{"title":"Pendampingan Strategi Marketing Digital dalam Mewujudkan Desa Wisata Religi di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka","authors":"Taufik Ridwan","doi":"10.47453/etos.v2i2.211","DOIUrl":"https://doi.org/10.47453/etos.v2i2.211","url":null,"abstract":"The approach of this research is qualitative, using case study method. The data was obtained through in-depth interview, observation, literature study, and documentation. The data analysis steps used were data reduction, data display, and verification. The purpose of the research is to investigate the promotion strategy of the tourism village of Pajajar, Majalengka Regency performed by Kompepar Pajajar. The result of the research shows that Kompepar Pajajar performs promotion mix, i.e., word of mouth, public relations, personal selling, event, exhibition, merchandise, publication, and website. From overall promotion strategy applied by Kompepar Pajajar, the main priority was through event and public relations. The conclusion of this research is Kompepar Pajajar has not formulated comprehensive and integrated promotion strategy \u0000Abstrak \u0000Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi promosi desa Pajajar, Kabupaten Majalengka yang dijalankan oleh Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Desa Pajajar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, Kompepar Desa Pajajar menjalankan promotion mix yang meliputi word of mouth, public relations, personal selling, event, eksibisi, merchandise, publikasi, dan website internet. Dari keseluruhan bentuk promosi, prioritas utama promosi dilakukan melalui event dan public relations. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Kompepar Desa Pajajar belum merumuskan strategi promosi secara komprehensif dan terintegrasi.","PeriodicalId":230873,"journal":{"name":"Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123525716","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Modernisasi Terhadap Eksistensi dan Keberlangsungan Pengrajin Dandang di Desa Parapatan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka","authors":"A. Amirudin","doi":"10.47453/etos.v1i1.194","DOIUrl":"https://doi.org/10.47453/etos.v1i1.194","url":null,"abstract":"Society is a collection of individuals who are always in motion or are always changing. Changes have different measures or sizes, some are experiencing a change that is relatively fast (evolutionary, there are also moderate and slow changes. Both planned and incidental changes. As with change or currently progressive and massive changes. as the impact of modernization is also felt by the people of Parapatan Village, Sumberjaya, Majalengka, especially Dandang craftsmen, where as the impact of modernization and industrialization, the community prefers practical things rather than using dandang, which has to go through a fairly long production process. This research uses a qualitative method. According to Lexy J. Moleong (2005: 6), qualitative research methods are research that aims to understand the phenomena experienced by research subjects, such as behavior, perceptions, motivation, actions, etc. in a holistic manner, and presented in a descriptive way in the form of narrative and language, in a context special nature and by making use of various natural methods. The results showed that Dandang Craftsmen in Parapatan Village, Sumberjaya District, Majalengka Regency already have consumers who always order their products or commonly called collectors and then market them again to customers who have been loyal subscribers, so that their existence and sustainability are not affected by modernization. that occurs in the community of Parapatan Village, Sumberjaya District, Majalengka Regency. Dandang craftsmen in Parapatan Village, Sumberjaya District, Majalengka Regency are advised to be more creative and innovative in facing modernization that occurs in society due to increasingly sophisticated and practical technological developments and to pay more attention to quality and maintain distinctive characteristics. or the value of “Dandang” Local Products also takes into account in terms of the heir or successor of Dandang Craftsmen for the sake of the existence and sustainability of Dandang Craftsmen in the future. \u0000Abstrak \u0000Masyarakat merupakan kumpulan individu yang selalu bergerak atau selalu mengalami perubahan. Perubahan itu mempunyai takaran atau ukuran yang berbeda-beda, ada yang mengalami suatu perubahan yang relatif cepat (evolutif, ada juga perubahan yang sedang dan lambat. Baik perubanahn yang terencana maupun yan insidental. Sepertihalnya dengan perubahan atau saat ini yang progressif dan massive. Perubahan sebagai dampak modernisasi ini juga dirasakan oleh masyarakat Desa Parapatan, Sumberjaya, Majalengka, khususnya pengrajin dandang, dimana sebagai dampak modernisasi dan industrilalisai tersebut masyarakat lebih memilih hal yang praktis dibanding menggunakan dandang yang harus melewati proses produksi yang lumayan panjang. Penelitian ini menggunakan metode kualitaif. Menurut Lexy J. Moleong (2005:6), metode penelitian kualitatif merupakan riset yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Misalnya perilaku, ","PeriodicalId":230873,"journal":{"name":"Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122279217","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Bidang Perkebunan Dan Wisata Di Desa Payung Kabupaten Majalengka","authors":"Dede Abdurohman","doi":"10.47453/etos.v1i2.202","DOIUrl":"https://doi.org/10.47453/etos.v1i2.202","url":null,"abstract":"This research was conducted by observing the location to see how the community looks for alternative policies that can help solve the problem of limited development funds in the surrounding environment, and finally to explore and understand sewu-sewu activities as a way to generate community-based development funds. This study used a survey method with direct observation, structured interviews and tested the validity of the data using source triangulation. The results showed that the provision of public goods (public facilities) can be realized through mutual cooperation which is reflected in sewu-sewu activities. This activity includes regulation and management in which there is a money collection process, distribution process and a process of managing sewu-sewu collection. The implementation of this activity is carried out in RW. 4 villages of Karang Asem, Luwemunding District, Majalengka Regency. Through the implementation of this activity, it can increase the independence of a community to be able to provide community needs, one of which is in the form of physical development through community self-help. \u0000Abstrak \u0000Pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedesaan menjadi hal yang penting mengingat potensi yang ada di masyarakat sangat banyak khususnya di Desa Payung Kec. Rajagaluh Kab. Majalengka Jawa Barat. Secara administrative desa payung terbagi menjadi empat dusun, dan setiap dusun kurang lebih memiliki jumlah penduduk 1.000. sehingga jumlah total pendududk desa payung ± 4.000 jiwa. Lembaga masyarakat yang ada di desa payung yaitu remaja masjid, kelompok tani, pengajian ibu-ibu dan rebana. Potensi pemberdayaan ekonomi masyarkat desa payung dari sisi petani salah satunya yaitu perkebunan teh dan wisata Cikadongdong River Tubing (CRT). Teh petani desa payung saat ini sedang vakum/tidak menghasilkan uang bagi masyarakat karena keterbatasn kemampuan dalam mengolah hasil panen teh. Sedangkan obyek wisata CRT dikelola/diperdayakan oleh masayrakat desa payung secara porfesional. Oleh karena itu penulis mengharapkan adanya perpaduan antara perkebunan hasi teh dan obyek wisata sehingga akan sama-sama berjalan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara kerja filed Research ini akan memudahkan menemukan data-data yang ada di lapangan. skripsi ini akan mendiskripsikan dan menguraikan data-data yang diperoleh dari lapangan dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi yang kemudian dilakukan analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data dan verivikasi. Dari proses penelitian tersebut diperoleh kesimpulan sebagai berikut: mengingat saat ini pabrik di desa payung tidak beroperasi lagi. Maka untuk memanfaatkan hasil panen teh, untuk meningkatkan pemberdaaan ekonomi masyarakat dibidang teh diperlukan adanya upaya peatihan kepada para petani agar dapat mengelola secara mandiri. Sedangkan untuk pemberdayaan ekonomi melalui wisata CRT secara umum sudah berjalan dengan b","PeriodicalId":230873,"journal":{"name":"Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131911217","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Meningkatkan Potensi Wisata Religi Ki Buyut Panjang Desa Paningkiran Majalengka","authors":"Cucum Novianti","doi":"10.47453/etos.v1i2.203","DOIUrl":"https://doi.org/10.47453/etos.v1i2.203","url":null,"abstract":"The approach of this research is qualitative, using case history method. The data was of tained trough in-depth interview, observation, literature studi, and documentation. The data analysis steps used were data reduction, data display, and verification. The purpose of the research is to improve religious tourism Ki Buyut Panjang Paningkiran village, Majalengka districts. Based on research results obtained, from groups KPM Paningkiran village that is, increasing the potential of religious tourism to publish Paningkiran village history in the form of books so that the Paningkiran village community can know the history of the origin of the Paningkiran village \u0000Abstrak \u0000Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif melalui Metode Historis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, studi literature dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Wisata Religi Ki Buyut Panjang Desa Paningkiran Kec. Sumberjaya Kab. Majalengka. Berdasarkan hasil peneletian yang diperoleh, dari kelompok KPM Desa Paningkiran yaitu meningkatkan potensi wisata religi ki buyut panjang desa paningkiran kec. Sumberjaya kab. Majalengka untuk mempublikasikan sejarah desa paningkiran berupa buku, agar masyarakat desa paningkiran dapat mengetahui sejarah asal muasal desa paningkiran. ","PeriodicalId":230873,"journal":{"name":"Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125210045","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pemberdayaan SDM Desa Sepat Terhadap Pola Pikir Masyarakat untuk Lebih Maju dan Berkualitas Sehingga Menjadi Pribadi Yang Unggul dan Islami","authors":"M. Idrus","doi":"10.47453/etos.v1i2.205","DOIUrl":"https://doi.org/10.47453/etos.v1i2.205","url":null,"abstract":"Sepat Village HR Empowerment to Create Superior and Islamic Generations. This research was conducted in order to give birth to generations that were advanced and of quality in general and superior and Islamic in particular. This research is a qualitative research based on research by directly observing the residents of Sepat Village for 40 days. During their stay in Sepat village, researchers found that the younger generation (adolescents) were not visible or only a little bit because the population / number of Sepat Village residents was only ± 1400 people and also the majority of them had migrated out of town. In Sepat Village, there are a lot of parents compared to the young people. That's why all the activities carried out in Sepat Village are already old. Therefore, the authors conducted empowerment research on Sepat Village so that when they graduated from high school or college, they would still be in Sepat Village not to go overseas by utilizing the available potential and human resources and utilizing available technology. It is also hoped that while filling their spare time or taking advantage of the available time, it is hoped that the children can fill the mosque with more useful activities by enlivening the mosque and mosque in Sepat Village. In the field of education, it is hoped that adequate facilities and infrastructure will be provided so that no more Sepat villagers send their children to school outside Sepat Village and provide parental guidance in childcare. Sepat villagers are also able to use household waste to become valuable goods and have a high selling value compared to burning the garbage which can cause air pollution and is not good for health. Therefore, it is hoped that there will be government intervention from both central and village to guide and hold training to continue the program of KPM IAI Bunga Bangsa Cirebon students. \u0000Abstrak \u0000Pemberdayaan SDM Desa Sepat Untuk Mencetak Generasi Unggul dan Islami. Penelitian ini dilakukan agar terlahirnya generasi-generasi yang maju dan berkualitas pada umumnya dan unggul dan Islami secara khusus. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif berbasis riset dengan melakukan pengamatan secara langsung pada warga Desa Sepat sendiri selama 40 hari. Selama berada di desa Sepat, peneliti menemukan kurang/tidak terlihatnya generasi muda (remaja) atau hanya sedikit saja dikarenakan populasi/jumlah warga Desa Sepat hanya ±1400 jiwa dan juga mayoritas banyak yang merantau ke luar kota. Di Desa Sepat banyak sekali orang tua dibandingkan dengan kawula muda nya. Makanya semua kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sepat penggeraknya sudah sepuh. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian pemberdayaan terhadap Desa Sepat agar ketika sudah lulus SMA atau kuliah tetap berada di Desa Sepat tidak pergi merantau dengan memanfaatkan potensi dan SDM yang telah tersedia serta memanfaatkan teknologi yang telah tersedia. Diharapkan juga sambil mengisi waktu luang atau meman","PeriodicalId":230873,"journal":{"name":"Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133986282","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Home Industry terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Sekitar","authors":"Budiana Budiana","doi":"10.47453/etos.v1i2.201","DOIUrl":"https://doi.org/10.47453/etos.v1i2.201","url":null,"abstract":"Today, home industry is part of an economic driver which has a very important position. This causes the village community or village government to create economic business opportunities to meet the needs of their lives. One that is currently up and running is the skin cracker home industry. The development of the skin cracker home industry supports the economy apart from agriculture. If only the economic growth was supported by agriculture, there would certainly be many shortcomings because the available land area was very limited. Economic improvement must be marked by an increase in people's income. This increase in income is certainly helped by the presence of the skin cracker home industry. People can be absorbed into working as casual daily laborers by getting income to meet their daily needs. Therefore, researchers conducted literature studies, interviews and observations about the influence of home industry on increasing the income of the surrounding community. Habit in realizing the independence of village communities. In this study, the research method used is descriptive qualitative in the form of interviews to find data and direct observation. This research is certainly expected to find the influence of home industry and increase in income of the surrounding community in Rancaputat village, Sumberjaya sub-district, Majalengka district. \u0000Abstrak \u0000Dewasa ini home industry merupakan bagian dari penggerak ekonomi yang memiliki kedudukan sangatlah penting. Hal ini menyebabkan masyarakat desa atau pemerintah desa harus mencipkan peluang usaha ekonomi dalam memnuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Satu yang tengah dan sudah berjalan adalah home industry kerupuk kulit. Perkembangan home industry kerupuk kulit menjadi penunjang ekonomi selain pertanian. Jika saja pertumbuhan ekonomi tersebut hanya di topang dari pertanian tentu akan terdapat banyak kekurangan karena luas lahan yang tersedia sangatlah terbatas. Peningkatan ekonomi haruslah ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Peningkatan pendapatan tersebut tentu terbantu dengan adanya home industry kerupuk kulit. Masyarakat dapat terserap untuk bekerja menjadi buruh harian lepas dengan mendapatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karenanya, peneliti melakukan studi literature, wawancara serta observasi tentang pengaruh home industry terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Pembiasaan dalam mewujudkan kemandirian masyarakat desa. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dalam bentuk wawancara mencari data dan observasi langsung. Penelitian tersebut tentu diharapkan dapat menemukan pengaruh home industry dan peningkatan pendapatan masyarakat sekitar di desa Rancaputat kecamatan Sumberjaya kabupaten Majalengka.","PeriodicalId":230873,"journal":{"name":"Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127925141","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pemberdayaan Masyarakat Desa Singawada Melalui Peningkatan Nilai Sampah Plastik dalam Usaha Menyebarkan Kesadaran Akan Pentingnya Kelestarian Lingkungan","authors":"Michala Michala","doi":"10.47453/etos.v1i2.204","DOIUrl":"https://doi.org/10.47453/etos.v1i2.204","url":null,"abstract":"The high volume of waste production and the absence of a Temporary Waste Disposal Site (TPS) in Singawada Village has resulted in neglect and accumulation of rubbish on riverbanks and on public roads. Conventional waste processing is no longer adequate, and therefore other methods of processing are needed. As a solution, training was held to process plastic waste from wasted goods into useful handicraft items which also have economic value. It was also helped that housewives who were the targets of this training could take advantage of their spare time by making crafts from plastic waste while also getting additional income. Through direct practice, it has been proven that processing plastic waste into handicrafts is able to reduce the total volume of plastic waste production seen in landfills. \u0000Abstrak \u0000Tngginya volume produksi sampah serta ketiadaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Desa Singawada menyebabkan tidak terurus dan menumpuknya sampah di pinggiran sungai maupun bahu jalan umum. Pengolahan sampah secara konvensional sudah tidak memadai, dan oleh karenanya dibutuhkan cara pengolahan lain. Sebagai solusi, diadakan pelatihan pengolahan sampah plastik dari barang terbuang menjadi barang kerajinan bermanfaat yang sekaligus juga memiliki nilai ekonomi. Para ibu rumah tangga yang merupakan sasaran dari pelatihan inipun terbantu karena mereka dapat memanfaatkan waktu luang dengan membuat kerajinan dari sampah plastik sekaligus juga mendapatkan penghasilan tambahan. Melalui praktek langsung, terbukti bahwa pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan ini mampu mengurangi total volume produksi limbah plastik yang terlihat di pembuangan sampah.","PeriodicalId":230873,"journal":{"name":"Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129469653","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}