{"title":"MAQAM CINTA DALAM PANDANGAN AL GHAZALY","authors":"Rusmin Abdul Rauf","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36407","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36407","url":null,"abstract":"Artikel ini akan mendiskusikan tentang konsep cinta yang disampaikan oleh Imam Al Ghazali. Imam al Ghazali merupakan salah seorang pemikir muslim yang sangat berpengaruh. Dalam konsep kebahagiaan beliau menekankan pentingnya cinta dalam meraih kebahagiaan. Bahkan beliau mengatakan bahwa hakikat dari agama Islam adalah cinta kepada Allah Swt. Penelitian ini menemukan bahwa al Ghazali membagi cinta kepada beberapa bagian di antaranya, cinta kepada diri sendiri, kepada orang yang baik hingga kepada cinta yang bersifat microkosmos tentang kesesuaian dengan jiwa manusia. Dalam hal ini, al Ghazali telah memberikan berbagai argumen untuk menguatkan tesis beliau tersebut. Selain itu, beliau juga telah menjelaskan hal-hal yang menguatkan cinta dan tanda-tanda orang yang cinta kepada Allah.","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"89 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132816705","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PELAKSANAAN SANKSI PIDANA PEMBAYARAN UANG PENGGANTI TERHADAP KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI","authors":"D. Siregar, Madiasa Ablisar, Edi Yunara","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36235","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36235","url":null,"abstract":"Dalam praktik penegakan hukum di tanah air, penegak hukum khususnya Hakim masih belum memberikan putusan yang tepat yaitu adanya ketimpangan antara aspek hukum yang diharapkan (das sollen) dengan aspek penerapan hukum yang ada di masyarakat (das sein), sehingga menimbulkan persoalan terkait penentuan pertanggungjawaban pidana terdakwa yang dapat juga dikenakan kepada korporasi serta ketidakjelasan tujuan pembayaran uang pengganti, apakah untuk merampas harta hasil korupsi atau untuk mengganti kerugian negara. Metode penelitian yang digunakan penelitian hukum normatif, dimana penelitian ini berupaya untuk memberikan argumentasi dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Mahkamah Agung R.I. dan Kejaksaan Agung R.I. membuat peraturan yang dapat menjadi pedoman bagi penegak hukum dalam menentukan pertanggungjawaban pidana korporasi serta menentukan jumlah pembayaran uang pengganti yaitu sebanyak-banyaknya sama dengan harta benda yang diperoleh dari tindak pidana korupsi dan bukan semata-mata sejumlah kerugian negara yang diakibatkan. Perlunya untuk melakukan pembaruan KUHP dan KUHAP dengan menegaskan korporasi sebagai subjek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, karena keberadaan Peraturan Mahkamah Agung R.I. dan Peraturan Jaksa Agung R.I. tersebut memiliki keterbatasan pengaturan penanggulangan tindak pidana yang dilakukan oleh korporasi yaitu dalam hal tertentu dilarang mengatur lebih dari yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang. \u0000Kata Kunci; \u0000Pertanggungjawaban pidana korporasi, pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti, tindak pidana korupsi \u0000 ","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129825165","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"QAWAID AL-TAHDIS DALAM TINJAUAN HISTORIS","authors":"M. Ali, Fajril Husni","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36053","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36053","url":null,"abstract":"Artikel ini membahas tentang sejarah, ruang lingkup dan urgensi Qawaid al-Tahdis. Dalam artikel ini terdapat beberapa hal penting yang akan menjadi inti bahasan yaitu, Pengertian Qawaid al-Tahdis, sejarah perkembangan dan pertumbuhan Qawaid al-Tahdis dari berbagai perspektif ulama, ruang lingkup Qawaid al-Tahdis beserta urgensinya. Oleh karena itu maka perlu kiranya menjelaskan hal-hal tersebut agar tidak menimbulkan kekeliruan dan kesalahpahaman dalam memahami terkait dengan historitas Qawaid al-Tahdis. Pengkajian masalah ini dilakukan dengan cara melakukan kajian pustaka dengan pendekatan historis. Maka kesimpulannya adalah qawaid al-tahdis adalah ilmu yang mempelajari terkait dengan kaidah-kaidah dalam keilmuan hadis. Dalam perkembangannya, qawaid al-tahdis dalam aspek kesejarahan terjadi perbedaan pendapat dikalangan pengkaji hadis terkait dengan priodesasi perkembangan hadis. Bahasan dalam qawaid al-tahdis mencakup pengkajian dari segi autentisitas hadis Nabi saw. Qawaid al-tahdis menjadi keilmuan yang penting karena terjadinya banyak distorsi terhadap hadis Nabi saw. sehingga menjadi sebuah pisau analisis dalam pengkajian hadis.","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131137345","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tasmin Tangngareng, I Gusti Bagus Agung Perdana Rayyn, Al-Fiana Mahar
{"title":"TAFSIR AQIDAH TENTANG NERAKA (TAFSIRAN TERHADAP QS. AL-NISA/4: 14)","authors":"Tasmin Tangngareng, I Gusti Bagus Agung Perdana Rayyn, Al-Fiana Mahar","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.34871","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.34871","url":null,"abstract":"Artikel ini membahas tentang tafsiran secara aqidah pada QS. al-Nisa/4:14 yang menjelaskan perihal neraka. Dalam artikel ini terdapat beberapa topik penting yang akan menjadi fokus bahasan yaitu, pertama adalah kajian tehadap ayat secara kosakata, keterkaitan dengan dalil lain dan penafsiran ulama, kedua adalah deskripsi kandungan aqidah dalam QS. al-Nisa/4:14. Oleh karena itu maka perlu kiranya menjelaskan hal-hal tersebut agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam memahami ayat tersebut. Pengkajian masalah ini dilakukan dengan cara melakukan kajian pustaka dengan pendekatan kebahasaan dan pendekatan ilmu tafsir. Maka kesimpulannya adalah terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama tafsir dalam memahami dan menjelaskan ayat tersebut, ada ulama yang lebih cenderung kepada kemaksiatan, baik itu bentuk siksaan dan bentuk maksiat, ada ulama yang menafsirkan bahwa ayat tersebut berbicara tentang kekufuran terhadap syariat, dan ada ulama cenderung menafsirkan bahwa ayat tersebut mengandung perintah tidak boleh merubah ketetapan Allah swt.","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133738717","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"UPAYA INDONESIA DALAM MENGATASI KRISIS PANGAN DI MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Kaslam Kaslam","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36084","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36084","url":null,"abstract":"Pandemi covid-19 merupakan pandemi yang berdampak global dengan tingkat penyebaran yang tinggi dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya terkait ketersediaan pangan di Indonesia. Wabah Covid-19 mempengaruhi sektor pangan melalui berbagai mekanisme, mulai dari gangguan pada perdagangan internasional sampai pada penurunan produksi dalam negeri dan penurunan daya beli masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan terfokus pada data yang bersifat non-numerik sehingga erat kaitannya dengan pengembangan dan penjelasan fenomena sosial. Analisa data menggunakan teknik deskriptif analisis dengan berusaha menggambarkan fenomena yang terjadi dengan informasi data berupa siapa, apa, kapan, dimana dan bagaimana. Hasilnya bahwa upaya Pemerintah untuk mengatasi dampak Covid-19 berkonsentrasi pada lima prioritas yaitu : (1) Menjamin ketersediaan bahan pangan pokok, khususnya beras dan jagung; (2) Mempercepat ekspor komoditas strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi negara; (3) Memberitahukan kepada petani dan penyuluh protokol kesehatan dari Kemenkes untuk membatasi penyebaran virus; (4) Mengembangkan pasar pertanian di masing-masing provinsi, meningkatkan konsumsi pangan lokal, dan membangun infrastruktur logistik serta sistem pemasaran elektronik untuk komoditas pertanian; (5) Menerapkan proyek padat karya di daerah perdesaan untuk membantu sektor pertanian dan menyediakan dana bagi masyarakat perdesaan untuk meringankan dampak negatif Covid-19.","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121446191","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM","authors":"Guruh Ryan Aulia","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36240","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36240","url":null,"abstract":"Abstrak; \u0000Indonesia yang dikenal dengan negara yang memiliki keanekaragaman suku, budaya, ras, dan agama. Setiap agama memiliki perbedaan yang ada dapat menciptakan konflik antar umat beragama. Sehingga perlunya diterapkan sikap toleransi pada masyarakat. Ajaran toleransi berkaitan dengan agama Islam. Agama Islampun memberikan kebebasan bagi siapapun untuk memeluk agama yang diyakini. Islam juga menjadi pelopor toleransi dalam menciptakan kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perspektif Islam dalam toleransi antar umat beragama dalam sudut aspek teoritis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan. Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian kepustakaan atau library research yang disusun secara sistematis. Adapun hasil penelitian ini ialah dasar toleransi dalam Islam, prinsip-prinsip toleransi beragama serta kendala toleransi antar umat beragama.","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"101 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133148932","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FASE KETIGA PERKEMBANGAN HADIS","authors":"Marhany Malik, Dian Islamiyah","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36079","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36079","url":null,"abstract":"Artikel ini membahas tentang perkembangan hadis pada fase ketiga. Dalam artikel ini terdapat beberapa hal penting yang akan menjadi inti bahasan yaitu, Pengertan ilmu hadis, proses penulisan dan pembukuan hadis pada, kegiatan-kegiatan ulama hadis, bentuk penyusunan kitab hadis, ulama-ulama hadis dan perkembangan kitab hadis yang terjadi selama fase ketiga. Oleh karena itu maka perlu kiranya menjelaskan hal-hal tersebut agar tidak menimbulkan kekeliruan dan kesalahpahaman dalam memahami terkait dengan historitas perkembangan hadis pada fase ketiga. Pengkajian masalah ini dilakukan dengan cara melakukan kajian pustaka dengan pendekatan historis. Maka kesimpulannya adalah terjadinya kodifikasi hadis-hadis Nabi saw. terjadinya lawatan keilmuan yang dilakukan oleh para ulama hadis untuk mengumpulkan hadis-hadis Nabi saw. Dalam hal sistematika penyusunan kitab pada fase ketiga ini terdapat tiga tipologi penyusunan, yairu; al-shahih, al-sunan dan musnad.","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130219591","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"TASYAHUD AKHIR; KAJIAN TEKS HADIS RASULULLAH SAW","authors":"Fadhlina Arief Wangsa, Nurul Iqram Asdar","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36073","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36073","url":null,"abstract":"Most of the verses of the Qur'an in tafshili (detail) need to be explained with hadith, such as the command to pray by looking at the hadith from the Prophet Muhammad, the pillars of prayer, one of which is sitting at the final tasyahud. This research is a library research, by collecting related literature, then it is presented in a qualitative descriptive manner, namely displaying the data as it is. Based on the hadith of the Prophet about the final tasyahud sitting provides an understanding that there are various views regarding the reading and the final tasyahud sitting position in prayer. it is obligatory during the recitation of tahiat to say salam to us and to the authentic servants of Allah. The last sitting in the prayer is done with iftirosy or Tawarruk. Various kinds of tahiat pronunciations included in the hadith can also be practiced.","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125644308","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KAJIAN MAANIL HADIS;","authors":"Radhie Munadi","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36099","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36099","url":null,"abstract":"Sebagai manusia pertama, sosok Nabi Adam as. tentu sangat membuat penasaran manusia yang ada sekarang. Namun tidak banyak literature tentang gambaran sosok makhluk yang sudah membuat iri golongan malaikat dan iblis ini. Hanya sedikit fakta tentang bagaimana gambaran manusia pertama tersbut. Salah satunya tentang tinggi badannya yang mencapai 60 hasta, sekitar setara dengan 30 meter. Kajian ini akan mengkaji bagaimana hadis memandang postur tubuh Nabi Adam As dan pola komunikasi antar makhluk. Dengan pendekatan hadis maanil diharapkan dapat memberikan nuansa baru pemikiran tentang postur Nabi Adam As dalam kaitannya dengan kondisi manusia saat ini dan yang akan datang.","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123918586","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KERUKUNAN UMAT BERAGAMA PASCA KONFLIK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA","authors":"Indo Santalia, Zulfiani","doi":"10.24252/jumdpi.v25i1.36238","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/jumdpi.v25i1.36238","url":null,"abstract":"Konflik sosial kekerasan bernuansa agama di Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi karena adanya faktor struktural dimana oleh kurangnya pendidikan di masyarakat baik pendidikan formal dan pendidikan spiritual sehingga munculnya ketidakmampuan membedakan isu dan juga pemahaman pendidikan agama yang memunculkan stereotip dan perasaan terancam akan munculnya agama atau pemahaman lain dari apa yang diterima. Sistem deteksi dini dan tanggap dini oleh pemerintah daerah dalam pencegahan konflik bernuansa agama di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilakukan belum cukup maksimal dimana Pemerintah Daerah dalam upaya deteksi dini yang dilakukan bukan untuk mendeteksi potensi konflik sebelum terjadi melainkan hanya pada deteksi setelah terjadinya konflik; belum mampu untuk mencapai deteksi dini konflik sebagai upaya pencegahan terjadinya konflik di masyarakat yang mengakibatkan banyaknya kasus yang terjadi. Kerukunan Umat beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perubahan tetapi tidak signifikan dikarenakan terdapat hambatan hambatan yang di dapat oleh Pemerintah. Namun dalam kenyataanya berdasarka survey yang dilakukan oleh Pemerintah. Indeks Kerukunan Umat Beragama Daerah Istimewa Yogyakarta. Data survei kerukunan umat beragama (KUB) di DIY yang dikeluarkan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI ternyata di atas rata-rata nasional. Sikap toleransi di DIY angkanya 71,9 persen, sedangkan di tingkat nasional 70,91. Di tahun 2018 (75,84 persen), nasional 70,33 persen. Kemudian pada tahun 2019, sikap toleransi di DIY juga di atas rata-rata nasional yakni 73,48, sedangkan nasional 72,37 persen. \u0000Kata Kunci; \u0000Kerukunan Umat Beragama, Konflik , Daerah Istimewa Yogyakarta","PeriodicalId":224053,"journal":{"name":"Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam","volume":"299 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116571916","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}