Nurpeni, Widia Astuti, Abdul Mirad, Aguswan, Trio Saputra
{"title":"Food Suplement Controlling Pada Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Pekanbaru","authors":"Nurpeni, Widia Astuti, Abdul Mirad, Aguswan, Trio Saputra","doi":"10.31849/jurkim.v2i2.10105","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i2.10105","url":null,"abstract":"This service aims to analyze food supplement controlling by the Pekanbaru Food and Drug Supervisory Center with a focus on food supplement supervision. The data analysis method is carried out with a qualitative approach by formulating the existing problems by providing a thorough understanding and analysis by comparing the data that has been obtained in the field. Supervision of food supplement products by Balai Besar POM Pekanbaru is carried out by preparing standards and requirements for product quality and production and distribution by taking into account all aspects of production and quality control, covering the entire series of making food supplements with the aim of ensuring that the products produced always meet quality requirements. which has been determined in accordance with the purpose of its use","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"256 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123608341","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Tinjauan Yuridis Take Over Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Oleh Lembaga Penjamin Simpanan di Pekanbaru","authors":"Cislia Maiyori, Wismar Hariato, Fadly Daeng Yusuf","doi":"10.31849/jurkim.v2i2.10127","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i2.10127","url":null,"abstract":"Penelitian in merupakan penelitian hukum sosiologis, penelitian hukum sosiologis dilakukan untuk melihat terlaksananya hukum positif dilapangan. Penelitian ini pada garis besarnya meneliti tentang bagaimana proses take over oleh pihak Lembaga Penjamin Simpanan dengan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2004 menjadi lembaga independen yang disebut LPS yang berfungsi sebagai penjamin simpanan masyarakat yang ada pada industri perbankan. Mengingat fungsinya yang sangat penting yaitu harus independent, transparan, akuntabel dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, maka hal ini yang menarik untuk dikaji apakah BPR dijamin oleh LPS dan ketika adanya kredit macet, over kredit dan likuiditas terhadap BPR bagamana tindakan pihak LPS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum sosiologis, dimana dalam hal ini melakukan penelitian langsung kelapangan untuk melihat berjalannya hukum positif.Hasil penelitian ini menjawab bahwa ternyata LPS bisa memberikan jaminan likuiditas terhadap BPR sejumlah 2 milyar, Cuma persoalannya ketika ada ketidaksanggupan BPR membayar akan ada pencabutan izin atau dengan istilah take over. Jaminan terhadap BPR yang nasabahnya dengan nilai dibawah 2 milyar tidak ada jaminan penyimpanan dana oleh LPS. Pelaksanaan Take over mendapat kendala ketika nasabah membutuhkan waktu untuk menjual asset yang jumlahnya besar. Penelitian ini bisa dijadikan barometer bagi pihak yang mempunyai keinginan untuk menabung diBPR yang tentu bertanya BPR kegiatannya sedikit, nasabah juga tidak sebanyak bank umum, apakah dapat perhatian oleh pemerintah dalam bentuk jaminan kepastian hukum. Sehingga masyarakat tidak menjadi ragu untuk meletakkan atau menyimpan danannya di BPR karena sama bentuk perlindungan hukum dan pengawasannya yiatu diawasi OJK, diawasi Bank Indonesia dan Pengawasan terakhir tetap oleh mentri Keuangan.","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130102435","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Aziza Latifa Idris, Ambar Tri Ratnaningsih, Azwin Azwin
{"title":"Potensi Karbon di Desa Merangin, Cagar Alam Bukit Bungkuk Kabupaten Kampar","authors":"Aziza Latifa Idris, Ambar Tri Ratnaningsih, Azwin Azwin","doi":"10.31849/jurkim.v2i2.9694","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i2.9694","url":null,"abstract":"Hutan merupakan penyerap karbon terbesar di daratan yang memiliki peranan penting dalam siklus karbon global dan dapat menyimpan karbon lebih besar dibandingkan dengan tipe vegetasi lainnya. Hutan berperan penting dalam menjaga kestabilan iklim global karena kemampuannya menyerap CO2 melalui proses fotosistesis. Cagar Alam Bukit Bungkuk merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Riau. Cagar Alam ini berada di beberapa desa antaranya yaitu Desa Tanjung Alai, Desa Balung, Desa Bukit Melintang, Desa Pulau Terap dan Desa Merangin. Penelitian ini dilakukan di Desa Meragin, Cagar Alam Bukit Bungkuk Kabupaten Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi karbon yang tersimpan di Desa Merangin, Cagar Alam Bukit Bungkuk Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilakukan selama ± 2 bulan yaitu bulan Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan cara non-destructive dengan mengukur diameter tiang dan pohon dengan phiband. Teknik sampling yang digunakan adalah Systematic Sampling with Random Start dengan jumlah sampel plot sebanyak 25 plot. Pendugan potensi biomassa dengan menggunakan persamaan alometrik. Berdasarkan hasil penelitian diduga potensi biomassa yang ada di Desa Merangin adalah sebesar 94.124,95 ton, potensi karbon tersimpan sebesar 47.061,81 ton dan potensi serapan CO2 172.719,01 ton.","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116997662","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Potensi dan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu di Desa Merangin Kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk Riau","authors":"Eni Suhesti, Risky Rahmad Hidayat, E. Insusanty","doi":"10.31849/jurkim.v2i2.9732","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i2.9732","url":null,"abstract":"Abstact \u0000 \u0000 Non-timber forest products (NTFPs) are considered increasingly important after the productivity of wood from natural forests has decreased. One of the forest areas that has NTFPs that are important to know for its species and potential is the Bukit Bungkuk Nature Reserve, Riau Province. The existence of such data will greatly assist the area manager in managing the forest according to its objectives and functions. The purpose of this study was to identify and inventory the types of NTFPs found in Merangin Village, Bukit Bungkuk Nature Reserve, this study used the roaming method with systematic sampling with purposive start for flora, while fauna data collection used data and information about fauna potential from local residents. and make direct observations in the research path as well as when moving between lanes. The types of NTFPs found consisted of 14 species groups, namely: resin group 1 plant species, essential oil group 2 types, fatty oil group 1 species, starch group (carbohydrates) 1 species, group Fruits as many as 15 types, tannin group as many as 12 types, coloring group of 1 type, sap group of 3 types, group of medicinal plants as many as 14 type, group of ornamental plants as many as 4 types, group of rattan as many as 6 species plants, groups of bamboo as many as 2 types of plants, other groups as many as 3 types of plants, groups of game animals and animal products as many as 3 types. \u0000 \u0000Keywords: Bukit Humpback Nature Reserve, fauna, flora, NTFPs. \u0000 \u0000Abstrak \u0000 \u0000Saat ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) dianggap semakin penting setelah produktivitas kayu dari hutan alam semakin menurun. Salah satu Kawasan hutan yang memiliki HHBK yang penting untuk diketahui jenis dan potensinya adalah Cagar Alam Bukit Bungkuk Provinsi Riau. Keberadaan data tersebut akan sangat membantu pihak pengelola Kawasan dalam pengelolaan hutan sesuai tujuan dan fungsinya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi jenis HHBK yang terdapat di Desa Merangin Kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk, penelitian ini menggunakan metode jelajah dengan sistematik sampling with purposif start untuk flora, sedangkan pengambilan data fauna menggunakan data dan informasi tentang potensi fauna dari penduduk sekitar dan melakukan pengamatan secara langsung didalam jalur penelitian maupun saat perpindahan antar jalur. Jenis HHBK yang ditemukan di kawaan Desa Marangin Cagar Alam Bukit Bungku tediri dari 14 kelompok jenis yaitu: kelompok resin 1 jenis tumbuhan, kelompok minyak atsiri sebanyak 2 jenis tumbuhan, kelompok minyak lemak 1 jenis tumbuhan, kelompok pati (karbohidrat) 1 jenis tumbuhan, kelompok Buah-buahan sebanyak 15 jenis tumbuhan, kelompok tanin sebanyak 12 jenis tumbuhan, kelompok bahan pewarna 1 jenis tumbuhan, kelompok getah sebanyak 3 jenis tumbuhan, kelompok tumbuhan obat sebanyak 14 jenis tumbuhan, kelompok tanaman hias sebanyak 4 jenis tumbuhan, kelompok rotan sebanyak 6 jenis tumbuhan, kel","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"10a 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128184807","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kepadatan Satwa Mangsa Harimau Sumatera (Panthera tigris Sumatrae) di Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo","authors":"Muhammad Gery Kemal, Hadinoto Hadinoto, M. Ikhwan","doi":"10.31849/jurkim.v2i2.9695","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i2.9695","url":null,"abstract":"Harimau Sumatera merupakan subspesies harimau yang masih bertahan hidup di Indonesia. Salah satu komponen utama yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Harimau Sumatera adalah satwa mangsa. Populasi Harimau Sumatera saat ini mengalami penurunan dan keberadaannya sulit di temukan, hal ini disebabkan oleh kurangnya satwa mangsa akibat rusaknya habitat dan perburuan liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi satwa mangsa dan menghitung kelimpahan satwa mangsa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengamatan terkonsentrasi (consentration count) yaitu pengambilan data yang dilaksanakan terkonsentrasi pada suatu titik yang diduga sebagai tempat perjumpaan satwa tinggi dengan menggunakan kamera jebakan. Kamera jebakan dipasang di 5 lokasi, pada batang pohon dengan ketinggian rata-rata 40-45 cm di atas tanah, posisi kamera menghadap ke jalur pada jarak 3 meter dari pinggir jalur. Data yang diidentifikasi adalah tingkat perjumpaan, kepadatan dan keanekaragaman jenis satwa mangsa. Ditemukan 11 jenis satwa mangsa Harimau Sumatera pada Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Tingkat perjumpaan satwa mangsa 346,5 per100 hari, kepadatan 0,0512 individu/ha dan indeks keanekaragaman jenis nya 1,4. Satwa mangsa yang mempunyai kepadatan tinggi yaitu Babi hutan dan Beruk masing-masing dengan nilai 0,0237 individu/ha dan 0,0187individu/ha. \u0000 ","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"70 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127261366","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Nilai Pori Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dan Styrofoam sebagai bahan tambah pada Lapis Hot Rolled Sheet (HRS)","authors":"A. Saleh*, Fadrizal Lubis, Dapot Syaloom Harianja","doi":"10.31849/jurkim.v2i2.9747","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i2.9747","url":null,"abstract":"Penerapan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) merupakan konsep rehabilitasi struktur jalan, dengan mengoptimalkan penggunaan kembali material lama menjadi material perkerasan baru. Nilai pori merupakan persentase perbandingan rongga pada campuran perkerasan dimana nilai pori ini sebagai penentu dari tingkat kekedapan campuran pada perkerasan. Apabila nilai pori ini mengalami peningkatan besar, maka rongga dalam campuran semakin kurang kedap terhadap air dan udara sehingga campuran perkerasan lebih mudah mengalami oksidasi dan lebih mudah diresapi oleh air sehingga lapisan perkerasan akan cepat mengalami kerusakan. Pada penelitian ini menggunakan bahan dari Reclaimed Asphalt Pavement untuk lapisan Hot Rolled Sheet (HRS) dengan memanfaatkan bahan tambah berupa material limbah styrofoam. Styrofoam memiliki sifat yang sama dengan aspal yaitu thermoplastik yang menjadi salah satu alasan dijadikan bahan tambah. Dari hasil pengujian KAO dibuat dengan variasi nilai 6,2%; 6,7%; 7,2%; 7,7%; 8,2% dan didapat nilai kadar aspal optimum sebesar 7,24%. Dari kadar aspal optimum yang didapatkan dilanjutkan dengan menambahkan styrofoam sebagai bahan tambah yaitu sebesar 6%, 12%, 18% dan 24% terhadap berat aspal optimum. Dari hasil yang didapatkan seiring dengan besarnya persentase penambahan Styrofoam membuat nilai pori pada lapis perkerasan semakin menurun yaitu pada penambahan 6% nilai porinya sebesar 8,39%; pada penambahan 12% nilai porinya sebesar 7,37%; pada penambahan 18% nilai pori yang didapatkan sebesar 4,57% dan pada penambahan 24% nilai pori yang didapatkan sebesar 3,83%. Hal ini disebabkan karena rongga antar butiran masih cukup besar sehingga styrofoam yang ditambahkan masih cukup mudah untuk masuk kedalam rongga-rongga campuran dan campuran menjadi semakin rapat. Sehingga campuran perkerasan akan semakin kedap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan material Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) yang ditambah dengan styrofoam pada lapisan perkerasan Hot Rolled Sheet memiliki nilai pori semakin kecil sehingga campuran akan semakin kedap terhadap air dan udara.","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128962775","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efisiensi Perusahaan Pertambangan : Metode Stochastic Frontier Analysis","authors":"Beneditta Siburian, Rinayanti Rasyad, Jeni Wardi *","doi":"10.31849/jurkim.v2i2.8371","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i2.8371","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh profitabilitas, Likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan corporate social responbility (CSR). CSR diukur dengan menggunakan data dari Global Reporting Initiative (GRI). Profitabilitas diukur dengan menggunakan Return On Asset (ROA), Likuiditas diukur menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR), Leverage diukur menggunakan rasio hutang dan Ukuran Perusahaan adalah logaritma dari total aset. Metode pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 11 perusahaan. Kriteria yang digunakan adalah perusahaan pertambangan, menyediakan informasi mengenai pengungkapan CSR selama lima tahun berturut-turut, dan menggunakan rupiah sebagai unit mata uang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan kegiatan CSR sebesar 39,4%. Sedangkan sisanya sebesar 60,6% tidak dimasukakkan dalam penelitian ini","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"99 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127120324","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Sistem Monitoring Lingkungan Pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya Berbasis Singkatan dari Supervisory Control And Data Acquisition","authors":"Muzni Sahar, Gidion Tampubolon, A. Gunawan","doi":"10.31849/jurkim.v2i1.9208","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i1.9208","url":null,"abstract":"The large potential of solar energy in Indonesia is due to being on the equator and as a tropical country causing a very large emission of solar energy. Therefore, to optimize this renewable natural energy, solar panels are used as a tool that converts solar energy into electrical energy. In this study the system is carried out to produce optimal solar panel power and to determine the effect of the environment, namely light intensity and surface temperature of the solar cell on the output power of the solar panels. In this study, 3 units of 100 wp solar panels were used which were assembled in series using dual axis solar tracking using a photodiode sensor. Then added the voltage sensor, current sensor, and temperature sensor SHT 11 as environmental parameters. The results show that when using solar tracking it produces an increase in power of up to 10 - 11% increase compared to without using a solar tracking / control system. The greater the intensity of sunlight produced, the greater the output power of the solar panels produced. At the largest solar panel voltage temperature when the temperature is 36 ℃ with a voltage of 62.9 ℃ and when the temperature is high when 41.5 ℃ the resulting voltage is 58.5 V. The increase in temperature causes the voltage of the solar panels to decrease and the power generated by the solar panels decreases. \u0000 \u0000Abstrak \u0000Besarnya potensi energi matahari di Indonesia yang dikarenakan berada di garis khatulistiwa dan sebagai negara tropis menyebabkan pancaran energi matahari sangat besar.Oleh karena itu untuk mengoptimalkan energi alam yang terbarukan ini dipakailah panel surya sebagai alat dapat yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik.Pada penelitian ini dilakukan sistem untuk menghasilkan daya panel surya yang optimal dan mengetahui pengaruh lingkungan yaitu intensitas cahaya dan suhu permukaan solar cell terhadap daya keluaran panel surya. Pada penelitian ini digunakan panel surya 100 wp sebanyak 3 buah yang dirangkai secara seri dengan menggunakan solar tracking dual axis menggunakan sensor photodioda.Lalu ditambah sensor tegangan ,sensor arus,serta sensor suhu SHT 11 sebagai parameter lingkungan..Dari data yang didapat menunukkan bahwa pada saat menggunakan solar tracking menghasilkan peningkatan daya hingga 10 – 11 % kenaikkan dibanding tanpa menggunakan solar tracking/sistem kendali.Semakin besar intensitas cahaya matahari yang dihasilkan maka semakian besar daya output panel surya yang dihasilkan.Pada temperature tegangan panel surya terbesar ketika suhu 36℃ dengan tegangan 62,9℃ dan saat temperature tinggi ketika 41,5℃ dihasilkan tegangan 58,5 V. Kenaikan suhu mengakibatkan tegangan panel surya mengalami penurunan dan daya yang dihasilkan oleh panel surya menurun.","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"140 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115174041","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Devia Kartika, Rima Liana Gema, Rudi Nanda Pratama
{"title":"Pemberian Modal Usaha Mikro pada PNM Mekaar Dengan Fuzzy Inference System Metode Mamdani dan Tsukamoto","authors":"Devia Kartika, Rima Liana Gema, Rudi Nanda Pratama","doi":"10.31849/jurkim.v2i1.9080","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i1.9080","url":null,"abstract":"Salah satu metode untuk menganalisa sistem yang mengandung ketidakpastian adalah dengan Logika fuzzy. Pada penelitian ini digunakan fuzzy inference system metode tsukamoto dan Mamdani dalam pemberian modal usaha mikro pada PNM Mekaar yang mana data yang diperoleh yaitu penentuan calon nasabah mempunyai kriteria-kriteria yang harus dipertimbangkan. Hasil dari penelitian ini adalah terbangunnya sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu para karyawan PNM Mekaar Cabang Bungus dalam memberikan modal usaha mikro terhadap nasabah berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan secara baik dan cepat. \u0000Abstract \u0000 \u0000One method to analyze systems that contain uncertainty is fuzzy logic. In this study, the Tsukamoto and Mamdani method of fuzzy inference system was used in providing micro-enterprise capital at PNM Mekaar, where the data obtained was that the determination of prospective customers had criteria that must be considered. The result of this research is the establishment of a decision support system that can assist the employees of PNM Mekaar Bungus Branch in providing micro business capital to customers based on well and quickly determined criteria. \u0000 ","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129455716","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kualitas Briket Arang Serbuk Gergajian dengan Perekat Tepung Tapioka dan Sagu","authors":"A. -, Ambar Tri Ratnaningsih, Hadinoto","doi":"10.31849/jurkim.v2i1.9192","DOIUrl":"https://doi.org/10.31849/jurkim.v2i1.9192","url":null,"abstract":"Ketersedian energi yang berasal dari fosil semakin hari semakin menurun. Perlu upaya memanfaatkan energi alternatif untuk menggantikan energi dari Fosil. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah kayu menjadi bioenergi dengan briket. Kualitas briket ditentukan oleh bahan baku, jenis perekat dan konsentrasi perekat. Penelitian bertujuan 1) Mengetahui karakteristik briket yang dihasilkan dari limbah serbuk kayu, 2) Menentukan komposisi perekat yang paling tepat agar dihasilkan briket yang memiliki kualitas terbaik. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Primer diperoleh dengan melakukan eksperimen di laboratorium membuat briket dari limbah serbuk gergajian kayu, menggunakan perekat tapioka dan tepung sagu untuk melakukan pengujian terhadap kualitas briket. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kadar air briket terbaik sesuai SNI No.01-6235-2000 pada komposisi perekat yaitu 2% yaitu 3.30%.Zat menguap briket terbaik pada komposisi perekat tepung tapioka adalah 6% yaitu 21,12%, dan zat menguap briket terbaikpada komposisi tepung sagu adalah 4% yaitu 22,92%. Kadar abu terendah pada komposisi perekat tepung tapioka adalah 10% yaitu 16,66%, dan kadar abu terendah terendah dengan perekat tepung sagu adalah 4% yaitu 21,89%. Kadar Karbon Terikat tertinggi pada komposisi perekat tepung tapioka adalah 2% yaitu 57,19 %, dan kadar karbon terikat terendah dengan perekat tepung sagu adalah 4% yaitu 5.90 %. Nilai Kalor nilai tertinggi Nilai kalor dengan perekat tepung tapioka adalah 4% yaitu 7,32%, nilai tertinggi pada perekat tepung sagu adalah 8% yaitu 7,55% sedangkan komposisi perekat yang tepat untuk menghasilkan briket arang adalah tapioka 4%.","PeriodicalId":241508,"journal":{"name":"Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM)","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126737801","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}