{"title":"PENERAPAN PENGAJARAN DOGMATIK DI GEREJA LOKAL UNTUK PENGUATAN IMAN JEMAAT","authors":"Jonidius Illu, M. Tambun, Eliyunus Gulo","doi":"10.47457/phr.v6i1.368","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.368","url":null,"abstract":"Masalah utama dari penulisan artikel ini yaitu pertama, munculnya dogma di Gereja lokal yang bertentangan atau menyimpang dari Alkitab; kedua, pengajaran dogmatik di Gereja lokal tidak menjadi penekanan yang mendasar karena dianggap sulit dan tidak praktis, tidak menyenangkan untuk dibahas, dan para pelayan di Gereja lokal tidak memahami dan mendalami dogmatika. Penulis ingin menjelaskan tentang penerapan dogmatika di Gereja lokal untuk penguatan iman jemaat agar jemaat tidak disesatkan dengan dogma lain atau agar iman jemaat dapat dikuatkan oleh karena cara pandang yang sesuai dengan Alkitab. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jadi dapat disimpulkan bahwa perlu ada dogmatika agar Gereja lokal tidak terpengaruh dengan dogma yang tidak sesuai dengan Alkitab. Dogma ini berguna untuk keteguhan iman jemaat di Gereja lokal agar iman jemaat semakin teguh dan dapat menjadi saksi.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"139 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133537657","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PRINSIP PEMIMPIN KRISTEN","authors":"Philipus Yowei, Sutikto Sutikto, Daud Manno","doi":"10.47457/phr.v6i1.373","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.373","url":null,"abstract":"Spiritual leaders play a very important role in the development and growth of the church. They are not only responsible for leading and teaching the congregation, but must also be concerned for the spiritual and emotional well-being of its members. Being competent is not an easy job. A spiritual leader in the context of the New Testament can be seen from the lives of Jesus' disciples. They were also competent pastors who had the leadership skills and qualities required of the day. They lead the congregation and guide according to the purpose that God calls leaders in every context.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125061572","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"SIKAP HKBP TERHADAP OKULTISME DAN EKSORSISME DALAM MASYARAKAT BATAK TOBA: KAJIAN ATAS PRAKTIK OKULTISME DI HKBP NAULI DANOHORBO","authors":"Jhon Ferdinand Sihombing, A. P. Sitanggang","doi":"10.47457/phr.v6i1.294","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.294","url":null,"abstract":"Perjumpaan Gereja dengan budaya memungkinkan terjadinya penerimaan atau penolakan gereja terhadap budaya. Gereja HKBP salah satu gereja kesukuan di Indonesia yang menerima dan menjaga tradisi Batak Toba. Penerimaan Gereja HKBP terhadap budaya telah disertai dengan larangan dan pengajaran yang tertuang dalam buku Konfessi dan Ruhut Parmahanion Paminsangon (RPP), namun masih ada jemaat yang melaksanakan praktik okultisme. Tulisan ini bertujuan mempercakapkan sikap Gereja HKBP saat ini dan di waktu yang akan datang terhadap praktik okultisme dan eksorsisme dalam masyarakat Batak Toba. Penulis akan menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan, yaitu upaya kontekstualisasi berbasis teori Stephen B. Bevans khususnya model sintesis dan berdasarkan pandangan Richard Niebuhr tentang Kristus dan Kebudayaan, Edgar H. Schein tentang struktur kebudayaan dan Martin Luther tentang Eksorsisme. Kajian ini menemukan bahwa tradisi Batak Toba mengandung nilai positif dan juga nilai negatif, oleh karena itu kajian ini menawarkan bahwa Gereja perlu melakukan kajian ulang terhadap budaya sehingga ditemukan tradisi yang benar, dan Gereja harus ambil bagian dalam praktik Eksorsisme.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126392989","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMAKNAAN DAN IMPLEMENTASI BAHASA LIDAH DARI PERSPEKTIF MAHASISWA TEOLOGI SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL INDONESIA","authors":"Allen Jordi Ibrani, Gidion Hery Susanto","doi":"10.47457/phr.v6i1.366","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.366","url":null,"abstract":"Istilah Bahasa Lidah berawal dari peristiwa Pentakosta. Sekalipun terdapat perbedaan konteks dan konsep Bahasa Lidah dalam Kisah Para Rasul 2:1-13 dengan 1 Korintus 12-14, tidak dapat disangkal bahwa sejatinya, keduanya merupakan peristiwa dari kuasa Roh Kudus yang secara terminologi menurut Lukas maupun Paulus menggunakan kata Bahasa Lidah. Permasalahan Bahasa Lidah dewasa ini sering merujuk pada 1 Korintus 12-14, yang mana fenomena tersebut banyak dipandang sebagai hal yang abnormal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kesesuaian antara pemahaman Bahasa Lidah dengan implementasi Bahasa Lidah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dan analisis teks dengan pendekatan eksegesis. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah 6 (enam) orang mahasiswa Pascasarjana dari Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia, yang mana pengumpulan data dilakukan dengan memakai data primer dengan melakukan wawancara mendalam. Sedangkan analisis data terdiri atas reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Melalui penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa pemaknaan Bahasa Lidah adalah karunia dari Tuhan untuk menjalankan tugas dan fungsi bagi tubuh Kristus, implementasi Bahasa Lidah dalam ibadah masih dilakukan tetapi bukan sudah kewajiban, dan Bahasa Lidah masih relevan dan bermanfaat dalam kehidupan berjemaat.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116252854","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Martinus Hartono Sodikdiana, Y. Hermanto, Christopher Santoso
{"title":"PERAN GEREJA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI UNTUK BERIBADAH SECARA TATAP MUKA PASCA PANDEMI COVID","authors":"Martinus Hartono Sodikdiana, Y. Hermanto, Christopher Santoso","doi":"10.47457/phr.v6i1.331","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.331","url":null,"abstract":"Setelah dua tahun pandemi dimana kegiatan beribadah tidak dapat dilakukan dan dibatasi, pemerintah mulai melonggarkan aturan beribadah, gereja memulai kembali beraktifitas dan mengadakan ibadah tatap muka. Walaupun sebagian jemaat mulai antusias datang beribadah tatap muka, sebagian jemaat yang tetap memilih beribadah daring. Dalam masa ibadah hybrid dimana ibadah on line masih dilaksanakan bersamaan ibadah tatap muka, gereja mencari berbagai cara kembali mengajak seluruh jemaat kembali hadir dalam ibadah. Berdasarkan pengamatan dan wawancara secara langsung dengan gembala dan jemaat yang telah hadir didapati berbagai faktor yang dapat menjadi pendorong untuk jemaat rindu untuk hadir dalam kegiatan tatap muka, gereja juga menggunakan berbagai cara yang kreatif untuk memancing keinginan jemaat yang belum hadir dapat merasakan dan mengingat kembali kenikmatan beribadah secara langsung. Usaha untuk menarik jemaat untuk kembali hadir berkat peran perhatian gembala kepada jemaat dan berbagai faktor pendukungnya membuahkan hasil dengan kembali hadirnya hampir seluruh jemaat untuk beribadah tatap muka.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"148 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122279355","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IMPLEMENTASI AJARAN KASIH DALAM MEWUJUDKAN SILA PERSATUAN INDONESIA DI TENGAH-TENGAH KEMAJEMUKAN","authors":"Efesus Suratman, Sadrakh Sugiono","doi":"10.47457/phr.v6i1.302","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.302","url":null,"abstract":"Indonesia merupakan Negara yang beraneka ragam suku, ras, budaya dan agama. Keberagaman sering memicu terjadinya konflik salah satunya adalah agama. Banyaknya konflik agama memperlihatkan ketidaksesuaian antara ajaran kasih dengan fakta yang ada. Konflik antar agama yang terjadi memerlukan perwujudan Sila Persatuan Indonesia dengan landasan kasih. Perwujudan sila Persatuan Indonesia ada keterkaitannya dengan sila-sila yang dan itu merupakan wujud nyata dari ajaran kasih yang agama-agama ajarkan, sehingga konflik dapat dicegah serta tidak terulang kembali. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif, serta pendekatan yang digunakan yaitu studi literatur dalam memaparkan ajaran kasih serta sila Persatuan Indonesia. Tujuan dari peneliti ini adalah supaya konflik yang mengatasnamakan agama yang sangat merugikan bagi kesatuan Indonesia dapat terselesaikan dan dapat menjadi suatu tindakan preventif sebelum konflik itu terjadi. Temuan dalam penelitian yaitu Perwujudan sila Persatuan Indonesia ada keterkaitannya dengan sila-sila yang dan itu merupakan wujud nyata dari ajaran kasih yang agama-agama ajarkan, sehingga konflik dapat dicegah serta tidak terulang kembali. Bangsa Indonesia dapat mewujudkan kembali marwah dan nilai-nilai kesatuan dan persatuan para pendiri bangsa ini.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121582102","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal Teologi, D. Miši, Sharleen Setyono, Jeanette Josephine Mintardjo, Christiani, Pratika Pingkan, Universitas Kristen, Duta Wacana
{"title":"PERSEKUTUAN DEWASA MUDA KONTEKSTUAL YANG PEDULI ISU KESEHATAN MENTAL DI GEREJA KRISTEN INDONESIA (GKI) BROMO","authors":"Jurnal Teologi, D. Miši, Sharleen Setyono, Jeanette Josephine Mintardjo, Christiani, Pratika Pingkan, Universitas Kristen, Duta Wacana","doi":"10.47457/phr.v6i1.371","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.371","url":null,"abstract":"Salah satu tugas panggilan gereja adalah koinonia atau persekutuan umat percaya. Persekutuan yang baik harus melihat manusia sebagai pribadi yang holistik yang mempunyai 4 aspek utama: fisik, mental, sosial dan spiritual. Penelitian ini mencoba untuk melihat fenomena kesehatan mental (Quarter Life Crisis) yang dialami oleh jemaat dewasa muda GKI Bromo. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Dengan melakukan penelitian lapangan menggunakan metode community-based action research (CBAR), ditemukan bahwa dewasa muda GKI Bromo bergumul dengan persoalan kesehatan mental dan dalam rangka pembangunan jemaat maka perlu untuk mendesain persekutuan yang juga melibatkan aspek mental manusia. Persekutuan yang dimaksud tidak hanya mementingkan aspek ritual tetapi persekutuan yang reflektif dan mengakomodir pengalaman jemaat secara jujur. Aksi tindak lanjut yang dibutuhkan berdasarkan temuan penelitian ini adalah GKI Bromo perlu menciptakan forum yang memfasilitasi peer support group jemaat dewasa muda yang kontekstual.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117101367","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA TUAN DAN HAMBA DALAM DUNIA KERJA BERDASARKAN KOLOSE 3:22-4:1","authors":"P. Siagian, Malik Malik","doi":"10.47457/phr.v6i1.311","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.311","url":null,"abstract":"Di Indonesia, hubungan pekerja dan pemberi kerja diatur dalam suatu aturan legal yang bertujuan untuk menjamin keseimbangan kepentingan dan keadilan. Namun pada kenyataannya banyak terjadi perselisihan antara pekerja dan pemberi kerja yang diakibatkan oleh ketimpangan kepentingan dan ketidakadilan. Diperlukan relasi yang lebih tepat untuk menjamin keadilan dan pada saat yang sama mampu mendorong pekerja dan pemberi kerja untuk memberikan yang terbaik di dalam relasi mereka. Tulisan ini berusaha untuk memberikan alternatif relasi pekerja dan pemberi kerja yang bertujuan untuk memastikan keadilan dan memberikan yang terbaik bagi pekerja dan pemberi kerja yang berangkat dari semangat melayani dan berpusat pada Kristus. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menawarakan model relasi pelayan yang didapatkan melalui penggalian Kolose 3:22–4:1 dengan metode eksegesis. Tulisan ini menyimpulkan bahwa relasi pelayan adalah suatu relasi antara pekerja dan pemberi kerja yang berpusat pada Kristus, dengan motif saling melayani yang didasarkan atas nilai-nilai yang diberikan oleh Kolose 3:22–4:1. Kesadaran ini tentu saja akan mendorong pekerja dan pemberi kerja memberikan yang terbaik.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130246595","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KEMAJEMUKAN GEREJA DALAM BINGKAI PROMISSIO YANG MEMAKNAI MISSIO DAN COMPROMISSIO","authors":"C. Wibowo","doi":"10.47457/phr.v6i1.356","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.356","url":null,"abstract":"Gereja adalah sebuah visible fellowship dari orang yang datang dari perbedaan dan kemajemukan secara bersama di dalam nama Yesus. Inilah yang disebut gereja yang sesungguhnya. Percaya di dalam gereja berarti percaya kepada janji Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa ketika dua tiga orang berkumpul di dalam namaNya, di situlah Ia akan ada di tengah-tengah mereka (Mat. 18:20). Percaya kepada gereja adalah percaya bahwa gereja adalah sebuah “sign” dan “foretaste” dari persekutuan antara manusia dengan Allah dari kerajaanNya yang akan datang. Pandangan gereja ini mengimplikasikan bahwa gereja mempunyai ciri khas tentang kehadiran Yesus dan takdir dari eskatologi, sebagai yang menantikan kerajaan yang akan datang, gereja tetap menjadi bagian dari dunia ini dan ditandai dengan dosa, ketidakpercayaan, dan perpecahan. Untuk pendekatan terstruktur, penulis akan menggunakan penelitian kualitatif untuk menggambarkan situasi dan fenomena kemajemukan gereja dewasa ini yang menyiratkan permasalahan dan ketegangan terselubung antar denominasi di dalam keberagaman. Saya juga akan menggunakan metode deskriptif, korelasional, dan eksploratif. Artikel ini ditutup dengan gereja harus bersatu, dan memahami bahwa ia tidak bisa sendiri tanpa bersama dengan gereja lain tetapi gereja perlu berkompromi dalam menjalankan misi di atas dasar janji Allah.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129010504","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Stefanus Krisna Bayu Sulistyo, Rian Antony, C. B. Mulyatno
{"title":"ANALISIS TERANG AMORIS LAETITIA DAN ECCLESIA DOMESTICA PADA KONTEN YOUTUBE DESAHAN FOKUS MINOMARTANI","authors":"Stefanus Krisna Bayu Sulistyo, Rian Antony, C. B. Mulyatno","doi":"10.47457/phr.v6i1.318","DOIUrl":"https://doi.org/10.47457/phr.v6i1.318","url":null,"abstract":"Pesatnya perkembangan teknologi membawa perubahan pada kehangatan dan keintiman antar anggota keluarga. Teknologi berhasil membuat setiap orang sibuk dengan gadget dan kenyamanannya dalam berselancar di media maya. Keadaan ini berakibat pada renggangnya kehangatan di tengah keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini mempunyai tujuan hendak mengeksplorasi Konten Youtube DESAHAN Paroki Minomartani sebagai upaya untuk pewartaan iman dalam terang Amoris Laetitia dan Ecclesia Domestica. Pewartaan ini juga sebagai upaya agar keluarga kristiani semakin menghayati kehangatan dalam keluarga di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Subjek Penelitian adalah konten DESAHAN di Fokus Minomartani yang berbicara tentang keluarga. Penulis akan menggunakkan kerangka teori pemikiran Paus Fransiskus dalam dokumen Amoris Laetitia dan Salam Rasul Paulus kepada Priska dan Akwila yang disebut dengan Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga). Penelitian menghasilkan data yakni konten tentang keluarga selalu diwartakan tiap bulan. Renungan tentang keluarga berisi poin-poin yang relevan dan sebagai usaha untuk membantu keluarga agar tetap setia dengan janji perkawinan.","PeriodicalId":240867,"journal":{"name":"Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133767151","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}