{"title":"PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT KECAMATAN SIANTAR UTARA KOTA PEMATANGSIANTAR","authors":"Elvi Ika Kristina Gultom, Marintan Saragih","doi":"10.36985/accusi.v1i1.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/accusi.v1i1.1","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai, untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai serta mengetahui kinerja pegawai kantor camat kecamatan siantar utara kota pematangsiantar dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan metode analisis data dengan metode korelasi product moment. Penelitian ini difokuskan pada pegawai yang pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan serta bagaimana hubungannya terhadap kinerja pegawai di kantor Camat Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar. Hasil penelitian menunjukkan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh Kantor Camat Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar dikategorikan tinggi/baik dari hasil rata-rata jawaban respondan yaitu : 115 kinerja pegawai pegawai Kantor Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar dikategorikan sangat tinggi/baik dimana hasil rata-rata jawaban responden yaitu : 128,5. Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai pada kantor Camat Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan r sebesar 0,77. Ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara motivasi dan kinerja. Selanjutnya koefisien determinasi diperoleh sebesar 59%, sisanya sebesar 41% dipengaruhi oleh faktor lain diluar dari kajian penelitian ini","PeriodicalId":299931,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah AccUsi","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133010053","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PELATIHAN DAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI KANTOR SATPOL PP KABUPATEN SIMALUNGUN","authors":"Tumpak Mangoloi Saragih, Djuli syafe’i Purba","doi":"10.36985/accusi.v1i1.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/accusi.v1i1.2","url":null,"abstract":"Sumber daya manusia merupakan suatu aset yang sangat penting dimiliki oleh sebuah instansi atau organisasi. Hal ini karena faktor manusia yang berperan melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh instansi tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada kantor Satpol PP Kabupaten Simalungun bahwa Pelatihan Dan Pendidikan berpengaruh besar terhadap Prestasi Kerja pegawai. Ini terlihat dari teknik analisis yang telah dilakukan yaitu dengan menggunakan sampel 40 responden dengan metode skala likert, data yang didapat dianalisa dengan menggunakan data yaitu Uji Instrumen dengan menggunakan Uji Validitas dan Uji Reabilitas,Uji Hipotesis yaitu dengan Analisis Regresi Linear berganda, Uji T, Uji F dan Analisis Koefisien Determinasi (R2). Persamaan regresi yaitu Y = 2,072+0,324 X1 + 0,558X2. Ini menunjukkan nilai koefisien variabel Pelatihan positif sebesar 0,324 dan variabel Pendidikan positif sebesar 0,558, maka dapat disimpulkan Nilai r adalah 0,975 menunujukkan bahwa hubungan koefisien anatara Pelatihan Dan Pendidikan sangat kuat bahwa Pelatihan Dan Pendidikan mempunyai pengaruh positif terhadap Prestasi Kerja.Determinasi (R2) adalah 0,938. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 93,8% Pelatihan Dan Pendidikan dapat dijelaskan oleh variabel Prestasi Kerja, sedangkan sisanya (100% - 93,8 % = 6,2%) dijelaskan atau dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Uji t dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel bebas (Pelatihan Dan Pendidikan) terhadap variabel terikat (Prestasi Kerja) pada Kantor Satpol PP Kabupaten Simalungun. Dari uji thitung X1 sebesar mempunyai thitung yakni 8,244 dengan ttabel =1,6877. Variabel X2 mempuyai thitung yakni 10,105 dengan ttabel = 2,431. Jadi thitung > ttabel artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap Prestasi Kerja","PeriodicalId":299931,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah AccUsi","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133694450","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH RASIO LIKUIDITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT EKA PRASETYA PEMATANGSIANTAR","authors":"Centain Sihombing, E. Damanik, Eva Sriwiyanti","doi":"10.36985/accusi.v1i1.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/accusi.v1i1.4","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan likuiditas terhadap kinerja keuangan PT.BPR Eka Prasetya Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, sumber data laporan keuangan 2014,2015 dan 2016. Berdasarkan hasil penelitian rasio lancar 2014 (51,53 X), 2015 (1373,70 X) dan 2016 ( 1529,18 X). rasio cepat 2014 (32,34 X), 2015 (78,65 X) dan 2016 (167,86 X) ,Rasio kas 2014 (4,9 X), 2015(50,22 X) dan 2016 (140,8 X)","PeriodicalId":299931,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah AccUsi","volume":"194 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123363651","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI KERJA PADA PT.TELKOM INDONESIA,Tbk PEMATANGSIANTAR","authors":"Wahyu Wiranda, Vitryani Tarigan","doi":"10.36985/accusi.v1i1.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/accusi.v1i1.6","url":null,"abstract":"Budaya kerja adalah cara pandang yang menumbuhkan keyakinan atas dasar nilai - nilai yang diyakini pegawai untuk mewujudkan prestasi kerja terbaik, dan pikiran untuk menghasilkan barang-barang atau jasa - jasa dengan memperoleh imbalan prestasi tertentu. Prestasi kerja adalah perwujudan dari hasil kerja seseorang yang akan menentukan perkembangan kariernya pada masa yang akan datang. Untuk menentukan sejauh mana perlu melakukan perubahan, langkah pertamanya adalah menganalisis budaya yang hidup dalam satuan kerja atau organisasi untuk memutuskan apa saja yang perlu diubah. Kedua adalah mengembangkan dan mengimplementasikan strategi perusahan. Namun seringkali pula ketika perubahan budaya dilakukan, kinerja yang dihasilkan tidak sesuai yang diharapkan. Bahkan akan mengganggu dan merusak budaya kerja sebelumnya.\u0000Berdasarkan analisa dan evaluasi yang telah dilakukan dari hasil penelitian terhadap 35 orang responden diperoleh bahwa secara rata-rata dari budaya kerja yang terdiri dari kejujuran adalah sebesar 0,245%, ketekunan sebesar0,429%, kreatifitas sebesar 0,060%, kedisiplinan sebesar 0,021%,iptek sebesar 0,035% sedangkan prestasi kerja sebesar 38,71% berdasarkan dari hasil analisa budaya kerja terhadap lima factor budaya kerja yang lebih dominan mempengaruhi adalah ketekunan dengan nilai persentase sebesar 0,429% maka dari itu dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja masih jauh lebih besar dari budaya kerja.\u0000koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,802 dipangkatkan dua (0,8022) maka didapat 0,564 atau 56,4%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan variabel independen (budaya kerja yang terdiri dari kejujuran, ketekunan, kreatifitas, kedisiplinan dan iptek) terhadap variabel dependen (prestasi kerja) sebesar 56,4% dengan variasi variabel independen yang digunakan dalam model (budaya kerja dan prestasi kerja) mampu menjelaskan 56,4% variabel dependen (prestasi kerja), sedangkan sisanya sebesar 43,6% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini","PeriodicalId":299931,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah AccUsi","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114666519","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Penerapan Metode Penyusutan Aktiva Tetap dan Pengaruhnya Terhadap Laba Perusahaan pada PT. Jhonson & Jhonson","authors":"W. J. Tarigan","doi":"10.36985/accusi.v1i1.5","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/accusi.v1i1.5","url":null,"abstract":"PT. Jhonson & Jhonson dalam melaksanakan aktivitas, tidak terlepas dari penggunaan peralatan - peralatan yang termasuk kedalam kelompok aktiva tetap dan dikarenakan bahwa peralatan - peralatan yang digunakan adalah merupakan bagian yang paling mempengaruhi kegiatan di perusahaan ini, maka dilakukanlah suatu proses pembebanan penyusutan atas peralatan tersebut. Penilaian suatu metode penyusutan pada dasarnya merupakan suatu masalah pertimbangan serta pengungkapan metode yang digunakan dalam estimasi masa manfaat atau tingkat penyusutan yang digunakan akan menyediakan informasi laporan keuangan yang membuat manajemen dapat menelaah kebijakan yang dipilihnya dan dapat membuat perbandingan dengan perusahaan lain. Tujuan penelitian yang penulis lakukan pada PT. Jhonson & Jhonson adalah untuk melihat evaluasi kebijakan metode penyusutan aktiva tetap dan pengaruhnya terhadap laba perusahaan. Dalam hal ini penulis menggunakan 3 metode dalam membuat perbandingan dalam penyusutan dan pengaruhnya terhadap laba perusahaan. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan metode penyusutan yang diterapkan oleh perusahaan ( metode garis lurus ) dengan metode yang diajukan oleh penulis ( metode jumlah angka tahun dan metode saldo menurun ganda ) terhadap laba usaha perusahaan","PeriodicalId":299931,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah AccUsi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131301643","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}