{"title":"BENCANA, PERLINDUNGAN SOSIAL, DAN PEREMPUAN: Studi Kasus Pasca Erupsi Merapi Di Yogyakarta","authors":"Ashadi Cahyadi","doi":"10.29300/jpkth.v8i1.2057","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2057","url":null,"abstract":"Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi bencana besar membutuhkan banyak diskusi dari pengalaman masa lalu. Studi ini membahas tentang strategi pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangkitkan sektor ekonomi pasca erupsi merapi di Yogyakarta. Penulis memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan perempuan karena dianggap sebagai subyek rentan. Studi ini menggunakan metode kualitatif yang didukung oleh beberapa data yang bersifat kuantitatif. Semua bahan dipelajari secara interaktif, direduksi, kemudian intisari bacaan dikembangkan sesuai penalaran induktif. Studi ini menemukan bahwa pada awal bencana, perlindungan sosial menjadi strategi utama yang harus dilakukan. Itu berupa bantuan sosial, asuransi sosial, kebijakan pasar kerja, dan jaringan pengamanan sosial berbasis masyarakat. Kemudian, masa recovery yang telah diisi oleh perlindungan sosial harus dilanjutkan ke tahap pemberdayaan sosial. Model pendampingan menjadi strategi yang paling idel dan rasional ketika masyarakat berada pada kondisi lower classyang hanya bisa menggantungkan nasib pada negara dan swasta.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125426596","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS IMPERTIF DALAM AL QUR’AN SURAT YĀSĪN","authors":"Abdul Aziz Al Khumairi","doi":"10.29300/jpkth.v8i1.2191","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2191","url":null,"abstract":"Tuturan imperatif dalam bahasa Arab mempunyai empat bentuk, yaitu: 1) fi‘l amr, 2) fi‘l mudari‘ yang didahului dengan lam amr, 3) masdar yang menggantikan fi‘l amr.1, dan 4) amr dengan redaksi khabar. Dalam suratyāsīn penutur (Allah SWT) banyak menggunakan redaksi tindak tutur imperatif dalam melakukan komunikasi.Penelitian ini adalah penelitian linguistik yang bertujuan untuk mengungkap bagaimana bentuk tindak tutur imperatif dalam suratyāsīndan apa arti penggunaan pragmatis tindak tutur imperatif dalam surat yā sīn. Bentuk Amr yang terdapat dalam surah Yāsīnsebanyak 12 buah, tersebar dalam 12 ayat.Bentuk amr yang sebanyak 12 tersebar dalam ayat-ayat sebagai berikut: 11. 13,20. 21,25,26.45,47, 61. 64.79 dan 82. Seluruhnya berbentuk fi 'il Amr. Adapun bentuk fi’il mudhari yang didahului lam amr. bentuk masdar pengganti fi ’il amr. dan bentuk isim fi 'il amr tidak ditemukan dalam surah Yā sīn.Makna pragmatik tindak tutur imperatif (al-’amriy) dalam surat yāsīn yaitu: Penghormatan/ikram, Pelajaran /i’tibar, Tawaran /iltimas, Mengharapkan / at-tammanni, Melemahkan / ta’jiz, Menakut-nakuti /at-tahwil , Sesuatu yang jauh dari kenyataan /al-istib’ad, Penghinaan /al-ihanah, Kecaman /tahdid, penghinaan /at-tahqir.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133185838","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KEBIJAKASANAAN DAN COMPLEX POLITICAL EMERGENCE: Mencermati Arah Konflik Jamaah Ahmadiyah Indonesia","authors":"Ihsan Rahmat","doi":"10.29300/jpkth.v8i1.2047","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2047","url":null,"abstract":"Complex Political Emergence (CPE) menjadi paradigma yang mampu menjelaskan saat sebuah konflik tidak mampu dikelola dan diprediksi penyelesaiannya. Perang yang kemudian merambah pada isu kemanusiaan, ideologi, dan keterbatasan sumberdaya seringkali menjadi contoh mutlak. Tetapi tidak menutup kemungkinan bergeser ke konflik laten agama. Menimbang hal tersebut, studi ini kemudian berargumen bahwa masa konflik Ahmadiyah dengan ‘muslim tertentu’ di Indonesia kemungkinan mengarah pada CPE. Diskusi pada tulisan ini telah didukung oleh berbagai jurnal, pandangan tokoh, dan berita dari media online. Semua bahan dibaca secara interaktif, direduksi, kemudian intisari bacaan dikembangkan sesuai penalaran induktif. Studi ini memaparkan beberapa bukti kasus kekerasan, bahkan penghilangan nyawa di kalangan warga Ahmadiyah. Penyebabnya dalam CPE dikenal dengan predatory social formations atau penanaman pemikiran bahwa Ahmadiyah merusak akidah Islam dan diklaim sesat. Sehingga saat ‘muslim tertentu’ bertemu dengan pengikut Ahmadiyah, keinginan untuk mengadakan kontak sangat mungkin terjadi. Ini menjadi jawaban penting bahwa konfliknya mengarah pada CPE.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127447552","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ASPEK IBADAH, LATIHAN SPRITUAL DAN AJARAN MORAL (Studi Pemikiran Harun Nasution tentang Pokok-Pokok Ajaran Islam)","authors":"Khoiruman Khoiruman","doi":"10.29300/jpkth.v8i1.2046","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2046","url":null,"abstract":"Penelitian ini berawal dari kebanyakan umat Islam yang belum mampu memahami dan mengamalkan pokok ajaran Agama Islam, yaitu akidah, akhlak, dan syariah secara integral. Tujuan tulisan ini adalah memahami pemikiran dari Harun Nasution tentang bagaimana seorang Muslim harus memahami pokok-pokok ajaran Islam secara terintegrasi antara akidah, akhlak dan syariah. Pendekatan dari pengkajian ini adalah pendekatan doktriner Filosofis, penelitian Eksploratif Deskriptif dengan menggunakan pendekatan kesejarahan, metode Komparasi (perbandingan) dan pendekatan Aliran. Hasil dari tulisan ini menjelaskan bahwa menurut Harun Nasution Idealnya pokok-pokok ajaran Islam (Akidah, Syari’ah, dan Akhlaq) itu harus dipahami dan dilaksanakan secara integral untuk menuju kepada kesempurnaan manusia (insan kamil), karena pada hakekatnya manusia itu harus senantiasa meningkatkan hubungan baiknya dengan Allah, manusia dan alam semesta.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123368596","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"APA KABAR PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM? (Meneropong Pembaharuan Pemikiran Islam Post Cak Nur - Gus Dur)","authors":"M. Iqbal","doi":"10.29300/jpkth.v8i1.2027","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2027","url":null,"abstract":"In the 1990s the world of Islamic thought was very crowded and dynamic. There are some Islamic thinkers of the country who are very interested in producing discourses on Islamic thought. Some of them were (alm) Nurcholis Madjid and (alm) Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Although the political realm of the homeland at that time began to warm up, the Islamic thought movement was very dynamic. After the fall of the new Order in 1998, and the death of several Islamic thinkers, the Islamic thought movement seemed to experience congestion. Even now it is quiet from healthy Islamic thinking. All components of thought are absorbed in the ups and downs of the political stage which attracts much attention. the results of this paper show that the political stage turned out to be more attractive to the generation of Islamic intellectuals post Cak Nur - Gus Dur.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133248387","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"MAQAMAT (TINGKATAN SPIRITUALITAS DALAM PROSES BERTASAWUF)","authors":"Hana Widayani","doi":"10.29300/jpkth.v8i1.2023","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2023","url":null,"abstract":"Tasawuf merupakan salah satu bidang kajian Islam yang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikaji. Ia merupakan salah satu tema yang mendapatkan perhatian luas baik di kalangan peneliti muslim, maupun non-muslim. Namaun demikian, hal ini pada akhirnya mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap pemahaman tasawuf, yang terkadang bertentangan dengan pemahaman para pengamal tasawuf, dalam hal ini adalah sufi. Sebagaimana pendapat Nicholson misalnya, yang menyatakan bahwa salah satu maqamat yang ada di dalam tasawuf, yaitu az-Zuhd, merupakan ajaran yang juga telah dipraktikan dan ditemukan dalam penganut agama yang lain, dalam hal ini adalah Kristen. Tulisan ini akan berupaya membahas konsep maqamat dan ahwal dalam perspektif para sufi dalam proses bertasawufnya, yang bertujuan untuk melihat apakah konsep maqamat dan ahwal ini mendapatkan pengaruh dari agama lain di luar Islam, atau justru sebaliknya bahwa ia muncul secara original dari ajaran Islam itu sendiri.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121829298","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KEADILAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM TERHADAP MASYARAKAT","authors":"Subhan Amin","doi":"10.29300/jpkth.v8i1.1997","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.1997","url":null,"abstract":"Hukum mempunyai relevansi yang erat dengan keadilan. Bahkan ada orang yang berpandangan bahwa hukum harus digabungkan dengan keadilan, supaya sungguh-sungguh berarti sebagai hukum. Hal ini terkait dengan tanggapan bahwa hukum merupakan bagian usaha manusia menciptakan suatu ko-eksistensi etis di dunia. Hanya melalui suatu tata hukum yang adil orang dapat hidup dengan damai menuju kebahagiaan, Karena hakikat hukum adalah membawa aturan yang adil dalam masyarakat. Hukum harus mengadakan peraturan yang adil tentang kehidupan masyarakat, sebagaimana dicita-citakan dalam hukum dan hukum mengandung suatu tuntutan keadilan yang diharapkan seluruh ketentuan yang mengatur segala perilaku atau keadaan manusia dalam kehidupan mencerminkan rasa keadilan.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131161572","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ASBAB NUZUL (Urgensi dan Fungsinya Dalam Penafsiran Ayat Al-Qur`An)","authors":"Syukraini Ahmad","doi":"10.29300/jpkth.v7i2.1604","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v7i2.1604","url":null,"abstract":"Al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia terutama bagi orang yang bertaqwa maka perlu dipahami dan ditafsirkan dengan benar dan tepat. Dalam memahami dan menafsirkannya pengetahuan tentang asbab nuzul ayat dinilai sangat penting, terutama ayat-ayat al-Qur`an yang memiliki sabab nuzul. Ini karena seorang mufassir tidak mungkin mengetahui penafsiran suatu ayat Al-Quran tanpa bersandarkan kepada kisah dan penjelasan sebab turunnya. Sedangkan penjelasan sabab nuzul Al-Quran merupakan cara yang kuat dalam memahami dan menafsirkan makna-makna ayat Al-Quran. Di samping itu, sabab nuzul memiliki banyak fungsi yang utama, diantaranya: Mengetahui hikmah pensyariatan hukum, Mengkhususkan hukum, Memastikan makna ayat Al-Qur`an dan menghilangkan kerancuan maknanya, Memahami dan memantapkan wahyu dalam benak setiap orang yang mendengarnya.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125148750","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"MEMAHAMI MANUSIA MELALUI DIMENSI FILSAFAT (Upaya Memahami Eksistensi Manusia)","authors":"Azizah Aryati","doi":"10.29300/jpkth.v7i2.1602","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v7i2.1602","url":null,"abstract":"Filsafat manusia atau antropologi filsafat merupakan bagian integral dari sistem Filsafat yang secara spesifik menyoroti hakikat atau esensi manusia. Sebagai bagian dari sistem filsafat, secara metodis ia memiliki kedudukan yang kurang lebih setara dengan cabang-cabang filsafat lainnya seperti; etika, kosmologi, epistemologi, filsafat sosial dan estetika. Semua cabang filsafat tersebut pada prinsipnya bermuara pada esensi manusia dengan menyoroti gejala dan kejadian manusia secara sintesis dan reflektif, serta memiliki ciri-ciri ekstensif, intensif dan kritis. Kalau demikian, maka dengan mempelajari filsafat manusia bererti kita dibawa ke dalam panorama pengetahuan yang sangat luas, dalam dan kritis, yang menggambarkan esensi manusia. Panorama pengetahuan seperti itu, paling tidak memiliki manfaat ganda yakni manfaat praktis dan teoritis.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124313038","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KONSEP SAKINAH, MAWADDAH DAN RAHMAH DALAM PERNIKAHAN","authors":"Henderi Kusmidi","doi":"10.29300/jpkth.v7i2.1601","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/jpkth.v7i2.1601","url":null,"abstract":"Perkawinan merupakan bagian dari ajaran Islam. Siapa yang menghindari perkawinan berarti ia telah meninggalkan sebagian dari ajaran agamanya. Disamping itu perkawinan dapat menghindarkan diri dari perbuatan zina. Islam melarang ummatnya melepaskan naluri seksual secara bebas tidak terkendali. Karena itulah Islam mengharamkan perbuatan zina dengan segala hal yang mengantarkannya dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Pada saat yang sama Islam memerangi kecenderungan sebaliknya yaitu kecenderungan yang melawan naluri dan mengekangnya. Karena itulah ia menyerukan kepada perkawinan, melarang kecenderungan melajang terus dan mengebiri diri. Tidak halal bagi seorang muslim berpaling dari perkawinan, pada hal ia mampu melakukannya dengan alasan konsentrasi untuk beribadah, menjauhi dari dunia dan mengabdi secara penuh kepada Allah SWT.","PeriodicalId":196385,"journal":{"name":"EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis","volume":"255 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121240178","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}