{"title":"ANALISIS DUKUNGAN VANUATU TERHADAP UPAYA KEMERDEKAAN PAPUA","authors":"Pratama Dinul Kusuma","doi":"10.31315/jpw.v2i1.4967","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jpw.v2i1.4967","url":null,"abstract":"AbstrakVanuatu merupakan salah satu negara yang sangat vokal dan aktif dalam memberikan dukungan terhadap Papua. Hal ini dapat dilihat dari upaya yang dilakukan oleh Vanuatu dengan mengangkat permasalahan ini dalam beberapa forum dewan PBB. Dengan memakai isu pelanggaran HAM di Papua, Vanuatu sangat rutin menyerang Indonesia dalam setiap kesempatan. Penelitian ini bertujuan menganalisa dukungan yang diberikan oleh Vanuatu atas upaya kemerdekaan Papua atas Indonesia. Dalam hubungan internasional selalu ada kepentingan nasional atas hubungan yang dilakukan baik antar negara ataupun aktor non-negara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data dikumpulkan melalui studi literatur dan studi pustaka yang berasal dari buku-buku, jurnal, surat kabar dan sumber lainnya. Objek penelitian ini adalah dukungan Vanuatu, gerakan kemerdekaan Papua, dan motif dukungan Vanuatu atas Papua. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga motif atas dukungan yang dilakukan oleh Vanuatu yaitu adanya kesamaan ras antara Vanuatu dan Papua, keinginan Vanuatu menjadi pemimpin wilayah Asia Pasifik, dan adanya orientasi politik domestik juga luar negeri Vanuatu.Kata Kunci: Vanuatu, kepentingan nasional, kesamaan ras, pemimpin wilayah, orientasi politik","PeriodicalId":283972,"journal":{"name":"Jurnal Pena Wimaya","volume":"56 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116512814","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"INDONESIAN-UNITED STATES DEFENSE COOPERATION IN THE PRESIDENT JOKO WIDODO ERA","authors":"Annidya Indirasari","doi":"10.31315/jpw.v2i1.5509","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jpw.v2i1.5509","url":null,"abstract":"Indonesan and the United States during the presidency of Joko Widodo from 2014 to 2019 as folows: Defense Cooporation In Arrangement of Capacity Building, Joint Exercise Of Indonesia And The United States; Military Law Workshop; Indonesia-US Security Dialogue (UISSD) XII On 1-2 September 2015; Defense Corporation Between Indonesia And The United States Under Confidence Building Measures (CBM) arragement; Bilateral Cooperation State Visit Between Indonesia an The United States; Cooperation Between The Defense Industry, The Transfer Of Conventional Weaponns; Education and Training. The factors are driving Indonesia’s Coorporation with The United States are: The long history of good reations both Indonesia and The United States; the same counter terrorism mission; while the inhibing factor is Indonesia’s preparation; both in terms of human resources or the system that Indonesia has, and there are also obstaces from The United States side, such as the goverment contuning to expain that the US cannot intervene in thecnology transfer process since the authority held by the corporatin, therefore the purchasing and selling process is strictly business to bussines. ","PeriodicalId":283972,"journal":{"name":"Jurnal Pena Wimaya","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124028688","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Proteksionisme AS terhadap Komoditas Aluminium dan Baja Indonesia Pada Masa Perang Dagang AS-China","authors":"Fransisca Anggun Setianingtiyas","doi":"10.31315/jpw.v2i1.5297","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jpw.v2i1.5297","url":null,"abstract":"Terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan China memberikan pengaruh terhadap aluminium dan baja Indonesia. Amerika Serikat menerapkan kebijakan proteksi berupa tarif kepada komoditas aluminium dan baja. Tarif proteksi Amerika Serikat ini berlaku bagi seluruh dunia termasuk Indonesia dan memberikan imbas bagi Indonesia. Atas kebijakan proteksi yang diterapkan oleh Amerika Serikat penulis ingin menganalisa bagaimana tarif proteksi Amerika Serikat dapat memberikan pengaruh terhadap komoditas aluminium dan baja Indonesia. Penelitian ini menggunakan konsep teori proteksionisme serta teori barrier to trade untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil temuan menunjukkan bahwa adanya proteksi tarif Amerika Serikat mempengaruhi ekspor baja dan aluminium Indonesia ke Amerika Serikat dan mempengaruhi impor Indonesia yang berasal dari China. Atas penetapan tarif proteksi Amerika Serikat, Indonesia memberlakukan kebijakan proteksi melalui hambatan tarif dan non-tarif guna melindungi komoditas atau pasar dalam negerinya. Kata kunci : Proteksionisme, Hambatan perdagangan, Safeguard, Perang Dagang","PeriodicalId":283972,"journal":{"name":"Jurnal Pena Wimaya","volume":"128 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133134174","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Fiki Rahmatina Nihriroh, Faustina Ivana Sari Dewi Janugroho, Euneke Dewi Trihantari
{"title":"KUDETA MILITER : JUNTA MILITER ERA MODERN","authors":"Fiki Rahmatina Nihriroh, Faustina Ivana Sari Dewi Janugroho, Euneke Dewi Trihantari","doi":"10.31315/jpw.v1i1.4637","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jpw.v1i1.4637","url":null,"abstract":"AbstrakMunculnya demokrasi dalam sistem pemerintahan suatu negara merupakan sebuah hal yang umum terjadi pada era modern. Namun nampaknya, hal tersebut tidak terjadi di Myanmar sebab kekuatan militer masih menguasai negara ini dalam waktu yang panjang. Usaha penerapan demokrasi di Myanmar beberapa kali dilakukan, tetapi menemui hambatan karena pengaruh militer yang kuat. Proses demokratisasi yang mengalami kegagalan akibat dominasi militer menyebabkan demokrasi sulit untuk sepenuhnya diterapkan.Artikel ini akan menjelaskan kudeta militer pada tahun 1962 – 1988 yang menyebabkan penderitaan bagi rakyat Myanmar. Pengalaman buruk dibawah pemerintahan militer membuat masyarakat Myanmar memperjuangkan demokrasi melalui serangkaian proses demokratisasi sejak tahun 1990 hingga akhirnya berhasil memiliki pemerintahan sipil pertama pada tahun 2015. Berhasilnya penerapan demokrasi sejak tahun 2015 tidak menutup kemungkinan adanya kudeta yang dilakukan oleh pihak militer, seperti yang terjadi pada Februari 2021 yang lalu. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha untuk menerapkan nilai – nilai demokrasi bukanlah hal yang mudah.Kata Kunci: Demokratisasi, Demokrasi, Kudeta, Myanmar.Abstract The emergence of democracy in the system of government of a country is a common occurrence in the modern era. But apparently, this is not the case in Myanmar because military forces still control the country for a long time. Efforts to implement democracy in Myanmar were several times carried out, but encountered obstacles due to strong military influence. The process of democratization that failed due to military dominance made it difficult for a democracy to be fully implemented.This article will explain the military coup in 1962 – 1988 that caused suffering for the people of Myanmar. Poor experience under military rule led Myanmar people to fight for democracy through a series of democratization processes from 1990 until finally succeeding in having the first civilian government in 2015. The successful implementation of democracy since 2015 does not close the possibility of a coup by the military, as happened in February 2021. Thus, it can be concluded that efforts to apply democratic values are not easy.Keywords: Democratization, Democracy, Coup, Myanmar.","PeriodicalId":283972,"journal":{"name":"Jurnal Pena Wimaya","volume":"77 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115040437","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"REGIONALISME DALAM REGIONAL COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP (RCEP): SEBUAH PERSPEKTIF","authors":"Muwalliha Syahdani","doi":"10.31315/jpw.v1i1.4807","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jpw.v1i1.4807","url":null,"abstract":"Tulisan ini akan berfokus pada kajian teoritik regionalisme dalam melihat perkembangan RCEP sebagai mega trade deal. Pemaparan akan dilakukan dengan membedah konsep regionalisme yang dibawakan oleh Louise Fawcett sebagai seorang pemikir Hubungan Internasional asal Inggris. Fawcett membagi jenis regionalisme ke dalam Old Regionalism dan New Regionalism. Pengklasifikasian ini tidak lepas dari masa Perang Dingin di tahun 1980-an yang menjadi awal kebangkitan ASEAN sebagai point of reference dalam perkembangan regionalisme. Sebagai sebuah konsolidasi, RCEP menjadi satu bagian penting dalam kepemimpinan Indonesia di ASEAN. Mega trade deal seperti ini menghubungkan kelima perjanjian dagang yang sudah dibuat sebelumnya antara ASEAN dengan lima negara mitra. Total ada 15 negara yang menandatangani perjanjian RCEP yaitu 10 negara ASEAN ditambah 5 negara mitra lain seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru (ASEAN +5).This article will focus on the theoretical study of regionalism in seeing the development of RCEP as a mega trade deal. The discussion will be carried out by dissecting the concept of regionalism brought up by Louise Fawcett as a thinker of International Relations from England. Fawcett divides the types of Regionalism into Old Regionalism and New Regionalism. This classification cannot be separated from the Cold War era in the 1980s which marked the beginning of the rise of the ASEAN as a reference point in the development of regionalism. As a matter of fact, RCEP is an important sphere in Indonesia's chairmanship in ASEAN. A major trade agreement like this connects the five trade agreements that have been made previously between ASEAN and the five partner countries. A total of 15 countries have signed the RCEP agreement, namely 10 ASEAN countries plus 5 other partners such as China, Japan, South Korea, Australia and New Zealand (ASEAN +5).","PeriodicalId":283972,"journal":{"name":"Jurnal Pena Wimaya","volume":"96 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134489970","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS AKSI LONE WOLF TERORISM : PENANGKAPAN ABU ARKAM DI KABUPATEN BERAU","authors":"Adrian Adrian Adrian, Melany Putri Bella Cristina","doi":"10.31315/jpw.v1i1.4636","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jpw.v1i1.4636","url":null,"abstract":"ABSTRAKPada Maret 2019, Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan penangkapan terduga seorang teroris atas nama M Zulkifli atau Abu Arkam di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pelaku disebut terhubung dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Sibolga, Sumatera Utara. Penangkapan ini merupakan kasus terorisme pertama yang terjadi di Kabupaten Berau. Dalam laporan Karopenmas Mabes Polri, dikatakan bahwa Abu Arkam berencana menjadi pelaku tunggal (lone wolf) dalam melancarkan aksi-aksinya tanpa ada bantuan dari pihak lain. Abu Arkam diketahui telah menjalin komunikasi aktif dengan jaringan teroris Sibolga. Selain itu, Abu Arkam benar-benar memiliki keinginan sangat kuat untuk segera melakukan amaliyah dengan menargetkan aparat keamanan (polisi), bank, dan siapapun yang menjelek-jelekkan Islamic State of Iraq and Sham (ISIS). Berangkat dari peristiwa tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana lone wolf terorism itu sendiri, kemudian apa yang menjadi keuntungannya, serta tantangan apa saja yang dihadapi oleh aparat keamanan khususnya di Kabupaten Berau dalam menghadapi lone wolf terorism.Kata Kunci: Terorisme, Lone Wolf Terorism, Aparat Keamanan, Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Berau.ABSTRACIn March 2019, Detasemen Khusus (Densus) 88 made the suspected arrest of a terrorist on behalf of M Zulkifli or Abu Arkam in Berau Regency, East Kalimantan. The perpetrators are said to be connected to the Jamaah Ansharut Daulah (JAD) terrorist network in Sibolga, North Sumatra. The arrest was the first terrorism case to occur in Berau District. In the report Karopenmas Mabes Polri, it is said that Abu Arkam plans to be the lone wolf in launching his actions without any help from other parties. Abu Arkam is known to have established active communication with the Sibolga terrorist network. Besides, Abu Arkam has a very strong desire to immediately do amaliyah by targeting the security forces (police), banks, and anyone who vilify the Islamic State of Iraq and Sham (ISIS). Departing from the event, this study aims to analyze how lone wolf terrorism itself, then what is the advantage, as well as what challenges faced by the security forces, especially in Berau District in the face of lone wolf terrorism.Keywords: Terrorism, Lone Wolf Terrorism, Security Apparatus, Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Berau.","PeriodicalId":283972,"journal":{"name":"Jurnal Pena Wimaya","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130037280","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERLUNYA OPTIMALISASI TOL LAUT SEBAGAI SARANA PENUNJANG PENINGKATAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA","authors":"Umi Salamah","doi":"10.31315/jpw.v1i1.4649","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jpw.v1i1.4649","url":null,"abstract":"Transportasi darat, udara, maupun laut memegang peranan penting sebagai sarana untuk distribusi dan pemerataan logistik ke seluruh negeri. Tulisan ini mendeskripsikan dan menganalisis fakta di lapangan mengenai efektivitas kebijakan pemerintah membuat program tol laut dalam upaya untuk menyejahterakan rakyat Indonesia dengan menurunkan disparitas harga antara wilayah Indonesia barat dan Indonesia timur. Tujuan penelitian ini dalah untuk memberikan gambaran solusi ideal untuk mengatasi kendala implementasi tol laut. Penelitian dilakukan dengan kualitatif dengan mengkaji literatur yang berhubungan dengan operasional tol laut. Menurut data yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel, tulisan ini menghasilkan sebuah analisis bahwa: 1. operasi tol laut belum sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan, yakni pelayaran yang rutin dan terjadwal, 2. program tol laut belum sepenuhnya efektif dalam menurunkan disparitas harga karena salah sasaran dalam pemberian subsidi, 3. tidak adanya angkut balik dari wilayah Indonesia Timur sehingga kapal yang berlayar dari timur sering kosong.Kata kunci: tol laut, pembangunan ekonomi, disparitas harga ","PeriodicalId":283972,"journal":{"name":"Jurnal Pena Wimaya","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129505438","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DIPLOMASI MASKER CHINA DAN KETERLIBATAN PEOPLE’S LIBERATION ARMY","authors":"Mohammad Maulana Ilhami","doi":"10.31315/jpw.v1i1.4702","DOIUrl":"https://doi.org/10.31315/jpw.v1i1.4702","url":null,"abstract":"ABSTRAKPandemi Covid-19 menyebabkan seluruh negara mengalami kesulitan terutama dalam menangani isu kesehatan. China, yang sejak awal telah dianggap sebagai episentrum pandemi telah melakukan berbagai tindakan untuk merespon hal tersebut, bukan hanya dalam lingkup domestik namun juga secara global. Salah satunya dapat dilihat dari pemberian bantuan dukungan medis melalui diplomasi masker yang dilakukan oleh Pemerintah Cina maupun People’s Liberation Army. Penulisan ilmiah ini diharapkan bisa memberikan informasi khususnya dalam bahasa Indonesia mengenai diplomasi masker ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mengolah data yang didapat dari buku, jurnal, e-jurnal, serta laman berita terpercaya. Penelitian ini dapat menemukan bahwa dengan dilakukannya diplomasi masker ini, pemerintah Cina dan People’s Liberation Army memiliki agenda lain dibalik pemberian bantuan-bantuan tersebut.Kata Kunci: Covid-19, diplomasi masker, pemerintah Cina, People’s Liberation Army.","PeriodicalId":283972,"journal":{"name":"Jurnal Pena Wimaya","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115584491","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}