{"title":"Efektivitas Pupuk Organik Eco Farming terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.)","authors":"Muhammad Rizal, Ramli Ramli, Ismaya Nita Rianti Parawansa, Tenri Pannyiwi, Benang - Purwanto","doi":"10.52625/j-agr.v20i1.322","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v20i1.322","url":null,"abstract":"Eco Farming adalah pupuk atau nutrisi berbahan organik super aktif yang sudah mengandung unsur hara lengkap sesuai kebutuhan tanaman juga dilengkapi dengan bakteri positif yang akan menjadi biokatalisator dalam proses memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia dalam rangka mengembalikan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk organik eco farming terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret – Juli 2022 di lahan kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode kajian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan eco farming 50 ml 15 L-1 memberikan pengaruh yang terbaik di banding perlakuan lainnya.","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"14 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141266244","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Itji Diana Daud, Tutik Kuswinanti, Melina, M. Azrai, Nurabaya Busthanul, Mustika Tuwo, Nur Azurah
{"title":"Potensi Cendawan Beauveria Bassiana pada Benih dan Pengaruhnya Terhadap Spodoptera Frugiperda pada Pertanaman Jagung (Zea mays L.)","authors":"Itji Diana Daud, Tutik Kuswinanti, Melina, M. Azrai, Nurabaya Busthanul, Mustika Tuwo, Nur Azurah","doi":"10.52625/j-agr.v20i1.306","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v20i1.306","url":null,"abstract":"Cendawan Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopatogen yang dapat menginfeksi hampir seluruh jenis serangga melalui interaksi endofit dengan tanaman, sehingga cukup prospektif digunakan sebagai alternatif pengganti insektisida kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi cendawan B. bassiana terhadap benih jagung sebagai bioinsektisida yang efektif dan efisien dalam pengendalian Spodoptera frugiperda, Ostrinia furnacalis dan Helicoverpa armigera di sentra pertanaman jagung . Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, dan penelitian lapangan di laksanakan di pertanaman jagung GOR Unhas, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Penelitian ini berlangsung pada Juli sampai Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Uji T independen dengan ?= 0,05 untuk membandingkan mean antara kedua perlakuan yaitu benih dengan perendaman B. bassiana dan benih tanpa perendaman B. bassiana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rata tinggi tanaman pada perlakuan benih dengan perendaman B. bassiana lebih tinggi dibandingkan benih tanpa perendaman B. bassiana. Rata-rata tingkat populasi larva Spodoptera frugiperda pada benih tanpa perendaman B. bassiana lebih tinggi daripada benih dengan perendaman B. bassiana. Begitupun dengan tingkat kerusakan tanaman jagung, menunjukkan rata-rata tingkat kerusakan tertinggi pada benih tanpa perendaman B. bassiana, hal ini diakibatkan populasi larva S. frugiperda lebih banyak ditemukan pada tanaman jagung dengan perlakuan benih tanpa perendaman. Kategori serangan yang dihasilkan hama S. frugiperda menunjukkan bahwa serangan sedang sampai berat.","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"7 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141266783","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
A. Farhanah, P. Hamzah, Kaharuddin, Atika, Rizfi Frariz Pari
{"title":"Produksi Tanaman Selada Merah Secara Vertikultur dengan Pemberian POC Jakaba","authors":"A. Farhanah, P. Hamzah, Kaharuddin, Atika, Rizfi Frariz Pari","doi":"10.52625/j-agr.v20i1.309","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v20i1.309","url":null,"abstract":"Currently, sustainable agriculture is needed to meet human needs in the long term, one of which is the use of organic matter. Jakaba is currently a very interesting novelty to test on plants. Therefore, this study was carried out to determine the effect of Jakaba fertilizer on the production of red lettuce plants verticulturally.The method used was a two-factor Random Group Design with nine types of treatments and three repeats. The first factor is POC Jakaba and the second factor is NPK fertilizer.The results showed that the application of jakaba fertilizer combined with NPK had a significant effect on increasing the height, number of leaves, root volume, and fresh weight of verticulture red lettuce plants and the application of jakaba fertilizer as much as 50% combined with NPK as much as 1 g per plant was effective in increasing the fresh weight of verticulture red lettuce plants. The conclusion obtained is that there is an influence of POC Jakaba on increasing the production of red lettuce plants verticulturally, especially in increasing the fresh weight of the plant.","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"9 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141266400","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abd Azis H, Dahlan, Muhammad Rizal, Intan Chairun Nisa, Iskandar Rivai
{"title":"PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L.) PADA MEDIA TUMBUH YANG DITAMBAHKAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI","authors":"Abd Azis H, Dahlan, Muhammad Rizal, Intan Chairun Nisa, Iskandar Rivai","doi":"10.52625/j-agr.v20i1.310","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v20i1.310","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil bawang merah pada media tanam yang ditambahkan Zat Pengatur Tumbuh Alami. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah ; E0 : Media Tanam Tanah, Kotoran Kandang puyuh, sekam bakar (2:1:1) tanpa penambahan ZPT, E1 : Media Tanam Tanah, Kotoran Kandang puyuh, sekam bakar (2:1:1) + Ekstrak kecambah kacang hijau 300 gram/ ltr Air, E2 : Tanam Tanah, Kotoran Kandang puyuh, sekam bakar (2:1:1) + Ekstrak bonggol pisang 300 gram/ ltr Air. E3 : Tanam Tanam Tanah, Kotoran Kandang puyuh, sekam bakar (2:1:1) + Ekstrak rebung 300 gram/ ltr Air. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Penggunaan Media tanam Tanah + Kotoran Kandang Puyuh + Sekam padi dengan perbandingan (2 : 1 : 1 ) yang ditambahkan Zat pengatur tumbuh alami berpengaruh pada pertumbuhan vegetative dan hasil tanaman bawang merah. Penggunaan Media tanam Tanah + Kotoran Kandang Puyuh + Sekam padi yang ditambahkan Zat pengatur tumbuh alami ekstrak bonggol pisang memberikan respon pertumbuhan vegatatif dan hasil paling baik dibanding zat pengatur tumbuh alami ekstrak kecambah kacang hijau dan ekstrak rebung pada tanaman bawang merah.","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"6 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141266865","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Aplikasi Pupuk Organik Biosaka dan NPK Terhadap Peningkatan Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza sativa L.)","authors":"Ramli, A. Ramli, Bayu Adrianto, R. Rachmat","doi":"10.52625/j-agr.v20i1.318","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v20i1.318","url":null,"abstract":"Budidaya tanaman padi banyak menggunakan pupuk anorganik dan penggunaan pestisida yang terus menerus sehingga dapat berdampak negatif pada produksi padi yang merupakan makanan pokok di Indonesia. Penggunaan pupuk kimia sintetik yang terus-menerus pada budidaya padi dan sisa panen dikeluarkan dari lahan mengakibatkan kandungan bahan organik tanah rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis pengaruh pupuk organik biosaka terhadap peningkatkan pertumbuhan tanaman padi. Untuk menganalisis interaksi pupuk organik biosaka dan pupuk anorganik terhadap peningkatkan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak terpisah yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama dijadikan sebagai petak utama adalah anorganik yaitu anorganik 0% (P0), anorganik 25% (P1) dan anorganik 50% (P2), dan faktor kedua dijadikan sebagai anak petak adalah biosaka, biosaka 20 ml(C1), biosaka 40ml (C2), dan biosaka 60ml (C3). Kedua faktor tersebut dikombinasikan sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali sehingga terdapat 36 perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan jika sangat berpengaruhi nyata maka dilakukan uji lanjut BNT 0,05. Hasil menunjukkan perlakuan pemberian pupuk anorganik 50% memberikan respon tinggi tanaman tertinggi yaitu 96 cm dan pemberian dosis biosaka 50 ml (c2) memberikan jumlah anakan terbanyak yaitu 19,26 batang.Terdapat interaksi pupuk organik biosaka dan pupuk anorganik terhadap peningkatkan pertumbuhan tanaman padi. \u0000Kata kunci : Biosaka, padi","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"9 12","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141266876","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Fauziah Amal Nur, Nuraeni, L. Krismiyanto, Soraya Faradila
{"title":"Pengaruh Pemberian Tepung Cangkang Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus) dengan Penambahan Jeruk Nipis (Citrus x aurantiifilia) dalam Ransum terhadap Berat Karkas dan Lemak Abdominal Broiler","authors":"Fauziah Amal Nur, Nuraeni, L. Krismiyanto, Soraya Faradila","doi":"10.52625/j-agr.v20i1.326","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v20i1.326","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot hidup, berat karkas, dan lemak abdominal dengan pemberian tepung cangkang kepiting (Brachyura) dengan penambahan jeruk nipis (Citrus x aurantiifolia) dalam ransum broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan dengan jumlah ternak 80 ekor broiler. Perlakuan yang diterapkan adalah P0(Pakan dengan protein 19%), P1(Pakan dengan protein 20%), P2(Pakan dengan protein 19% + tepung cangkang kepiting 2%), P3(Pakan dengan protein 19% + jeruk nipis 1,2%), P4(Pakan dengan protein 19% + tepung cangkang kepiting 2% + jeruk nipis 1,2%). Penimbangan bobot hidup, berat karkas dan lemak abdominal dilakukan setelah berumur 35 hari. Data yang diperoleh dilakukan uji statistik Anova dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS) dan data yang signifikan selanjutnya diteruskan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan tidak berpengaruh nyata terhadap bobot hidup, berat karkas dan lemak abdominal. Perlakuan paling tinggi terdapat terdapat pada P3 dengan rataan bobot hidup 2318.75% dan berat karkas 79.25%. ","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"8 33","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141267964","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Uji Kualitas Fisik Beef Patty Dengan Penambahan Jintan Hitam (Nigella Sativa L.) Dan Bagian Daging Yang Berbeda","authors":"Harapin Hafid, N. Nita, Muhammad Rusdin","doi":"10.52625/j-agr.v20i1.320","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v20i1.320","url":null,"abstract":"Peningkatan kualitas fisik beef patty dapat dilakukan dengan penambahan jintan hitam dan penggunaan bagian daging yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh interaksi level jintan hitam dan bagian daging yang berbeda terhadap kualitas fisik beef patty, menguji pengaruh mandiri penambahan jintan hitam yang berbeda terhadap kualitas fisik beef patty, menguji pengaruh mandiri penggunaan bagian daging yang berbeda terhadap kualitas fisik beef patty. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 5 x 3 dengan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama adalah level jintan hitam 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Faktor kedua adalah bagian-bagian daging yaitu has luar, top side, dan shank. Variabel penelitian meliputi pH, rendemen, dan daya ikat air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi level jintan hitam dan bagian daging yang berbeda menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dengan interaksi terbaik terdapat pada perlakuan J4P2 (jintan hitam 2% dengan daging top side), pengaruh mandiri pemberian jintan hitam yang berbeda menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dengan pemberian terbaik terdapat pada perlakuan J3 (jintan hitam 1,5%), dan pengaruh mandiri penggunaan bagian daging yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada nilai pH dan rendemen dengan penggunaan terbaik terdapat pada perlakuan P2 (daging top side). Dapat disimpulkan dari hasil penelitian bahwa kombinasi perlakuan terbaik adalah J4P2 (jintan hitam 2% dengan daging top side).","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"2 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141267328","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung pada Berbagai Dosis Pemupukan Organik dan Anorganik Di Lahan Sawah Tadah Hujan","authors":"Maintang, Muh. Amin, A. R. Tondok, M. Dewi","doi":"10.52625/j-agr.v18i2.246","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v18i2.246","url":null,"abstract":"Pupuk merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produksi jagung, tetapi harus diiringi dengan manajemen pemupukan yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada berbagai dosis pupuk anorganik dan organik di lahan sawah tadah hujan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2021 di Desa Pabbentengan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan dan sembilan perlakuan : P1= Kontrol (tanpa pemupukan); P2 = NPK 200 kg/ha + Urea 300 kg/ha (Rekomendasi PTT Jagung); P3 = NPK 150 kg/ha + Urea 225 kg/ha; P4 = POP 50 g/15 L air + NPK 150 kg/ha +Urea 225 kg /ha ; P5 = POP 100 g/15 L air +NPK 150 kg/ha +Urea 225kg /ha; P6 = POP 150 g/15 L air +NPK 150 kg/ha +Urea 225kg /ha; P7 = POP 200 g/15 L air +NPK 150 kg/ha +Urea 225kg /ha; P8 = POP 100 g/15 L air +NPK 200 kg/ha +Urea 300kg /ha; P9 = POP 100 g/15 L air +NPK 100 kg/ha +Urea 150kg /ha. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kombinasi pupuk organik powder (POP) dan pupuk anorganik 75 % dari rekomendasi (dosis 50 -200 g/15 L air +NPK 150 kg/ha +Urea 225kg/ha menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan produksi jagung tertinggi pada dosis 100-150 g/15 L air yaitu 9,2-9,4 t/ha. Produksi tersebut lebih tinggi dari produksi yang dicapai pada pemupukan 75- 100 % rekomendasi dan mengurangi 25 % penggunaan pupuk anorganik. ","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123227211","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
S. Nuraliah, Besse Mahbuba We Tenri Gading, M. Alwi, I. Irmayanti, Jisril Palayukan, Hikmawaty Hikmawaty
{"title":"Hubungan Antara Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Kambing Lokal Di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene","authors":"S. Nuraliah, Besse Mahbuba We Tenri Gading, M. Alwi, I. Irmayanti, Jisril Palayukan, Hikmawaty Hikmawaty","doi":"10.52625/j-agr.v18i2.236","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v18i2.236","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetuahui korelasi antara ukuran bagian-bagian tubuh dengan berat badan pada kambing lokal. Metode pada penelitian ini yaitu pengambilan sampel dilakukan dalam bentuk survei yang perpedoman pada pengukuran statistik secara vital serta penimbangan berat badan ternak yang dilakukan secara langsung di Lapangan. Adapun dalam penentuan lokasi penelitian menggunakan metode Purposive sampling yang dalam pengambilan data sebagai obyek didasarkan pada kriteria khusus. Jumlah ternak yang digunakan sebanyak 45 ekor kambing lokal jantan yang terdapat di Kec. Sendana. Data di analisis menggunakan analisis regresi linear sederhana serta menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran tubuh meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Hal ini ditunjukkan pada ternak tersebut terjadi pertumbuhan atau proses bertambahnya ukuran yang dapat dihitung secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan ukuran pada bagian-bagian tubuh ternak dengan berat badan kambing lokal yang lebih tua. Pada umur 12-24 bulan memiliki rataan yang paling tinggi dari pada kelompok umur lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berat badan dan ukuran bagian-bagian tubuh ternak kambing lokal meningkat seiring bertambahnya umur dan masing-masing bagian ukuran tubuh ternak yaitu lingkar dada, panjang badan dan tinggi badan memiliki hubungan dengan berat badan ternak.\u0000 ","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125079509","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
C. Prasetyo, Steven Witman, Nurngaviatul Fadhilah, Nikodemus Gultom
{"title":"Aplikasi Pemberian Ethepon terhadap Produksi Lateks Tanaman Karet Di IP2TP Unit Tatas Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah","authors":"C. Prasetyo, Steven Witman, Nurngaviatul Fadhilah, Nikodemus Gultom","doi":"10.52625/j-agr.v18i2.235","DOIUrl":"https://doi.org/10.52625/j-agr.v18i2.235","url":null,"abstract":"Proses penyadapan merupakan cara mengambil hasil getah tanaman karet dengan cara memotong bagian kulit pada pohon karet sampai batas kambium hingga mengeluarkan lateks (getah karet). Penggunaan stimulan dimaksudkan untuk meningkatkan produksi lateks dan meningkatkan waktu alir lateks pada tanaman karet. Stimulasi lateks umumnya dilakukan pada tanaman karet dewasa dengan tujuan untuk meningkatkan hasil lateks. Kegiatan ini dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Unit Tatas Kabupaten Kapuas. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan melakukan penyadapan tanaman karet sebanyak 20 batang pohon pada bulan Maret dengan sistem sadap tiga hari sekali (3/d), dan dengan melakukan sadap dengan mengunakan aplikasistimulan ethepon 10 yang dilakukan pada batang pohon yang sama pada bulan April dengan sistem sadap tiga har sekali (3/d), hasil yang didapatkan pada pemanenan lateks bulan maret tanpa aplikasistimulan sebanyak 20 kg, sedangkan hasil yang didapatkan pada panen lateks bulan April dengan aplikasistimulan yang diaplikasikan sebanyak 40 kg.","PeriodicalId":268937,"journal":{"name":"Jurnal Agrisistem","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123647867","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}