Physiotherapy Health Science (PhysioHS)最新文献

筛选
英文 中文
Pengaruh Active Stretching Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Kaki Pada Pelari Jarak Jauh Dengan Plantar Fasciitis Di Komunitas Ceorunners Bekasi
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26125
Selvina Lindarti, Roikhatul Jannah, Yusuf Nasiruddin
{"title":"Pengaruh Active Stretching Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Kaki Pada Pelari Jarak Jauh Dengan Plantar Fasciitis Di Komunitas Ceorunners Bekasi","authors":"Selvina Lindarti, Roikhatul Jannah, Yusuf Nasiruddin","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.26125","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26125","url":null,"abstract":"Plantar fasciitis merupakan sebuah kondisi nyeri pada tumit yang terjadi akibat overuse atau microtrauma pada plantar fascia. Tingkat kejadian plantar fasciitis mencapai 22% dari populasi pelari. Nyeri di tumit yang terjadi dapat menimbulkan penurununan kemampuan fungsional. Stretching exercise dapat membuat fascia menjadi lebih fleksibel serta dapat memperkuat otot yang menopang arkus dan mengurangi tekanan pada fascia sehingga meminimalisir keterbatasan gerak dan dapat berdampak pada kemampuan fungsional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian active stretching exercise terhadap kemampuan fungsional pada pelari jarak jauh dengan plantar fasciitis. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 16 orang. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, sampel dipilih dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi yang diberikan adalah active stretching exercise sebanyak 12 kali pertemuan selama 4 minggu. Pengukuran kemampuan fungsional pada pelari menggunakan The Foot and Ankle Index Measurement. Setelah dilakukan pengukuran dan intervensi, didapatkan nilai rerata kemampuan fungsional sebelum intervensi 79,63 dan setelah intervensi 91,48. Setelah itu dilakukan uji hipotesa paired sample T test dan didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.  Active stretching exercise berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pelari jarak jauh dengan plantar fasciitis.","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"147 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114648401","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Dampak Gangguan Muskuloskeletal Akibat Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid 19 Pada Anak Usia 6-13 Tahun Terhadap Keseimbangan Dinamis 6-13岁儿童Covid - 19大流行期间在线学习对肌肉骨骼疾病的影响
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26161
Zahra Sativani, Roikhatul Jannah
{"title":"Dampak Gangguan Muskuloskeletal Akibat Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid 19 Pada Anak Usia 6-13 Tahun Terhadap Keseimbangan Dinamis","authors":"Zahra Sativani, Roikhatul Jannah","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.26161","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26161","url":null,"abstract":"Kebijakan pembatasan interaksi sosial di masa pandemi Covid-19 berdampak pada proses pembelajaran anak di sekolah. Proses belajar secara daring membuat anak harus lebih lama menggunakan gawai. Kebiasaan ini memicu terjadinya peningkatan risiko nyeri muskuloskeletal akibat tubuh dipaksa bekerja lebih keras daripada fungsinya. Keterbatasan anak untuk dapat mengeksplor gerakan melalui aktivitas fisik dalam bentuk permainan juga menjadi indikasi peningkatan risiko gangguan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak gangguan muskuloskeletal setelah pembelajaran daring terhadap keseimbangan dinamis pada anak usia 6-13 tahun di Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor. Metode penelitian ini adalah deksriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebesar 69 anak. Alat yang digunakan meliputi kuesioner untuk mengetahui lama sekolah dari rumah, penggunaan gawai, dan kesempatan anak bermain di luar rumah, unterberger test, dan pemeriksaan gangguan muskuloskeletal menggunakan  pGALS. Hasil analisis didapatkan tidak ada hubungan (p=0,641) antara gangguan muskuloskeletal dan keseimbangan dinamis selama pembelajaran daring pada anak usia 6-13 tahun.  Namun, terdapat risiko 1,378 kali (OR=1,378) terjadinya gangguan keseimbangan dinamis pada anak yang mengalami gangguan muskulskeletal.","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125834575","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Efektifitas antara Latihan High Intensity Interval Training dengan Moderate Intensity Continuous Training pada Prilaku Sedentary terhadap Perubahan Heart Rate recovery Efektifitas antara Latihan高强度间歇训练、中等强度连续训练、Prilaku久坐训练、Perubahan心率恢复
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.25882
Muhammad Dzaky, Maulan Nur Yudha, Nur Basuki, Sugiono
{"title":"Efektifitas antara Latihan High Intensity Interval Training dengan Moderate Intensity Continuous Training pada Prilaku Sedentary terhadap Perubahan Heart Rate recovery","authors":"Muhammad Dzaky, Maulan Nur Yudha, Nur Basuki, Sugiono","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.25882","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.25882","url":null,"abstract":"Perilaku sedentary merupakan perilaku yang dapat membuat seseorang mengalami penurunan aktifitas fisik, apabila hal ini terjadi pada mahsiswa akan menjadi penyebab menurunnya prestasi akademik serta minat belajar. Hal ini dapat diukur dengan percepatan heart rate recovery. Untuk Meningkatakan pemulihan denyut jantung setelah berolahraga dapat melakukan olahraga High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT). HIIT merupakan latihan yang melibatkan 2 sistem energi, yaitu aerobik dan anaerobik, sedangkan MICT merupakan latihan yang dilakukan secara terus menerus dengan sistem energi aerobik. Penelitian ini berjenis two grup pre and post test design. Dengan jumlah subjek 34 subjek diberikan latihan 1 kali dalam seminggu selama 4 minggu. HR Recovery diukur sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Analisis statistik menggunakan Uji Paired t test, independent t test, serta uji Different mean. Hasil penelitian menunjukan intervensi HIIT memiliki efektifitas dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.04, intervensi MICT tidak terdapat efektifitas dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.124, tidak terdapat perbedaan efektifitas antara HIIT dan MICT dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.529, dan HIIT lebih efektif dibandingkan MICT dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan hasil uji selisih different mean diperoleh selisih -6,63 (kelompok HIIT) dan -3,95 (kelompok MICT).","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123578316","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Deep Neck Muscle Exercise terhadap penurunan Nyeri pada Penderita Neck Pain 颈部肌肉锻炼对颈部疼痛患者的疼痛减轻的影响
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26086
Afrianti Wahyu, Rahajeng Mellytria Noor Subagyo
{"title":"Pengaruh Deep Neck Muscle Exercise terhadap penurunan Nyeri pada Penderita Neck Pain","authors":"Afrianti Wahyu, Rahajeng Mellytria Noor Subagyo","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.26086","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26086","url":null,"abstract":"Penjahit sering memposisikan tubuhnya yang tidak ergonomis dalam waktu yang lama sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Gerakan menunduk terlalu lama pada penjahit bisa memicu sakit leher. Hal ini dapat menyebabkan nyeri leher yang berkepanjangan, intervensi seperti Deep Neck Muscle Exercise dengan memberikan kontraksi isometrik pada deep neck muscle dapat mengurangi nyeri. Tujuan untuk mengetahui pengaruh latihan otot leher dalam terhadap penurunan nyeri pada penderita nyeri leher. Penelitian ini menggunakan randomized controlled trial. Subyek yang digunakan sebanyak 31 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok I mendapatkan intervensi deep neck muscle exercise dan kelompok II sebagai kelompok kontrol mendapatkan intervensi edukasi posisi ergonomis. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur nyeri menggunakan QVAS. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi diberikan. Berdasarkan hasil statistik pre-test dan post-test dengan menggunakan paired t-test pada kelompok I menghasilkan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian deep neck muscle exercise, sedangkan pre-test dan post-test berpasangan dengan menggunakan paired t-test pada kelompok kedua menghasilkan p=0,101 (p>0,05) yang menunjukkan tidak adanya pengaruh intervensi pada kelompok kontrol. Uji beda mean post-test menghasilkan selisih sebesar 32,2 dengan independent t-test menghasilkan p=0,00 dimana (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh intervensi deep neck muscle exercise dengan kelompok kontrol sehingga menunjukkan deep neck muscle exercise lebih baik untuk mengurangi intensitas nyeri. Kesimpulan: Setelah 6 minggu pemberian deep neck muscle exercise berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada pasien nyeri leher","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129529105","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Program Fisioterapi pada Lansia dengan Keluhan Ischialgia: Case Report Study
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.25975
Dhimas Imam Gozali, Taufik Eko, Susilo, Agustina Ariyani
{"title":"Program Fisioterapi pada Lansia dengan Keluhan Ischialgia: Case Report Study","authors":"Dhimas Imam Gozali, Taufik Eko, Susilo, Agustina Ariyani","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.25975","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.25975","url":null,"abstract":"Ischialgia yaitu suatu kondisi yang disebabkan karena adanya penekanan pada saraf ischiadicus yang disebabkan karena herniasi diskus atau karena adanya tonjolan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari pemberian Infrared, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Nerve Mobilization, Pelvic Tilting dan Stretching pada kasus Ischialgia. Dengan masing-masing dosis yaitu infrared dengan dosis seminggu dua kali, intensitas 45 cm (toleransi pasien dan durasi 10 menit). Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) diberikan seminggu dua kali, intensitas 28 mA, frekuensi 150-200 mhz dengan durasi 10 menit tipe konvensional. Nerve mobilization diberikan seminggu 2x dengan 10x hitungan dan 2set. Pelvic tilting dan stretching diberikan seminggu 2x dengan 8x hitungan 3 set. Pengukuran yang digunakan yaitu pengukuran nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS), pengukuran Range of Motion (ROM) menggunakan goniometer, dan pengukuran kemampuan fungsional menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Penelitian dilakukan secara langsung kepada seorang pasien dengan kondisi Ischialgia dengan program fisioterapi sebanyak tiga kali, didapatkan hasil bahwa nilai nyeri berkurang, peningkatan ROM dan peningkatan kemampuan fungsional. Pemberian intervensi fisioterapi berupa Infrared, TENS, Nerve Mobilization, Pelvic Tilting dan Stretching. Mampu memberikan hasil nyata terhadap penurunan nyeri, peningkatan ROM dan peningkatan kemampuan fungsional.","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131757849","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Hold Relax dan Static Stretching Meningkatkan Fleksibilitas Hamstring: Studi Literatur 握紧放松和静止伸展增加了腿筋的灵活性:文献研究
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26241
Herdianty K Handari
{"title":"Hold Relax dan Static Stretching Meningkatkan Fleksibilitas Hamstring: Studi Literatur","authors":"Herdianty K Handari","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.26241","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26241","url":null,"abstract":"Pada aktivitas kehidupan sehari-hari manusia bekerja dan beraktivitas dengan melibatkan seluruh anggota tubuh,sehingga dibutuhkan fleksibilitas. Penurunan fleksibilitas otot hamstring sering tidak disadari dikarenakan otot hamstring bekerja secara konsentrik atau memendek. Jika otot hamstring mengalami penurunan fleksibilitas maka rentan terjadi cedera muskuloskeletal, nyeri pada bagian belakang paha sehingga hip joint dan lumbal mengalami keterbatasan gerak, gangguan postur, dan pola jalan. Upaya dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dapat dilakukan dengan berbagai jenis stretching seperti hold relax dan static stretching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hold relax dan static stretching terhadap fleksibilitas hamstring. Metode penelitian ini berupa studi literatur dengan menggunakan teknik PICOT, yaitu: (1) population /problem: fleksibilitas otot hamstring, (2) intervention: hold relax, (3) compare: static stretching, (4) outcome: fleksibilitas hamstring, (5) type of study: randomized controlled trial. Database yang digunakan adalah PubMed, Google Scholar, dan PEDro. Hasilnya didapatkan 1.642 artikel setelah dilakukan skrining dan hanya 25 artikel yang diidentifikasi. Kemudian 10 artikel terpilih untuk dianalisis. Kesimpulan yang didapatkan adalah hold relax dan static stretching dapat meningkatkan fleksibilitas otot hamstring. Hold relax dan static stretching dapat digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring.","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"17 1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134293536","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Pemberian Neurodevelopmental Treatment, Play Therapy, dan Neuro Senso Terhadap Peningkatan Motorik Kasar Pada Anak Down syndrome
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26018
Wulan Adis Aranti, Arif Pristianto
{"title":"Pengaruh Pemberian Neurodevelopmental Treatment, Play Therapy, dan Neuro Senso Terhadap Peningkatan Motorik Kasar Pada Anak Down syndrome","authors":"Wulan Adis Aranti, Arif Pristianto","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.26018","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26018","url":null,"abstract":"Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau sering disebut “special needs” merupakan anak dengan tumbuh kembang yang mengalami hambatan dan gangguan. Terdapat banyak kategori yang berkaitan dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus, salah satunya adalah Down syndrome . Kelainan bawaan Down syndrome  ditandai dengan gejala fisik (phenotype) berupa hidung pesek, mata kecil dan sipit, telinga kecil, lidah besar serta perawakan pendek yang sering disebut dengan Trisomi 21 karena adanya mutasi kromosom 21. Penatalaksanaan tarapi dilakukan selama 4x sesi dengan waktu masing masing 15-20 menit. Treatment Neurosenso yang bertujuan untuk membuka gerbang sensoris, menurunkan emosi, memberikan efek relaksasi pada tubuh. Play Therapy, tujuan utama yang ingin dicapai adalah peningkatan konsentrasi dan kemampuan kognitif dan fokus anak. Serta Neuro Developmental Treatment untuk meningkatkan motorik mereka karena adanya hipotonus otot dan kelenturan sendi. Lalu dilakukan evaluasi dengan Gross Motor Function Measure (GMFM) bahwa terjadi perubahan dalam skor pada T1, T2, T3, dan T4 pada Dimensi D dan Dimensi E. Dimensi E mengalami kenaikan dari 76,92% menjadi 79,48%. Serta dimensi E 37,5% menjadi 38,89%.","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"75 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114865656","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Circuit Training Terhadap Kelincahan Atlet Pencak Silat 训练圈对训练有素的运动员塞拉特的敏捷性的影响
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26061
Renalda Anggil Urbaningrum, Anita Faradilla Rahim
{"title":"Pengaruh Circuit Training Terhadap Kelincahan Atlet Pencak Silat","authors":"Renalda Anggil Urbaningrum, Anita Faradilla Rahim","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.26061","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26061","url":null,"abstract":"Saat ini banyak para atlet pencak silat yang memiliki kelincahan yang rendah sehingga memiliki resiko cedera tinggi dan dapat mempengaruhi kondisi atlet pencak silat. Kelincahan memiliki peran sangat penting untuk meningkatkan performa atlet dalam pertandingan pencak silat, oleh karena itu kelincahan menjadi prioritas utama dalam melatih bela diri pencak silat. Kelincahan merupakan kemampuan merubah posisi dan arah tubuh atau bagian tubuh dengan cepat. Adapun latihan yang mampu meningkatkan kelincahan yaitu circuit training. Circuit training merupakan program latihan olahraga yang memiliki rangkaian posko, masing-masing pos memiliki jenis latihan yang berbeda yang dilaksanakan secara lebih sistematis dan tearah. Untuk mengetahui pengaruh pemberian circuit training terhadap peningkatan kelincahan pada atlet pencak silat. Penelitian ini menngunakan quasi experimental dengan one group pretest-postetst design dengan jumlah responden 21 atlet silat di UKM PSHT UMM. Responden merupakan atlet pencak silat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian ini menggunakan T-test agility. Dengan pemeberian intervensi circuit training sebanyak 3 kali seminggu dalam 4 minggu. Berdasarkan hasil uji analisa menggunakan shapiro wilk test diperoleh nilai P-value 0,000> 0,005 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya adanya pengaruh circuit training terhadap peningkatan kelincahan pada atlet pencak silat di UKM PSHT UMM. Terdapat pengaruh circuit training terhadap peningkatan kelincahan pad atlet pencak silat. ","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"143 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127506601","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Physical Therapy Intervention in congenital muscular torticollis dextra: A case study In PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital 物理治疗介入治疗先天性肌性斜颈:以日惹医院为例
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.25885
Athifah haya Aqilah, Khikmah Nur Hidayah, Siti Ainun Ma'rufa
{"title":"Physical Therapy Intervention in congenital muscular torticollis dextra: A case study In PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital","authors":"Athifah haya Aqilah, Khikmah Nur Hidayah, Siti Ainun Ma'rufa","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.25885","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.25885","url":null,"abstract":"Congenital Muscular Torticollis (CMT) banyak menyebabkan kondisi deformitas bagi penderitanya dan terlihat jelas dampaknya sebab dapat mengubah estetika seseorang yang akan mempengaruhi keseluruhan dari kehidupannya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus dan dilakukan observasi langsung di poli tumbuh kembang RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta serta interview langsung dengan orang tua anak. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah skala nyeri dengan wongbaker face pain scale, stiffness,hipertrofi dan keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS) leher menggunakan arthrodial protactor dan muscle function test (MFS) serta assesment untuk kondisi plagiochepaly dengan  severity assesment for plagiochepaly. Pemberian terapi dilaksanakan sebanyak 6 kali dalam satu bulan, setiap 1 kali treatment berdurasi 60 menit dengan intervensi fisioterapi terapi latihan aktif dan aktif assisted dengan positioning dan eye tracking, manual terapi, mobilisasi dan passive stretching. Evaluasi akhir menunjukkan adanya penambahan LGS sekitar 1 hingga 2 derajat dari sekitar 600 menjadi 620 pada gerak lateral fleksi neck, menurun nya hipertrofi pada m.sternocleidomastoideus dextra, berkurangnya stiffness, dan penurunan tingkat nyeri dari skala 8 menjadi skala 7. Pemberian intervensi fisioterapi dengan terapi latihan aktif dan aktif assisted dengan positioning dan eye tracking, manual terapi, mobilisasi dan passive stretching memberikan hasil nyata terhadap peningkatan lingkup gerak sendi leher, berkurangnya stiffness m.scaleni, m.upper trapezius, m.rhomboid dan menurun nya hipertrofi pada m.sternocleidomastoideus dextra.","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"83 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117119967","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Efektifitas dari 6MWT untuk Meningkatkan Kapasitas Berjalan pada Pasien Gagal Jantung: Studi Kasus 改善心脏衰竭患者行走能力的6MWT有效性:病例研究
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Pub Date : 2023-06-19 DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.25997
Hilya Alifiah Hisanah
{"title":"Efektifitas dari 6MWT untuk Meningkatkan Kapasitas Berjalan pada Pasien Gagal Jantung: Studi Kasus","authors":"Hilya Alifiah Hisanah","doi":"10.22219/physiohs.v5i1.25997","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.25997","url":null,"abstract":"Dyspnea adalah salah satu manifestasi klinis dari gagal jantung (GJ) karena kurangnya pasokan oksigen akibat penumpukan cairan di alveoli. Penumpukan ini membuat jantung tidak dapat memompa darah secara maksimal. Dampak dari perubahan tersebut adalah peningkatan sensasi sesak napas pada otot-otot pernapasan dan mengakibatkan intoleransi aktivitas pada beban kerja yang relatif rendah, sehingga kapasitas fisik menurun seiring dengan penurunan kualitas hidup. Mengingat tingginya angka kejadian serta kematian akibat Gagal Jantung (GJ), fisioterapi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan exercise rehabilitation, salah satunya adalah 6MWT. Exercise ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi aktivitas, sehingga dapat mengurangi gejala-gejala yang muncul, dan memberikan rasa nyaman dalam beraktivitas sehari-hari. Seorang Wanita NY. SZ berusia 76 tahun yang di diagnosis gagal jantung kongestif kronik grade 3 berdasarkan klasifikasi New York Heart Association (NYHA) et causa degenerative kontraktilitas myocard dalam 6 bulan terakhir. Penelitian ini merupakan studi kasus, yang dilakukan selama 4x pertemuan dalam 2 minggu, dengan alokasi waktu 45 menit setiap pertemuan. Pasien diinstruksikan untuk melakukan screening terlebih dahulu menggunakan tes 6MWT. jika hasilnya < 240 meter, latihan dilakukan pada kunjungan berikutnya, namun jika mampu menempuh jarak > 240meter maka latihan langsung dilakukan. Dosis dinaikkan 60%, 70%, 85% dari hasil tes awal. Hasil fungsional menunjukkan peningkatan yang signifikan secara klinis pada jarak tempuh berjalan dan peningkatan respon kardiorespirasi. Latihan ini aman untuk diberikan kepada pasien rawat inap dengan diagnosis gagal jantung, khsususnya pada lansia. Uji jalan kaki 6 menit secara efektif dapat menurunkan skala sesak napas, penurunan bengkak, dan peningkatan aktivitas fungsional.","PeriodicalId":269281,"journal":{"name":"Physiotherapy Health Science (PhysioHS)","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128079415","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书