{"title":"PENDAMPINGAN IBU HAMIL DALAM PERSIAPAN PERSALINAN PADA MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Mitra Asriani Amin, Asmiratih","doi":"10.37362/jap.v2i2.726","DOIUrl":"https://doi.org/10.37362/jap.v2i2.726","url":null,"abstract":"Prioritas Kementerian Kesehatan RI menjadi standar bagi seluruh Provinsi untuk merumuskan program dan kegiatan, dimana arah kebijakan RPJMN 2020-2024 adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan menuju Cakupan Kesehatan Semesta. akan tetapi masih ada beberapa kendala untuk mencapai target yg diinginkan. Salah satu dari kendala itu berupa pemenuhan akses dan mutu pelayanan kesehatan, kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan serta adanya beban ganda penyakit di masyarakat berupa meningkatnya angka kejadian penyakit infeksi disertai meningkatnya angka kejadian penyakit menular, bahkan saat ini kita sedang menghadapi Pandemi Global Covid-19 (Corona Virus Disease). Adanya pandemi Covid-19 ini juga menjadi kendala baru yang harus segera diberikan solusi. Solusi yang bisa diberikan dalam pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan pada ibu trimester III dalam persiapan persalinan pada masa pandemic covid-19. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi resiko tinggi yang mungkin dapat terjadi, serta persiapan persalinan baik secara fisik maupun mental. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu hamil mengenai pendidikan kesehatan yang telah diberikan serta meningkatnya keterampilan mahasiswa dan juga kader posyandu dalam memberikan pendampingan terhadap ibu hamil trimester III.","PeriodicalId":233454,"journal":{"name":"Jurnal ABDIMAS Panrita","volume":"114 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115324408","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"SKRINING ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN TANAHLEMO","authors":"Asdinar, Asnidar, A.Tenri Fajriani","doi":"10.37362/jap.v2i2.729","DOIUrl":"https://doi.org/10.37362/jap.v2i2.729","url":null,"abstract":"Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju ke masa dewasa. Pada masa itu remaja akan mengalami perubahan baik fisik, psikis dan kematangan fungsi seksual. Masa remaja (adolescence) merupakan periode transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang melibatkan perubahan-perubahan biologis, kogntif, dan sosio-emosional, faktor terpenting yang menyebabkan seseorang menjadi anemia, yaitu kehilangan darah karena perdarahan akut/kronis, pengerusakan sel darah merah, dan produksi sel darah merah yang tidak cukup. Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia, khususnya anemia defisiensi bezi. Kasus anemia sangat menonjol pada anak-anak sekolah terutama remaja putri. Remaja putri berisiko tinggi menderita anemia, karena pada masa ini terjadi peningkatan kebutuhan zat besi akibat adanya pertumbuhan dan menstruasi. Prevalensi anemia yang tinggi pada remaja jika tidak tertangani dengan baik akan berlanjut hingga dewasa dan berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu, bayi lahir prematur, dan bayi dengan berat lahir rendah. Skrining kejadian anemia dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium yakni pemeriksaan hematologi meliputi pemeriksaan darah rutin yakni kadar Haemoglobin (HGB), Eritrosit (RBC), Kadar Sel Darah Merah (HCT), Volume Sel Darah Merah (MCV), Kadar Hb dalam setiap sel Darah Merah (MCH) dan Kepadatan Molekul Hb Dalam Sel Darah Merah (MCHC) pada 25 remaja putri.","PeriodicalId":233454,"journal":{"name":"Jurnal ABDIMAS Panrita","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125365876","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Andi Suswani Makmur, AR Pratiwi Hasanuddin, A.Nurlaela Amin, Fatimah
{"title":"PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : PEMBUATAN KOPI JAHE CELUP DI DESA TAMAONA KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA","authors":"Andi Suswani Makmur, AR Pratiwi Hasanuddin, A.Nurlaela Amin, Fatimah","doi":"10.37362/jap.v2i2.732","DOIUrl":"https://doi.org/10.37362/jap.v2i2.732","url":null,"abstract":"Minuman kopi merupakan salah satu minuman yang terkenal karena citarasa khas yang ditimbulkan saat penyeduhan. Penambahan jahe pada kopi sangat bermanfaat disebabkan karena jahe dapat menghangatkan badan serta menambah nafsu makan. Selain itu jahe juga dapat memberikan efek yang psitif terhadap Kesehatan karena kan membangkitkan nafsu makan dan memperbaiki pencernaan. \u0000Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat dan cara pengolahan kopi jahe celup dalam kemasan tea bag sebagai minuman tradisional peningkat daya tahan tubuh. Kegiatan ini bekerjasama dengan dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tamaona Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Kopi jahe celup yang dihasilkan berasal dari kopi dan hasil pertanian masyarakat Desa Tamaona. Metode dalam pelaksanaan pengabdian melalui penyuluhan dan mengajarkan cara pembuatan kopi jahe celup dengan komposisi 20 mg kopi dan 20 mg jahe. \u0000Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani tentang manfaat kopi jahe khususnya untuk Kesehatan serta cara pembuatan kopi jahe celup yang bermanfaat bagi Kesehatan. \u0000Kata Kunci: Kopi Jahe Celup, minuman kesehatan","PeriodicalId":233454,"journal":{"name":"Jurnal ABDIMAS Panrita","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127327767","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMERIKSAAN PROTEIN URINE PADA IBU HAMIL DI DESA BALANG PESOANG KECAMATAN BULUKUMPA KABUPATEN BULUKUMBA","authors":"Asriyani Ridwan, Dzikra Arwie","doi":"10.37362/JAP.V2I1.558","DOIUrl":"https://doi.org/10.37362/JAP.V2I1.558","url":null,"abstract":"Kebutuhan protein ibu hamil lebih banyak semasa kehamilan dibandingkan dengan yang tidak hamil. Hal ini dikarenakan protein diperlukan untuk perkembangan badan ibu hamil dan janinnya. Protein urine adalah protein yang terdapat di dalam urine akibat dari penurunan fungsi ginjal.Protein yang larut dalam pemanasan akibat aktivitas yang berlebih dapat melewati glomelurus dan tubulus sehingga terbaca sebagai proteinuria. Tingginya kadar protein dalam urin ibu hamil dapat mengindikasikan terjadinya preeklamsia. Penyakit ini umumnya terjadi dalam trimester kedua kehamilan. Pemeriksaan protein urin dibutuhkan oleh ibu hamil bila dicurigai mengalami preeklampsi ringan atau berat, dari hasil pemeriksaan ini kita dapat memberikan asuhan kepada ibu hamil yang ditujukan untuk mencegah timbulnya masalah potensial yaitu terjadinya eklamsi. Penetapan kadar protein dalam urin biasanya dinyatakan berdasarkan timbulnya kekeruhan pada urin. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pada 22 ibu hamil di dapatkan hasil pemeriksaan protein urine dengan kadar Normal sebanyak 11 orang (50 %) dan kadar protein dalam jumlah kecil 0,15 mg/dl sebanyak 11 orang (50 %). Dampak dilakukannya pengabdian masyarakat yaitu Ibu Hamil di Desa Balang Pesoang menjadi tahu Kadar Protein Urine mereka sehingga bisa menjadi acuan saat dibutuhkannya informasi Mengenai Protein urine mereka sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya Preeklamsia.","PeriodicalId":233454,"journal":{"name":"Jurnal ABDIMAS Panrita","volume":"157 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124391106","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PELATIHAN SENAM KAKI MENGGUNAKAN KORAN TERHADAP PENDERITA DIABETES MELLITUS DI DESA TACCORONG KEC. GANTARANG KAB. BULUKUMBA","authors":"Asri, Andi Suswani","doi":"10.37362/jap.v2i1.737","DOIUrl":"https://doi.org/10.37362/jap.v2i1.737","url":null,"abstract":"Penanganan DM dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu farmakologis dan non farmakologis. Terapi farmakologis seperti pemberian injeksi insulin dan obat hiperglikemik oral (OHO). Sedangkan non farmakologis yaitu pengaturan diet,olahraga, merokok. Kebanyakan dari penderita DM lebih cenderung melakukan pengaturan diet dan mengkomsumsi obat-obatan. Namun pelaksanaan diet yang teratur belum menjamin akan terkontrolnya kadar gula darah, namun akan lebih baik jika dimbangi dengan latihan fisik yang sesuai. Latihan jasmani merupakan bagian dari penatalaksanaan DM, salah satu latihan yang dianjurkan yaitu senam kaki diabetes. Senam kaki merupakan salah satu latihan jasmani yang berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa pada diabetes tipe 2 dengan pengurasan glukosa akibat latihan.Tujuan dari pengabmas ini adalah untuk melakukan kegiatan pelatihan pada masyarakat yang mengalami Diabetes Mellitus. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan/ pemberian materi tentang Diabetes Mellitus serta melakukan pelatihan senam DM dengan menggunakan Koran. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dan penurunan kadar glukosa darah. Kesimpulan dari pengabmas ini adalah bahwa Senam DM dapat menurnkan kadar Glukosa Pasien , Olehnya itu diharapkan kegiatan senam ini menjadi perhatian untuk diterapkan ke masyarakat secara rutin dan berkesinambungan. \u0000 ","PeriodicalId":233454,"journal":{"name":"Jurnal ABDIMAS Panrita","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130115354","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}