analisis pembingkaian media Robert M. Entman. Keempat situs media online lebih menyoroti kehadiran dan dukungan Gubernur Provinsi Jawa Tengah terhadap mantan narapidana terorisme dalam kegiatan deradikalisasi, kenegaraan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi. Atensi Gubernur Provinsi Jawa Barat lebih menonjol pada bantuan ekonomi. Bentuk atensi Gubernur Provinsi Jawa Tengah kepada mantan narapidana terorisme lebih beragam daripada Gubernur Provinsi Jawa Barat dalam pemberitaan online tersebut.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"19 16","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138980306","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Anastasya Dea Samantha, Nurhayani Saragih, S. Suraya
{"title":"Reception of Instagram Followers @komnasperempuan Regarding Campaign Contents #sahkanRUUPKS","authors":"Anastasya Dea Samantha, Nurhayani Saragih, S. Suraya","doi":"10.24002/jik.v20i2.5869","DOIUrl":"https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.5869","url":null,"abstract":"Gender power imbalances in patriarchal society contribute to rising violence against women, as evident in Komnas Perempuan's annual surge in reported sexual violence cases. This research uses Stuart Hall's encoding-decoding model to analyze how @komnasperempuan's Instagram followers perceive the campaign for Ratification of the Draft Law on the Elimination of Sexual Violence (RUU PKS). Interviews with twelve informants reveal varied interpretations. Two prevalent positions emerge: one strongly supporting RUU PKS ratification and another cautiously endorsing the campaign while doubting the Indonesian House of Representatives' commitment to passing it. Notably, none of the informants oppose the campaign","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"30 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139010292","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Communication Dynamics Between First-Year Doctoral Students and Supervisors","authors":"Yusnita Febrianti, Prananda Navitas, Nuning Winaris","doi":"10.24002/jik.v20i2.5735","DOIUrl":"https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.5735","url":null,"abstract":"Building and maintaining a relationship with the supervisor is crucial for a doctoral student to guarantee stable progress. One of the important aspects is owing to both written and spoken communication, for example, in email and direct conversations. This study examines sample communication activitie of three Indonesian doctoral students and their supervisors to unfold the construction of shared values between them. An appraisal system analyses the linguistic mechanism of engagement, attitude, and graduation systems through which power and relationship are built between first-year doctoral students and their supervisors.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"95 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138979569","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mas'amah Mas'amah, Juan A Nafie, Emanuel S Leuape, Apris A Adu
{"title":"Komunikasi Pendidikan melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi COVID-19 di Universitas Nusa Cendana","authors":"Mas'amah Mas'amah, Juan A Nafie, Emanuel S Leuape, Apris A Adu","doi":"10.31315/jik.v21i2.7647","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jik.v21i2.7647","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 memaksa Universitas Nusa Cendana (Undana) memberhentikan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan komunikasi pendidikan melalui pengembangan media pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19 di Undana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulandata dilakukan dengan teknik wawancara mendalam bersama 48 orang, dengan rincian 11 dosen mewakili masing-masing fakultas dan 37 orang mewakili mahasiswa selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menemukan bahwa media komunikasi pendidikan pada masa pandemi COVID-19 di Undana adalah aplikasi Google Meet, Zoom, Whatsapp, Telegram, Google Classroom karena lebih mudah dioperasikan dibanding e-learning Undana sebagai mediakomunikasi internal kampus. Penggunaan ragam aplikasi sebagai media pembelajaran di Undana menambah kerumitan proses belajar. Minimnya antusiasme mahasiswa, pemahaman dosen terhadap media pembelajaran serta belum meratanya akses jaringan internet di Provinsi NTT juga menjadi kendala tersendiri sehingga belum sejalan dengan pengimplementasian kurikulum “Merdeka Belajar Kampus Merdeka”. Penelitian inimemberikan kontribusi tentang komunikasi pendidikan melalui pengembangan media pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19 serta sebagai masukan bagi pembuat kebijakan di universitas terkait efektivitas pemanfaatan aplikasi e-learning sebagai sarana komunikasi pendidikan di Undana.","PeriodicalId":31661,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Komunikasi","volume":"57 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135453346","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}