{"title":"EVALUASI EFEKTIVITAS ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN HIPERTENSI DI RSUD TUGUREJO SEMARANG","authors":"Hadar Siwihadrian Perdana","doi":"10.31941/benzena.v1i2.2444","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/benzena.v1i2.2444","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":307543,"journal":{"name":"BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126440659","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FORMULASI SABUN CAIR MINYAK DAUN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HYDROXYETHYL CELLULOSA (HEC)","authors":"Hanna Riyah, M. F. Rochman","doi":"10.31941/benzena.v1i2.2327","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/benzena.v1i2.2327","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":307543,"journal":{"name":"BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116396833","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PREFERENSI MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT SINTETIK DI APOTEK KIMIA FARMA JALAN IMAM BONJOL KOTA PEKALONGAN","authors":"Kismiyar Kismiyar, Nury Ermawati","doi":"10.31941/benzena.v1i2.2473","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/benzena.v1i2.2473","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":307543,"journal":{"name":"BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125298965","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KARAGENAN SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP KARAKTER FISIK & KIMIA SEDIAAN GUMMY JELLY EKSTRAK JAHE MERAH","authors":"Suhesti Suhesti, Metha Anung Anindhita","doi":"10.31941/benzena.v1i2.2317","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/benzena.v1i2.2317","url":null,"abstract":"<p> </p><p><strong>Latar bekalang</strong> : Jahe merah mengandung senyawa fenol yang dapat digunakan sebagai immunomodulator dimasa pandemi Covid-19. Pada umumnya masyarakat memanfaatkan jahe dalam bentuk jamu yang pengkonsumsianya tidak mudah diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu penelitian ini menginovasi jamu kedalam bentuk <em>gummy jelly. </em>Karakteristik terpenting pada <em>gummy jelly</em> terletak pada tekstur. Salah satu faktor yang mempengaruhi tekstur <em>gummy jelly</em> adalah bahan pembentuk gel yang salah satunya yaitu karagenan.</p><p><strong>Tujuan</strong> : Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh karagenan terhadap karakteristik <em>gummy jelly</em> ekstrak jahe merah dan konsentrasi karagenan yang menghasilkan karakter fisikokimia terbaik.</p><p><strong>Metode</strong> : Sediaan <em>gummy jelly </em>dibuat 3 formula dengan menggunakan karagenan variasi konsentrasi 3%, 4,5%, dan 6%. Data diperoleh dari mengumpulkan hasil pengujian fisikokimia <em>gummy jelly</em> yang meliputi uji organoleptis, pH, kadar air, hedonik dan stabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan <em>Analysis of Variance (</em>ANOVA)<em> </em>dilanjut dengan uji<em> Tukey HSD </em>taraf 5%.</p><p><strong>Hasil</strong> : Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan karagenan berpengaruh terhadap kadar air (P<0,05) namun tidak berpengaruh terhadap nilai pH (p>0,05) <em>gummy jelly</em> ekstrak jahe merah. Semakin tinggi konsentrasi karagenan akan menurunkan kadar air. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa karagenan berpengaruh terhadap tekstur. Semakin tinggi kadar air pada <em>gummy jelly</em> maka tekstur akan semakin kenyal.</p><p class=\"ListParagraph1\"><strong>Kesimpulan</strong> : Karagenan berpengaruh terhadap karakteristik <em>gummy jelly</em> ekstrak jahe merah yang meliputi kadar air dan tekstur. Namun tidak berpengaruh terhadap organoleptis warna, aroma, rasa, nilai pH dan stabilitas penyimpanan. Hasil uji sifat fisikokimia telah memenuhi syarat. Formula terbaik yaitu formula 1 dengan konsentrasi karagenan 3%.</p><p> </p><div><p><strong>Kata kunci</strong>: <strong>jahe merah, karagenan, <em>gummy jelly,</em> karakter fisikokimia.</strong></p></div>","PeriodicalId":307543,"journal":{"name":"BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124391998","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"NARRATIVE REVIEW: KAJIAN FITOKIMIA DAN MEKANISME AKSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA TANAMAN NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAM.)","authors":"Salsabiela Quintanuha Meisa, M. Mahfur","doi":"10.31941/benzena.v1i01.2041","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/benzena.v1i01.2041","url":null,"abstract":"ABSTRAK Latar bekalang : Antioksidan adalah senyawa yang memiliki berat molekul kecil namun dapat mengeliminasi senyawa radikal bebas di dalam tubuh sehingga tidak menginduksi suatu penyakit. Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) memiliki banyak kandungan antioksidan di dalamnya mulai dari akar, batang, daun, buah, biji, dan kulit. Kajian aspek fitokimia meliputi kandungan kimia yang ada pada akar, bunga, daun, biji, kulit dan buah. Tujuan : Untuk mendeskripsikan fitokimia dan mekanisme aksi aktivitas antioksidan pada tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam). Analisa penelitian kelayakan jurnal dilakukan dengan cara menyaring dengan semua jurnal yang ditemukan pada basis data berdasarkan judul, abstrak, dan kriteria inklusi yang sesuai dengan judul penelitian dengan menggunkan metode PICO. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Narrative Review, dimana jurnal literature diperoleh dari database Google Scholar, Elsevier, dan PubMed yang ditemukan berdasarkan kata kunci yang dipilih. Kemudian jurnal dilakukan identifikasi dengan database Scorpus dan Sinta. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa fitokimia terbanyak yang dihasilkan adalah golongan fenolik. Golongan fenolik memiliki beberapa turunan salah satunya adalah flavonoid. Sedangkan mekanisme aktivitas antioksidan banyak digunakan adalah metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan nilai IC50 yang paling kuat adalah bagian tanaman pada buah nangka sebesar 0,68 ppm. Kesimpulan : Senyawa fitokimia terbanyak yang dihasilkan adalah golongan fenolik. Sedangkan aktivitas antioksidan nya adalah metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) masuk dalam golongan Penangkapan Radikal Bebas dengan nilai IC50 sebesar 0,68 ppm pada bagian tanaman buah nangka.","PeriodicalId":307543,"journal":{"name":"BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133996337","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS TARTAZINE DALAM MINUMAN KEMASAN YANG BEREDAR DI PASAR WARUNGASEM KABUPATEN BATANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE","authors":"Eka Pangestika, Kharismatul Khasanah","doi":"10.31941/benzena.v1i01.2097","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/benzena.v1i01.2097","url":null,"abstract":"Minuman kemasan merupakan minuman yang dikemas dengan beraneka macam kemasan yang langsung bisa diminum atau harus diolah terlebih dahulu. Dalam minuman kemasan mengandung bahan tambahan pangan salah satunya yaitu pewarna yang dapat memperbaiki atau menambah daya tarik suatu makanan. Pewarna dalam minuman kemasan yang sering digunakan salah satunya pewarna sintetis tartrazin. Penggunaan pewarna tartrazin sebagai bahan tambahan pangan memiliki batas maksimum berdasarkan BPOM No 11 Tahun 2019 yaitu 70 mg/kg.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar zat warna tartrazin dengan menggunakan metode spektrofotometri visible dan untuk mengetahui kadar zat warna tartrazin yang terdapat pada sampel minuman kemasan yang beredar di Pasar Warungasem Kabupaten Batang memenuhi persyaratan yang diizinkan oleh BPOM.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling yang diperoleh di sekitar Pasar Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki warna kuning serta terindikasi menggunakan pewarna tartrazin. Preparasi sampel menggunakan ekstraksi dengan pelarut n-butanol, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan alat spektrofotometer visible.Hasil : Pada penelitian ini dilakukan verifikasi metode terlebih dahulu yaitu dengan melakukan uji kesesuaian sistem, uji linearitas serta LoD dan LoQ dengan hasil nilai RSD 1,64 %, linearitas koefisien korelasi (r) 0,9907, nilai LoD 0,9977 µg/ml dan LoQ 3,0235 µg/ml. Hasil penetapan kadar dari empat sampel yang digunakan menunjukkan untuk sampel A = 101,8 mg/kg, N = 8,2 mg/kg, O = 0 mg/kg dan M = 81,6 mg/kg.Kesimpulan : Kadar dari empat sampel tersebut terdapat 2 sampel di atas batas penggunaan zat pewarna tartrazin sesuai dengan Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019 yaitu 70 mg/kg BB dengan kode sampel A dan M.Kata kunci: Tartazine, Minuman Kemasan, Spektrofotometer Visibel","PeriodicalId":307543,"journal":{"name":"BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125039489","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}