Fahmi Alfa Muslimu, Nugraha Luhur, Z. Abidin, Pudjianto Pudjianto
{"title":"ANALISIS RADIASI TERHADAP FUNGSI KETINGGIAN AIR KOLAM REAKTOR MENGGUNAKAN ORIGEN2.1","authors":"Fahmi Alfa Muslimu, Nugraha Luhur, Z. Abidin, Pudjianto Pudjianto","doi":"10.17146/BPRN.2019.16.1.5389","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/BPRN.2019.16.1.5389","url":null,"abstract":"ANALISIS RADIASI TERHADAP FUNGSI KETINGGIAN AIR KOLAM REAKTOR MENGGUNAKAN ORIGEN2.1. Air pada kolam reaktor selain berfungsi sebagai pendingin, juga berfungsi sebagai penahan radiasi yang bersumber dari berbagai komponen yang teraktivasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai paparan radiasi di atas kolam reaktor sebagai fungsi ketinggian air kolam reaktor. Model komputasi dengan kode atau program komputer ORIGEN2.1 digunakan untuk menghitung inventori hasil belah dan inventori bahan bakar reaktor. Proses simulasi dilakukan pada akhir siklus ke-89 dengan variasi waktu tunda 244 hari, 8 hingga 80,2 tahun untuk mengetahui paparan radiasi di atas permukaan kolam. Penentuan waktu tunda berdasarkan waktu paruh terpanjang untuk hasil perhitungan produk aktivasi yakni Zn-65 yang memiliki waktu paruh 244 hari, dan setiap kelipatan 8 tahun dengan mempertimbangkan waktu paruh dari Zn-65. Dari hasil perhitungan diperoleh paparan radiasi sebesar 1,33.10-15 mR/jam di permukaan kolam reaktor. Sedangkan pada jarak 100 cm tanpa penahan air sebesar 463.029.153,38 mR/jam, setelah 80,2 tahun paparan radiasi pada jarak 100 cm tanpa penahan air berkurang menjadi 15,54 mR/jam. Setelah reaktor tidak beroperasi selama 8 tahun hingga 80,2 tahun nilai paparan radiasi tidak berkurang secara signifikan dikarenakan masih terdapat nuklida Fe-55, Ni-59 dan Ni-63 yang memiliki waktu paruh di atas 1 tahun.","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130684848","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KAJIAN PENAMBAHAN DUMMY ALUMINUM PADA POSISI IRADIASI SENTRAL (CIP) TERHADAP PARAMETER NEUTRONIK REAKTOR RSG-GAS","authors":"Susanto Susanto, Fitri Susanti","doi":"10.17146/BPRN.2019.16.1.5426","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/BPRN.2019.16.1.5426","url":null,"abstract":"KAJIAN PENAMBAHAN DUMMY ALUMINIUM PADA POSISI IRADIASI SENTRAL (CIP) TERHADAP PARAMETER NEUTRONIK REAKTOR RSG-GAS. Reaktor RSG-GAS adalah reaktor riset yang dioperasikan untuk keperluan produksi radioisotop, analisis aktivasi neutron, penelitian dan uji material. Reaktor RSG-GAS beroperasi dengan rata-rata energi terbangkitkan sebesar 625 MWd setiap siklus dan manajemen bahan bakar teras menggunakan pola 5/1 untuk pemuatan bahan bakar. Setiap pergantian teras dilakukan perhitungan dan pengukuran parameter reaktor untuk mengetahui pengaruh terhadap keselamatan operasi reaktor. Pada kondisi operasi normal fasilitas iradiasi dalam teras berisi air atau dummy aluminium. Penambahan dummy aluminium pada fasilitas iradiasi perlu diketahui pengaruhnya terhadap parameter neutronik reaktor RSG-GAS. Tujuan penulisan makalah ini yaitu melakukan perhitungan dan pengukuran parameter operasi reaktor dan mengetahui pengaruh penambahan dummy aluminium terhadap reaktivitas dan fluks neutron pada teras 97 reaktor RSG-GAS. Perhitungan parameter operasi dilakukan menggunakan kombinasi program WIMS/D5 untuk generasi tampang lintang sel, Batan-2DIFF untuk menghitung reaktivitas dan faktor puncak daya radial serta Batan-3DIFF untuk menghitung faktor puncak daya aksial dan fluks neutron dalam teras reaktor. Efek reaktivitas akibat penempatan dummy aluminium pada CIP sebesar 0,17 %Δk/k. Jika dummy aluminium diletakkan di CIP dan IP akan menaikkan fluks di posisi tersebut karena aluminium mempunyai daya moderasi yang sangat baik. Nilai faktor puncak daya radial dan aksial masing-masing 1,2200 dan 1,2902. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengukuran besaran tersebut masih berada dalam batas yang diizinkan untuk keselamatan operasi reaktor dan menunjukan bahwa teras 97 reaktor RSG-GAS memenuhi batas keselamatan operasi reaktor.Kata kunci: Dummy aluminium, reaktivitas, fasilitas iradiasi, operasi reaktor","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123971085","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin","authors":"Sukarno Sigit","doi":"10.17146/BPRN.2019.16.1.5382","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/BPRN.2019.16.1.5382","url":null,"abstract":"Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin primer berfungsi untuk mengambil panas dari teras reaktor sedangkan sistem pendingin sekunder berfungsi untuk mengambil panas sistem pendingin primer melalui heat exchanger dan melepasnya ke lingkungan. Sistem pendingin reaktor telah beroperasi lebih dari 28 tahun sehingga perlu dilakukan revitalisasi. Salah satu bagian yang diganti adalah menara pendingin. Kemampuan sistem pendingin reaktor setelah revitalisasi dapat diketahui melalui perbandingan daya kalorimetri sistem pendingin sekunder dan primer serta membandingkan temperatur masuk (Tinlet) dan keluar (Toutlet) sistem pendingin reaktor dengan nilai desainnya. Dari hasil perbandingan menunjukan perubahan daya kalorimetri di sisi primer sebanding dengan perubahan daya kalorimetri sisi sekunder. Hal ini menunjukan tranfer panas dari sistem pendingin primer ke sekunder dan proses pelepasan panas ke lingkungan berjalan dengan baik. Untuk hasil perbandingan Tinlet -Toutlet pendingin reaktor pada daya penuh 30 MW, Tinlet -Toutlet sistem pendingin primer dan sekunder tidak melampaui nilai batas maksimal desain. Dari semua perbandingan menunjukan menara pendingin baru sistem pendingin sekunder memberikan tingkat kemampuan pembuangan panas yang lebih baik pada saat reaktor beroperasi.Kata kunci: Reaktor RSG-GAS, sistem pendingin reaktor, daya kalorimetri.","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"186 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115992542","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"TINJAUAN KESELAMATAN OPERASI REAKTOR TERHADAP KINERJA MENARA PENDINGIN SETELAH 30 TAHUN BEROPERASI","authors":"A. Hakim, S. Sutrisno, Dicky Tri Jatmiko","doi":"10.17146/BPRN.2019.16.1.5386","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/BPRN.2019.16.1.5386","url":null,"abstract":"TINJAUAN KESELAMATAN OPERASI REAKTOR TERHADAP KINERJA MENARA PENDINGIN SETELAH 30 TAHUN BEROPERASI. Salah satu komponen penting dari sistem pendingin reaktor adalah menara pendingin. Menara pendingin RSG-GAS telah dioperasikan selama lebih dari 30 tahun. Telah dilakukan kajian kinerja menara pendingin pada operasi daya nominal 30 MW ditinjau dari keselamatan operasi reaktor. Kajian dilakukan untuk mengetahui kinerja menara pendingin dalam membuang panas ke lingkungan. Parameter penilaian kinerja menara pendingin yang dipakai meliputi range, approach, efektifitas, dan temperatur pendingin masuk teras reaktor. Dari kajian data operasi tahun 1992, diperoleh nilai range sebesar 7,2 ⁰C, nilai approach sebesar 8,0 ⁰C, nilai efektifitas sebesar 47,37%, dan nilai temperatur pendingin masuk teras sebesar 40,0 ⁰C. Dari kajian data tahun 2018, diperoleh nilai range sebesar 6,7 ⁰C, nilai approach sebesar 9,3 ⁰C, nilai efektifitas sebesar 41,84%, dan nilai temperatur pendingin masuk teras sebesar 41,96 ⁰C. Nilai temperatur pendingin masuk teras data tahun 1992 masih di bawah batas pengaktifan sistem proteksi reaktor, sedangkan nilai temperatur pendingin masuk teras data tahun 2018 mendekati batas pengaktifan sistem proteksi reaktor yaitu 42 ⁰C. Dapat disimpulkan bahwa kinerja menara pendingin setelah 30 tahun dioperasikan sudah tidak dapat memenuhi kriteria keselamatan operasi reaktor.Kata kunci: kinerja, menara pendingin, temperatur, keselamatan operasi.","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114680723","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS","authors":"Djoli Soembogo","doi":"10.17146/BPRN.2019.16.1.5384","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/BPRN.2019.16.1.5384","url":null,"abstract":"RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS. Pengaplikasian radio-grafi sinar-X sudah berkembang dan sudah banyak dimanfaatkan pada bahan metal las. Radiografi ini menggunakan sumber radiasi dari mesin sinar-X Intermiten dan Konstan. Penelitian ini bermaksud mengaplikasikan radiografi digital menggunakan sumber sinar-X dan menggunakan media pemindai film positip Epson V700 untuk pendigitalisasian hasil radiografi konvensional film pada sampel las. Telah dilakukan pengujian radiografi menggunakan film AGFA D7 untuk mendapatkan kontras medium, kepekaan medium dan kualitas bayangan (image) yang baik, menggunakan metode Ketebalan Tunggal Bayangan Tunggal, dan menggunakan media pemindai film positip dan sumber sinar-X dengan parameter pengamatan densitas film radiografi dan bentuk cacat. Tujuan radiografi ini untuk mengetahui hasil pencitraan yang baik untuk evaluasi cacat atau diskontinuitas sampel las seperti porositas, retak, slag inklusi yang akan mengganggu kelayakan pakai. Waktu paparan sinar-X adalah 50 detik untuk ketebalan sampel las 12,2 mm dan SFD 700 cm dengan menggunakan tegangan tinggi mesin sinar-X Intermiten dan Konstan sebesar 160 kV dan arus listrik 5 mA. Hasil pemindai film positip berupa radiografi digital yang memungkinkan untuk proses transfer data digital atau penyimpanan data digital secara komputerisasi. Hasil pengujian radiografi pada sampel las dengan metode Ketebalan Tunggal Bayangan Tunggal didapat parameter densitas film radiografi untuk film AGFA D7 pada Rigaku adalah 2,05; 2,03; 2,09 dan pada Isovolt adalah 2,22; 2,25; 2,26, penumbra hasil radiografi didapat 0,044 mm, dan sensitivitas film radigrafi adalah 2,049%. Ditemukan cacat IP, LF, dan porositas yang signifikan. Status densitas film sudah sesuai dengan standar yang diacu dan dapat didigitalisasiRADIOGRAFI SINAR-XINTERMITEN DAN KONSTAN PADALAS. Pengaplikasian radio-grafi sinar-X sudah berkembang dan sudah banyak dimanfaatkan padabahan metal las. Radiografi ini menggunakan sumber radiasi dari mesin sinar-X Intermiten dan Konstan. Penelitian ini bermaksudmengaplikasikan radiografi digital menggunakan sumber sinar-X dan menggunakan media pemindai film positip Epson V700 untuk pendigitalisasian hasil radiografi konvensional film pada sampel las. Telah dilakukan pengujian radiografi menggunakan film AGFA D7 untuk mendapatkan kontras medium, kepekaan medium dan kualitas bayangan (image) yang baik,menggunakan metode Ketebalan Tunggal Bayangan Tunggal, dan menggunakan media pemindai film positip dan sumber sinar-X dengan parameter pengamatan densitas film radiografi dan bentuk cacat. Tujuan radiografi ini untuk mengetahui hasil pencitraan yang baik untuk evaluasi cacat atau diskontinuitas sampel las seperti porositas, retak, slag inklusi yang akan mengganggu kelayakan pakai. Waktu paparan sinar-X adalah 50 detik untuk ketebalan sampel las 12,2 mm dan SFD 700 cm dengan menggunakan tegangan tinggi mesin sinar-X Intermitendan Konstan sebesa","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134174716","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS PENGOPERASIAN REAKTOR RSG-GAS PADA TERAS 96 DENGAN DAYA MAKSIMUM 30 MW","authors":"S. Sukiyanto, Susanto Susanto, Bagus Dwi Nurtanto","doi":"10.17146/BPRN.2018.15.2.5228","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/BPRN.2018.15.2.5228","url":null,"abstract":"ANALISIS PENGOPERASIAN REAKTOR RSG-GAS PADA TERAS 96 DENGAN DAYA MAKSIMUM 30 MW. Reaktor RSG-GAS merupakan reaktor riset dengan daya nominal 30 MW termal yang digunakan untuk kegiatan penelitian, iradiasi, pendidikan dan pelatihan.Reaktor RSG-GAS dioperasikan rutin hanya pada daya 15 MW, sedangkan operasi reaktor dengan daya maksimum 30 MW dilakukan dalam waktu tertentu sesuai permintaan dan persetujuan dari BAPETEN (sebagai badan pengawas). Pengoperasian reaktor RSG-GAS pada teras 92 dengan daya maksimum 30 MW ada perbedaan/ ketidaksesuaian antara daya yang dikehendaki (30 MW) dengan daya aktual (28,008 MW). Pengoperasian reaktor RSG-GAS pada teras 96 dengan daya 30 MW dilakukan kalibrasi daya reaktor kemudian hasilnya dibandingkan dengan daya yang dikehendaki. Hasil kalibrasi daya reaktor untuk pengoperasian daya 30 MW adalah sebesar 30,040 MW. Hasil perbandingan antara daya aktual / hasil kalibrasi dengan daya yang dikehendaki hampir sama. Hal tersebut menunjukan terjadi kesesuaian pengoperasian reaktor RSG-GAS pada teras 96 dengan daya maksimum 30 MW. Kata kunci: Reaktor RSG-GAS, Operasi Reaktor, Kalibrasi Daya, .","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114041374","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Hanapi Ali, Kawkab Mustofa, Sunarko Sunarko, A. Sufmawan
{"title":"PERANCANGAN SENSOR PENGUKUR KECEPATAN KAPSUL IRADIASI DI FASILITAS SISTEM RABBIT PNEUMATIK","authors":"Hanapi Ali, Kawkab Mustofa, Sunarko Sunarko, A. Sufmawan","doi":"10.17146/BPRN.2018.15.2.5232","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/BPRN.2018.15.2.5232","url":null,"abstract":"PERANCANGAN SENSOR PENGUKUR KECEPATAN KAPSUL IRADIASI PNEUMATIK DI FASILITAS RABBIT SISTEM PNEUMATIK. Fasilitas iradiasi rabbit sistem pneumatik dikhususkan untuk mengiradiasi suatu spesimen atau sampel dengan waktu paruh pendek, sehingga dibutuhkan waktu transfer yang singkat dengan kecepatan transfer yang disyaratkan sebesar 10 m/s. Mengetahui kecepatan transfer kapsul bermanfaat dalam menentukan waktu iradiasi dan proteksi terhadap rusaknya kapsul tersebut karena tumbukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan keakuratan sensor pengukur kecepatan yang dirancang. Dua buah sensor berbasis fotoelektrik digunakan untuk mengukur waktu layang atau Time of Flight (ToF) yang dibangkitkan oleh media yang diukur. Percobaan dilakukan menggunakan simulasi digital dengan perangkat lunak. Hasil percobaan menunjukkan hubungan antara waktu layang terhadap error pengukuran dan error kecepatan 10 m/s sebesar 2%. Error 2 % didapatkan dari hasil pengolahan data secara statistik.Kata Kunci : Rabbit sistem pneumatik, perancangan sensor kecepatan, waktu layang, foto elektrik, iradiasi","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128693620","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH ATTENUASI SINAR-X TERHADAP GREY VALUE COMPUTED RADIOGRAPHY","authors":"Djoli Soembogo","doi":"10.17146/bprn.2018.15.2.5229","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/bprn.2018.15.2.5229","url":null,"abstract":"PENGARUH ATTENUASI SINAR-X TERHADAP GREY VALUE COMPUTED RADIOGRAPHY. Studi aplikasi radiografi digital dengan sinar-X dan media Imaging Plate dengan pemindai Computed Radiogrphy. Radiografi ini menggunakan Imaging Plate blue (25 mikron) untuk mendapatkan kontras tinggi, kepekaan tinggi dan kualitas bayangan (image) yang baik karena butiran kristal halus. Tujuan radiografi digital menggunakan pemindai Computed Radiography adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan filter screen Pb terhadap grey value radiografi. Telah dilakukan pengujian radiografi menggunakan sinar-X pada Ignition Coil dengan metoda ketebalan tunggal bayangan tunggal menggunakan media Imaging Plate blue dengan pemindai Computed Radiography dan sinar-X dengan parameter pengamatan grey value radiografi. Waktu paparan sinar-X adalah 120 detik. dengan menggunakan tegangan tinggi 130 kV, arus 5 mA, dan jarak sumber ke film (SFD) tegak lurus adalah 1200 mm. Hasil pengujian radiografi digital dengan media Imaging Plate blue dengan pemindai Computed Radiography pada Ignition Coil dengan metoda ketebalan tunggal bayangan tunggal menghasilkan parameter grey value rerata 55429,24; 32759,32; 20616,99; 13122,75; 8825,85 pada ketebalan filter screen Pb (perisai) 0; 0,125 mm; 0,25 mm; 0,375 mm; 0,5 mm. Semakin tebal filter screen Pb menghasilkan grey value yang semakin rendah. Kata kunci : Computed Radiography, filter screen Pb, grey value.","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126207166","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS KANDUNGAN SODIUM DAN KLORIDA PADA PENDINGIN PRIMER RSG GAS UNTUK MENGETAHUI KEMURNIANNYA","authors":"Sriyono Sriyono","doi":"10.17146/bprn.2018.15.2.5233","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/bprn.2018.15.2.5233","url":null,"abstract":"ANALISIS KANDUNGAN SODIUM DAN KLORIDA PADA PENDINGIN PRIMER RSG GAS UNTUK MENGETAHUI KEMURNIANNYA. Telah dilakukan pengukuran dan analisis kandungan Na dan Cl pada pendingin primer RSG GAS. Unsur Na dan Cl dalam LAK Rev 10.1 dibatasi dibawah 0,0115 ppm dan 0,0490 ppm. Unsur Na dan Cl diduga dapat memicu korosi pitting pada tangki RSG GAS. Tangki RSG GAS terbuat dari paduan aluminium (AlMg3). Pada pH 5,0-7,2 akan terbentuk lapisan pasivasi di permukaan aluminium sehingga terlindungi dari proses korosi. Jika lapisan rusak dan lingkungan mengandung klorida maka memicu korosi pitting. Oleh karena itu penyebab korosi pitting harus diamati dan diantisipasi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengukuran dan analisis konsentrasi kandungan Na dan Cl pada pendingin primer untuk mengetahui kemurniannya sehingga korosi pitting tidak terjadi. Metodologi yang digunakan adalah pengukuran sampel air primer dengan AAS pada 3 lokasi sampling baik sebelum maupun sesudah sistem purifikasi pendingin primer. Lokasi tersebut adalah aliran pendingin primer sebelum dan sesuadah KBE01, KBE02 dan FAK01. Berdasarkan hasil pengukuran dengan AAS diketahui bahwa unsur Na dan Cl pada pendingin primer masih dalam batas yang diijinkan. Hasil pengukuran pH dan konduktivitas air primer juga ditampilkan di makalah ini untuk mengetahui sejarah kemurnian air. Data pengukuran AAS, monitoring pH dan konduktivitas menunjukkan tidak terdeteksi adanya pemicu ataupun korosi pitting pada tangki RSG GAS. Kata kunci: sodium, klorida, korosi pitting, aluminium, RSG GAS","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123765880","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERANCANGAN MODIFIKASI SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALI PADA SISTEM IRADIASI RABBIT HIDROLIK REAKTOR RSG-GAS BERBASIS OPC SERVER DAN LABVIEW","authors":"Rg Ranji Gusman, Sujarwono Sujarwono, Hs Heri Suherkiman, Sunarko Sunarko","doi":"10.17146/BPRN.2018.15.2.5227","DOIUrl":"https://doi.org/10.17146/BPRN.2018.15.2.5227","url":null,"abstract":"PERANCANGAN MODIFIKASI SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALI PADA SISTEM IRADIASI RABBIT HIDROLIK REAKTOR RSG-GAS BERBASIS OPC SERVER DAN LABVIEW. Sistem iradiasi rabbit hidrolik adalah salah satu fasilitas iradiasi yang terletak pada berilium reflektor teras reaktor yang digunakan untuk produksi radioisotop dan Analisa Aktivasi Neutron (AAN). Saat ini sistem iradiasi rabbit hidrolik tersebut, pada sistem instrumentasi dan kendalinya telah menggunakan PLC Siemens S7-300 CPU tipe 315-2DP dengan komunikasi serial MPI sebagai pengendali dan HMI menggunakan perangkat lunak WinCC. Pada sistem tersebut, belum semua parameter operasi diproses PLC dan masih menggunakan perangkat keras untuk melakukan pengaturan waktu iradiasi. Pada tulisan ini, dilakukan perancangan modifikasi sistem instrumentasi dan kendali sistem iradiasi rabbit hidrolik. Metode perancangan dilakukan dengan mempelajari sistem iradiasi rabbit hidrolik, pengumpulan data I/O dan parameter operasi, mengganti dan menambahkan perangkat keras yang diperlukan, pengaturan koneksi PLC dan pembuatan HMI. Pada perancangan dilakukan pengolahan parameter operasi secara keseluruhan seperti data sensor temperature, konduktivitas, level air, dan tekanan serta optimasi PLC Siemens S7-300 dengan mengganti CPU lama dengan CPU baru tipe 315-2PN/DP yang dilengkapi fasilitas komunikasi LAN dan menggunakan antarmuka OPC server. Pada perancangan digunakan perangkat lunak LabVIEW sebagai HMI untuk tampilan pengaturan waktu dan start iradiasi, perekaman data iradiasi, status posisi kapsul iradiasi, status sensor dan visualisasi sistem proses rabbit hidrolik. Kata kunci : perancangan modifikasi, sistem iradiasi rabbit hidrolik, OLE for Process Control (OPC), LabVIEW.","PeriodicalId":158311,"journal":{"name":"REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir","volume":"312 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131910259","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}