{"title":"Perancangan Antena Super J-Pole 146 MHz Band Radio Amatir","authors":"Sri Marini, M. A. Bakri, Dewangga Wicaksono","doi":"10.22441/incomtech.v10i3.8866","DOIUrl":"https://doi.org/10.22441/incomtech.v10i3.8866","url":null,"abstract":"Komunikasi radio merupakan komunikasi yang banyak manfaatnya dan sampai saat ini masih tetap digunakan dalam berbagai kondisi. Komunikasi dengan menggunakan transceiver rig maupun Handy Talky (HT), memiliki kelebihan dapat berkomunikasi tanpa mengenal batasan medan. Untuk kebutuhan komunikasi yang berpindah-pindah, antena harus mudah dalam bongkar pasang, sehingga mendukung komunikasi radio tersebut. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan Antena Super J-Pole dengan penambahan variasi elemen setengah gelombang dan stub seperempat gelombang. Antena Super J-Pole bepola radiasi omnidirectional, tidak memerlukan groundplane, desain yang sederhana, memiliki jangkauan yang jauh dan dapat diterapkan untuk bermacam-macam perangkat radio komunikasi. Perancangan Antena menggunakan aplikasi Software CST StudioSuite 2018 serta material pipa aluminium dengan proses penyambungan overlap sehingga mudah untuk bongkar pasang, Antena bekerja pada band frekuensi VHFdi 144 MHz-148 MHz, dengan frekuensi center 146 MHZ menghasilkan bandwidth sebesar 10,96%. Antena ini memiliki nilai S-parameter -23,13 dB, VSWR 1,15 dan Gain 4,239 dB serta pola radiasi omnidirectional dengan jangkauan komunikasi sejauh 3,1 km.","PeriodicalId":238337,"journal":{"name":"Jurnal Telekomunikasi dan Komputer","volume":"62 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114185426","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Regina Lionnie, Mochamad Miftakhul Huda, M. Alaydrus
{"title":"Illumination Invariant Face Recognition","authors":"Regina Lionnie, Mochamad Miftakhul Huda, M. Alaydrus","doi":"10.22441/incomtech.v10i3.8466","DOIUrl":"https://doi.org/10.22441/incomtech.v10i3.8466","url":null,"abstract":"Face recognition adalah bidang penelitian yang selalu menjadi topik penelitian dengan peminatan yang sangat besar. Berbagai potensial pengembangan aplikasi, dari sistem keamanan individu hingga untuk sistem control dan sistem surveillance. Algoritma pengenalan wajah telah diusulkan oleh banyak peneliti. Metode pengenalan wajah dengan performa yang baik seperti eigenfaces, fisherfaces, jaringan saraf tiruan, elastic bunch graph matching, laplacian faces, dan lainnya. Performa dari algoritma ini awalnya diuji pada gambar wajah yang dikumpulkan di bawah lingkungan kontrol yang baik pada kondisi studio dan pencahayaan yang diatur, dan karenanya, sebagian besar mengalami kesulitan dalam mengatasi gambar alami, yang dapat ditangkap di bawah kondisi pencahayaan, pose, dan ekspresi wajah yang sangat bervariasi. Situasi menjadi lebih menantang ketika kombinasi variasi ini harus ditangani secara bersamaan. Kondisi pencahayaan berbeda menimbulkan hambatan vital dalam sistem pengenalan karena mereka sangat mempengaruhi penampilan gambar wajah dan meningkatkan variasi antar kelas. Pada penelitian ini, telah dibangun sistem pengenalan wajah menggunakan Local Binary Pattern (LBP) dengan total gambar pada basis data sebanyak 400 gambar yang diambil dari 25 kelas/responden. Menggunakan 2-fold cross validation dan jarak Euclidean, presisi tertinggi yang diraih system adalah sebesar 87,98% dengan variasi ekualisasi histogram tanpa menggunakan LBP.","PeriodicalId":238337,"journal":{"name":"Jurnal Telekomunikasi dan Komputer","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130675996","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
T. Effendi, T. Asmita, Mirna Adelia, Nurul Fadillah
{"title":"Sistem Deteksi Kualitas Gula Aren Berbasis Warna Menggunakan Algoritma Fuzzy C-Means Clustering","authors":"T. Effendi, T. Asmita, Mirna Adelia, Nurul Fadillah","doi":"10.22441/incomtech.v10i2.8214","DOIUrl":"https://doi.org/10.22441/incomtech.v10i2.8214","url":null,"abstract":"Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini memungkinkan untuk mengembangkaan deteksi dan pengenalan objek pada citra. Melalui bentuk, warna dan tekstur objek yang setiap objek memiliki perbedaan, pengenalan tersebut dapat terjadi. Sebagai contoh, warna buah cokelat muda dengan buah cokelat tua, bentuk angka 0 dan angka 1, dan tekstur cangkang kulit telur dengan kulit pepaya juga berbeda. Namun, bukan sebuah hal yang mudah untuk mendeteksi dan menentukan kualitas sebuah objek berdasarkan berbagai pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan salah satu algoritma, yaitu Fuzzy C-Means Clustering (FCM) untuk sistem deteksi kualitas berbasis warna untuk objek gula aren. Parameter yang digunakan dalam mendeteksi penentuan warna gula aren dengan membagi cluster gula aren menjadi dua, yaitu gula aren yang bagus dan tidak bagus. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa proses deteksi dan clustering berjalan secara baik dan memiliki akurasi yang tinggi.","PeriodicalId":238337,"journal":{"name":"Jurnal Telekomunikasi dan Komputer","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-08-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123141938","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Informasi pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE)","authors":"Wawan Hermawan","doi":"10.22441/incomtech.v9i2.6474","DOIUrl":"https://doi.org/10.22441/incomtech.v9i2.6474","url":null,"abstract":"Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merupakan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) untuk instansi pemerintah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT dikategorikan sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik yang termasuk dalam Penyelenggara Sistem Elektronik strategis dan tinggi sehingga diwajibkan untuk memiliki sistem manajemen keamanan informasi. Dalam penelitian ini, untuk mendukung Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT memiliki sistem manajemen keamanan informasi maka dilakukan perancangan manajemen risiko keamanan informasi. Rancangan manajemen risiko pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT menggunakan framework ISO/IEC 27005 seperti penentuan konteks, kriteria dasar pengelolaan risiko, penentuan ruang lingkup, penilaian risiko, penanganan dan penerimaan risiko itu sendiri, aset utama dan aset pendukung pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT semua dilakukan penilaian risikonya dan untuk menghitung nilai risiko menggunakan NIST SP 800-30. Kemudian pada tahapan penanganan risiko menggunakan ISO/IEC 27002. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat 51 skenario risiko yang dilakukan pengurangan risiko (reduction) dan 10 skenario risiko yang dilakukan penerimaan risiko (accept) dengan mengaplikasikan kontrol yang direkomendasikan berdasarkan kepada ISO/IEC 27002.","PeriodicalId":238337,"journal":{"name":"Jurnal Telekomunikasi dan Komputer","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115663207","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Monitoring Sistem Infus Medis Berdasarkan ZigBee Wireless Sensor Network (WSN)","authors":"Hayadi Hamuda","doi":"10.22441/incomtech.v9i2.6470","DOIUrl":"https://doi.org/10.22441/incomtech.v9i2.6470","url":null,"abstract":"Infus sangat banyak kegunaan dibidang kesehatan salah satu yaitu untuk menambah cairan pada pasien terutama pada pasien yang tidak dapat mengkonsumsi makan secara langsung. Oleh sebab itu pergantian infus pada pasien tidak bisa terlambat karena keterlambatan pergantian infus sangat fatal bagi pasien yang sedang dirawat. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu dibuat satu alat yang dapat memantau pemakaian infus untuk menghindari keterlambatan, dengan cara menampilkan seberapa besar sisa cairan yang terdapat pada infus yang sedang terpasang pada seseorang pasien. untuk mendeteksi tetesan cairan infus digunakan sensor photodiode, sensor infrared dan kemudian hasil pembacaan sensor tersebut dikirimkan ke ZigBee wireless sensor network (WSN) dan melihat langsung ke monitor LCD 2x16, yang memiliki fitur sangat baik sebagai berikut: Ini mengadopsi kinerja tinggi rasio harga chip yang RS232-USB terminal pra, diintegrasikan ke dalam papan sirkuit, mengambil banyak ruang. Sistem memiliki manfaat daya rendah dan gangguan anti kuat, dapat bekerja tanpa persyaratan khusus di lingkungan rumah sakit teknologi ZigBee telah digunakan untuk mencapai kontrol realtime dari beberapa titik infus, pembangunan jaringan nyaman. Sistem ini memiliki presisi kontrol yang baik dan dapat menyesuaikan parameter infus.","PeriodicalId":238337,"journal":{"name":"Jurnal Telekomunikasi dan Komputer","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115223718","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Implementation of Digital Signature Using a SWOT Analysis to Improve Information Security","authors":"Nanda Irya, Denny Setiawan","doi":"10.22441/incomtech.v9i2.6473","DOIUrl":"https://doi.org/10.22441/incomtech.v9i2.6473","url":null,"abstract":"At present in the digitalization era, online transactions continue to grow as well as digital signatures are becoming known to the public. Renewal of research and improvements continues to be made to improve the implementation of digital signatures in Indonesia. There needs to be research to find out the differences between the providers of electronic certificates that are developing in Indonesia. Digital signatures are expected to be able to simplify the administrative process and be implemented properly at Perum LKBN Antara. The application of digital signatures is protected by Ministerial Regulation No. 11 of 2018 and Government Regulation No. 82 of 2012 concerning the implementation of systems and electronic transactions (PSTE). In this study using the SWOT analysis (Standard, Weakness, Opportunities, Threat) as a problem solving method. There are 4 criteria assessed, namely the ease, security, work system and speed of the system category. In-depth discussion using the privyID application system. The application of using privyID is classified as good at Perum LKBN Antara.","PeriodicalId":238337,"journal":{"name":"Jurnal Telekomunikasi dan Komputer","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115936803","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Feasibility Analysis of the Application of Project Loon as an Equitable Effort for Communication Infrastructure Development in Indonesia","authors":"S. Budiyanto, Muhammad Jamil, Fajar Rahayu","doi":"10.22441/incomtech.v9i2.6469","DOIUrl":"https://doi.org/10.22441/incomtech.v9i2.6469","url":null,"abstract":"In Indonesia, 72.41% of urban residents can surf in cyberspace. Meanwhile, in rural-urban areas or areas between villages and cities, only 49.5% are connected to the internet. While in rural or rural areas only 48.3% are connected to the internet. By region, the composition of the largest internet users is on Java, which is 58.1%. After that in Sumatra with composition of 19% and Kalimantan 8%. While the other regions, namely Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, and Maluku-Papua, the composition is 6.7%, 5.6%, and 2.5% respectively. To overcome this problem, several efforts have been made to equalize internet access in Indonesia, and one of the efforts offered by Google companies is (Project Loon) which is a communication technology based on Hight Altitude Platform (HAPs). Based on this, it is necessary to analyze the feasibility of the Project Loon so that there is no overlap and regulatory errors in its implementation. In conducting a feasibility analysis, the Regulatory Impact Analysis (RIA) method is used to measure the feasibility of Project Loons in terms of frequency management by observing the potential frequencies available in Indonesia and the regulations currently available. So that it can be obtained a conclusion that the Project Loon allows it to be applied in Indonesia, but it requires regulations that regulate it mainly in terms of frequency.","PeriodicalId":238337,"journal":{"name":"Jurnal Telekomunikasi dan Komputer","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129869302","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Penerapan Firewall Nftables Sebagai Sistem Keamanan Server Pada Mesin Virtualisasi","authors":"M. Purwoko, Hamzah Hilal","doi":"10.22441/incomtech.v9i1.5676","DOIUrl":"https://doi.org/10.22441/incomtech.v9i1.5676","url":null,"abstract":"Teknologi virtualisasi telah mengubah arah revolusi industri komputer dengan cara penurunan biaya-biaya modal, biaya operasional, ketersediaan layanan yang lebih tinggi dan mekanisme perlindungan data. Begitupun di Balai Teknologi Polimer yang menerapkan server-servernya di dalam mesin virtualisasi, pada penelitian ini dilakukan analisa dan penerapan firewall dengan menggunakan nftables pada mesin virtualisasi. Nftables adalah firewall generasi baru di sistem operasi linux yang siap menggantikan iptables sebagai firewall. Penelitian ini menguji kinerja firewall nftables terhadap serangan DDoS ( Distribution Denial of Service). Pengambilan data pengujian DDoS dilakukan sebanyak 30 kali dengan tools yang ada di linux, yaitu htping3 dan wireshark. Skenario 1 tanpa gangguan DDoS diambil data sebanyak 10 kali, skenario 2 dengan DDoS gangguan ke server sebanyak 32000 byte dengan 3 komputer sebanyak 10 kali. Dan terakhir skenario 3 dengan gangguan DDoS sebanyak 65000 byte dengan 6 komputer sebanyak 10 kali juga. Hasil penelitian menunjukan saat tidak ada serangan DDoS server berjalan baik dengan troughput yang besar dan pemakaian sumber daya CPU (%) yang kecil. Namun setelah dilakukan serangan DDoS terjadi penurunan nilai troughput dan pemakaian CPU yang besar. Semakin besar jumlah serangan maka semakin menurunkan nilai troughput dan makin membesarnya pemakaian sumber daya CPU dari server firewall.","PeriodicalId":238337,"journal":{"name":"Jurnal Telekomunikasi dan Komputer","volume":"196 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128621998","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}