{"title":"PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PEMANFAATAN CERITA RAKYAT MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBASIS ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK","authors":"Lindra Nur Khanifah","doi":"10.52166/MIDA.V4I1.488","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/MIDA.V4I1.488","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000 \u0000Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan perangkat pembelajaran, dimana mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik, dan mendeskripsikan keefektifan pembelajaran cerita rakyat di kelas V madrasah Ibtidaiyah dengan model Project Based learning (PjBL). Model pengembangan yang digunakan sebagai acuan adalah model Plomp. Model pengembangan ini meliputi lima fase yaitu fase investigasi awal, desain, face realisasi/ kronstruksi, face tes, evaluasi dan revisi, dan implementasi. Hasil pengembangan diuji dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Postest Design. \u0000Penelitian ini menghasilkan: 1) perangkat pembelajaran yang baik dengan kriteria validitas, dimana hasil penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran mencapai 80%; 2) pembelajaran IPS untuk mengajarkan cerita rakyat dalam kategori baik dengan kriteria kepraktisan yang diindikasikan dengan kemampuan guru mengelola pembelajaran berada dalam kategori baik dan keefektifan dengan indikator aktivitas peserta didik memenuhi kriteria efektif sesuai dengan waktu ideal dan ketuntasan hasil belajar secara klasikal mencapai 85%; 3) model Project based learning untuk mengajarkan tentang cerita rakyat dengan kriteria (a) hasil belajar peserta didik tuntas dengan persentase ketuntasan secara klasikal 90%, (b) kemampuan guru mengelola pembelajaran berada dalam kategori baik, (c) aktivitas peserta didik memenuhi kriteria efektif; (d) respon terhadap pembelajaran positif.","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126167166","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGGUNAAN MEDIA FLASH PLAYER PADA PEMBELAJARAN IPS","authors":"Mustika Syafi’aturrosyidah","doi":"10.52166/mida.v4i1.487","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/mida.v4i1.487","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) merupakan ilmu penelaahan atau kajian tentang masyarakat. Dalam mengkaji masyarakat, terdapat berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologisosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada kenyataannya banyak siswa yang kurang bisa memahami inti dari pelajaran IPS, bahkan merasa bosan dengan pembelajaran yang didominasi dengan ceramah. Oleh karena itu, diperlukannya sebuah media pembelajaran yang menarik dalam proses pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS adalah media flash player. Flash player merupakan media yang berbentuk buku digital atau yang biasa disebut dengan e-book dalam pembelajaran IPS. Implementasi pembelajaran buku digital dapat berfungsi sebagai media dan sumber belajar. Penggunaan buku digital pada pembelajaran IPS adalah upaya pendidik untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik.","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"672 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122971968","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Strategi Pembelajaran Tahfidz dan Tajwid dalam Meningkatkan Skill Mengajar Al-Qur’an (Studi Kasus di PGMI UNISDA)","authors":"Akhmad Yusron","doi":"10.52166/MIDA.V3I2.988","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/MIDA.V3I2.988","url":null,"abstract":"Kebutuhan masyarakat Islam terhadap pembelajaran Al-Qur’an semakin meningkat. Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu dari lembaga pendidikan Islam yang mengakomodir kebutuhan tersebut melalui kegiatan program menghafal Juz ‘Amma dan pembelajaran ilmu Tajwid. \u0000PGMI UNISDA sebagai salah satu program studi yang mencetak calon-calon guru MI, menghadirkan suatu matakuliah Pembelajaran Tahfidz dan Tajwid. Hafalan Juzz ‘Amma merupakan bagian dari program Tahfidz yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan dasar saat ini. Ilmu Tajwid juga diajarkan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan terciptanya bacaan Tartil dan fasih. Strategi pembelajaran matakuliah Tahfidz dan Tajwid di PGMI UNISDA berpedoman pada buku Tajwid Jazariyyah yang telah disusun oleh dosen pengampu. Buku terjemah dari kitab Matan Jazariyyah ini dinilai memiliki materi yang dibutuhkan untuk dapat membaca Al-Qur’an secara fasih. Pembahasan seputar Makharij al-Huruf, Sifat Huruf, Tarqiq dan Tafkhim merupakan kebutuhan pokok untuk dapat membaca Al-Qur’an secara fasih. \u0000Sistem pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Tahfidz dan Tajwid adalah mengaitkan tuntas hafalan dengan presensi kehadiran. Mahasiswa PGMI di setiap pertemuan wajib menyetorkan beberapa surat yang telah ditentukan. Mahasiswa dapat mentuntaskan surat-surat Juz ‘Amma dalam 12 kali pertemuan. Tuntas hafalan Juz ‘Amma menjadi syarat seorang mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester dalam bentuk Munaqasah Juz ‘Amma.","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"255 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-07-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122833253","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KONKRIT UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS III MI MA’ARIF NU SUKODADI-LAMONGAN","authors":"R. N. Shoimah","doi":"10.52166/MIDA.V3I1.1836","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/MIDA.V3I1.1836","url":null,"abstract":"AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajarankonkrit pada mata pelajaran matematika materi pecahan di MI Ma’arif NU SukodadiLamongan. Media konkrit digunakan untuk mempermudah siswa memperoleh pemahamankonsep pecahan dan operasi bilangan pecahan sederhana dengan tepat dan cepat. Metodepenelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan bentuk descriptive kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada aktifitasbelajar dan pemahaman konsep pecahan dan operasi pecahan. Sebelum penggunaan mediapembelajaran konkrit, diperoleh hasil penilaian aktifitas belajar siswa sebagai berikut: 3siswa sangat aktif (12%), 7 siswa aktif (29%), 10 siswa cukup aktif (42%), dan 4 siswatidak aktif (17%). Sedangkan setelah penggunaan media konkrit diperoleh hasil sebagaiberikut: 13 siswa sangat aktif (54%), 7 siswa aktif (29%), 4 siswa cukup aktif (17%), dan 0siswa tidak aktif (0%). Hasil penilaian pemahaman konsep pecahan pada siswa diperolehmelalui tes tulis berupa pemberian soal uraian dengan banyak soal 5 butir. Sebelumpenggunaan media pembelajaran konkrit, diperoleh hasil penilaian sebagai berikut: 18siswa tidak lulus KKM (75%), 6 siswa lulus KKM (25%), dan rata-rata nilai siswa 71(tidak mencapai KKM). Sedangkan setelah penggunaan media konkrit diperoleh hasilsebagai berikut: 1 siswa tidak lulus KKM (7%), 23 siswa lulus KKM (93%), dan rata-ratanilai siswa 91 (mencapai KKM).","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":" 10","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-01-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"113953287","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penerapan Pembelajaran Terpadu Tipe Networked Bertema Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Dasar","authors":"Nilna Iqbal Dzakiyyah","doi":"10.52166/mida.v2i1.1336","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/mida.v2i1.1336","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan salah satu pembelajaran terpadu tipe networked yang pada dasarnya merupakan suatu kegiatan belajar mengajar dengan memadukan materi dan beberapa mata pelajaran atau beberapa topik pelajaran dalam satu tema dengan mendatangkan seorang ahli. \u0000Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang dipergunakan meliputi observasi, dan wawancara pada guru, hasil menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran terpadu tipe networked mampu mempermudah pemahaman siswa mengenai materi pembelajaran yang dijelaskan karena dengan didatangkannya seorang ahli dalam bidangnya mampu meningkatkan motivasi dan pengetahuan secara detail mengenai pembelajaran yang dipelajari oleh siswa sehingga dapat meningkatkan pemahaman mengenai tema hidup bersih dan sehat di sekolah dasar. \u0000Kesimpulan pembelajaran terpadu tipe networked dapat diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran, materi, dan tema dalam mempermudah menjelaskan materi atau tema yang dipelajari oleh siswa. Sehingga pendidik mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan mengajarkan konsep pelajaran tentang tema hidup bersih dan sehat di sekolah dasar. Selain itu pendidik juga mampu mengenalkan seorang ahli dan siswa mampu mengetahui peran ahli dalam pengintegrasian mata pelajaran dengan baik.","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121625892","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Profil Persepsi Siswa MI tentang Pecahan Ditinjau dari Kemampuan Matematika Siswa","authors":"K. Ratnasari","doi":"10.52166/mida.v2i1.1341","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/mida.v2i1.1341","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa MI tentang pecahan ditinjau dari kemampuan Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ada 6 subjek yaitu 2 berkemampuan rendang, 2 berkemampuan sedang, dan 2 berkemampuan tinggi. Dan dari hasil penelitian berkemapuan rendah menganggap bahwa matematika itu sulit, sedangkan yang satu anak mengatakan disamping sulit matematika itu juga menyenangkan, kelompok berkemampuan sedang dari jawaban kedua siswa yang masuk kelompok sedang bahwa matematika itu cukup mudah, cuma menghafalkan rumus. sedangkan yang satu anak mengatakan disamping cukup mudah matematika itu juga menyenangkan dan Dari jawaban kedua siswa yang masuk kelompok tinggi bahwa materi Pecahan itu mudah,sangat menyenangkan dan menyukainya, meskipun dianggap gampang-gampang susah untuk pecahan bentuk Pecahan. Disamping itu siswa merasa harus percaya diri dan tidak mudah dipengaruhi oleh pendapat temannya. Penelitian dibuat untuk guru lebih memperhatikan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Guru juga dapat menyusun perangkat pembelajaran yang dapat mengakomodasi perbedaan setiap kemampuan siswa. \u0000 ","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129851627","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Model Pembelajaran Terpadu Mata Pelajaran IPS Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Tema Indahnya Kebersamaan","authors":"M. Arif","doi":"10.52166/mida.v2i1.1337","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/mida.v2i1.1337","url":null,"abstract":"Model pembelajaran adalah sebuah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran juga menjadi sebuah pedoman bagi guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran maka sangatlah perlu melakukan pembaruan tentang sebuah model pembelajaran pada kurikulum terpadu (tematik) yang sangat mudah di pahami oleh peserta didik terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), tentang keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia. Model-model pembelajaran terpadu, meliputi: Model dalam satu desain ilmu meliputi model keterhubungan, yaitu model connected dan model nested. Model antar mata pelajaran yaitu keterurutan antar mata pelajaran, meliputi: sequenced, shared, webbed, threaded, integrate. Model lintas siswa yaitu: Immersed dan networked. Dan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), meliputi: Model integrasi berdasarkan tema, Model integrasi berdasarkan potensi utama dan Model integrasi berdasarkan masalah. Penulis menggunakan model integrasi berbasis tema agar siswa lebih mudah memahami, terutama kelas IV tema indahnya kebersamaan di madrasah ibtidaiyah.","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129401222","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Peningkatan Praktek Berwudhu Melalui Metode Demontrasi Siswa Kelas II SDN 44 Sungai Lareh Koto Tangah Padang","authors":"I. Iswandi","doi":"10.52166/mida.v2i1.1342","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/mida.v2i1.1342","url":null,"abstract":"Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah yang sangat utama dan menentukan bagi manusia adalah ibadah shalat. Sah atau tidaknya ibadah shalat ditentukan oleh sah atau tidaknya wudhu yang dilakukan. Oleh karena itu wudhu harus menjadi perhatian dan dilakukan dengan benar dan sempurna. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan praktek berwudhu melalui Metode Demontrasi di kelas II SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Padang. Hasil siswa terhadap peningkatan praktek berwudhu melalui Metode Demontrasi di kelas II SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Kota Tangah Padang. Faktor pendukung dan actor penghambat dalam peningkatan kemampuan melalui Metode Demontrasi bagi siswa kelas II di SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Padang. Upaya Guru Mengatasi Faktor Penghambat dalam Peningkatan Praktek Berwudhu melalui Metode Demontrasi bagi siswa kelas II di SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Padang. \u0000Penelitian ini adalah Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai seorang guru sehingga hasil belajar siswa meningkat”. Penelitian ini dilakukan pada Kelas II di SDN 44 Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Padang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa actorent untuk mengumpulkan data, yaitu: Lembar observasi aktifitas siswa, Tes hasil belajar, Observasi kegiatan pembelajaran, Teknik wawancara secara bebas. \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123813292","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penggunaan Media Puzzle dalam Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kreatif Siswa","authors":"Adhita Dwi Handayani","doi":"10.52166/mida.v2i1.1333","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/mida.v2i1.1333","url":null,"abstract":"Latar belakang penelitian ini berawal dari sebuah proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang mengajar di kelas 1. Dalam proses pembelajarannya tersebut guru jarang menggunakan media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajarannya. Cara yang digunakan guru dalam proses pembelajaran adalah dengan metode ceramah saja, sehingga cara guru mengajar membuat siswa mengalami kebosanan, bicara sendiri, mengantuk, bercerita dengan teman sebangkunya, dan siswa tidak tertarik dengan pembelajaran tersebut. Pada akhirnya banyak siswa yang tidak dapat menerima konsep pembelajaran pada hari itu. Sedangkan dalam kurikulum 2013 siswa dituntut untuk berfikir kreatif dan siswa terlibat langsung dengan proses pembelajaran. Hal ini mengakibatkan penurunan siswa dalam berfikir kreatifnya, maka perlu adanya pemecahan masalah yaitu menggunakan media puzzle. Tujuan peneliti ini untuk mengkaji aktivitas guru dan siswa serta berfikir kreatifnya selama proses pembelajaran tematik dengan menggunakan media puzzle pada mata pelajaran tematik. Dan mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan media puzzle pada mata pelajaran tematik. Dengan menggunakan media puzzle ini diharapkan kepada siswa dapat memahami materi mata pelajaran tematik khususnya pada tema enam yaitu lingkungan bersih, indah dan asri dengan mudah serta terkonsep pada pemikiran anak-anak serta dapat menggembangkan berfikir kreatifnya. Dengan menggunakan media puzzle siswa lebih senang dan antusias dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas.","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127948836","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Meneguhkan Islam Wasathiyah Melalui Pembudayaan Dialog Lintas Agama di Madrasah","authors":"S. Priatmoko","doi":"10.52166/mida.v2i1.1334","DOIUrl":"https://doi.org/10.52166/mida.v2i1.1334","url":null,"abstract":"Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui gambaran komprehensif mengenai pembudayaan dialog lintas agama di madarasah yang belum banyak dilakukan. Padahal di tengah realitas kehidupan beragam yang plural seperti Indonesia, hal ini urgent untuk dilakukan. Hal ini terbukti dengan belum populernya penggunaan paradigma multireligius dan interreligius dalam mendidikkan agama. Tulisan ini berupaya memberikan gambaran mengenai urgensitas pembudayaan dialog lintas agama di madrasah sebagai upaya dini untuk meneguhkan semangat wasathiyah dalam diri peserta didik.","PeriodicalId":310088,"journal":{"name":"MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam","volume":"188 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115549350","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}