{"title":"Lamanya Klien Mengalami Gangguan Jiwa Dengan Stres Keluarga Dalam Merawat Klien Di Rumah","authors":"Dyah Widodo","doi":"10.31290/JIKI.V(4)I(2)Y(2018).PAGE:88-94","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/JIKI.V(4)I(2)Y(2018).PAGE:88-94","url":null,"abstract":"Keluarga merupakan lingkungan sosial yang terdekat yang sangat penting perannya dalam mewujudkan derajad kesehatan jiwa. Perawatan gangguan jiwa yang membutuhkan waktu lama, berbagai permasalahan perilaku klien dan pandangan negatif masyarakat tentang gangguan jiwa merupakan stresor tinggi bagi keluarga. Tujuan penelitian menganalisis hubungan lamanya klien mengalami gangguan jiwa dengan stres keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah. Jenis penelitian korelasional, dengan sampel sebagian keluarga yang tinggal serumah dengan klien gangguan jiwa di wilayah Jawa Timur Indonesia sesuai kriteria inklusi, besar sampel 200 orang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data bulan Oktober-Nopember 2016 di Poli Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa dr Radjiman Wediodiningrat Lawang. Instrumen penelitiannya kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan Spearman Rho’ dengan alpha 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan lamanya klien mengalami gangguan jiwa dengan stres keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa di rumah, dengan nilai p 0.026 dan nilai correlation coefficient -158 artinya kekuatan hubungan sangat lemah berlawanan arah, yaitu semakin lama klien mengalami gangguan jiwa maka semakin rendah tingkat stres yang dialami keluarga. Disarankan perlu diantisipasi munculnya stres pada keluarga gangguan jiwa dengan cara deteksi dini kesehatan anggota keluarga keluarga, pendampingan dan peningkatan pengetahuan dalam merawat gangguan jiwa untuk keluarga agar keluarga berkurang stresnya dan mampu merawat klien dengan lebih baik..","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127348039","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN KADAR LEMAK DALAM ASI MATUR DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BAYI UMUR 1-2 BULAN DI PUSKESMAS JABUNG","authors":"Ita Yuliani, Afnani Toyibah","doi":"10.31290/JIKI.V(4)I(2)Y(2018).PAGE:112-119","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/JIKI.V(4)I(2)Y(2018).PAGE:112-119","url":null,"abstract":"Kekurangan gizi pada bayi dapat diukur menggunakan indek berat badan menurut umur (BB/U). Berat badan bayi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya ada asupan ASI. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa, ibu yang memberikan ASI secara ekslusif dengan frekuensi dan durasi menyusui baik namun terjadi permasalan pada penambahan berat badan pada bayi. Hal tersebut bisa diakibatkan oleh salah satu faktor yaitu kandungan lemak dalam ASI, karena kandungan lemak dalam ASI sangat diperlukan untuk penambahan berat badan bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar lemak dalam ASI Matur dengan penambahan berat badan bayi. Desain penelitian asosiatif dengan pendekatan cross sectional, populasinya sebanyak 41 orang ibu menyusui, sampling menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 responden ibu menyusui yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian mengunakan timbangan, microtoice dan di ekstrasi soxhlet, kemudian di analisa dengan korelasi Product moment yang menunjukkan nilai rhitung = 0,706 > rtabel =0,325 sehingga menunjukkan adanya hubungan antara kadar lemak dalam ASI Matur dengan penambahan berat badan bayi.","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"113 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133528427","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Osteoporosis, Rasio Kalsium dan RASIO ASUPAN KALSIUM DAN ASUPAN FOSFOR SERTA AKTIVITAS FISIK TERKAIT NILAI BONE MASS DENSITY (BMD) PADA LANSIA OSTEOPOROSIS","authors":"Ardiani Listianingrum","doi":"10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:150-157","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:150-157","url":null,"abstract":"Provinsi Jawa Timur memiliki risiko osteoporosis tertinggi sebesar 21,42% (Prasetya dkk, 2015). Kepadatan tulang dipengaruhi faktor genetik, jenis kelamin, status gizi, asupan zat gizi (kalsium dan fosfor) dan gaya hidup seperti aktivitas fisik, merokok, konsumsi kafein dan alkohol yang berlebihan. (Janice LT, 2008). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya rasio asupan kalsium dan asupan fosfor serta aktivitas fisik terkait nilai bone mass density (BMD) pada lansia osteoporosis. Desain penelitian yang digunakan yaitu descriptive observasional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 di Poli Lansia RSIA Puri Malang dengan 32 subyek penelitian. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis didapatkan asupan kalsium pada lansia terdapat 32 responden (100%) termasuk kategori defisit tingkat berat. Rata-rata asupan kalsium responden yaitu 474,8 mg. Sedangkan asupan fosfor pada lansia terdapat 16 responden (50%) termasuk kategori diatas AKG. Rata-rata asupan fosfor responden yaitu 890,6 mg. Kesesuaian rasio asupan kalsium dan fosfor terdapat 2 responden (6,25%) dengan kesesuaian rasio ≤ 1,5. Pada aktivitas fisik terdapat 16 responden (50%) memiliki kategori aktifitas fisik sedang dan 16 responden (50%) kategori aktifitas fisik ringan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah nilai Bone Mass Density (BMD) yaitu <-3,0 maka aktivitas fisik yang dilakukan oleh responden semakin ringan. Sedangkan semakin rendahnya nilai Bone Mass Density (BMD) yaitu <3,0 maka rasio asupan kalsium dan fosfor responden semakin tinggi. Perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya osteoporosis pada pasien lansia yaitu dengan pemberian edukasi untuk merubah pengetahuan pasien mengenai pentingnya pengaturan asupan makanan terutama asupan kalsium dan fosfor serta aktivitas fisik.","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124974013","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KITOSAN PADA OVARIUM TIKUS BETINA YANG TERPAPAR TIMBAL (Pb) ASETAT","authors":"Asri Iman Sari","doi":"10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:80-86","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:80-86","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115719609","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Stunting, FGD, PGD, Infeksi PENGARUH FGD (FOCUS GROUP DISCUSSION) DAN PGD (PEER GROUP DISCUSSION) TENTANG INFEKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG","authors":"Amaliya Rizqi","doi":"10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:136-149","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:136-149","url":null,"abstract":"Masalah balita stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis, yang dipengaruhi dari kondisi ibu atau calon ibu, masa janin, dan masa bayi atau balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi stunting secara Nasional tahun 2013 adalah 37,2 persen, sedangkan prevalensi stunting di Jawa Timur sebesar 27%. FGD dan PGD merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengubah pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh FGD dan PGD tentang infeksi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan menggunakan rancangan Two Group Pretest Posttest Desain. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2017.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh FGD terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang infeksi, hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yaitu nilai p value < α (0,000 < 0,05). Terdapat peningkatan rerata sikap responden secara bermakna pada α 0,05 setelah diskusi FGD. Adanya pengaruh PGD terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang infeksi, hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yaitu p value < α (0,000 < 0,05). Terdapat peningkatan rerata sikap responden secara bermakna pada α 0,05 setelah diskusi PGD. FGD dan PGD baik jika diaplikasikan di masyarakat mengingat jumlah tenaga gizi di Puskesmas Lawang jumlahnya terbatas. Pemilihan tutor teman sebaya pada diskusi PGD dipilih dikarenakan tutor teman sebaya lebih mengetahui kondisi lingkungan masyarakat secara langsung.","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116209474","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"LATIHAN OTOT DASAR PANGGUL DAN KOMUNIKASI SEKSUAL PADA IBU PASCASALIN","authors":"Novita Dewi Pramanik","doi":"10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:158-171","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:158-171","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Latihan Otot Dasar Panggul (LODP) dan komunikasi seksual terhadap peningkatan kualitas hubungan seksual ibu pascasalin. Responden penelitian adalah wanita yang berada dalam rentang 2-3 bulan pascasalin. Desain penelitian menggunakan metode campuran concurrent embedded. Pada tahap kuantitatif menggunakan eksperimen semu pre-posttest control group design, sedangkan tahap kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam yang berusaha menggali informasi mengenai pengaruh LODP dan komunikasi seksual terhadap kepuasan seksual ibu pascasalin. Kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI) digunakan untuk mengukur 6 dimensi seksual yang menggambarkan kualitas sebuah hubungan seksual, yaitu hasrat seksual, gairah seksual, lubrikasi, orgasme, kepuasan seksual dan nyeri saat berhubungan seksual. Hasil analisis secara kuantitatif dan kualitatif menunjukkan adanya peningkatan kualitas hubungan seksual pada ibu pascasalin pada kelompok intervensi dan kontrol (p<0.05). Hasil wawancara mendalam mempertegas bahwa unsur psikologis memegang peranan penting dalam membantu meningkatkan kualitas hubungan seksual ibu pascasalin, yang terfasilitasi melalui intervensi komunikasi seksual. \u0000Kata kunci: Hubungan seksual ibu pascasalin, komunikasi seksual, latihan otot dasar panggul","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132942400","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FORMULASI TEPUNG BEKATUL DAN TEPUNG TEMPE TERHADAP MUTU KIMIA, NILAI ENERGI, DAN MUTU ORGANOLEPTIK SEREAL FLAKES UNTUK OBESITAS PADA ANAK","authors":"Ericha Dianingtyas, Sulistiastutik, I. Suwita","doi":"10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:128-135","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:128-135","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh formulasi tepung bekatul dan tepung tempe terhadap mutu kimia, nilai energi, dan mutu organoleptik sereal flakes untuk obesitas pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap dengan menggunakan perlakuan 3 tahap sehingga proporsi tepung bekatul dan tepung tempe F1 (88 : 12), F2 (82 : 18), dan F3 (76 : 24). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pengaruh signifikan terhadap mutu abu, lemak dan karbohidrat. Mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) tidak memberikan pengaruh signifikan.","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123551589","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Keefektifan KEEFEKTIFAN PROPOLIS PADA PENDERITA KANDIDIASIS ORAL","authors":"Lingling Marinda Palupi","doi":"10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:172-177","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(2)y(2018).page:172-177","url":null,"abstract":"Keterbatasan obat-obat antifungi akibat adanya resistansi terutama pada pasien HIV merupakan hal yang perlu diperhatikan. Pengembangan obat antifungi sebagai alternatif pada kasus oral candidisasis perlu dilakukan, salah satu yang dapat dijadikan alternatif untuk pengobatan adalah propolis. Literature review ini menjelaskan keefektifan terapi antifungi non-farmakologi yaitu dengan olahan propolis pada penderita kandidiasis oral. Artikel-artikel yang dibahas dalam literature review diambil dari database Google Scholar, SpringerLink, ScienceDirect, Sage Journals Online dan ProQuest, dalam batasan tahun 2002-2017. Kemudian dilakukan penilaian artikel sampai tahap pembuatan literature review dari 4 judul artikel yang terpilih sesuai dengan kriteria inklusi penulis. Kriteria inklusi dalam review ini berdasarkan PICO (P: lesi penderita kandidiasis oral; I: pemberian propolis; C: obat antifungi; O: keefektifan propolis). Keempat artikel tersebut memiliki kesamaan hasil akhir yaitu efek positif dari pemberian propolis dengan berbagai macam jenis Candida. Propolis yang dalam pembahasan artikel menggunakan ekstrak etanol propolis (EPE) dengan berbagai metode pengolahan menghasilkan efek kinerja yang baik. Terapi ini dinilai lebih murah dan lebih alami daripada agen antifungi yang telah terstandarisasi dengan keefektifan yang tidak kalah baiknya. \u0000Kata kunci : kandidiasis oral, antifungi, propolis","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128311336","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rana Ryanti Dewi Fortuna, Ika Yudianti, Trimardiyanti Trimardiyanti
{"title":"WAKTU PEMBERIAN ASI DAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM","authors":"Rana Ryanti Dewi Fortuna, Ika Yudianti, Trimardiyanti Trimardiyanti","doi":"10.31290/jiki.v(4)i(1)y(2018).page:43-52","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(1)y(2018).page:43-52","url":null,"abstract":"Pentingnya pemberian ASI sedini mungkin pada bayi agar mendapatkan kolostrum yang dapat mengeluarkan mekonium dengan bilirubin tinggi bersama BAB. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan waktu pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan kohort, populasi sebanyak 50 BBL yang diamati hingga berusia 8 hari, menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 40 bayi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi derajat ikterus berdasarkan Kremer, data dianalisa dengan uji Koefisien Korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan=0.05. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah sampel (45%) mendapatkan ASI pertama pada 1-6jam, 40% diberikan ASI pertama pada <1jam dan sebagian kecil (15%) diberikan ASI pertama kali setelah kelahirannya pada >6 jam. Hampir seluruhnya (77.5%) tidak mengalami ikterus, 2.5% mengalami ikterus derajat I, 12.5% rmengalami ikterus derajat II dan 7.5% mengalami ikterus derajat III. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.004 < a (0.05) dengan nilai rho=0.445 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara waktu pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum dengan kekuatan hubungan yang bersifat sedang.","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121828814","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IDENTIFIKASI KANDUNGAN KROMIUM (Cr) PADA LIMBAH CAIR DAN KERUPUK RAMBAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP DAMPAK KESEHATAN","authors":"F. Azizah, P. Ningrum, E. Ellyke","doi":"10.31290/jiki.v(4)i(1)y(2018).page:14-19","DOIUrl":"https://doi.org/10.31290/jiki.v(4)i(1)y(2018).page:14-19","url":null,"abstract":"Proses pembuatan kerupuk rambak akan menghasilkan limbah cair yang mengindikasikan mengandung kromium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kromium pada limbah cair dan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak UD.X di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode peneltian deskriptif. Sampel penelitian ini menggunakan grab sampling untuk pengambilan limbah cair yakni sebanyak 1,5 L dan purposive sampling untuk pengambilan kulit mentah dan kerupuk rambak yakni sebanyak 10 gram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahap pembuatan kerupuk rambak UD.X yaitu tahap perebusan, pengguntingan, pembumbuan, penjemuran, penggorengan I dan penggorengan II. Hasil pemeriksaan uji laboratorium, sampel limbah cair mengandung kromium sebesar 2,17 mg/l. Sampel kulit mentah sebesar 0,0315 mg/kg dan kerupuk rambak sebesar 0,0426 mg/kg.","PeriodicalId":222353,"journal":{"name":"Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)","volume":"150 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-06-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116364222","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}