{"title":"Analisis Dampak Pelebaran Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang","authors":"Bayu Budi Irawan, Deni Irda Mazni","doi":"10.21063/jts.2018.v5.2.77-84","DOIUrl":"https://doi.org/10.21063/jts.2018.v5.2.77-84","url":null,"abstract":"Ruas jalan Khatib Sulaiman merupakan salah satu ruas jalan protokol di Kota Padang yang digunakan oleh masyarakat menuju pusat kota dan sebaliknya. Pada kawasan tersebut telah berkembang menjadi pusat kegiatan jasa seperti: Hotel Whiz Prime, Pusat perbelanjaan “Trans Mart”, Rumah Sakit Hermina, dan lain-lain. Perkembangan tataguna lahan secara tidak langsung akan mempengaruhi pergerakan yang menyebabkan tarikan perjalanan menuju ruas jalan tersebut menjadi bertambah. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum melakukan pelebaran jalan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kemacetan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja ruas jalan Khatib Sulaiman. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan survey volume lalu lintas dan geometrik ruas jalan. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis kapasitas jalan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa nilai V/C rasio pada titik Depan Trans Mart untuk arah utara menuju selatan pada hari libur terjadi perubahan dari 0,71 menjadi 0,49 dan pada hari kerja dari 0,59 menjadi 0,41. Sedangkan arah selatan menuju utara nilai V/C rasio pada hari libur dari 0,69 menjadi 0,48 dan pada hari kerja dari 0,50 menjadi 0,34. Sedangkan titik di Depan Hotel Whiz Prime nilai V/C untuk arah utara menuju selatan pada hari libur adalah dari 0,48 menjadi 0,34 dan pada hari kerja dari 0,59 menjadi 0,41. Sedangkan untuk arah selatan menuju utara nilai V/C rasio pada hari libur adalah dari 0,49 menjadi 0,33 dan pada hari kerja dari 0,61 menjadi 0,42. Pelebaran ruas jalan Khatib Sulaiman secara umum mampu meningkatkan tingkat kinerja pelayanan dari nilai C menjadi B. Kata kunci: Pelebaran Jalan, V/C rasio, Tingkat Pelayanan Jalan","PeriodicalId":300277,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Sipil ITP","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121109387","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENENTUAN LUASAN AREA INUNDASI TSUNAMI MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK TUNAMI N3 DI DAERAH PARUPUK TABING, KOTA PADANG","authors":"Meli Muchlian, Leli Honesti, Nazwar Djali","doi":"10.21063/JTS.2018.V5.2.117-120","DOIUrl":"https://doi.org/10.21063/JTS.2018.V5.2.117-120","url":null,"abstract":"Kota Padang adalah daerah yang terletak di pesisir pantai barat Sumatera Barat. Daerah ini memiliki jumlah penduduk yang cukup padat dan sebagian besar tersebar di pesisir pantai. Parupuk Tabing adalah kecamatan di kota Padang yang berada di tepi pantai. Di daerah ini, sebagaian besar masyarakat pesisir pantai bekerja sebagai penangkap ikan. Daerah ini dahulunya juga mendapat dampak dari tsunami yang pernah menerjang pantai Sumatera Barat pada tahun 1797 dan 1833. Penelitian ini difokuskan untuk menentukan luasan area inundasi berdasarkan simulasi tsunami menggunakan program numerik TUNAMI N3 dengan sumber gempabumi blok Pagai dengan variasi magnitudo (Mw 8.0, 8.5, dan 9.0) pada variasi hiposenter gempa (10, 25 dan 35 km). Peta inundasi tsunami dibuat menggunakan ArcView GIS 3.3 dengan skala 1: 5.000. Waktu datang gelombang tsunami dengan tinggi gelombang maksimum dihasilkan dari pemodelan magnitudo Mw 9.0 dengan hiposenter 10 km yaitu 34 menit 40 sekon dengan tinggi maksimum gelombang tsunami 3.68 m. Hasil hitungan luasan inundasi terdata sejumlah 11 grid atau 80 % area Parupuk Tabing dalam model masih aman dari tsunami. Kata Kunci: Tsunami, TUNAMI N3, inundasi, Pagai","PeriodicalId":300277,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Sipil ITP","volume":"64 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124586547","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERANAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT Gusni Vitri","authors":"Gusni Vitri, Hazmal Herman","doi":"10.21063/jts.2018.v5.2.96-105","DOIUrl":"https://doi.org/10.21063/jts.2018.v5.2.96-105","url":null,"abstract":"Infrastruktur adalah fasilitas-fasilitas fisik yang dikembangkan atau dibutuhkan oleh agen-agen publik untuk fungsi-fungsi pemerintahan dalam penyediaan air, tenaga listrik, pembuangan limbah, transportasi dan pelayanan-pelayanan similar untuk memfasilitasi tujuan-tujuan sosial dan ekonomi. Pembangunan infrastruktur merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Melalui program pemberdayaan, masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam membangun infrastruktur di wilayahnya masing-masing. Di Provinsi Sumatera Barat, dilaksanakanbeberapa program pemberdayaan masyarakat yaitu Program Dana Desa, Pogram Kotaku, Program Pamsimas, Program Sanimas dan Pisew. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metoda deskriptif. Pengambilan data di lakukan dengan wawancara, FGD, observasi lapangan, dan studi dokumentasi pada Program Pemberdayaan Masyarakat. Proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur di mulai dari tahapan persiapan (penentuan lokasi, sosialisasi, rekrutmen pendamping program, pembentukan LKM dan KSM), tahap perencanaan (penyusunan dokumen RKM/proposal), tahap pelaksanaan pembangunan (pengadaan barang/jasa, perubahan dan serah terima), tahap pasca konstruksi (operasional dan pemeliharaan). Opsi pemilihan jenis infrastuktur yang dapat, lebih banyak pada program dana desa dan pisew, dan paling sedikit pada program pamsimas dan sanimas. Jenis infrastruktur yang bisa di bangun oleh seluruh program adalah grup keairan dan grup pengelolaan limbah. Permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaan program, antara lain : permasalahan tingkat masyarakat, permasalahan konsultan/fasilitator pendamping, permasalahan administrasi, permasalahan pelaksanaan pembangunan (waktu, mutu, biaya).","PeriodicalId":300277,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Sipil ITP","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130172420","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}