{"title":"APLIKASI BUILDING INFORMASI MODELING (BIM) TEKLA STRUCTURE PADA KONSTRUKSI ATAP DOME GEDUNG OLAHRAGA UTP SURAKARTA","authors":"Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono","doi":"10.32511/JUTEKS.V3I2.278","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/JUTEKS.V3I2.278","url":null,"abstract":"Pekembangan teknologi informasi dibidang konstruksi berkembang semakin pesat. Teknologi virtual building dengan sistem komputasi dikembangkan dengan prinsip Building Information Modeling (BIM), mampu menciptakan modeling secara 3D di bidang konstruksi (arsitektur, struktur dan MEP). Tekla Structures salah satu perangkat lunak berbasis BIM yang mampu membuat dan mengelola data akurat dan rinci. Tekla Structures mempunyai kemampuan dalam modeling, detailing, engineering, drawing, reporting, scheduling. Pembangunan atap dome baja menggunakan sistem truss pada Gedung Olahraga UTP Surakarta dengan bentang 40meter. Memerlukan detail drawing yang baik pada proses fabrikasi, sehingga didapatkan hasil yang presisi pada saat pemasangan. Proses pemasangan dilakukan secara segmented. Gambar fabrikasi atap dome terdiri dari Gambar Arrangement, Section drawing : Kuda-kuda K1 & K2, Anchor bolt plan, Lateral & Windbrace, Purlin & Sagrod, Detail drawing : Rafter 1 s/d 13, Cutting plan. Dan report bill of materials (BOM) terdiri dari Assembly List, Assembly Part List, Bolt List, Material List dan Part List.","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124681249","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Z. A. Jauhari, Faisal Ananda, F. Fauzan, Ruddy Kurniawan
{"title":"STUDI PARAMETRIK: KINERJA SEISMIK KOLOM KOMPOSIT EWECS (ENGINEERING WOOD ENCASED CONCRETE-STEEL) DENGAN BAJA PROFIL KING CROSS","authors":"Z. A. Jauhari, Faisal Ananda, F. Fauzan, Ruddy Kurniawan","doi":"10.32511/JUTEKS.V3I2.280","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/JUTEKS.V3I2.280","url":null,"abstract":"Kolom komposit EWECS (Engineering Wood Encased Concrete-Steel) merupakan struktur komposit hybrid yang telah dikembangkan untuk zona seismik rendah dan tinggi. Studi eksperimental pada perilaku seismik kolom komposit EWECS telah dilakukan oleh Fauzan et. al, 2005. Untuk melengkapi dan memvalidasi hasil studi eksperimental, analisis numerik dilakukan pada kolom EWECS di bawah beban konstan aksial dan beban lateral siklik. Analisis berbasis metode elemen hingga ini dilakukan untuk mengetahui kinerja struktural kolom EWECS menggunakan baja profil king cross dan dibandingkan dengan hasil eksperimental. Analisis numerik menggunakan program ANSYS APDL v.14, untuk mengetahui perilaku seismik struktur kolom berupa karakteristik histeresis, distribusi tegangan utama, dan mode kegagalan. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa kolom EWECS memiliki kinerja yang sangat baik tanpa kerusakan parah, bahkan pada story drift akhir, R 5%. Kayu panel berkontribusi terhadap kapasitas kolom hingga R 5%, meskipun retak pada kayu muncul setelah R 3%. Secara umum, distribusi tegangan pada model FE dapat mewakili mode kegagalan spesimen kolom dengan baik. Analisis numerik studi parametrik juga dilakukan pada kolom komposit EWECS. Berdasarkan analisis studi parametrik, semakin besar tebal kayu maka semakin meningkat kinerja seismik kolom, namun besarnya disipasi energi cenderung tetap. Semakin tinggi mutu beton maka semakin meningkat kinerja seismik kolom, namun gaya geser maksimum hanya mengalami sedikit kenaikan","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130646457","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IDENTIFICATION AQUIFER PARAMETERS THROUGH SINGLE WELL PUMPING TEST SERIES AT PT. KALTIM KARIANGAU TERMINAL, BALIKPAPAN, EAST KALIMANTAN","authors":"T. Sulistyo","doi":"10.32511/JUTEKS.V3I2.283","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/JUTEKS.V3I2.283","url":null,"abstract":"Aquifer Parameters are very important in groundwater and well management. The objective of this research is to determine aquifer parameter in order to be used in determining suitable production rate of well. Research was carried out in PT. Kaltim Kariangau Terminal, which is administratively, located in Balikpapan City, East Kalimantan, Indonesia. PT. Kaltim Kariangau Terminal has developed four wells with distance of each of well is between 50 and 300 meters, but it is a pity because just one well was completed by pumping test without observation well. Result of constant pumping test analyzing through Cooper – Jacob method has shown that value of Transmissivity (T) of aquifer is 319.0718283 m2/day, and it is known from geophysical logging and well construction design that the thickness of aquifer is 48 m, so hydraulic conductivity (K) of aquifer is 6.6473 m/day. Coefficient of aquifer loss is 0.0013 and coefficient of well loss is 0.0000008. Factors development of well could be classified as very effective with the well condition is properly designed and developed.","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"98 10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128003902","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI PENANGANAN KERUSAKAN PANTAI DI KAWASAN WISATA PESISIR TELUK KUPANG","authors":"P. Nahak, Melchior Bria, Mathelda Ch. Mauta","doi":"10.32511/JUTEKS.V3I2.284","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/JUTEKS.V3I2.284","url":null,"abstract":"Lokasi wisata di pesisir Teluk Kupang yang berkembang pesat saat ini adalah Pantai Tedys di Kelurahan Lai-Lai Besi Kopan (LLBK). Pantai Tedys ini merupakan salah satu pusat pariwisata dan Pusat perdagangan di Kota Kupang. Lokasi ini merupakan pusat wisata kuliner yang sangat ramai oleh pengunjung setiap harinya, dan juga merupakan lokasi persinggahan kapal-kapal asing peserta Sail Indonesia dan Sail Komodo. Berkembangnya berbagai kepentingan tersebut membuat wilayah pesisir di kelurahan LLBK akan menyanggah beban lingkungan yang berat, akibat pemanfaatan yang tidak terkendali, tidak teratur, serta tidak mempertimbangkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan melakukan observasi dan kajian secara langsung di lapangan terhadap berbagai kondisi guna mengetahui seberapa besar dampak dan kerusakan yang mungkin terjadi. Berdasarkan penyebabnya, kerusakan pesisir di kawasan ini secara umum disebabkan oleh aktifitas manusia berupa pembangunan gedung dan infrastruktur yang sangat dekat dengan garis pantai sehingga menjadi benteng bagi gempuran ombak dan faktor alam yaitu gelombang badai yang selalu terjadi secara periodik setiap tahunnya. Untuk mengurangi dampak/resiko kerugian yang mungkin dapat terjadi, maka diusulkan beberapa alternatif yang dapat dilakukan yaitu: pendekatan struktur berupa pembuatan tembok pantai dan revetment pada lokasi yang bukan karang, sedangkan pada lokasi karang dibuat revetment dan perlu dilakukan studi lebih lanjut guna menentukan tingkat kelayakan dan kemampuan dari karang-karang tersebut dalam menahan beban yang setiap hari terus meningkat, sehingga dapat ditentukan alternatif penanganan yang lebih baik. Sedangkan untuk pendekatan non struktur dilakukan melalui sosialisasi dan penegakan aturan pembangunan.","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"189 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115482782","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Amy Wadu, Ratna Kusumawardhani, Ita Suherminingsih
{"title":"MANAJEMEN LALU LINTAS DI JALAN LINGKAR KAMPUS UNIVERSITAS BRAWIJAYA","authors":"Amy Wadu, Ratna Kusumawardhani, Ita Suherminingsih","doi":"10.32511/JUTEKS.V3I2.277","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/JUTEKS.V3I2.277","url":null,"abstract":"Universtas Brawjaya (UB) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Indonesia dan terbesar di Kota Malang yang perkembangannya setiap tahun makin pesat. Akibatnya terjadi tarikan yang begitu besar ke UB sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas sepanjang jalur lingkar UB. Analisa kinerja lalu lintas dimulai dari pengambilan data cacah lalu lintas untuk mengetahui jumlah lalu lintas harian rata-rata yang berujung pada bagaimana tingkat pelayanan jalan tersebut atau disebut dengan LoS (Level of Service). Hasil analisa menunjukkan bahwa pada 5 tahun mendatang LoS ruas MT Haryono mencapai kategori F, sedangkan untuk simpang ITN, Gajayana dan Suhat semuanya mencapai katagori F. Sehingga diusulkan solusi memecahkan masalah ini yaitu dengan melakukan pemindahan sebagian kegiatan UB ke lokasi di luar lokasi eksisting saat ini dan perbaikan kapasitas simpang dan ruas yang akan meningkatkan kinerja ruas jalan MT Haryono menjadi E begitu juga dengan semua simpang meningkat menjadi E","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"395 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132847290","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Priska Gardeni Nahak, Matelda Christiana Mauta, Deasi D. A. A. Daud
{"title":"TINJAUAN MITIGASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN WISATA PESISIR TELUK KUPANG","authors":"Priska Gardeni Nahak, Matelda Christiana Mauta, Deasi D. A. A. Daud","doi":"10.32511/JUTEKS.V3I1.198","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/JUTEKS.V3I1.198","url":null,"abstract":"Pantai Oesapa merupakan salah pantai tujuan wisata yang terletak di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Letak Pantai Oesapa adalah di pesisir teluk Kupang yang cukup dekat dengan Pantai Selatan (Samudra Hindia). Oleh karena itu Pantai Oesapa juga sangat rentan terhadap bahaya Tsunami, maka perlu adanya upaya penanggulangan terhadap bahaya tsunami sejak dini terhadap Pantai Oesapa, sehingga wisatawan yang datang ke Pantai Oesapa tetap merasa aman dan nyaman. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan melakukan observasi dan kajian secara langsung di lapangan terhadap berbagai kondisi guna mengetahui seberapa besar dampak dan kerusakan yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk: a) Menghitung waktu yang diperlukan oleh gelombang tsunami dari pusat patahannya ke Pantai Oesapa. b) Memperkirakan lokasi atau jarak penempatan alat detector peringatan dini. c) Mengkaji situasi yang ada di lapangan terhadap dampak yang akan ditimbulkan oleh gelombang tsunami. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: waktu datang gelombang tsunami adalah 20,52 menit setelah terjadi dislokasi.; Lokasi pemasangan alat detector peringatan dini pada jarak 67,6 km dari garis pantai, sehingga memberikan waktu sekitar 15 menit bagi wisatawan untuk menyelamatkan diri.; Daerah yang terkena gelombang tsunami secara langsung adalah seluruh daerah pesisir Teluk Kupang, yang memiliki elevasi kurang dari 45.3 m.; Pantai wisata Oesapa juga berpotensi terkena gelombang tsunami secara langsung, karena memiliki elevasi kurang dari 45,3 m.","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127793170","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISA KINERJA PERSIMPANGAN TAK BERSINYAL TIPE T PADA PERTEMUAN RUAS JALAN TIMOR RAYA DAN JALAN SURATIM DI KELURAHAN OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR","authors":"Koilal Alokabel","doi":"10.32511/juteks.v3i1.194","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/juteks.v3i1.194","url":null,"abstract":"Persimpangan sebagai salah satu tempat pertemuan ruas-ruas jalan dan tempat kendaraan melakukan perubahan arah pergerakan arah lalu lintas. Persimpangan dapat bervariasi dari persimpangan sederhana yang terdiri dari pertemuan dua ruas jalan sampai persimpangan kompleks yang terdiri dari pertemuan beberapa ruas jalan. Namun dengan tingkat pergerakan yang beragam dari berbagai jenis kendaraan, mengakibatkan kendaraan pada persimpangan, akan mengalami tundaan perjalanan yang cukup besar, sehingga biaya perjalanan akan menjadi lebih besar pula. Tidak dapat dibayangkan berapa banyak uang yang terbuang percuma karena kendaraan terperangkap dalam kemacetan dan berapa banyak uang yang dapat disimpan jika kemacetan dapat dihilangkan (dari segi biaya bahan bakar dan nilai waktu tundaan). Hal tersebut menyebabkan perlu dipikirkan beberapa alternatif pemecahan masalah transportasi. Faktor lain penyebab kemacetan adalah meningkatnya kecenderungan para pemakai jasa transportasi untuk menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan kendaraan umum. Akibat lebih jauh dari kecenderungan ini adalah menurunnya efisiensi penggunaan sarana maupun prasarana jaringan jalan yang semakin mempersulit upaya penanggulangan kemacetan. Hasil analisa kinerja persimpangan pada kondisi jam puncak (07.00-08.00 WITA) saat itu tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang lewat, karena dari beberapa parameter yang dianalisis untuk menentukan tingkat kinerja persimpangan pada kondisi saat ini tidak memenuhi, seperti kapasitas 1964 smp/jam, derajat kejenuhan 1,16, tundaan total rata-rata 28,46 detik/smp, tundaan rata-rata jalan utama 17,61detik/smp, tundaan rata-rata jalan minor 66,44 detik/smp, tundaan geometrik simpang adalah 3, tundaan simpang 31,46 detik/smp dan peluang antrian 54,62 – 110,28 %. Analisa terhadap nilai tundaan 31,46 detik/smp maka tingkat kinerja pada kondisi simpang saat ini dikategorikan dalam tingkat pelayanan D. Untuk meningkatkan kinerja persimpangan maka dilakukan pengaturan lalu lintas dengan lampu lalu lintas (traffic light). Peningkatan kinerja simpang tersebut dapat juga ditempuh dengan pelebaran lajur, menambah lajur ataupun memperlebar jalan.","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"117 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127579825","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KAJIAN PENGGUNAAN SINAR MATAHARI UNTUK PENGKONDISIAN UDARA RUANGAN MENGGUNAKAN BATU ALAM PULAU TIMOR SEBAGAI PENYERAP PANAS PADA SYTEM DINDING TROMBE","authors":"Aris Palinggi, O. D. Rerung, E. Hattu","doi":"10.32511/JUTEKS.V3I1.192","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/JUTEKS.V3I1.192","url":null,"abstract":"Penggunaan energi fosil yang semakin meningkat pada akhirnya menyebabkan pemanasan global, oleh sebab penggunaan energi yang bersih seperti energi matahari sangat diperlukan. Energi matahari dapat digunakan untuk mendinginkan ruangan yaitu dengan sistem dinding Trombe. Dinding Trombe banyak digunakan dengan posisi vertikal di negara-negara sub tropis. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi suhu ruangan setelah diterapkan sistem dinding Trombe. Metode yang digunakan adalah penggunaan batu alam Pulau Timor sebagai penyerap panas dan dilakukan dengan alat simulasi berupa kotak. Perhitungan panas dilakukan dengan pemasangan sensor panas dan software berupa Adriuno Uno dan Ashare. Pengambilan data setiap 5 menit dari jam 09.00 sampai jam 21.00. Penelitian dilakukan dengan memperbandingkan kondisi udara (temperatur) udara Luar ruangan dengan ruangan tanpa dinding Trombe, dan ruangan dengan dinding Trombe vertikal,. Kondisi udara ruangan tersebut juga akan dibandingkan dengan kondisi standar kenyamanan udara untuk aktivitas manusia. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa penggunaan dinding Trombe di daerah tropis akan membuat ruangan lebih sejuk Penggunaan dinding Trombe Horizontal mampu menurunkan suhu lebih rendah dibanding vertikal. Semua data yang didapatkan menunjukkan kondisi ruangan dengan dinding Trombe masih belum memenuhi syarat kenyamanan manusia sebab pada saat pengambilan data kondisi suhu di NTT sedang musim panas.","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"123 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122481580","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Butje Alfonsius Louk Fanggi, A. H. Muda, Abia Erasmus Mata, Albert Aun Umbu Nday, Melchior Bria, Abrosius Raha Lelang Wayan
{"title":"KUAT TEKAN KOLOM BETON RINGAN YANG DIPERKUAT DENGAN CARBON FIBER REINFORCED POLYMER TUBE","authors":"Butje Alfonsius Louk Fanggi, A. H. Muda, Abia Erasmus Mata, Albert Aun Umbu Nday, Melchior Bria, Abrosius Raha Lelang Wayan","doi":"10.32511/JUTEKS.V3I1.201","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/JUTEKS.V3I1.201","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauhmana FRP tube yang terbuat dari Carbon Fiber Sheet efektif digunakan sebagai material perkuatan kolom beton ringan pada saat kolom tersebut dibebani secara tekan sentris. Sejumlah delapan buah silinder beton ringan dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm dicetak dan dites hingga hancur. Kedelapan silinder tersebut terdiri dari dua buah silinder tanpa perkuatan, empat buah silinder dengan perkuatan menggunakan FRP tube, dan dua buah silinder dengan perkuatan menggunakan FRP wrapping. Hasil penelitian ini tidak dapat menunjukan sejauhmana FRP tube maupun wrapping efektif digunakan untuk memperkuat beton ringan karena benda uji miring. Walaupun demikian, tampak bahwa FRP tube dengan 3 lapis sangat efektif untuk memperkuat beton ringan Karena itu, untuk mengatasi masalah kemiringan pada benda uji yang diperkuat dengan FRP tube, perlu digunakan bekesting pada saat pengecoran.","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"79 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123284056","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Marsinta Simamora, Diarto Trisnoyuwono, A. H. Muda
{"title":"MODEL INTRNATIONAL ROUGHNESS INDEX VS WAKTU PADA BEBERAPA JALAN NASIONAL DI KOTA KUPANG","authors":"Marsinta Simamora, Diarto Trisnoyuwono, A. H. Muda","doi":"10.32511/juteks.v3i1.200","DOIUrl":"https://doi.org/10.32511/juteks.v3i1.200","url":null,"abstract":"Dalam sistem manajemen infrastruktur, tahap pemeliharaan adalah salah satu bagian yang penting. Biaya penanganan/pemeliharaan jalan yang besar perlu diatasi melalui satu perencanaan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu model antara IRI versus waktu pada jalan nasional di wilayah Kota Kupang. Model dibangun berdasarkan data sekunder IRI dan divalidasi menggunakan data primernya. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa IRI merupakan fungsi polynomial tingkat -4 dari waktu dengan determinasi R2 = 0,9337 dan 0,8073 masing-masing untuk jalan Pahlawan dan WJ. Lalamentik. Hasil ini dapat digunakan memprediksi biaya pemeliharaan dengan metode memasangkan nilai IRI dan biaya standar yang ada. Dengan demikian untuk beberapa waktu mendatang sudah dapat dipersiapkan biaya yang akan diperlukan dalam rangka mempertahankan kondisi kerataan permukaan jalan.","PeriodicalId":138866,"journal":{"name":"JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129970215","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}