{"title":"KEPUASAN TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN DALAM IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO","authors":"Risa Setia Ismandani, Anastasia Lina Dwi Nursanti, Lilik Sriwiyati, Hendra Dwi Kurniawan, Muljadi Hartono","doi":"10.37831/kjik.v11i2.305","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.305","url":null,"abstract":"Penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit yang professional dan bertanggung jawab dibutuhkan dalam mendukung upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu. Tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai salah satunya dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Transformasi teknologi kesehatan merupakan wujud nyata yang relevan dengan situasi kesehatan dan era 4.0 saat ini. Salah satu bentuk transformasi digital yang bisa diterapkan di rumah sakit yaitu dengan penerapan rekam medis elektronik untuk mengelola dokumen rekam medis pasien. Diharapan dapat mempermudah dan mempercepat proses pelayanan. Namun salah satu tantangan yang dihadapi dalam penerapan rekam medis elektronik berkaitan dengan sumber daya manusia. Beragamnya persepsi pengguna dalam implementasi rekam medis elektronik akan memperlama proses pelayanan dan menambah beban kerja yang mana hal ini mengurangi kepuasan kerja pengguna (tenaga medis dan tenaga kesehatan). Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam implementasi rekam medis elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan di RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANG SAPI SOLO sejumlah 100 responden. Berdasarkan analisa univariat diperoleh hasil kepuasan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam implementasi rekam medis elektronik dilihat dari tujuh dimensi yaitu: dimensi content (89% responden puas dan 11% tidak puas), dimensi accuracy (86% responden puas dan 14% tidak puas), dimensi format (82% responden puas dan 18% tidak puas), dimensi easy to use (85% responden puas dan 15% tidak puas), dimensi timeliness (87% responden puas dan 13% tidak puas), dimensi security (95% responden puas dan 5% tidak puas), dan dimensi speed of response (84% responden puas dan 16% tidak puas). Kata Kunci : kepuasan, rekam medis elektronik Professional and responsible service delivery in hospitals is needed to support health efforts in a comprehensive and integrated health development series. One of the goals of health development can be achieved from the quality of health services provided. Health technology transformation is a concrete manifestation that is relevant to the current health situation and the 4.0 era. One form of digital transformation that can be applied in hospitals is the application of electronic medical records to manage patient medical record documents. Hopefully it can simplify and speed up the service process. However, one of the challenges faced in implementing electronic medical records is related to human resources. The various perceptions of users in the implementation of electronic medical records will prolong the service process and increase the workload which reduces the job satisfaction of users (medical personnel and health workers). So it is necessary to do research on this matter. This study is to describe","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"659 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139202956","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Joko Murdiyanto, Suesti Suesti, Heri Puspito, Cindi Claudia
{"title":"HUBUNGAN SELF- EFFICACY DENGAN KECEMASAN MAHASISWA UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA MENGHADAPI DOPS SAAT PRAKTIK KLINIK LAPANGAN","authors":"Joko Murdiyanto, Suesti Suesti, Heri Puspito, Cindi Claudia","doi":"10.37831/kjik.v11i2.307","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.307","url":null,"abstract":"Latar belakang: praktik klinik merupakan salah satu cara agar calon tenaga kesehatan dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama proses belajar mengajar dengan melibatkan pasien secara langsung. DOPS (Direct Observational Procedural Skills) merupakan metode yang digunakan untuk melakukan penilaian evaluasi hasil pembelajaran mahasiswa keperawatan saat praktik klinik lapangan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi DOPS (Direct Observational of Procedural Skills) saat praktik klinik lapangan di ruang operasi. Subyek dan metode: penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian: uji Sperman rank untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan didapatkan hasil sig 0,027 (p<0,05) dengan correlation coefecient -0,291 yang artinya terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan kecemasan mahasiswa dalam menghadapi DOPS. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan yang cukup dan tidak searah antara self-efficacy dengan kecemasan, dimana semakin tinggi self-efficacy mahasiswa dalam menghadapi DOPS maka akan semakin rendah kecemasan yang dirasakan. Kata kunci: efikasi diri, kecemasan Background: clinical practice is a way for prospective health workers to apply the knowledge they have acquired during the teaching and learning process by involving patients directly. DOPS is a method used to evaluate the learning outcomes of nursing students during field clinical practice. This research aims to determine the relationship between self-efficacy with anxiety of Nursing students take on DOPS (Direct Observational Procedural Skills) during field clinical practice at the central surgery instalation. Subjects and method: this study used a descriptive correlation with a cross-sectional design. The results of the Sperm rank test to find out the relationship between self-efficacy and anxiety obtained sig 0.027 (p<0.05) with a correlation coefficient of -0.291, it means there is a significant relationship between self-efficacy and student anxiety taking on DOPS with sufficient strength and not in the same direction. The conclusion from this study is that there is a significant relationship with sufficient strength, where the higher the student's self-efficacy in dealing with DOPS, the lower the anxiety felt. Keywords: anciety, self efficacy","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"297 12","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139206798","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Santy Irene Putri, Astrid Yunita, H. Kurniawan, Aris Widiyanto
{"title":"IMPLEMENTASI PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) KAITANNYA DENGAN PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL","authors":"Santy Irene Putri, Astrid Yunita, H. Kurniawan, Aris Widiyanto","doi":"10.37831/kjik.v11i2.263","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.263","url":null,"abstract":"Latar belakang: Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk mendorong percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Apabila cakupan ibu hamil yang memperoleh parameter pemantauan P4K sampai dengan 80%, maka diharapkan angka kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi dapat menurun hingga 6000 jiwa dari 2.052.000 per tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) terhadap penyebab kematian ibu. Subyek dan metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi kohort retrospektif yang dilakukan pada 34 Provinsi di Indonesia pada tahun 2019. Besar sampel sebesar 9472 puskesmas di Indonesia. Variabel dependen adalah Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Variabel independen antara lain perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, gangguan sistem peredaran darah, dan gangguan metabolik. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian: perdarahan (b= 6.55; 95% CI= 2.81 to 10.29; p=0.001), hipertensi dalam kehamilan (b= 0.79; 95% CI= -2.11 to 3.69; p= 0.583), meningkatkan keikutsertaan Penerapan P4K. Rendahnya variabel lain, seperti infeksi (b= -1.33; 95% CI= -10.87 to 8.20; p= 0.777), gangguan system peredaran darah (b= -8.95; 95% CI= -13.50 to -4.40; p=<0.001), gangguan metabolik (b= -0.27; 95% CI= -4.75 to 4.21; p=0.903) akan menurunkan keikutsertaan Penerapan P4K. Keikutsertaan ibu dalam Penerapan P4K akan membantu menurunkan komplikasi dalam kehamilan, seperti perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, gangguan sistem peredaran darah dan gangguan metabolik. Kata kunci: kematian maternal, program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, puskesmas Background: The Delivery Planning and Complication Prevention Program (P4K) is a government program that aims to accelerate the reduction of the Maternal Mortality Rate (MMR). If the coverage of pregnant women receiving P4K monitoring parameters is up to 80%, it is expected that the maternal mortality rate caused by complications can decrease to 6,000 people from 2,052,000 per year. This study aims to analyze the implementation of the Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K) on the causes of maternal death. Subjects and method: this research is an analytical study with a retrospective cohort study design which was conducted in 34 provinces in Indonesia in 2019. The sample size is 9472 puskesmas in Indonesia. The dependent variable is the Implementation of the Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K). Independent variables include bleeding, hypertension in pregnancy, infection, circulatory system disorders, and metabolic disorders. Data collection uses secondary data and is analyzed using multiple linear regression. Result: bleeding (b= 6.55; 95% CI= 2.81 to 10.29; p= 0.001), hypertensi","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"55 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139200888","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PENGGUNAAN BEDONG TERHADAP KUALITAS TIDUR NEONATUS","authors":"Wahyu Dwi Agussafutri, Irma Ariyani, Rahajeng Putriningrum","doi":"10.37831/kjik.v11i2.298","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.298","url":null,"abstract":"Latar belakang: bayi setelah dilahirkan mengalami masa kehidupan awal di luar rahim selama 28 hari (neonatus) dan mengalami transformasi kehidupan intrauterin menuju ekstrauterin. Bayi yang baru lahir di bawah usia satu bulan ialah kelompok usia yang memiliki kondisi medis paling rentan dan berbagai kondisi medis dapat muncul sehingga tanpa terapi yang tepat dapat berakibat fatal, salah satunya ialah gangguan kualitas tidur. Masalah kualitas tidur pada neonatus dapat menghambat perkembangan anak, kekebalan tubuh menurun dan mengganggu sistem endokrin. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kuaitas tidur pada neonatus adalah penggunaan bedong. Membungkus/membedong neonatus dengan cara yang benar membuat bayi mudah untuk digendong dan membuat bayi merasa nyaman sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bedong terhadap kualitas tidur neonatus. subyek dan metode: desain penelitian ini merupakan Quasy Eksperiment, Pretest - post test one grub design, yaitu dengan membandingkan hasil sebelum di beri perlakuan dan setelah diberi perlakuan. pemilihan sampel dengan Non Probability sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Jenuh dan didapatkan jumlah sebanyak 30 responden. Analisis data dengan menggunakan uji Paired t test. Hasil penelitian menunjukan Pengaruh Penggunaan Bedong Terhadap Kualitas Tidur Neonatus Di Desa Pajangan. Setelah dilakukan analisis lebih lanjut diketahui nilai signifikan antara Pretest dan Postest adalah 0,001 di mana p (0,001) < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah penggunaan bedong terhadap kualitas tidur Neonatus di Desa Pajangan. Kata kunci: bedong, kualiatas tidur, neonatus Background: neonates are the first period of life outside the womb until the age of 28 days, at this time the baby experiences adaptation of intrauterine to extrauterine life. Infants up to the age of less than one month are an age group that has the highest risk of health problems and various health problems can arise so that without proper treatment it can be fatal, one of which is disturbed sleep quality. Sleep quality problems can interfere with infant growth, making immune function vulnerable and disrupting endocrine system regulation. The use of swaddling can help improve the quality of sleep of neonates, swaddling newborns in the right way makes the baby very easy to hold and can make the baby comfortable so as to reduce the baby becomes fussy, newborns look calmer if given care. Subject and method: this research design is a Quasy Experiment, Pretest - post test one grub design, namely by comparing the results before treatment and after treatment. sample selection with Non Probability sampling with saturated sample withdrawal, Sample withdrawal using Saturated Sampling technique, namely 30 respondents. Data analysis using Paired t test. The results showed the effect of swaddling on the quality of sleep of neonates in Pajangan villag","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"942 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139203961","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS INFORMASI ANATOMI PENGGUNAAN PROYEKSI SKYLINE PADA PEMERIKSAAN KNEE JOINT POST ARTHROSCOPY","authors":"Ildsa Maulidya Mar’athus Nasokha, Fisnandya Meita, Astari, Retno Wati, Muhammad Amri Al-Furqan, Bima Herdian Adhiewilaga, Hafidzhoh Qulubul Fadhila, Aufia Dina, Aulya","doi":"10.37831/kjik.v11i2.309","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.309","url":null,"abstract":"Latar belakang: knee Joint atau sendi lutut merupakan salah satu sendi terbesar dalam tubuh, sendi ini merupakan sendi yang kompleks. Osteoarthritis merupakan kelainan sendi degenerasi non inflamasi yang terjadi pada sendi yang dapat digerakkan dan sendi penopang berat badan dengan gambaran khas memburuknya rawan sendi. Salah satu penanganan pada gangguan sendi menggunakan arthroscopy. Arthroscopy adalah prosedur pembedahan yang progresnya dapat dilihat melalui pemeriksaan radiografi. Pemeriksaan radiografi knee joint pada kasus osteoarthritis menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) weight bearing dan lateral. Sedangkan di RS Ortopedi Prof Dr. R Soeharso Surakarta pemeriksaan knee joint pada kasus Osteoarthritis menggunakan proyeksi AP Standing, Lateral Standing dan tambahan Proyeksi Skyline. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi anatomi penggunaan proyeksi skyline pada post arthoscopy dan alasan penggunaan proyeksi skyline pada pemeriksaan knee joint dengan kasus osteoarthritis. Subyek dan metode: subyek penelitian ini adalah satu orang petugas operator, dua orang radiografer dan satu orang ahli radiologi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan hasil wawancara di buat transkrip wawancara, reduksi data, tabel kategorisasi, koding terbuka, dan dibuat kesimpulan. Hasil penelitian: informasi anatomi penggunaan proyeksi skyline pada pemeriksaan knee joint post arthroscopy adalah osteoarthritis genu dextra Grade 4 dengan pembentukan osteofit prominent pada condylus medialis et lateralis os femur et tibia, juga pada os. patella dengan penyempitan joint space, deformitas dan fusi serta subchondral cyst. Alasan pemeriksaan knee joint pada kasus post arthroscopy di Instalasi radiologi RS Ortopedi Surakarta menggunakan proyeksi skyline adalah dapat menampakkan celah sendi, dan memperlihatkan ada tidaknya iregularitas pada permukaan sendi antara tulang tibia dan patella. Kata kunci: arthroscopy, joint, knee, osteoarthritis Background: the knee joint is one of the largest joints in the body, a complex joint. Osteoarthritis is a noninflammatory degenerative joint disorder that occurs in movable joints and weight support joints with a typical picture of worsening joint proneness. One treatment for joint disorders is using arthroscopy. Arthroscopy is a surgical procedure whose progress can be seen through radiographic examination. Knee joint radiographic examination of osteoarthritis cases using an anterior (AP) weight bearing and lateral projection). Meanwhile, at the Orthopedic Hospital, Prof. Dr. R Soeharso Surakarta, the joint Knee examination on the case of Osteoarthritis used the projection of AP Standing, Lateral Standing and additional Skyline Projections. The a","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"400 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139205554","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KEKERASAN VERBAL IBU MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK","authors":"Enny Fitriahadi, Luluk Rosida","doi":"10.37831/kjik.v11i2.294","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.294","url":null,"abstract":"Latar belakang: pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan peristiwa yang terjadi selama proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang dapat terjadi secara fisik, intelektual, maupun emosional. Permasalahan tumbuh kembang yang berhubungan dengan mental salah satunya adalah aspek perkembangan kognitif dengan fungsi intelektual. Berdasarkan data UNICEF (United for Children) pada tahun 2016 bahwa 80% anak usia 2-14 tahun pernah mengalami kekerasan baik itu berbentuk fisik maupun psikologis dimana 62% kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan terdekat yaitu keluarga dan lingkungan sekolah, selebihnya 38% di ruang publik. Sedangkan di masa pandemic kasus kekerasan verbal pada anak semakin meningkat, hal inilah yang menjadi urgensi dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan kekerasan verbal ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Subyek dan metode: metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan studi deskriptif korelasi. Penelitian ini dilakukan di PAUD/TK ABA Kasihan Bantul pada bulan April-Juni 2022. Populasi pada penelitian yaitu siswa PAUD/TK ABA yang berjumlah 32 anak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang berumur 4-5 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa perilaku kekerasan verbal dengan tumbuh kembang yang tidak normal lebih banyak 17 anak dibandingkan dengan tumbuh kembang anak yang tidak normal sebanyak 1 anak. Sedangkan ibu yang tidak melakukan kekerasan verbal dengan tumbuh kembang normal lebih banyak sebesar 9 anak di bandingkan dengan ibu yang melakukan kekerasan verbal dengan tumbuh kembang anak normal sebesar 5 anak. Hasil uji bivariat nilai p-value sebesar 0,000 artinya p-value < 0,005 dengan kesimpulan ada keterkaitan antara kekerasan verbal ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesimpulan: kontribusi penelitian ini yaitu bagi ibu dan orang tua di harapkan lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan pola asuh yang benar. Kata kunci: kekerasan verbal ibu, pertumbuhan dan perkembangan anak Bacground: child growth and development are events that occur during the process of child growth and development which can occur physically, intellectually, and emotionally. One of the developmental problems related to mental development is the aspect of cognitive development with intellectual function. Based on data from UNICEF (United for Children) in 2016 that 80% of children aged 2-14 years have experienced violence both physically and psychologically where 62% of violence against children occurs in the immediate environment, namely the family and school environment, the remaining 38% in the public. Meanwhile, during a pandemic, cases of verbal abuse in children increased, this is the urgency of this research. The aim of the study: the aim of the research was to find out the correlation between mother's verbal violence and child's growth and developme","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"77 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139206709","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KUALITAS HIDUP LANSIA TERHADAP RISIKO ELDERLY ABUSE: SYSTEMATIC REVIEW AND META ANALYSIS","authors":"Diyono, B. Kristanto, Dian Putranto","doi":"10.37831/kjik.v11i2.304","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.304","url":null,"abstract":"Latar belakang: Negara Indonesia saat ini mulai memasuki periode aging population. Diproyeksikan tahun 2035 mencapai 48,2 juta jiwa 15,77%, lebih tinggi dari angka global pada angka 28,8 juta (11,34%) dari total populasi penduduk dunia. Kelompok lansia cenderung terjadi penurunan kualitas hidup terkait masalah fisik, sosial dan ekonomi yang rentan terhadap kekerasan (abuse) dari orang lain. Identifikasi faktor risiko ederly abuse merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko ederly abuse. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kualitas hidup lansia dengan risiko elderly abuse berdasar studi literatur. Subyek dan metode penelitian yang digunakan yaitu Systematic Review dengan basis data Science Direct, Google schoolar dan PubMed menggunakan program Harzing’s Publish or Peris. Medical Subject Heading (Mesh) “risk factors” yang dikombinasikan dengan “Elderly Abuse” OR “elderly negelct” OR “elderly maltreatment”. Meta analisis menggunakan program MedCalc Statistic Seri 22. Hasil penelitian(1). Bentuk Elderly Abuse kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikologis, kekerasan finasial dan penyalahgunaan fasilitas lansia (2) Kualitas hidup lansia yang rendah merupakan faktor risiko Elderly Abuse (OR:5,360;p:<0,001;CI:1,327-1,839). Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas hidup lansia yang rendah meningkatkan risiko elderly abuse. Kata kunci: elderly abuse, elderly maltreatment, elderly neglect, kualitas hidup Background: Indonesia is currently starting to enter a period of population aging. It is projected that in 2035 it will reach 48.2 million people, 15.77%, higher than the global figure of 28.8 million (11.34%) of the world's total population (Central Statistics Agency, 2021). The elderly group tends to experience a decline in quality of life related to physical, social and economic problems and is vulnerable to violence (abuse) from other people. Identifying risk factors for derly abuse is an important step to reduce the risk of derly abuse. The purpose of this study was to Identify impact quality of life of elderly on risk factors for elderly abuse based on literature studies. Subject and method: this research is Systematic Review with the Science Direct database, Google schoolar, and PubMed using the Harzing's Publish or Peris program. Medical Subject Heading (Mesh) \"risk factors\" combined with \"Elderly Abuse\" OR \"elderly neglect\" OR \"elderly maltreatment\". Meta analysis using the MedCalc Statistics Series 22 program. The results (1). Forms of Elderly Abuse physical violence, sexual violence, psychological violence, financial violence, and abuse of elderly facilities (2) Elderly Abuse risk factors are the quality of life of the elderly (OR:5.360;p:<0.001;CI:1.327-1.839). Conclusion: the low quality of life of the elderly increased the risk factors for Elderly Abuse. Keywords: Elderly Abuse, Elderly Maltreatment, Elderly Neglect, Quality of Life","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"50 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139198258","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Diana Mei Nanda, Muh. Ganda Saputra, Nuryati, Nahardian Vica Rahmawati
{"title":"EVALUASI KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT TINDAKAN OPERASI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN","authors":"Diana Mei Nanda, Muh. Ganda Saputra, Nuryati, Nahardian Vica Rahmawati","doi":"10.37831/kjik.v11i2.284","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.284","url":null,"abstract":"Latar belakang: informed consent adalah persetujuan tindakan medis yang diberikan kepada pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapat penjelasan lengkap tentang tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Peneliti menemukan masih terdapat pengisian informed consent yang tidak lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian informed consent tindakan operasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Subyek dan metode: desain pada penelitian ini sequential explanatory. Teknik pengambilan data kuantitatif menggunakan simple random sampling berjumlah 89 informed consent dan data kualitatif menggunakan snowball sampling didapatkan 5 responden dengan wawancara. Hasil penelitian didapatkan kelengkapan pengisian informed consent sebanyak 85% dan ketidaklengkapan sebanyak 15%, faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian lembar informed consent dokter terburu-buru karena banyaknya pasien yang harus segera diberikan tindakan dan belum adanya pemberlakkuan punishment dan reward, kesesuaian pengisian lembar informed consent dengan SPO Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan sudah sesuai yaitu dengan kesesuaian sebesar 100%. Saran, setiap dokter wajib meninjau ulang kelengkapan informed consent dan perlu adanya pemberlakuan punishment dan reward. Dengan adanya punishment dan reward diharapkan hasil yang didapatkan dalam pengisian lembar informed consent tindakan operasi meningkat dan kelengkapan dapat tercapai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta agar mutu bagian rekam medis menjadi baik. Kata kunci: faktor penyebab, kelengkapan Informed Consent, kesesuaian dengan SPO Background: informed consent is a medical action approval given to the patient or to his/her next of kin after receiving a complete explanation of the medical action to be performed. The researcher found that there was incomplete filling of informed consent. The purpose of this study was to identify factors causing incomplete filling of informed consent for surgery at Muhammadiyah Hospital of Lamongan. This research used sequential explanatory design. The quantitative data were collected by using simple random sampling of 89 informed consent, and the qualitative data were gathered though snowball sampling of 5 respondents to interview. The results showed that the completeness of filling out informed consent was 85%, and the incompleteness was 15%. Several factors caused the incompleteness of filling out the informed consent sheet including the doctors were in a hurry because of the large number of patients who had to be given immediate action. Besides, there was no punishment and reward. Filling out the informed consent sheet in Muhammadiyah Hospital of Lamongan was suitable with the SPO of 100%. In conclusion, doctors are obliged to review the completeness of informed consent. Additionally, it requires to implement punishment and reward so that filling out the informed consent form for surgery will increase and completen","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139199192","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ratna Indriati, B. Kristanto, Ditya Yankusuma Setiani
{"title":"HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK","authors":"Ratna Indriati, B. Kristanto, Ditya Yankusuma Setiani","doi":"10.37831/kjik.v11i2.303","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.303","url":null,"abstract":"Latar belakang: manusia yang memiliki karakter baik adalah manusia yang bertumbuh sebagai individu yang cerdas, baik dan mampu bertanggungjawab atas pertumbuhan dirinya sendiri dan orang lain. Periode usia anak merupakan periode yang penting untuk membentuk karakter. Masa usia anak perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya karena masa ini dapat sangat menentukan kualitas manusia dimasa depan. Keluarga berperan penting untuk membangun karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak. Subyek dan metode: penelitian berupa observasi analitik, desain korelasi dengan metode cross sectional. Subyek penelitian ini 58 anak kelas V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura. Pengambilan sampel secara sampling jenuh. Analisa bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan keluarga dengan lingkungan yang mendukung 89,7% dan anak dengan karakter baik 77,6%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak dengan p=0,028 (<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,288. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan positif faktor lingkungan keluarga dengan pembentukan karakter anak kelas V SD Kristen Widya Wacana X Kartasura dengan korelasi hubungan yang lemah. Kata kunci: karakter anak, lingkungan keluarga Background: humans who have good character are humans who grow as individuals who are smart, good and able to be responsible for the growth of themselves and others. The period of child age is an important period for forming character. Children's age needs to be utilized as well as possible because this period can greatly determine the quality of human beings in the future. Family plays an important role in building children's character. The purpose of tis study was to determine the relationship between family environmental factors and the formation of children's character. Subject and method: research in the form of analytic observation, correlation design with cross sectional method. This research respondents were 58 children of fifth grade elementary School at Widya Wacana X Kartasura Christian Elementary School.Sampling by saturated sampling. Bivariate analysis using the Pearson Product Moment correlation test. The Result showed that Families with a supportive environment 89.7%, children with good character 77.6%. The results of the analysis of the relationship between family environmental factors and the formation of children's character obtained p = 0.028 (<0.05) so that Ha is accepted with a correlation coefficient value of 0.288. The conclusion of this study is there is a positive relationship between family environmental factors and the character formation of fifth grade children at Widya Wacana X Kartasura Christian Elementary School with a weak correlation. Keywords: child character, family environment","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":"526 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139204724","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI","authors":"Sri Aminingsih, Tunjung Sri Yulianti, Warsini","doi":"10.37831/kjik.v11i2.306","DOIUrl":"https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.306","url":null,"abstract":"Latar belakang: upaya meningkatkan produksi ASI adalah dengan meningkatkan hormon perangsang ASI yaitu hormon prolaktin dan oksitosin serta menurunkan faktor-faktor yang menghambat produksi ASI seperti stres. Beberapa studi menunjukkan bahwa pijat dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin, prolaktin,dan menurunkan hormon kortisol. Salah satu zat gizi yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui adalah protein. Setiap 100 ml ASI mengandung 1,2 gram protein, sehingga selama menyusui ibu membutuhkan tambahan protein sebanyak 20 gram/hari. Meningkatnya kebutuhan protein ini untuk membentuk protein susu, sintesis hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Sumber protein nabati terbaik berasal dari sumber biji-bijian, seperti kacang tanah, kedelai, dan jagung. Dari interaksi yang dilakukan peneliti kepada salah satu ibu menyusui di kelurahan Mojosongo mengeluh produksi ASI yang sedikit dan tidak lancar sehingga menyebabkan payudara sakit dan bengkak. Hal tersebut juga mengakibatkan bayi kekurangan ASI sehingga bila terjadi terus menerus akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Subyek dan metode: penelitian ini merupakan penelitian pre post experimental control design untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dengan cara membandingkan produksi ASI pada ibu sebelum dan sesudah mengkonsumsi susu kedelai. Hasil penelitian menunjukkan uji Mann-Whitney U diperoleh hasil mean pada kelompok kontrol yaitu kelompok tanpa intervensi adalah 14.67, sedangkan kelompok intervensi yaitu dengan pemberian susu kedelai selama 7 hari atau satu minggu adalah 16.33. Berdasarkan nilai perbedaan rata-rata (mean differences) adalah negatif yaitu -5.87 dapat diartikan bahwa hasil setelah diberi intervensi pemberian susu kedelai maupun tanpa intervensi dengan Asymp sig.(2-tailed) nilai p=0,557. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian susu kedelai tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu menyusui. Kata kunci: Peningkatan produksi ASI, Pemberian susu kedelai Background: efforts to increase breast milk production are by increasing breast milk stimulating hormones, namely the hormones prolactin and oxytocin and reducing factors that inhibit milk production such as stress. Several studies show that massage can increase levels of the hormone oxytocin, prolactin, and decrease the hormone cortisol. One of the nutrients that breastfeeding mothers need to pay attention to is protein. Every 100 ml of breast milk contains 1.2 grams of protein, so during breastfeeding mothers need an additional 20 grams of protein per day. The increased need for this protein to form milk protein, synthesis of the hormone prolactin and the hormone oxytocin. The best sources of vegetable protein come from whole grains, such as peanuts, soybeans and corn. From the interactions","PeriodicalId":196617,"journal":{"name":"KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan","volume":" 15","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139207114","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}